Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
ENDING


__ADS_3

Ani membawa Ade masuk ke dalam. "De, itu di depan ada Dr Angga." ujar mama Endang memberi tahu kepada Ade. "Oh, Oke ma. aku kedepan sekarang."


Ade segera menggandeng Ani kedepan. "Hai, ngga. baru datang kamu?"


"Iya De, Sorry ya. tadi ada pasien yang darurat. jadi aku kelarin dulu. selamat ya atas acara tujuh bulanannya. semoga nanti lahirannya lancar." ujar Dr Angga sembari menyalami Ade dan Ani. Angga menatap Ani. dia baru tahu jika wajah Ani sangat mirip dengan Raysa.


"Dia Ani istri aku.kamu pasti merasa jika dia sangat mirip dengan Raysa kan? ya, mereka memang kembar." ujar Ade menjelaskan semuanya kepada Angga.


"Kamu serius De? jadi Raysa dan Ani adik kakak?" tanya Angga


"Ya benar sekali. sekarang mereka juga ada disini. Dimas dan Ana." ujar Ade


"Ana? Ana siapa De?" Dr Angga masih belum tahu


"Ah, ya.aku lupa memberi tahumu. nama Raysa itu sebenarnya Ana.mereka kan kembar jadi namanya Ana Ani."


"Oh, begitu. jadi mereka disini juga?" tanya Angga


"Ya, ayo kita masuk dulu. kita ngobrol didalam rumah saja."


Ade membawa Dr Angga masuk kedalam rumah.dan mereka ngobrol di ruang tamu. Angga sebenarnya sudah tahu tentang pernikahan Dimas dan Raysa. siapa lagi yang memberi tahu kalau bukan siJabir Dimas. mana mungkin Dimas akan mendiamkan hal itu. apalagi untuk menyembunyikan dari rivalnya itu.


Ani segera meminta mbak Tati untuk menyediakan hidangan untuk Dr Angga. setelah itu dia kembali menemani Ade ngobrol dengan Angga.


"Saat mereka sedang ngobrol. tiba-tiba Dimas dan Ana masuk.


"Lepasin Bang!" kesal Ana


"Sayang, ntar dulu. jangan ngambek gitu dong. iya deh Abang minta maaf, abang janji nggak kaya gitu lagi kalau ditempat yang ramai. tapi kalau hanya kita berdua Abang bebaskan?" ujar Dimas berceloteh sambil mengikuti langkah istrinya yang sedang ngambek karena tingkat kemesuman Dimas


"Nggak aku nggak percaya dengan kata-kata Abang." ujar Ana sembari melangkah menuju ruang tamu dan netranya segera bertemu dengan Pria yang pernah membantu dirinya itu.


"Dr Angga?"


"Hai Sa. apa kabar?" ujar Angga


"Alhamdulillah baik Dok. kapan datang Dok?" tanya Ana.


"Kok cuma istri aku aja yang ditanyain kabarnya? aku nggak ditanyain juga." Dimas memotong pembicaraan mereka


"Aku malas tanyain kabar kamu. lagian aku lihat kamu baik-baik saja. ntar deh kalo kamu sakit baru aku tanyain." Angga menanggapi pertanyaan Dimas


"Ihh parah banget ya kamu. kamu sengaja ingin nyumpahin aku sakit terus biar cepat mati. gitu?!"


"Apa sih bang? kok mikirnya begitu. udah Abang duduk sana dekat Ade."


"Tapi yank. dia-"

__ADS_1


"Udah Abang sana duduk! nggak sopan bicara sambil berdiri begini."


"Ah, kamu tuh kenapa belain dia? padahal jelas2 niat dia jelek sama abang." sungut Dimas segera duduk di samping Ade


Ade yang melihat Dimas dimarahi oleh Ana. dia ingin kembali tertawa. tetapi dia menatap Ani yang sudah memelototinya. akhirnya terpaksa Ade memasang wajah sedatar mungkin. Ah dasar Dokter dokter bucin akut 😀 ujar author.


Kini mereka ngobrol di ruang tamu itu. dan Dr Angga sekalian berpamitan kepada mereka semua. karena sesuai dengan perjanjian Dr Angga dan dokter Ade. bahwa dia akan kembali lagi ke Jakarta setelah kontrak kerjanya selesai.


"Kamu serius ingin kembali lagi ke Jakarta ngga? apakah kamu tidak ingin menetap di sini saja. padahal kamu bisa kontrak selamanya di RS aku. dan aku sangat membutuhkan Dr handal sepertimu." ujar Ade


"Sekali lagi terimakasih De, niatku sudah bulat untuk kembali lagi ke Jakarta. kamu jangan khawatir masih banyak dokter2 yang lain yang sangat hebat dari aku."


"Baiklah kalau begitu keinginanmu. jika suatu saat kamu ingin kembali lagi ke RS ini. aku sangat senang hati menerimamu kembali."


"Oke. terimakasih De. Kalau begitu aku pamit dulu ya. mungkin Minggu depan aku sudah kembali ke Jakarta."


Angga menyalami semua orang yang Ada disana. hingga dia menjabat tangan Dimas. "Dr Dimas. aku ucapkan selamat untuk pernikahan kamu dan Ana. maaf mungkin diantara kita pernah ada kesalahpahaman. tapi berjanjilah bahwa kamu tidak akan pernah menyakiti Ana lagi!"


Dimas menyambut uluran tangan Angga. "Terimakasih untuk kebaikanmu selama ini yang telah banyak membantu Ana. aku berjanji tidak akan pernah menyakiti istriku walau sedikitpun. aku berharap kamu segera mendapatkan wanita cantik yang untuk kamu perkenalkan dengan kami nanti." ujar Dimas menggoda Angga.


"Kalau mendapatkan wanita cantik itu mudah. tapi untuk mencintai yang susah." jawab Angga.


"Ya ya.. kamu benar sekali. pokoknya aku Do'ain kamu segera mendapatkan wanita yang kamu cintai."


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu." ujar Angga tidak menanggapi kata kata Dimas lagi. karena baginya tidak mudah mencintai seseorang. dia berusaha untuk mengikhlaskan Raysa hidup bahagia bersama Dimas.


***


Kini semua acara telah selesai. dari acara tujuh bulanan Ade dan Ani. hingga acara resepsi pernikahan Dimas dan Ana.


Setelah selesai acara resepsi pernikahannya yang diadakan di kota Surabaya Yaitu di kediaman keluarga Dimas. dua hari setelah itu ibu, ayah Ana, dan juga adiknya Doni Kembali terlebih dahulu. Doni tidak bisa lama2. dia harus melangsungkan kuliahnya karena dia baru saja diterima disebuah kampus yang ada di Riau itu.


Sementara Ani dan Ade sudah pulang terlebih dahulu saat acara selesai karena Ade tidak bisa meninggalkan RS tanpa ada pengawasan dari dia ataupun Dimas.


***


Kini Dimas kembali ingin memboyong Ana ke Riau, untuk melanjutkan tugasnya yang disana.


"Kamu jadi balik ke Riau besok Dim?" tanya mama Rana yang tiba-tiba masuk ke kamar mereka. saat Dimas dan Ana sedang berkemas.


"Iya ma. kan mama tahu Aku tidak bisa lama2 meninggalkan pekerjaanku. karena kasihan dengan pasien2ku yang sudah buat janji untuk operasi." ujar Dimas memberi pengertian kepada sang Mama. karena dia tahu mama selalu saja berat untuk melepaskan dirinya saat dia akan meninggalkan mama dan adiknya itu. karena dia adalah anak lelaki satu-satunya.


"Tapi mama masih ingin bersama dengan menantu dan juga calon cucu mama."


"Ma, kalau begitu mama ikut dengan kami saja balik ke Riau. nanti disana kita bisa punya banyak waktu bersama." ujar Ana menimpali pembicaraan mama mertuanya itu sembari menggenggam tangan wanita paruh baya itu.


"Terimakasih ya nak. kamu menantu terbaik untuk mama. mama berharap pernikahan kalian langgeng dan menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah. lain kali saja mama kesana. lagian kamu dan Dimas baru saja menikah. jadi kalian butuh waktu untuk berdua. nanti kalo mama ikut jadi ngerecoki kalian lagi!" ujar mama Anggi mengusap pipi menantunya

__ADS_1


"Nah, itu tuh.. yang membuat aku sangat sangat mencintai mamaku ini karena mengerti dengan apa yang ada didalam kepala anaknya.. muuuaachh." Dimas mengecup pipi mamanya dan dibalas dengan toyoran oleh sang mama


"Dasar kamu tuh ya? jadi dari tadi pikiran kamu itu memang begitu ya? kamu takut jika mama akan menjadi pengganggu kamu jika mama ikut dengan kalian?"


"Tahu nih Abang? apaan sih ngomongnya begitu sama Mama!" Ana menimpali pembicaraan mamanya


"Bu-bukan begitu maksud aku Ma. ya kan mama tahu. aku dan Ana pengantin baru kadang ya, suka gitu deh ma! sering khilaf takutnya mama menyaksikan kekilafan kami. dan nanti mama marah lagi!" ujar Dimas bicara tanpa mikir sehingga mama Rana tambah geram mendengar penjelasan dari anak lelaki mesumnya itu


"Dasar anak mesum.. ihhhh..." mama Rana menjewer telinga Dimas hingga kuat. "Aw..Awh.. sakit ma, sakit..." "Biarin, biar tahu rasa kamu."


"Iya ma, iya.. aku minta maaf dan ampuun mama.." ujar Dimas menahan sakit.


Ana yang melihat tertawa bahagia. akhirnya keinginannya yang akan mencubit bibir Dimas terbalaskan olah mama mertuanya itu.


"Kamu tertawa melihat suaminya menderita." sungut Dimas. "Biarin. Abang memang pantas mendapatkannya. lagian bicara dengan orang tua nggak pake mikir mikir." jawab Ana.


"Ya sudah Sayang. kamu lanjutkan dengan beres-beresnya. mama mau keluar dulu. malas mama meladeni suami mesummu ini. pokoknya mama akan mengunjungi kalian saat acara tujuh bulanan kamu besok ya. dan kalian juga harus pulang saat pernikahan Lili enam bulan lagi setelah dia Lulus kuliah."


"Baik Ma. kami akan kesini. dan mama jangan khawatir nanti saat ada libur aku akan ajak bang Dimas balik ke Surabaya." ujar Ana.


"Terimakasih ya sayang. kamu memang menantu mama yang terbaik." mama Rana memeluk menantunya itu. "Menantu saja yang disayang! aku anak sendiri disiksa." sungut Dimas melihat keakraban kedua wanita beda usia itu. "Yasudah, sini peluk Mama. kamu itu anak lelaki satu-satunya. mana mungkin mama bisa marah lama-lama sama kamu." mama Rana juga memeluk dan mencium kening putranya itu.


"Terimakasih mamaku tersayang. mama adalah mama terhebatku. sampai kapanpun mama tetap no satu, dan istriku adalah no dua. kamu nggak apa apa kan sayang, jadi yang kedua?" tanya Dimas kepada istrinya


"Yang kedua dari mama aku sangat ikhlas bang. karena dia adalah wanita yang sudah melahirkan Abanng. sampai kapanpun mama akan tetap menjadi wanita pertama dalam hidup abang."


"Terimakasih sayangku." Dimas memeluk mama dan istrinya. yaitu kedua wanita paling berharga dalam hidupnya.


***


Kini mereka sudah kembali ke Riau. Dimas dan Ade, dengan pasangan mereka masing-masing segera mengunjungi kediaman orangtua istri mereka itu. karena Dimas belum pernah mengunjungi kediaman mertuanya itu.


"Udah siap semuanya? kita berangkat sekarang?" tanya Dimas kepada Ana dan Ani. kini kakak beradik itu sudah duduk manis di kursi penumpang. sementara Dimas nyetir Ade duduk di samping Dimas. dan mereka segera berangkat untuk kerumah orangtua istri mereka


Kini mereka sudah sampai di kediaman orangtua Ana dan Ani. dan disambut bahagia oleh Bu Sari dan pak Bayu. mereka sangat senang bisa kumpul bersama anak dan menantunya.


"Maaf ya Bu, yah. aku baru bisa berkunjung kemari. maklum saja Bu. aku juga baru tahu semuanya." ujar Dimas


"Iya, nak Dimas. ibu dan ayah mengerti. yang penting pesan ibu dan ayah. jagalah rumah tangga kalian dengan baik. ibu selalu mendoakan semoga kalian selalu bahagia." ujar Bu Sari, menasehati kedua anak dan juga menantunya


"Insyaallah Bu, kami akan menjaga rumah tangga kami dengan baik. kami berharap semoga hanya maut yang memisahkan." ujar Dimas dan Ade kepada mertuanya itu.


Kini keluarga Pak Bayu sudah lengkap. tidak ada lagi rasa takut dan penuh harapan untuk bisa bertemu dengan Ana. kini wanita kembar itu sudah bersatu kembali. bahkan mereka juga mendapatkan jodoh yang sama. yaitu sama-sama Dokter obgyn.


Malam ini mereka menikmati kebahagiaan bersama.. banyak canda dan tawa yang keluar dari bibir mereka masing-masing.. Bayu dan Sari berharap kebahagiaan ini akan selalu menyertai anak-anaknya.


THE END

__ADS_1


__ADS_2