
Ani segera mendekati ibunya yang sedang menangis.
"Ibu ayo, Ani antar ibu istirahat ya."
"Tidak Ani, ibu masih ingin meluruskan kepada nyonya Endang agar dia tak lagi berpikira jelek kepadamu." Sari tak lagi memanggil besannya itu dengan sebutan mbak lagi, seakan kata2 Endang menyadari bahwa dia hanyalah pekerja dan Endang adalah majikannya.
"Ibu sudah dong Bu" Ani mohon Bu!" Ani memegang tangan ibunya.
"Bagaimana ibu bisa diam saja Ani jika nyonya Endang mengira bahwa kamu telah menjebak Ade, agar Ade mau menikahi kamu!" Sekarang katakan kepada ibu Ani jika memang benar?apakah kamu penyebab hubungan Ade dan Gita berakhir katakan Ani!!?" ibu Sari mengguncang tubuh Ani sambil berderai air mata.
"Tidak bu" itu tidak benar?" Ani tak kuasa menahan tangisnya
Ade yang sedari tadi masih diam mendengarkan pembicaraan ibu mertuanya itu.
"Ibu, maaf kan mama ya" tolong bawa ibu ke kamarnya sayang."
Ade meminta Ani untuk membawa ibunya dari sana, tapi saat Ani ingin membawa ibunya, Ayah Bayu datang karena tadi dia mendengarkan suara orang ribut dan menangis maka dia buru2 melihat, dan ternyata istrinyalah yang sedang menangis.
"Ada apa ini Bu?" Ani kenapa ibu kamu menangis?"
Karena istrinya tidak menjawab maka Bayu menanyakan kepada Anaknya.
"Sudahlah yah nanti saja kita bicarakan."
Sementara itu Endang yang sedari tadi hanya diam memperhatikan mereka kini kembali bicara.
"Ayo Ade katakan sekarang kepada Mama" ingat kamu jangan berbohong sedikitpun kepada mama!"
"Ma! apa yang mama pikirkan itu salah ma!" Ade dan Ani memang saling mencintai, tapi apa yang terjadi malam itu murni kesalahan Ade, karena Ade telah memperkosa Ani sehingga menyebabkan Ani hamil." dan jika mama tanya sejak kapan hubungan Ade dan Gita berakhir" maka jawabannya sebelum Ade dan Ani menjalin hubungan" itu dikarenakan Gita telah mengkhianati Ade, saat itu Ade menemui dia sedang berdua dengan Adam mantan kekasihnya waktu kuliah dulu!" bahkan mereka mengatakan dihadapan Ade jika mereka akan segera menikah."
"Ade mohon ma, jangan beranggapan yang tidak baik kepada Ani dan keluarganya!" dan perlu mama ketahui bahwa Ade menikah dengan Ani memang didasarkan karena cinta, Ade sangat mencintai Ani ma" Ade sangat bahagia menikah dan hidup bersamanya" apakah salah ma, jika Ade dan Ani saling mencintai? bukankah mama sendiri yang mengajarkan Ade untuk tidak membedakan derajat seseorang, karena dihadapan Allah kita itu sama.!"
__ADS_1
Ade menjelaskan semuanya kepada mamanya, dan saat itu mereka semua diam tanpa ada seorangpun bicara, termasuk mamanya.
"Bu, sekali lagi Ade minta maaf atas semua yang dikatakan oleh mama." ibu jangan pernah berpikir untuk memisahkan Ade dan Ani, ibu percayalah bahwa Ade benar2 mencintai anak ibu" Ade tidak akan menyakitinya."
"Ibu percaya nak, apa yang kamu katakan" tapi jika ibu bisa memilih maka ibu tidak akan pernah menikahkan Ani dengan orang tak sepadan dengan kami, jika di ibaratkan (Sakain indak Saragi ) tapi ibu tidak bisa menolak takdir nak."
Ibu Sari membawakan pepatah orang Minang, tapi Ade sudah mulai tahu bahasa keluarga istrinya itu walaupun sedikit2
"Ibu jangan bicara begitu." Ade yakin jika mama hanya salah paham saja."
Saat Ade masih bicara dengan ibu mertuanya, Endang segera pergi dari hadapan mereka meskipun wajahnya tak se kesal tadi, ntah apa yang sedang dia pikirkan.
Setelah Endang pergi ayah Bayu membujuk istrinya pergi untuk istirahat ke kamar, dan Sari mengikuti suaminya.
***
Kini Ade dikamar masih membawa Ani untuk bicara, karena Ade mengira Ani masih kesal dengan sikap mamanya yang telah menghina keluarganya.
Ani menatap wajah suaminya itu, dia sebenarnya bukan kesal karena mama mertuanya, tapi Ani masih memikirkan semua kata2 Ade tadi, suaminya itu mengatakan jika dia sudah tidak mencintai Gita tapi mengapa sampai saat ini dia masih menyimpan foto Gita, dikamar dan didompetnya.
"Apakah mas benar2 tidak mencintai Gita lagi?"
"Iya sayang! mas berkata jujur, mas memang benar2 tidak mencintai dia lagi" dan sekarang hanya kamu dan calon bayi kita yang mas prioritaskan" udah sekarang jangan bahas tentang Gita lagi ya."
"Bagaimana Ani tidak membahas tentang Gita mas!" sementara mas masih menyimpan foto Gita di dompet dan di kamar ini!"
Seketika itu Ade terkejut mendengar perkataan Ani,dia benar2 tidak menyadari jika dia masih menyimpan foto Gita.
"Sayang, mas minta maaf" mas benar2 lupa untuk membuang semua foto dan barang pemberian Gita!" tapi percayalah mas tidak ada rasa lagi kepadanya."
"Sayang, mas mohon kamu jangan marah lagi ya?" Ade menggenggam tangan Ani dan mengecupnya.
__ADS_1
"Masa sih mas lupa?padahal setiap hari mas selalu buka dompet dan mas pasti selalu melihat foto itu".
"Sayang, berapa kali mas katakan, jika ada sesuatu yang mengganjal dihati kamu segeralah tanyakan kepada mas" mas nggak tida suka lihat kamu tiba-tiba ngambek tanpa memberi tahu yang sebenarnya." Ade memegang kedua pipi Ani dan menatap lembut kepada istrinya tanpa ada amarah sedikitpun.
"Kamu ingin tahu kenapa mas katakan jika mas lupa membuang foto itu?"
"Hmm.." Ani mengangguk
Selama ini mas itu jarang bawa dompet kemana2, kecuali jika mas pergi makan atau kita jalan2". Kan kamu tahu semua kartu kredit Atau ATM mas masukkan kedalam tas kerja" dan selama kita menikah kita belum pernah pergi jalan2 ataupun makan di luar Kan sayang? nah jadi, tadi itu pas mas sudah mendapatkan uang logam itu, mas segara memasukkan kedalam dompet dan mas tidak melihat isi dalam dompet itu."
Ade menjelaskan semuanya kepada Ani, agar Ani tidak berpikir macam2 lagi kepadanya.
"Kenapa menatap mas seperti itu? apakah kamu masih belum percaya dengan apa yang mas katakan?"
"Maafin Ani ya mas? maaf jika Ani selalu membuat terjadinya kesalahpahaman diantara kita." Ani mengambil tangan suaminya itu dan menciumnya
"Mas, selalu memaafkan kamu sayang" dan mas juga salah karena memang seharusnya mas tidak menyimpan barang atau apapun yang menyangkut tentang Gita" tapi bagaimana lagi karena mas memang benar2 lupa."
"Tapi kenapa mas, tidak suka bawa dompet mas?"
"Ya gimana lagi sayang, memang kurang suka aja, karena kamu juga tahu perjalanan mas itu hanya kerumah dan ke RS" jadi mas tidak membutuhkan dompet."
Ade masih menjelaskan semua pertanyaan istrinya itu, karena dia tahu jika tidak dijelaskan maka akan timbul pertanyaan2 berikutnya, karena Ade tahu makhluk yang bergelar wanita itu, sangat rumit untuk dimengerti karena dia menggunakan perasaan masalah kecil akan menjadi besar jika tidak segera ditanggapi, lain halnya dengan lelaki, dia akan menggunakan logikanya dibanding perasaan.
"Bagaimana sekarang sudah paham sayang?" Ade bertanya kepada Ani.
"Udah mas" sekali lagi maafin Ani ya?" Ani mencium pipi dan menggelayut manja di lengan suaminya itu.
"Mas akan maafin asalkan ada syaratnya?"
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentarnya ya biar author semangat up, Terimakasih 🥰🥰🙏