Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Rasa penasaran Dimas


__ADS_3

Cewek itu menatap Dimas dengan heran, 'nih orang waras nggak sih?" jangan2 dia cowok stres karena ditinggalkan pacarnya" mungkin Ani yang dia maksud adalah pacarnya." Cewek itu bicara sendiri dalam hati dan bergidik ngeri melihat tingkah Dimas.


"An, kenapa dibuang jas Abang? ayo tutup lagi kepala kamu jangan dibuka seperti itu aurat kamu An, tidak baik" seberat apapun masalah, tapi kamu harus tetap istiqamah.!" kamu ini kenapa sebenarnya? bukankah tadi kamu dan Ade baik2 saja?"


"Ya Allah!" kamu ini kenapa ngeyel banget sih jadi orang?" aku bukan Ani!" Tapi namaku Raysa!!"


Ya, cewek itu bernama Raysa, dia adalah seorang gadis sederhana pekerjaannya sebagai ojek online, dan wajahnya memang sangat mirip dengan Ani, yang membedakan mereka adalah lesung pipinya, karena Ani tak mempunyainya


Dimas terdiam saat mendengar nama cewek didepannya itu, dan dia menatap kembali wajah cewek Ojol itu dengan seksama.


"Udah! udah percaya kalau aku bukan Ani yang kamu bilang?"


"Ya, tat,, tapi, kamu memang mirip dengan Ani yang aku maksud." Dimas agak gugup menjawab kata2 Raysa.


"Udah deh, lupakan saja masalah itu" sekarang ayo naik biar aku antar kemana tujuan kamu." Raysa tidak ingin membahas tentang itu lagi, karena baginya yang terpenting adalah mengejar target penghasilannya.


Dimas juga tidak ingin disebut laki2 berhalusinasi, dia segera naik ke atas boncengan motor, Raysa segera menjalankan motor matic nya


"Sebenarnya siapa wanita ini?kenapa wajahnya begitu mirip dengan Ani." Dimas bicara sendiri dalam hati dan jantungnya berdegup tak menentu.


"Mas,mau saya antar kemana ini?"


Dimas tersadar dari lamunannya saat mendengar suara wanita yang sedang memboncengnya itu.


"Saya mau diantar ke rumah kamu." Dimas menjawab singkat.


Raysa segera memberhentikan motornya secara tiba2 sehingga Dimas bergeser kedepan dan tubuhnya merapat kepada Raysa.


"Kamu sebenarnya maunya apa sih!?" Raysa turun dan membuka helmnya dan menatap Dimas dengan kesal.


"Ya nggak mau apa2 aku cuma mau minta di antar kerumah kamu" setelah itu baru anterin aku pulang."


"Heh.. kamu ni apa sih? mau ngapain kamu minta diantar kerumah aku?"


"Aku cuma mau membuktikan kalau kamu memang bukan wanita yang aku maksud."


"Kamu tuh yaa! bener2 ngeselin tahu nggak sih!"


"Ya terserah kamu mau ngomong apa" yang penting aku ingin bukti bahwa kamu memang bukan Ani."

__ADS_1


"Ya udah ayo cepat naik!" Raysa segera menyuruh Dimas naik kembali, dia terpaksa mengikuti kemauan Dimas agar dia segera terbebas dari laki2 halu menurutnya itu.


Kini Raysa membawa Dimas untuk kerumahnya, ditengah perjalanan Raysa bertanya2 'Apa benar Ani itu mirip denganku? kenapa laki2 halu ini ngotot banget pengen tahu siapa aku?"


****


Tidak berapa lama motor itu berhenti disebuah rumah sederhana dan kelihatan rumah itu sepi tanpa penghuni, Raysa segera turun dan membuka helmnya. dia memberi tahu Dimas jika itu rumahnya


"Ayo turunlah itu rumahku."


"Apa aku boleh masuk?" Dimas masih penasaran dengan kehidupan Raysa.


"Ck.. kamu benar2 merepotkan saja" yaudah ayo masuk, biar rasa penasaran mu itu hilang dan nggak berhalu lagi."


Raysa segera berjalan dahulu dan Dimas mengikutinya dari belakang.


"Assalamualaikum,," "Bu? Raysa mengetuk pintu rumahnya dan memanggil ibunya, dan tidak berapa lama ibunya menjawab salam Raysa


"Wa'alaikumsalam,," "Kamu sudah pulang nak?dan dia siapa Raysa?"


Ibu Wilda bertanya kepada Raysa dia melihat ada laki2 bersama anaknya datang ke rumah, karena selama ini Raysa tidak pernah membawa ataupun mengenalkannya dengan laki2 manapun


"Hai Bu, kenalkan nama saya Dimas" saya temannya Raysa." Dimas mencium tangan Bu Wilda.


"Ah tidak apa-apa Bu" sama saja kok."


Raysa menatap Dimas dengan tidak suka, 'Apa sih ni orang" teman dari mananya coba?"


Dimas segera duduk di kursi sofa yang terlihat sudah sangat usang itu, bisa dikatakan kursi itu tidak empuk lagi bila diduduki.


"Sya, nak Dimas dibuatkan minum sana." Bu Wilda menyuruh anaknya itu untuk membuatkan minum untuk Dimas, karena Raysa hanya diam terpaku ditempatnya.


"Ah, baik Bu." Raysa segera pergi dari hadapan mereka dia membuatkan minum untuk Dimas.


"Kok dia malah jadi tamu dirumah ini? aneh banget jadi orang." Raysa bicara sendiri sambil membuat minum untuk Dimas


Sementara itu Dimas sedang ngobrol bersama Bu Wilda di ruang tamu.


"Ibu hanya tinggal berdua dengan Raysa dirumah ini?"

__ADS_1


"Iya, ibu hanya berdua saja" Suami ibu sudah 3 tahun meninggal, semenjak suami ibu meninggal ibu juga sering sakit2an"sebenarnya ibu tidak tega melihat Raysa harus banting tulang setiap hari untuk biaya hidup dan juga pengobatan ibu" tapi harus bagaimana lagi dengan keadaan ibu seperti ini ibu tidak bisa berbuat apa-apa."


"Emang ibu sakit apa?" Dimas penasaran sakit yang diderita ibu Wilda.


"Ibu sudah divonis dokter yaitu ka_"


"Silahkan diminum tehnya mas." tiba2 Raysa datang dan memotong pembicaraan ibunya.


"Ayo silahkan diminum nak Dimas." Bu Wilda juga ikut menyuruh Dimas untuk meminum teh yang dihidangkan Raysa


"Baik" terimakasih ya?" Raysa hanya mengangguk dan tersenyum ramah didepan ibunya itu.


"Kalau begitu ibu tinggal ya nak, ibu mau kedalam dulu."


"Baiklah Bu, silahkan ibu istirahat." Dimas mempersilahkan ibu Wilda.


Kini hanya tinggal Dimas dan Raysa Duduk diruang tamu itu, mereka saling diam


"Kamu masih betah disini?" Raysa bertanya dengan jutek kepada Dimas.


"Iya! malah betah banget Abang" apalagi memandang wajah kamu itu." Dimas menjawab pertanyaan Raysa dengan tingkah jahilnya itu. Raysa menatap Dimas dengan kesal.


"Udah nggak usah menatap Abang seperti itu, nanti kamu jatuh cinta." Dimas kembali membuat Raysa bertambah kesal


"Ayo Kamu pulang sekarang?"


"Nggak mau, Abang masih betah disini." Dimas menjawab asal sehingga Raysa bertambah kesal.


"Baiklah, jika kamu tidak mau pulang aku akan bicara sama ibu sekarang juga" aku akan bilang jika kamu adalah penumpang ojolku yang mati penasaran dengan kehidupan aku!!"


Raysa mengancam Dimas dan segera berdiri untuk pergi ke kamar ibunya, dan Dimas segera memegang tangan Raysa.


"Baiklah Abang akan pulang sekarang! apakah Abang boleh berpamitan dengan ibu?" Dimas masih memegang tangan Raysa dan menatap matanya dengan dalam sehingga pandangan mereka bertemu


"Baiklah tunggu sebentar akan aku panggilkan ibu." Raysa segera mengalihkan pandangannya.


"Ah tidak usah biar Abang saja yang menemui ibu, kasihan ibu karena dia sedang sakit biarkan ibu istirahat."


Raysa menatap Dimas dengan rasa kagum dihatinya, walaupun Dimas ngeselin tapi dia mempunyai sikap yang peduli dan lembut jika bicara tentang ibu.

__ADS_1


Bersambung...


Hai.. untuk episode ini Author membahas tentang Dimas dan Raysa dulu ya...


__ADS_2