Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Bertemu teman lama


__ADS_3

Kini Ade dan Ani sudah tiba dirumah keluarga Waluyo


Saat Ade sedang menurunkan barang bawaan


Dreeett, dreeet,, ponselnya berbunyi


"Halo"


"Ayo tebak siapa yang meneleponmu?


Ade berhenti dari aktivitas nya, dia berpikir sejenak,dan memikirkan suara yang rasanya tidak asing baginya


"Woii ngapain bengong kamu" payah kamu de cepat sekali kamu ngelupain teman sendiri


"Heh jleek, aku tu nggak lupa sama kamu, aku cuman mastiin ini benar kamu atau bukan,aku kira kamu sudah deat.


"Dasar teman nggak berakhlak kamu, tega banget bilangin aku mati"


"Ya habisnya kamu udah nggak pernah ada kabar lagi, mentang2 udah punya bini bule"


"Hahahaha....gila kamu ya,


"Sekarang kamu dimana Vin? Ade bertanya dimana keberadaan kevin,


Kevin adalah sahabat Ade, mereka mengambil jurusan yang sama saat kuliah di Jerman dulu, Kevin juga seorang dokter, tapi Kevin menetap di Jerman dia juga mengelola rumah sakit milik kakeknya, karena kevin adalah cucu tunggal, dia adalah anak satu2nya dari orangtuanya


"Aku sekarang lagi dirumah ortu, nanti malam kamu datang ya, aku membuat party di hotelxxxxx aku mengundang semua teman2 alumni kita dulu" aku udah kangen dengan kalian semuanya.


"Oke" sampai ketemu nanti malam


Ade mematikan ponselnya dan segera masuk kedalam rumah, karena tadi Ani sudah masuk terlebih dahulu.


Saat Ade masuk dia melihat Ani sudah sibuk didapur"


Karena hari sudah sore Ani segera masak untuk makan malam, art yang datang memang sengaja tidak memasak karena tidak ada orang dirumah, jadi mereka datang hanya untuk bersih2 rumah selama penghuni tidak ada


"Sayang" kok kamu udah masak?


"Iya buat makan malam mas"


"Nggak usah masak banyak Ani, mas nanti malam nggak makan dirumah, mas ada janji sama teman diluar"


"Oh begitu ya mas" Ani menjawab singkat


Saat Ani masih sibuk didapur, tiba2 ponsel jadulnya bergetar diatas meja makan, Ani sengaja meletakkan ponselnya disana waktu setelah dia menelepon ibunya untuk memberi kabar kalau dia sudah sampai"


Ade yang masih disana segera melihat siapa yang menelepon di ponsel jadul milik Ani,

__ADS_1


Dreeet.. dreeet, dreeet


Click" tiba2 Ade mematikan


Ani yang juga mendengar segera ingin mengangkat ponsel itu, dia terkejut karena Ade sudah mematikan ponselnya


"Loh mas, kok dimatikan emang siapa yang telpon?


"Dimas" Ade menjawab singkat sambil cemberut


"Emang kalau bang Dimas telpon kenapa mas?


"Ya nggak boleh lah" kamu tuh gimana sih an, kamu itu sekarang sudah menjadi kekasih aku, tapi kamu masih teleponan dengan orang lain"


Ade memasang wajah kesal, karena dia cemburu melihat Dimas masih saja mengejar-ngejar Ani.


"Mas, Ani dan bang Dimas tidak ada hubungan apa-apa, Ani hanya menganggap bang Dimas sebagai abang.


"Ya tapi tetap saja an, kamu memang menganggap dia sebagai abang, tapi apakah kamu tau bagaimana perasaan dia terhadap kamu" pokoknya mulai sekarang kamu nggak boleh lagi angkat telepon dari dimas!


Ani yang merasa Ade sedang terbakar cemburu dia malah tersenyum, dia bahagia karena itu bertanda lelaki yang dia cintai juga takut kehilangannya.


"Ganteng banget sih mas Ade saat cemburu begitu"


Ani menggoda Ade dan masih tersenyum.


"Itu sama aja cemburu mas"


"Tau ah" pokoknya kamu nggak boleh menerima telepon Dimas lagi" Ade segera berlalu dari Ani dan menuju kamarnya.


Ani hanya tersenyum, dan kembali dengan aktivitasnya


*****


Kini Ade sudah sampai di hotel yang di katakan Kevin tadi sore, dia segera masuk dan menuju banquet yang sudah dipesan oleh Kevin



"Woii bro" apa kabar kamu? mereka saling berjabatan tangan dan saling berpelukan.


"Ya seperti yang kamu lihat, aku sehat wal Afiat"


Ade melihat sudah banyak yang datang teman2 se alumni mereka, dan termasuk Dimas juga ada disana, karena Dimas juga sahabat dekat Ade dan Kevin


"Wih, dokter kejam udah datang nih" Dimas menyapa Ade dengan gayanya yang selengekan itu


"Apa sih kamu" Ade memutar bola mata malasnya.

__ADS_1


Ntah kenapa Ade kesal melihat Dimas, sebenarnya mereka tidak ada masalah tapi semenjak Dimas mengatakan jika dia menyukai Ani semenjak itu mood Ade buruk terhadap Dimas, mungkin efek cemburu seperti yang disebutkan oleh Ani tadi


"Idih sok ganteng banget sih kamu" yang ganteng itu aku, contohnya ani bisa tersenyum dan tertawa saat bersamaku,


Dimas menyebut nama Ani, dan tersenyum


"Heh! Ani itu tertawa bukan karena wajahmu yang ganteng itu tapi karena kegilaan kamu"


Ade tersenyum mengejek dan segera berlalu dari Dimas


"Huu" dasar dokter kejam"


Kevin yang melihat hanya tertawa dan geleng-geleng kepala


Kini mereka saling melepas kangen satu sama lain dengan taman2 alumni mereka dulu, bermacam-macam status mereka ada yang sudah menikah, ada yang belum menikah, dan bahkan ada juga yang sudah bercerai alias duda


*****


Kini malam sudah semakin larut, Ade merasa Ada yang aneh pada dirinya, dia merasa seluruh tubuhnya terasa panas, dan dia merasa hasratnya bergelora.


"Sial! siapa yang berani mengerjai aku"


Ade bicara sendiri, dia tau ada yang telah memasukkan obat perangsang kedalam minumannya


Sementara itu Dimas dan Kevin tersenyum saat melihat reaksi obat yang mereka berikan sudah berjalan.


Dimas dan Kevin sengaja mengerjai Ade karena mereka tau kalau Ade mempunyai pacar seorang dokter juga, yaitu dokter Gita.


"Biarkan saja dia mencari pacarnya setelah itu kita akan menerima undangan" hahahaha....


Mereka tertawa lepas saat melihat Ade sudah keluar dari hotel


"Tapi Vin, bagaimana jika dia dia salah sasaran bagaimana jika dia memperkosa mak2 dijalan"


"Tenanglah itu obat perangsang coy" bukan obat mabuk, jika obat mabuk baru dia tidak tau membedakan mana yang cantik dan mana yang nenek2"


Mereka kembali tertawa puas karena telah berhasil mengerjai Ade sahabat yang dari dulu sangat kalem.


Kini Ade sudah berada dalam mobilnya, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan untuk mengatasi obat yang sedang bekerja ditubuhnya, karena dia tahu sekali obat ini tidak akan berhenti sebelum dia menuntaskan hasrat seksualnya.


Semakin lama Ade semakin tidak tahan, dia segera melajukan mobilnya, Ade mengarahkan mobilnya untuk pulang


"Sial banget" awas jika aku tau siapa yang berani mengerjai aku begini,


diperjalanan pulang Ade sangat gelisah, dia merasa birahinya sudah sampai di ubun2.


Ade menambah kecepatan laju mobilnya, walaupun dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, tetapi dia hanya ingin cepat sampai dirumah

__ADS_1


Bersambung... jangan lupa like dan dukungan nya ya teman-teman, terimakasih 😘😘😘


__ADS_2