
"Kamu istirahat disini dulu ya sayang, mas tidak lama kok, hari ini jam praktek mas hanya satu jam dan setelah itu akan digantikan oleh Dimas."
Ani segera duduk di ranjang empuk yang ada di ruangan itu, kembali dia mengingat semua kata2 Gita bahwa banyak sekali kenangan mereka, 'apakah Gita juga pernah istirahat di ranjang ini?' Ani mulai bertanya tanya sendiri dalam hati.
"Sayang? hei kok bengong?" Ade memukul lembut bahu istrinya, dia kembali bertanya karena saat dia bicara tadi Ani tidak merespon pembicaraannya.
"Ah ya mas? mas tadi bicara apa?"
"Kamu lagi mikirin apa sih?"
"Ng-gak! Ani nggak lagi mikirin apa2!"
"Sayang, ayo bicara sekarang! mas tahu ada sesuatu yang sedang kamu pikirkan."
Ade sangat tahu sifat dan tingkah laku istrinya itu, jika dia sudah diam dan tidak fokus dengan pembicaraan mereka itu tandanya ada interogasi yang tertunda,maka dari itu lebih baik dia menanyakan secepatnya daripada nanti dia akan menjadi terdakwa dan dikenakan pasal berlapis oleh istrinya itu, walaupun dakwaan istrinya itu banyak sekali melenceng dari sangkaan yang dia berikan.
"Benaran mas Ani nggak lagi mikirin apa2." sekali lagi Ani tidak mengakui bahwa suaminya itu sudah tahu jika dia sedang memikirkan sesuatu.
"Oke! kalau begitu mas akan pergi sekarang tapi nanti kamu jangan nyesel ya, karena mas tidak mau mendengarkan atau menjawab pertanyaan yang akan kamu berikan kepada mas!"
"Ah tunggu mas!"
Akhirnya Ade berhasil membuat istrinya angkat bicara, walaupun dia tahu konsekuensinya nanti harus menghadapi wajah cemberut dan rajukan istrinya itu, tetapi baginya tidak apa-apa asalkan masalah itu selesai saat itu juga.
Oke sayang, sekarang bicaralah." Ade segera duduk disamping Ani dan menggenggam tangan mulus itu sambil memasang Indra pendengarannya dengan baik.
"Mas, kenapa mas bicara begitu di depan semua orang?"
"Karena kamu adalah istri mas sekarang, mas tidak mau jika ada orang yang berani menghina kamu."
__ADS_1
"Bukankah orang akan mengira jika mas adalah orang yang sombong?"
"Sayang, terkadang kita juga perlu menyombongkan diri agar mereka berhenti menyombongkan diri mereka, karena diatas langit masih ada langit, dan mas tidak pernah menyombongkan diri selama ini, tetapi tadi sepertinya mas harus membungkam mulut Gita agar dia tidak berani lagi untuk merendahkan kamu."
Ani menatap suaminya itu dengan dalam,dia sangat beruntung bisa mendapatkan lelaki yang sangat baik seperti Ade, Ani benar2 merasa sangat dilindungi dan disayang sepenuh hati oleh Ade.
"Tapi mas, tadi Gita bilang bahwa banyak sekali kenangan diantara mas dan dia?" Ani mulai menanyakan pokok masalah yang sebenarnya.
"Hmmm.. ya mas tahu kemana arah pembicaraan kamu itu, tapi mas rasa itu tidak perlu di bahas sayang, karena itu hanya masa lalu jadi lebih baik kita bahas masa depan bahagia kita yang akan datang." Ade merangkul tubuh istrinya dan membawa kedalam pelukannya.
Ani hanya diam, sebenarnya apa yang dikatakan Ade itu ada benarnya, tetapi tingkat ke kepoan nya meronta-ronta ingin tahu juga sehingga jawaban yang suaminya berikan tidak memuaskan bagi dirinya.
"Sayang kenapa kamu cemberut? hmm.."Ade mengecup bibir Ani, dia sudah tahu hal seperti ini pasti akan terjadi.
"Kenapa mas tidak mau membahas tentang masa lalu mas dan Gita? apakah begitu banyak sehingga mas takut akan mengingatnya kembali, apakah mas pernah melakukan diluar batas wajarnya orang berpacaran? dan apakah Gita dulu juga pernah istirahat di ranjang milik mas ini?"
"Astaghfirullah sayang! kenapa kamu bisa sejauh itu mikirnya? sedangkan mas saja yang pernah menjalin hubungan tidak pernah memikirkan hal sejauh itu!"
Ani terkesiap saat Ade melepaskan pelukannya dan berjarak darinya,Ani merasa saat ini suaminya itu sedang marah dengannya, seketika itu juga Ani menangis dia membaringkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal guling yang ada di ranjang itu.
Ade semakin bingung, seharusnya dia yang merajuk karena istrinya itu sudah kelewatan bicara padanya dan menuduh dirinya terlalu jauh.
"Sayang, mas minta maaf ya? udah jangan nangis! ayo sekarang kita selesaikan semuanya dengan kepala dingin." Ade memeluk tubuh Ani dari belakang sambil mencium pucuk kepalanya. akhirnya Ade menurunkan egonya dia tidak ingin membuat istrinya itu semakin sedih.
"Kenapa mas tidak mau menjelaskan semuanya?" dengan suara tercekat Ani menanyakan kembali alasan kenapa Ade tidak ingin membahas masa lalunya dan Gita.
"Sayang, mas bukan tidak ingin membahas tentang masa lalu mas dan Gita, tetapi mas tidak mau jika kamu nanti akan memikirkannya karena itu bagi mas sudah menjadi masa lalu, dan apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar! mas tidak pernah melakukan hubungan badan dengan siapapun selain dengan kamu istrinya mas! dan soal kamar di ruangan ini, Gita tidak pernah tidur disini dia hanya datang di ruangan praktek mas saja itupun jika kami ada janji ingin makan diluar atau pergi nonton di bioskop. lagi pula mas dan Gita hanya 6 bulan pacaran jadi tidak terlalu banyak kenangan yang terukir diantara kami."
Akhirnya Ade mengalah dan menjelaskan semuanya dengan secara gamblang, agar mood istrinya itu kembali seperti semula.
__ADS_1
"Tapi tadi dia bilang mas pernah pergi liburan ke kota Medan bersama."
"Subhanallah sayang! masih ingat aja kamu semuanya, baiklah akan mas ceritakan kembali."
Ade kembali menceritakan tentang liburannya Waktu itu bersama Gita.
"Ya, mas pernah liburan ke kota Medan bersama dengannya, tetapi mas menginap dirumah mbak Siska, memang dia pernah mengajak mas untuk menginap di hotel saat itu mas dan dia pulang sudah larut malam dijalan saat kami pergi jalan2 ke danau Toba, tetapi mas tidak mau karena mas takut terjadi sesuatu, asalkan kamu tahu sayang! mas sangat menjunjung tinggi nasehat yang orangtua berikan kepada mas. jika mas pernah melakukan hal itu sama kamu itu semua benar2 diluar ketidak berdayaan diri mas malam itu."
Ani segera merubah posisi tidurnya untuk menghadap suaminya yang dari tadi dia belakangi karena Rajuk nya.
Ade menangkup wajah Ani dengan kedua telapak tangannya dia menatap wajah teduh itu dia tahu istrinya itu sedang merasa bersalah telah menuduh dirinya terlalu jauh.
"Apakah kamu masih belum bisa percaya dengan semua tentang masa lalu mas?"
"Maafkan Ani mas! maaf semua prasangka buruk yang selalu ada dihati Ani , maaf jika Ani menjadi istri yang begitu posesif, maaf jika Ani Sudah membuat mas tidak nyaman." Ani memeluk suaminya dengan erat dia menangis terisak dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dokter tampan dan sangat penyayang itu.
"Ssstt.. udah jangan nangis lagi ya! mas tahu semu yang kamu lakukan ini dikarenakan kamu sangat mencintai suamimu ini dan mas juga tahu kamu pasti sangat takut kehilangan lelaki tampanmu ini kan?"
"Iiihhh... mas apaan sih!" Ani memukul dada suaminya itu dengan lembut dan dia menenggadah kan kepalanya, Ade segera mengecup bibir istrinya, dan semakin lama kecupan itu semakin dalam sehingga Ani melepaskan karena dia merasa kehabisan oksigen karena bibirnya dibekap oleh bibir Ade.
"Kenapa dilepas sayang mas masih belum puas?" protes Ade
"Ih mas mesum banget sih, ini kan di RS mas."
"Iya biarin aja di RS sayang, nggak akan ada yang ganggu kok." Ade mengedipkan matanya sambil menggoda Ani.
"Apa sih mas, kok malah jadinya kesitu sih?"Ani mencubit perut Ade dia benar2 gemas melihat kelakuan suaminya itu.
Ade tertawa melihat wajah malu sang istri..
__ADS_1
Bersambung...
Untuk bab ini membahas tentang Ade dan Ani dulu ya, terimakasih untuk Reader ku yang masih setiaπππ₯°π₯°