
Kini Ade dan Ani berada di restorant siap saji, karena hari sudah larut malam maka tempat itulah yang mereka singgahi untuk mengisi perut karena kebetulan Ade juga belum makan sejak dari siang.
Sayang, kamu mau makan apa?" Ade menyodorkan buku menu kepada Ani
Ani membaca semua menu yang ada disana Ani menunjuk sebuah menu steak daging
"Mas Ani mau yang ini." Ani memperlihatkan menu yang dia mau kepada suaminya, rasanya itu sangat lezat didalam pikirannya.
Lalu Ade melihat menu yang di inginkan oleh istrinya itu.
"Sayang,kalau menu ini tidak ada dijam segini karena ini bukan menu siap saji" ini harus diproses terlebih dahulu!" ini menu dari jam sepuluh sampai jam delapan malam" kan disitu ada waktunya sayang."
Ade menjelaskan kepada Ani tentang menu direstorant itu
"Tapi Ani mau ini mas" kelihatannya steaknya enak." Ani memanyun kan bibirnya Ani memasang mode ngambek
Ade melihat istrinya yang sedang ngambek dia segera berdiri dan menghampiri istrinya itu.
"Kamu benaran mau makan steak ini?"
"Hemm". Ani mengangguk.
"Baiklah tunggu disini sebentar ya biar mas pesankan." Ade mengusap lembut kepala istrinya lalu Ade menemui chef di restorant itu,
Ade memesan menu yang diminta oleh istrinya,
"Maaf pak, menu yang bapak pesan tidak tersedia dijam segini, karena kami hanya menyajikan menu siap saji, kalau bapak ingin memesan menu itu silahkan bapak datang lagi besok siang."
"Tapi mbak, saya mohon untuk kali ini saja, karena ini permintaan istri saya yang sedang hamil" saya akan membayar berapa saja yang mbak minta asalkan istri saya bisa menikmati menu permintaannya."
Saat mereka sedang bernegosiasi chef direstorant itu keluar dia ingin pulang.
"Kalau begitu coba bapak bicara dengan chef kami" Pelayan restoran itu menunjuk orang yang dia maksud.
Ade tidak ingin membuang waktu dia segera menemui chef direstorant itu dan Ade memohon dengan kerendahan hati chef itu untuk mau memenuhi permintaan Ade, demi permintaan istrinya Ade rela memohon kepada chef direstorant itu,
Karena kasihan chef itu menerima permintaan Ade, karena dia tahu bahwa ini adalah permintaan sang bayi.
Akhirnya Ade kembali dengan senyum smirk Ade senang karena bisa memenuhi permintaan istrinya, Ade kembali duduk didepan Ani.
"Sebentar ya sayang, pesanan kamu sedang di proses."
"Benaran mas? tadi mas bilang nggak ada jam segini?" Ani tak kalah senangnya mendengar jika menu yang dia minta sedang diproses
"Ya benar dong sayang" kalau permintaan calon bayi kita apapun akan mas lakukan."
__ADS_1
Ani tersenyum bahagia mendengar penuturan suaminya,. "Terimakasih ya mas."
"Sama2 sayang."
***
Setelah selesai makan Ade segera membawa Ani menuju hotel yang telah dia boking setengah jam yang lalu melalui aplikasi online.
Kini mereka sudah berada di dalam kamar hotel, Ani segera merebahkan tubuhnya, Ani begitu sangat lelah, sehingga dia tidak tahan saat melihat bantal rasanya dia ingin segera masuk ke alam mimpi.
Tapi saat Ani memejamkan matanya dia merasakan ada beban berat yang menindih tubuhnya dari atas, Ani membulatkan matanya
"Ya ampun mas!" kaget tau nggak sih."
"Ya abisnya kamu tidak tepat janji sayang." Ade mengecup bibir Ani.
"Janji?" perasaan Ani nggak ada janji apa2 mas."
"Kamu lupa tadi Waktu di tempat Dimas?" tujuan kita kesini kan memang untuk ini." Ade mengambil tangan Ani lalu mengarahkan ke bawah perutnya.
Seketika itu wajah Ani berubah menjadi merah merona, saat dia merasakan ada sesuatu yang mengeras disana
"Mass!!" nakal banget sih" Ani memukul bahu Ade.
"Hahaha..." Ade tertawa lepas sambil membawa Ani kedalam pelukannya
"Awwhh... mas sakit tahu nggak sih!!?" Ani memukul dada Ade dan mencubit pinggang suaminya itu
Ade masih tertawa tak henti2nya, "Gimana sakit kan kalau digigit" makanya jangan suka gigiti mas."
"Ooo.. jadi sekarang mas ceritanya balas dendam?"
"Hmmm, bisa jadi sih".
Ani segera duduk dan naik di atas perut Ade
"Baiklah suamiku tersayang" kita akan memulai permainan panas ini." Ani membuka kancing bajunya satu persatu sehingga pakaian bagian atasnya telah terbuka.
Ade yang melihat tingkah istrinya hanya melongo dan menelan air liur,
"Sayang, kamu benaran akan memulai pertempuran diantara kita malam ini?"
"Hmm." Ani mengangguk dan kembali melancarkan aksinya. Ani membuka kancing baju kemeja Ade satu persatu,
Ade kembali menelan ludah saat menyaksikan tingkah agresif istrinya malam ini, Ani yang biasanya pemalu dan kaku saat bercinta, malam ini menjadi liar
__ADS_1
Karena mendapat perlawanan, Ade tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, Ade segera menarik tengkuk Ani dan menyambar bibir istrinya itu, dan segera mel***tnya,
Kini giliran Ade yang menidurkan Ani, dia yang mulai mempin permainan panas itu, Ade mulai menyusuri setiap lekuk tubuh Ani sehingga mengeluarkan Des***n dari bibir Ani.
Lama mereka saling berc***u Ade sudah tidak tahan untuk menuntaskan hasratnya, tidak menunggu lama Ade segera melakukan penyatuan, sehingga kini mereka sama2 sudah terkulai lemas.
Setelah selesai Ade segera bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai membersihkan diri Ade keluar, dia melihat istrinya sudah meringkuk tanpa selimut menutupi tubuh polosnya, Ani sudah tertidur pulas mungkin dikarenakan Ani memang lelah ditambah lagi dengan permainan panas yang baru mereka lakukan beberapa menit yang lalu
Ade mendekati istrinya itu dan menarik selimut hingga sampai kebahu Ani, Ade mengecup kening dan bibir Ani. setelah itu Ade mengusap lembut perut istrinya
"Sayang, maafin papa ya" atas apa yang terjadi kemarin sama kamu dan juga mama kamu, tapi papa janji sayang" mulai saat ini kita tidak akan pernah terpisahkan lagi, papa akan selalu menjaga kamu dan juga mama" karena kalian berdua adalah kehidupan papa."
Ade membawa calon bayinya bicara dan mengecup perut Ani dengan dalam, setelah itu Ade ikut masuk kedalam selimut yang menutupi tubuh Ani dia membawa Ani kedalam pelukannya, Ani yang merasa tidurnya terganggu dia mengoceh tak tentu sambil menaikkan kakinya keatas pinggang Ade bak sebuah bantal guling.
Ade yang melihat tingkah istrinya itu segera mengecup bibir Ani, dan segera menyusul Ani ke dalam dunia mimpi, hingga akhirnya mereka tertidur lelap sampai pagi menjelang.
***
Kini pagi sudah menjelang, Ade kembali bangun terlebih dahulu dari Ani dia membangunkan istrinya dengan lembut.
"Sayang, ayo bangun sana mandi" kamu belum mandi dari semalam." Ade mengusap lembut pipi Ani yang mulus.
"Hmmm.." masih ngantuk mas." Ani bergumam dengan suara manjanya.
"Mandi dulu sayang, kita sholat subuh dulu, setelah itu kamu boleh tidur lagi, atau kita segera pulang dan mas ingin menyelesaikan masalah ini dengan orangtua mas dan orangtua kamu."
Ani langsung membuka matanya dengan lebar dan segera duduk saat mendengar Ade membicarakan masalah orangtua mereka.
"Baiklah Ani mandi dulu ya mas." lalu Ani segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Setelah selesai mandi mereka segera menunaikan shalat subuh,
Setelah selesai shalat Ade dan Ani segera bersiap untuk pulang kerumah keluarga Waluyo,
"Mas, apa yang ingin mas Ade lakukan setelah ini?" Ani bertanya kepada Ade dengan rasa cemas dihatinya
"Setelah mas mengantar kamu pulang mas akan segera menjemput ayah dan ibu kamu."
"Apakah mama akan menerima Ani sebagai menantu?"
"Apakah mas tidak takut ayah dan ibu akan marah dengan pernikahan kita?"
"Kita akan hadapi semuanya sayang", jangan pikirkan apa yang belum kita lalui, yang penting sekarang kita minta restu dari kedua orangtua kita" "Ani percaya dengan mas kan?"
Ani mengangguk dan berusaha untuk tersenyum walaupun dihatinya menyimpan rasa cemas dan takut.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like komentar dan vote ya teman-teman, agar author semangat up Terimakasih 🥰🥰🙏🙏 aduh kenapa udah seharian belum lulus review