
"Eh Ani" iya nih Rafa dari tadi rewel Mulu, tau nih anak maunya apa." mbak Dewi kewalahan menghadapi anak pertamanya yang masih berusia 4 tahun
"Mungkin dia capek mbak karena perjalanan jauh." Ani segera mendekat dan mencoba membujuk Rafa agar dia diam
"Sayang, Main sama Tante yuk" Tante punya mainan Bagus Rafa mau lihat?" Ani merayu Rafa
"Mainan cepelti apa Tante?" dengan bicaranya yang masih cadel Rafa bertanya kepada Ani
"Rafa mau lihat?
"Mau Tante,lafa mau lihat lafa boleh pinjam kan Tante?"
"Boleh dong sayang, yuk ikut kekamar Tante yuk." Ani mengajak Rafa untuk kekamarnya..
"Mbak Ani bawa Rafa kekamar dulu ya."
"Iya An, terimakasih ya" mbak jadi lega akhirnya mbak bisa nidurin sikecil Radit dengan tenang." Dewi tertawa kecil dan berterima kasih kepada Ani karena dia bisa membujuk anaknya itu
Ani segera menggandeng tangan Rafa dan membawanya ke atas
Sementara itu diruang keluarga mereka masih membahas tentang pernikahan, Ade yang dari tadi Hanya diam segera bicara kepada orangtuanya
"Ma, pa" Ade belum mau menikah sekarang karena Ade masih belum siap."
"Kenapa De? bukankah kemaren kamu ingin secepatnya untuk menikah"? mama endang bertanya dengan heran
"Karena Ade pikir Ade harus mengenali kembali sifat Gita lebih dalam." Ade menatap Gita dengan kesal
Sementara mama dan papanya saling pandang, mereka sepertinya tahu bahwa Ade dan Gita sedang ada masalah
"Tidak apa-apa Tante, Om," biarkan mas Ade mengenali aku lebih dalam lagi dan begitu juga dengan aku" mungkin mas Ade benar kami perlu mempunyai banyak waktu lagi untuk saling mengenal sifat dan karakter masing-masing" karena Tante juga tahu kami sama2 sibuk jadi waktu untuk bersama sangat jarang" nanti setelah kami siap akan memberitahukan kepada om dan Tante kabar bahagia ini." Gita berusaha meyakinkan orangtua Ade agar mereka percaya.
"Baiklah kalau begitu, Papa serahkan semuanya kepada kalian berdua" kami sebagai orangtua hanya mendukung keputusan dari anaknya jika itu yang terbaik menurutnya."
__ADS_1
"Kalau begitu Ade istirahat dulu ya ma,pa."
"Loh de, kamu nggak anterin Gita pulang dulu?" mama Endang bertanya kepada Ade dia heran sepertinya hubungan anaknya dan Gita sedang renggang
"Ade sangat capek ma" Gita suruh supir saja yang anterin,Ade mau istirahat dulu." Ade segera berlalu dari hadapan orangtuanya dan menuju kamarnya
Sementara itu Gita hanya diam dan menahan sakit dihatinya, dia merasa Ade benar2 tidak ada rasa lagi kepadanya, 'ternyata wanita itu benar2 telah membuat kamu berubah mas" aku akan cari tahu siapa wanita yang telah merebut kamu dari aku." Gita bicara sendiri dalam hati
Kini Ade sudah berada dikamarnya, dia sangat merindukan istrinya rasanya Ade bisa gila jika tidak ada Ani disampingnya.
Ade mengeluarkan Androidnya dari saku celananya dia membuka aplikasi chat, ternyata Ade baru sadar dia tidak mempunyai kontak istrinya, dan dia juga baru sadar jika dia belum membelikan istrinya itu ponsel pintar seperti ponselnya. "kenapa aku melupakan hal seperti ini." Ade mengusap wajahnya dengan kasar
Ade tidak bisa memejamkan matanya karena dia merindukan Ani, Ade keluar dari kamarnya dia berniat ingin menjumpai istrinya itu
Saat Ade hendak keatas dia berpapasan dengan Dewi, "De mau kemana kamu?"
"Loh mbak Dewi belum tidur?" Ade balik nanya
"Belum mbak lagi buat susu untuk radit" kamu mau ngapain?"
"Tadi dibawa Ani kekamarnya, habisnya dari tadi dia rewel."
"Oh begitu! yaudah aku lihat Rafa keatas dulu ya mbak soalnya aku masih kangen sama tuh bocah." Ade tersenyum karena itu adalah kesempatan terbaik untuk dirinya bertemu dengan istrinya
Dewi mengangguk, dan Ade segera naik keatas menuju kamar Ani
Tok... tok..
Ade mengetuk pintu kamar Ani, tidak berapa lama Ani membukakan pintu kamarnya, saat pintu kamarnya terbuka Ani melihat sosok yang sangat dia rindukan karena Ani sudah terbiasa selama sepuluh hari menikah dia akan tidur didalam pelukan Ade
"Mas, ngapain kesini? Ani melihat kiri kanan dia Takut ada yang melihat, tetapi Ade tidak mempedulikan kecemasan istrinya dia segera masuk dan mengunci pintu kamar Ani.
"Sayang, Rafa mana? Ade menanyakan Rafa
__ADS_1
"Dia ketiduran mas, setelah capek bermain." mendengar Rafa sudah tidur Ade segera memeluk istrinya
"Sayang, mas kangen banget sama kamu" mas tidak bisa tidur sebelum melihat senyum kamu."Ade mengecup kening dan bibir Ani, Ani membalas pelukan Ade dan kecupan suaminya
"Ani juga kangen banget mas" Ani tidak bisa tidur sebelum dipeluk." Ani bicara dengan ciri khas manjanya dan menyembunyikan wajahnya di dada suaminya lalu dia menghirup wangi parfum yang melekat pada tubuh Ade, Ani merasa sangat nyaman.
"Ade memperdalam pelukannya dia tahu istrinya sekarang sedang menikmati aroma tubuhnya. cukup lama mereka saling berpelukan akhirnya Ade melerai pelukannya dia menatap wajah cantik istrinya itu
"Apakah perasaan kamu sudah tenang sayang?"
Ani mengangguk dan menatap suaminya, "sampai kapan kita seperti ini mas?"
"Sabar ya sayang, tunggu kondisi mama benar2 pulih ya? mas janji ini tidak akan lama" secepatnya kita akan selalu bersama." jangan banyak fikiran kasihan bayi kita." ade segera jongkok dan mengecup perut istrinya
"Sayang, maafkan papa ya, untuk saat ini kamu bobok sama mama dulu ya, tapi papa janji secepatnya kita akan tidur bertiga lagi" kamu sehat2 ya sama mama, jangan bikin Mama capek." Ade membawa calon bayinya bicara dan mengusap lembut perut istrinya
"Sekarang kamu tidur ya" Ade membawa Ani menuju tempat tidur, Ade membaringkan istrinya, dia kembali menatap wajah Ani dia tidak bisa menahan hasratnya Ade mengecup bibir Ani dengan dalam sehingga kecupan itu menjadi lu**tan sehingga mereka saling bertukar Saliva, dan tangan Ade sudah mulai tidak tenang dia menjelajahi tubuh istrinya
Saat gejolak nafsunya memuncak Ani segera memberitahukan kepada suaminya bahwa disana ada Rafa walaupun dia sudah tidur tetapi Ani takut ketahuan
"Mas, ada Rafa nanti dia bangun." Ani berbisik ditelinga suaminya
"Ayolah sayang, dia tidak akan bangun, mas udah nggak tahan sayang." Ade menatap sayu kepada istrinya, Ani mengikuti keinginan suaminya karena dia juga menginginkannya Ani juga merasakan selama dia hamil nafsu seksualnya meningkat.
Kini mereka berpacu dengan nafas yang tidak beraturan Ade menuntaskan hasratnya dan terkulai lemas disamping istrinya
Setelah selesai percintaan singkat itu Ade segera bangun dan mengenakan kembali pakaiannya, dia menutup tubuh polos istrinya
"Sayang, kamu istirahat ya kalau udah hilang capeknya segera mandi, mas kembali kekamar ya." Ade kembali mengecup kening, bibir dan mata istrinya.
Ani mengangguk. "Rafa gimana mas?"
"Rafa biar mas gendong kekamar Mbak Dewi" udah kamu istirahat dulu nggak usah bangun." Ade segera menggendong keponakannya dia mencium pipi gembul Rafa dan segera keluar dari kamar istrinya dan menutup kembali pintu kamar Ani.
__ADS_1
Bersambung...
jangan lupa like dan komentarnya biar author semangat up-nya terimakasih 😘😍