
"Aku lagi cari kerjaan ren" kamu kemana saja selama ini kok nggak pernah ada kabar?"
"Sayang, aku mau ngomong dulu sama teman aku, kamu tunggu di mobil sebentar ya."
"Oke honey, jangan lama ya."
"Tidak sayang, cuma sebentar."
Reni bica dengan pasangannya dan menyuruhnya untuk menunggu di mobil. dan Raysa menatap heran kepada Reni karena laki2 yang bersama Reni itu sudah terlihat tua.
"Aku sudah tidak mau lagi menjadi driver Sa."
"Trus sekarang kamu kerja dimana, dan dia tadi siapa? apakah kamu sudah menikah?" Raysa memberondong pertanyaannya kepada Reni.
"Dia itu adalah ATM berjalan aku."
"Maksud kamu apa ren?"
"Sa" kamu lihatkan semua yang aku pakai sekarang adalah barang mahal, dan aku sudah mempunyai tabungan yang banyak" dan itu semua aku dapatkan dari om om, yang tadi."
"Apakah kamu bekerja dengannya?" Reni tertawa karena melihat kepolosan Raysa .
"Iya aku bekerja dengannya, dan aku juga menikmati pekerjaan itu" jika kamu mau kamu juga bisa seperti aku." aku akan mencarikan kamu om2 yang tajir melintir" apalagi kamu masih perawan kan?"
"Maksud kamu? aku jual diri gitu?"
"Ya bisa dikatakan begitulah Sa" tapi ini beda dengan kita menjajakan tubuh kita seperti Pela**r, kalau ini dinamakan sugar Daddy" kita hanya dipakai dengan satu laki2 saja" dan kita harus bisa menyervis laki2 itu semakin dia puas maka kita akan mendapatkan uang yang banyak" bagaimana apakah kamu tertarik?"
"Tidak,maaf aku tidak mau."
"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya, selamat berjuang teman." Reni menepuk bahu Raysa dan segera melangkahkan kakinya.
"Tunggu Ren" apakah aku boleh pinjam uangmu? karena ibuku sedang sakit dan menjalani operasi."
"Maaf Sa, aku tidak bisa kasih pinjam, karena keluargaku juga sedang membutuhkan banyak uang" maaf sekali lagi aku tidak bisa bantu kamu, dan aku hanya bisa kasih kamu jalan keluar saja, seperti yang aku jelaskan padamu tadi", jika kamu mau, kamu bisa hubungi aku."
Reni segera pergi dari hadapan Raysa dan masuk ke dalam mobil mewah itu.
***
__ADS_1
Kini Raysa kembali mencoba untuk mencari pekerjaan,dia belum menyerah, dia masih yakin akan mendapatkan pekerjaan yang halal.
Namun hingga malam menjelang,dia tak kunjung mendapatkan pekerjaan, setiap kantor yang dia masuki semuanya menanyakan ijazah pendidikan universitas, sementara Raysa hanya mempunyai ijazah SMA. sehingga dia mulai lelah dan putus asa.
Kini dia duduk di depan mini market untuk melepaskan lelahnya. dia kembali teringat kata-kata Reni siang tadi, dan rasa keputusasaannya datang. dan tiba2 dia teringat dengan sewa drivernya malam itu.
"Sepertinya dia orang kaya, pasti dia mempunyai uang yang cukup banyak", dan dia bilang wajahku mirip dengan wanita yang di sebut waktu itu."
Ntah mengapa Raysa ingin menawarkan tubuhnya kepada Dimas dari pada dia menghubungi Reni.
Raysa segera mencari no kontak Dimas, dia segera menghubunginya.
***
Di apartemen
Dimas baru saja selesai mandi, dia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, dan dia mendengar ponselnya berbunyi, Dimas segera melihat siapa yang me nelpon malam2 begini.
Dimas tersenyum melihat nama si penelpon itu. tertulis Ani KW memanggil.
"Ya halo" Dimas menjawab telepon dari Raysa.
"Ha, alo mas" apakah kamu sibuk malam ini?"
"Saya mau ketemu Abang malam ini" apakah bisa?" Dimas tersenyum senang mendengar permintaan Raysa,
"Waow..." dengan senang hati Abang dek" dimana kita ketemuannya?"
"Saya tunggu Abang di Cafe xx ya!"
"Okey... Abang segera kesana." Dimas memutuskan telpon dari Raysa, dia sangat bahagia karena dari kemaren Dimas selalu memikirkan wanita yang sangat mirip dengan Ani itu. tetapi dia masih ragu untuk menghubunginya karena dia takut jika di kira mengambil kesempatan dengan mengatakan wajah Raysa sangat mirip dengan Ani.
Kini Raysa sudah menunggu Dimas di Cafe xx, dan dia sangat gugup dan pikirannya melayang ntah kemana2, dia kembali memikirkan keputusan yang akan dia ambil,
"Ya Allah ampunilah aku, aku tidak tahu harus berbuat apalagi" aku tidak punya pilihan lain selain ini." Raysa bergumam sendiri sambil meminum coklat panas yang telah dia pesan, kakinya terasa bergetar, dan lemas.
"Hai cantik!" udah lama nunggunya?"
Raysa segera menoleh ke belakang, dia mendengar ada suara seseorang yang menyapa dirinya.
__ADS_1
"Ah, belum bang" ayo silahkan duduk." Raysa mempersilahkan Dimas untuk duduk,dan wajahnya terasa panas karena Dimas menatap dirinya. dan Raysa merasa jantungnya berdebar saat melihat ketampanan Dimas malam ini, dengan stelan celana jeans dan kaos oblong dan rambutnya yang tampak basah dan rapi ditambah lagi wangi parfum yang Dimas pakai sehingga Raysa menjadi tambah grogi, dan jantungnya terasa ingin lompat saat itu juga.
"Ya terimakasih" udah pesan minum?"
"Ah, sudah bang, tapi aku belum pesan buat Abang karena tadi aku kira Abang lama datangnya."
"Oke, nggak apa-apa " Dimas segera memanggil pelayan cafe itu dan segera memesan minum.
Lama mereka saling diam, mereka hanyut dalam pikirannya masing2.
"Suiitt.. suit.." kok diam saja" tadi katanya mau ngomong sesuatu" adek mau ngomong apa sih?" Dimas memulai pembicaraan sambil menggoda Raysa" sehingga Raysa kembali menjadi salah tingkah.
Lama Raysa berpikir dia rasanya ingin sekali mengurungkan niatnya, dia berpikir apakah seorang berpendidikan seperti Dimas akan mau membayar wanita seperti dirinya.
"Apakah, aku memang mirip dengan wanita yang bernama Ani itu?"
"Hmmm... ya, sangat mirip sekali" tapi masih bisa dibedakan."
"Apa perbedaannya bang?" Raysa juga penasaran dengan kemiripan dirinya dan Ani.
"Kalau adek mempunyai lesung pipi, sementara Ani tidak, dan Ani berhijab dan adek tidak" itulah perbedaannya, tapi selain itu semuanya mirip kok."
"Apakah dia wanita yang Abang cintai?"
"Ya, Abang sangat mencintai dia, tapi dia tidak mencintai Abang, dan akhirnya dia menikah dengan lelaki lain" dan itulah perbedaan Abang dan dirinya." Dimas tertawa kecil dia menganggap lucu saat ingat kembali tentang perasaannya dengan Ani.
Raysa terdiam dan tersenyum kaku saat mendengarkan kata-kata Dimas, 'Beruntung sekali wanita yang bernama Ani itu, bisa dicintai oleh lelaki seperti bang Dimas." Raysa bica sendiri dalam hati.
"Dek, kok bengong" lagi mikirin apa sih?" Dimas membuyarkan lamunan Raysa.
"Nggak, nggak mikirin apa2 bang." Raysa berusaha untuk setenang mungkin.
'Nggak, aku nggak boleh terbawa perasaan seperti ini, niatku adalah bagaimana caranya mendapatkan uang untuk biaya operasi ibu." Raysa bicara sendiri dalam hati dan dia kembali ke rencana awalnya mengapa dia menemui Dimas.
"Bang" aku, ingin menawarkan diri untuk menjadi sugar Daddy" apakah Abang bisa membayar aku seharga 250 juta?"
Seketika itu Dimas terkesiap mendengar ucapan Raysa. wajah Dimas berubah menjadi tegang, dan matanya sudah memerah, dia tidak menyangka ternyata Raysa adalah seorang wanita jala*g, Dimas benar2 kecewa mendengar semuanya.
Raysa merasa takut dan tidak enak, dia merasa begitu malu, rasanya dia tidak sanggup menatap wajah Dimas lagi.ingin rasanya dia menarik kembali ucapannya namun semuanya sudah terdengar jelas oleh Dimas dan sudah pasti Dimas menganggap dirinya wanita jala*g
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa dukungannya like dan komentar,juga vote ya, biar author semangat up, Terimakasih 🥰🙏 🙏