Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Acara tujuh bulanan


__ADS_3

Kini mereka ngobrol di ruang keluarga. Ana yang sedari tadi tak ingin lepas dari pelukan ibu Sari. dia benar-benar merindukan pelukan sang ibu.


"Assalamualaikum,, terdengar suara seorang lelaki hadir diantara mereka. dia menatap Ana yang sedang bersandar di pundak ibunya.


"Kak Ani! kenapa kakak buka hijab? kakak kenapa? Bu, ada apa dengan kakak?" pertanyaan Doni memberondong kepada sang ibu dan segera duduk di samping ibunya. Doni tak habis pikir kenapa kakaknya itu membuka hijabnya, apakah kakaknya sedang ada masalah? itulah yang ada dalam pikirannya


Semua orang yang ada disana tersenyum, ya, karena saat Ana datang Doni sedang keluar maka dia tidak melihat acara mengharukan tadi. dan begitu juga Ana yang belum tahu jika dia mempunyai seorang adik laki2.


"Kamu kenapa dek. siapa yang buka hijab?" Ani datang dari belakang dan segera duduk disamping Doni,


"Kakak? ja-jadi dia?" mata Doni membulat dan menatap Ana dengan penuh tanda tanya.


Ana menatap ibunya, seakan ingin meminta penjelasan siapa Doni. "Sayang, dia itu Doni, adik kamu."


Ana maupun Doni tersentak kaget. Doni yang sudah tau tentang kakak kembarnya itu segera berdiri. "Jadi ini kak Ana. kembaran kak Ani?" tanya Doni


"Iya nak. ini kakak kamu." ujar ibu Sari


"Ya Allah, Alhamdulillah.." Doni dan Ana saling berpelukan. "Ya Allah. ternyata aku mempunyai adik laki-laki yang sudah sebesar ini. dan bahkan aku tidak mengenalmu." ujar Ana menangis sambil mempererat pelukannya.


"Kakak, aku sangat merindukanmu. aku berharap kita tidak akan pernah terpisah lagi."


"Kakak juga merindukan mu dek. maaf jika masa kecil kita tak bisa bersama.ujar Ana. sembari mengusap rambut Doni


***

__ADS_1


Kini acara mulai berlangsung. dimulai dari acara siraman dari tujuh kerabat terdekat, dilanjutkan acara brojolan,bertujuan agar bayi lahir dengan selamat. kemudian prosesi angreman,yaitu mecah kelapa dan ditutup dengan prosesi dodol rujak. yaitu menjual rujak.


Semua tahapan acara itu berlangsung hingga selesai. setelah acara selesai kini keluarga kembali berkumpul di ruang keluarga.


Kini giliran mama Rana yang membuka pembicaraan. tentang resepsi pernikahan Dimas dan Ana.


"Begini mbak Sari. saya ingin mengadakan acara resepsi pernikahan anak-anak kita. apakah mbak Sari dan mas Bayu bersedia untuk menghadirinya ke Surabaya? karena saya merasa lebih baik acaranya diadakan di sana agar semua tetangga dan kerabat saya tahu jika Dimas sudah menikah." ujar mama Rana


"Baiklah mbak Rana. kami bersedia datang dan mendampingi putri kami. tapi kalau bisa saya minta agar mereka kembali mengucapkan ijab qobul. agar tidak ada rasa yang mengganjal di hati saya. karena waktu mereka menikah kita tidak menghadirinya, dan saya sebagai wali ingin menikahkan putri saya." ujar pak Bayu meminta pendapat kepada mama Rana.


"Saya setuju pak Bayu. agar semua orang juga menyaksikan pernikahan mereka. kalau begitu besok saya akan balik ke Surabaya terlebih dahulu bersama Dimas, untuk menyediakan segala sesuatunya untuk acara pernikahan mereka. nanti hari Sabtu pak Bayu bisa datang bersama Ana. dan-"


"Ma, nggak bisa gitu dong ma! masa iya aku dipisahkan sama istriku ma." ujar Dimas memotong pembicaraan mamanya. sehingga semua orang yang ada disana menatap Dimas dengan bermacam ekspresi. yang paling senang melihat kelebayan nya yaitu Ade.


"Alah lebay banget sih kamu. cuma Pisah beberapa hari aja sampai segitunya." ujar Ade tersenyum mengejek. "Iss.. kamu tuh ya mas. kebiasaan hmm.. " Ani mencubit perut Ade. "Awh.. sakit sayang. iya iya. mas diam. ujar Ade


"Tapi apa yang dikatakan Ade itu memang benar Dimas! nggak usah gitu deh kamu. bikin malu mama aja." tukas mama Rana yang membuat Dimas terdiam dan menatap Ana


"Nak, Dimas. apa yang dikatakan mama kamu benar. lebih baik nak Dimas kembali ke Surabaya terlebih dahulu. jadi kesannya kalian memang baru menikah disana." ayah Bayu.


"Ba-baiklah Yah. kalau begitu besok saya akan ke Surabaya terlebih dahulu bersama Mama. dan saya minta tolong jaga istri saya yah, Bu." ujar Dimas kembali membuat Ade ingin nimpuk jidat Dimas. 'nih anak kenapa bisa selebay itu sih.' batin Ade


***


Setelah rundingan itu selesai. Ade dan Dimas ngobrol di dekat kolam renang bersama pasangan mereka masing-masing. ini benar-benar hari bahagia buat mereka. Ana dan Ani masih asyik dengan obrolan mereka tentang perjalanan hidup mereka masing-masing. sementara kedua dokter itu hanya menjadi pendengar setia kedua wanita Kembar itu.

__ADS_1


"Kak, aku penasaran bagaimana awal kakak bertemu dengan bang Dimas?" ujar Ani.


"Waktu itu kakak sebagai Ojol. dan dia minta di anterin ke apartemennya. dan yang anehnya Waktu itu dia mengira kakak adalah kamu An. dia sampai bela-belain buka jas dokternya dan menutup kepala aku. kesel nggak sih." ujar Ana menceritakan awal dia dan Dimas bertemu


"Masa sih Kak? terus terus gimana kak?"


"Ya Aku buang tuh jasnya habisnya nggak sopan banget." ujar Ana menatap wajah Dimas yang dari tadi di tekuk.


"Bang, Abang kenapa wajahnya ditekuk begitu?" tanya Ana kepada Dimas.


"Habisnya besok kita dipisah sayang. Abang nggak mau Pisah sama kamu." ujar Dimas yang sudah bucin akut


"Ya Allah, kita hanya berpisah untuk beberapa hari bang. tidak akan lama." ujar Ana menatap Dimas


"Tahu tuh. kaya anak kecil aja." ujar Ade kembali. rasanya dia tidak tahan untuk tidak berkomentar melihat wajah kusut Dimas.


"Udah mas. kamu jangan ikut masalah mereka lagi. lebih baik kamu ikut aku saja kedalam yuk." ajak Ani kepada Ade, dia ingin memberi waktu untuk kakaknya itu bersama Abang iparnya untuk berduaan. karena Ani dapat merasakan bagaimana perasaan mereka. walaupun Pisah sebentar namun bagi mereka yang baru saja menikah itu akan terasa lebih lama.


Setelah Ani dan Ade pergi. Dimas membawa Ana kedalam pelukannya. "Sayang, Abang tidak mau berpisah. lebih baik kamu ikut Abang dan mama ke Surabaya ya!" ujar Dimas mengecup bibir Ana.


"Jangan bang, kita tidak boleh begini. Udah kita ikuti Saja. toh cuma beberapa hari kok.itu tidak akan lama udah dong, Abang jangan seperti ini. nanti suamiku ini jelek." ujar Ana membalas mengecup bibir Dimas


"Tapi bagaimana jika nanti aku kangen sama kamu. bagaimana jika si junior kangen untuk melihat my baby." ujar Dimas


"Ih apaan sih bang. mesum banget deh." ujar Ana kesal sambil memukul bahu Dimas. sehingga membuat Dimas tertawa dan menghadiahi Ana kecupan kecupan diwajahnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2