Cinta Tulus Anak Majikan

Cinta Tulus Anak Majikan
Malam panas


__ADS_3

Setelah selesai dan mendapatkan buku nikah, mereka segera meninggalkan rumah KUA yang telah menikahkan mereka berdua,


Kini Ade dan Ani sudah sampai kembali dikediaman keluarga Waluyo, saat gerbang terbuka Ade segera memasukkan mobilnya kedalam garasi mobil, agar Ani tidak terlihat keluar dari mobil Ade saat dia mengenakan pakaian pengantin oleh sequrity dirumahnya.


Saat Ani ingin naik keatas Ade menahan tangan istrinya itu, "sayang tidur dikamar mas saja ya."


Ani menatap Ade dengan malu, "nggak mau Ani mau kekamar Ani saja mas" bagaimana nanti jika mbak Tati dan yang lainnya tahu jika Ani tidur dikamar mas Ade?"


"Tapi sayang, sekarang kita sudah suami istri masa kita harus tidur terpisah juga" kalau begitu biar mas yang tidur dikamar kamu ya?" Ani terdiam sesaat memikirkan keinginan Ade, Ani masih belum bisa membayangkan bagaimana jika dia tidur berdua walaupun sekarang Ade sudah menjadi suaminya,


Tetapi Ani juga tidak ingin mengecewakan suaminya itu dan akhirnya Dia mengalah, "ya baiklah tapi ingat sebelum mbak Tati dan yang lainnya datang mas harus balik kekamar mas kembali."


Ade mengembangkan senyumnya, dan bahagia dia segera menarik tangan Ani, "ayo sayang kita ke atas, apa kamu ingin mas gendong?


"Apa sih mas" Ani segera memukul lengan Ade dia sangat malu


Kini mereka sudah dikamar berdua, Ani segera kekamar mandi untuk mengganti pakaian kebayanya dengan daster tidur


Saat Ani ingin melepaskan baju kebayanya dia tidak bisa membuka resleting bajunya dari belakang karena agak sempit, "aduh kenapa tidak bisa dibuka sih" aku harus gimana ini."


Cukup lama Ani didalam tapi tak kunjung juga keluar, Ade yang menunggu dari tadi heran kenapa Ani tak kunjung keluar


"Sayang, kamu masih didalam? kok kamu lama banget didalam, apakah kamu baik2 saja?" Ade merasa khawatir karena Ani tak kunjung keluar dari kamar mandi


"Ya sebentar mas" Ani membuka pintu kamar mandi dia masih menggunakan pakaian lengkapnya belum diganti,


" Loh sayang kamu belum ganti baju?"

__ADS_1


"Belum mas" bajunya nggak bisa dibuka." Ani memanyunkan bibirnya.


"Kenapa sayang, ayo sini mas bantu bukain baju kamu." Ade segera membawa Ani untuk duduk di depan meja rias, saat Ade ingin menarik resleting baju kebaya itu Ani menahan tangan suaminya


"Mas, jangan" biar Ani sendiri saja." Ani memalingkan wajahnya dia sangat malu


"Sayang" kamu kenapa sih masih malu, mas ini suami kamu jadi kamu tidak perlu malu lagi." dengan berat hati dan rasa malu Ani pasrah saja


Kini Ade mulai membuka resleting baju kebaya milik Ani, saat resleting itu sudah terbuka Ani segera berdiri dan lari kembali ke dalam kamar mandi..


"Sayang, belum selesai dibuka" tapi Ani tidak menghiraukan panggilan suaminya


Ade hanya geleng-geleng kepala saat melihat tingkah istrinya itu. 'kenapa dia masih malu"kalau begini kapan aku bisa menyentuhnya." Ade bicara sendiri dalam hati


Kini Ani sudah keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian daster tidurnya, Ade menatap Ani karena Ani masih menggunakan hijab instan yang biasa di pakai. Ani duduk dipinggir tempat tidurnya dan Ade segera mendekat dia ikut duduk disampingnya


"Bu,,bukan begitu mas, tapi ani-" dia menggantung ucapannya


"Sayang, ayolah kita adalah suami istri, kamu sekarang milik mas seutuhnya mas bebas melihat kamu dari luar hingga dalam." Serrrr darah Ani berdesir saat mendengar ucapan suaminya


Belum hilang rasa gugupnya Ade sudah mendekatkan wajahnya dan wajah Ani, dan Ani hanya diam terpaku


Karena melihat tidak ada penolakan dari Ani Ade membuka hijab yang Ani pakai Ani masih diam tidak menolak hingga hijab itu terbuka


Ade melihat wajah cantik istrinya dengan rambut panjang yang hitam, rasanya Ade sudah tidak tahan tanpa terasa juniornya mengeras, 'baru melihat wajahmu saja Juniorku sudah berdiri bagaimana aku menyentuhmu sayang" Ade bergumam dalam hati


Ade segera mengecup bibir Ani,dan Ani bagaikan tersengat aliran listrik, tubuhnya bergetar dan badannya terasa panas dingin

__ADS_1


Semakin lama ciuman itu semakin dalam, Ade terus meresapi bibir ranum istrinya itu Ade tahu tidak ada perlawanan Ani hanya diam tidak membalas ciuman suaminya, karena bagi Ani ini adalah pengalaman pertama dalam hidupnya,


Ade melakukannya dengan lembut, Ani merasa melayang, dia hanya menikmati semua sentuhan yang Ade berikan sehingga tanpa dia sadari kini dia telah mengeluarkan suara ******* dari bibirnya, dan tanpa dia sadari juga bahwa Ani sudah mulai membalas ciuman yang Ade berikan sehingga mereka saling bertukar Saliva.


Kini tangan Ade mulai bergeliar kesana kemari sehingga tangan itu berhenti di kedua gunung kembar milik istrinya, Ade mulai bermain di gunung kembar itu walaupun masih terhalang oleh baju daster istrinya..


"Ahhh... Ani mendesah membuat Ade semakin menggebu-gebu hasratnya semakin memuncak, Ade segera membuka baju daster istrinya tidak butuh lama Ani sudah dalam keadaan polos, dan Ani juga sudah larut dalam birahinya sehingga rasa malu yang dia rasakan kini hilang yang ada hanya kenikmatan.


Setelah mereka sama2 polos Ade kembali mencubui istri dari wajah hingga ujung kaki sehingga membuat Ani melayang,. "apakah kamu menikmatinya sayang? Ade berbisik ditelinga istrinya, Ani hanya mengangguk matanya yang sayu menandakan jika dia sudah tidak tahan untuk dituntaskan hasratnya


"Apakah kamu siap? Ade kembali bertanya kepada istrinya, sesat Ani terdiam dia menatap wajah suaminya yang kini tengah berhasrat, "mas Ani Takut, apakah tidak membahayakan janin yg ada dalam perut Ani?"


"Sayang kamu tenang saja ya mas akan pelan2." Ani mengangguk sambil memejamkan matanya, saat sudah mendapat izin dari istrinya Ade segera melakukan penyatuan, awalnya memang terasa susah namun dengan kegigihannya akhirnya dia berhasil menjebol gawang milik istrinya, kini mereka berdua hanyut dalam kenikmatan sehingga Ade menjatuhkan tubuhnya disamping Ani,, mereka kini sama2 lelah dalam pergulatan panas malam ini


"Terimakasih ya sayang." Ade mengecup bibir Ani dan juga matanya, "apakah kamu bahagia sayang? Ade memeluk tubuh polos istrinya,


"Ani bahagia mas" Ani menatap wajah tampan yang selama ini dia cintai, "mas jangan Tinggalkan Ani Yaa?" Ani memeluk erat tubuh suaminya entah mengapa dia takut kehilangan suaminya itu.


"Sayang, mas tidak akan pernah meninggalkan kamu, kamu dan bayi kita adalah segalanya dalam hidup mas sekarang."


Ade segera beralih mengecup perut datar istrinya, "sayang, kamu baik2 ya dalam perut mama" besok papa akan periksa kesehatan kamu dan juga mama kamu."


Kini mereka tertidur Dangan lelap ntah berapa kali mereka mengulanginya sehingga mereka kelelahan dan tertidur pulas


Bersambung...


jangan lupa like dan komentar nya ya teman-teman terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2