
"Baiklah! Kapan kita berangkat?" tanya Jeff, ia sudah tidak sabar ingin menghancurkan kelompok yang mengatasnamakan dirinya untuk menghancurkan dan menculik gadis orang lain.
Semua orang memandang ke arah Jeff, mereka merasakan jika Jeff sudah tidak sabar ingin membunuh musuh mereka. Semua orang diam, mereka bukan takut untuk melawan hanya saja. Mereka takut jika Jeff Nostra akan kembali mengirimkan bantuan untuk menghancurkan Goldblack.
"Aku rasa saat senja nanti, kita akan pergi ke sana. Itu adalah hal yang sangat tepat. Selain itu, mereka mungkin masih ditempat persembunyian mereka. Aku pun tidak pernah menyelidikinya hingga ke markas mereka.
"Sehingga aku tidak bisa mengatakan dengan jelas semua itu! Aku hanya sampai beberapa meter dari markas karena mereka memiliki anjing pemburu yang sangat hebat," ucap Frank, ia berulang kali telah menyelidiki dan selalu saja gagal karena anjing pemburu musuh berhasil melacak dan dirinya hampir saja tertangkap.
"Baiklah! Kami akan pulang dulu dan bersiap-siap. Apakah kita akan menggunakan mobil atau sejenisnya?" tanya Jeff penasaran, ia sama sekali tidak mengenal Goldblack dan pegunungan Rocky.
"Tidak, kita menggunakan kuda karena area yang akan kita lalui sangat terjal dan licin," ucap Frank, "hanya kudalah alat transportasi yang baik di sana," lanjut Frank.
"Baiklah, sampai nanti malam!" balas Jeff, ia dan Loly pulang ke rumah mereka dengan berjalan kaki.
Keduanya hanya diam tanpa bicara lagi, "Apakah kamu yakin dengan usul kamu itu Jeff?" tanya Loly, ia masih saja tidak percaya dengan semua itu.
"Aku ingin menghancurkan perampok itu dan kembali ke Denver dan Meksiko. Sebelum kita pergi, kita harus menyelamatkan warga agar tak terjadi lagi perampokan dan penculikan para gadis, Loly.
"Aku sudah cukup lelah mereka terus-terusan menyalahkanku, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi sebenarnya," keluh Jeff, ia hanya diam.
Keduanya hanya berjalan cepat tanpa banyak bicara lagi. Sesampai di rumah Jeff dan Loly berusaha untuk tidur, pukul 04.00 pm mereka bangun dan bersiap-siap dengan senjata dan amunisi yang cukup dan pergi ke Gereja di mana semua orang yang ingin pergi sudah bersiaga.
"Loly, apakah kamu juga akan ikut?" tanya Jeff, ia tak menyukai jika Loly selalu saja ikut bertempur.
Jeff merasa konsentrasinya akan terpecah dan tak ingin terjadi sesuatu kepada Loly dan ia sudah berjanji pada Jodie untuk melindunginya.
"Tentu saja aku ikut! Jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku tidak akan menyulitkan kamu dan yang lain," ucap Loly.
"Tapi …," keluh Jeff, ia masih tidak mempercayai akan hal itu.
__ADS_1
"Sudahlah Jeff, aku sangat yakin Loly bisa menjaga dirinya. Dia putri Jodie yang hebat! Aku yakin dan percaya dia bisa melindungi dirinya sendiri," ucap Frank, ia sangat yakin akan hal itu apalagi dia tahu rahasia terbesar seorang Jodie Stanford Nostra atau yang terkenal sebagai Jodie Crown.
"Kita tidak boleh meninggalkan Goldblack tanpa pengawalan. Aku berharap sebagian tinggal untuk mengawasi yang di sini," usul Jeff, ia tak ingin terjadi sesuatu hal pada warga Goldblack saat mereka pergi.
"Ya, kamu benar! Sebagian akan tinggal di sini bersama dengan anak buah Bowen," ucap Frank.
Mereka pergi 10 orang dan diantaranya Bowen, Frank, Jeff, Loly, dan 3 warga juga 3 anak buah Bowen. Mereka menunggangi kuda dan terus membelah hari yang mulai malam.
Jeff hanya diam di sampingnya Bowen dan Frank pun melakukan hal yang sama. Tak ada yang bersuara dan bicara banyak hal, semua orang waspada menunggangi kuda di jalan yang penuh dengan undakan dan lereng terjal. Cahaya senter yang tak terlalu terang dan hanya satu yang dinyalakan menerangi jalanan.
"Kita berhenti di sini!" ucap Frank, ia menghentikan laju kudanya dan turun dari pelana.
Semua orang mengikutinya, "Mengapa kita berhenti di sini Frank?" tanya Bowen tidak mengerti.
"Kita berjalan kaki dari sini, karena di depan sana hanya beberapa meter lagi kita akan menjumpai markasnya. Lagian, jalanan terlalu terjal dan sulit di lalui kuda.
"Oh, begitu! Baiklah," ucap Bowen, ia langsung mengambil senjata dan amunisi juga perlengkapan tempurnya
Begitu juga dengan semua orang, hanya Loly dan Jeff yang tenang karena mereka sudah menyiapkan segalanya.
"Ayo, jalan! Aku berharap tidak ada yang menyadari kedatangan kita," balas Frank, ia menghela napas
Semua orang berjalan dengan waspada dan memegang pistol mereka, berharap tidak ada sesuatu yang akan menghalangi mereka untuk menyerang musuh. Jeff melirik kesembilan orang di sisinya dan berharap mereka akan pulang dengan selamat.
"Aku harap Loly tidak gegabah dan sembrono …," batinnya, ia terus berusaha untuk berdoa di dalam hati.
Mereka semakin mendekati sebuah rumah di tengah hutan belantara di mana banyak kuda berada di istal dan para penjaga sedang berkeliling di sepanjang sisi rumah dan loteng di mana semua penjaga memakai senjata lengkap.
"Siapa yang menyangka, jika di tengah hutan belantara begini ada sebuah rumah mewah?" bisik Loly, ia masih mengamati rumah di seberang.
__ADS_1
Nyalak anjing pemburu mulai bersuara menyalak ke arah komplotan Jeff, "Bajingan! Mereka benar-benar mempersiapkan semuanya," ucap Jeff, ia melihat banyaknya anak buah dengan pakaian yang sama seperti La Costra Nostra.
"Siapa sebenarnya mereka? Siapa di dalang semua ini?" batin Jeff, ia masih bingung dengan keadaan hidupnya.
Anjing-anjing pemburu langsung berlarian ke arah mereka yang ingin menerkam dan mencari bau yang berbeda, "Periksa semak dan hutan di depan! Aku sangat yakin ada penyusup!" teriak seseorang dari lantai atas rumah.
Para pengawal langsung berlarian berusaha untuk memburu dan mencari siapa yang bersembunyi di sana.
Akan tetapi Jeff langusng melemparkan pisau begitu juga dengan Loly langsung melemparkan pisau lipatnya untuk membunuh kawanan anjing pemburu.
Dor! Dor!
Para pengawal langsung memberondongkan senjata membuat semua orang berlindung di balik pepohonan yang besar.
"Sialan!" umpat Frank, ia sedikit kesulitan untuk bergerak.
"Aku dan frank dan beberapa orang akan menyergap mereka dari samping, berhati-hatilah kalian berdua!" ucap Bowen.
Bowen dan beberapa orang termasuk Frank langsung mengendap-endap ke arah samping kanan memutar arah untuk menyergap musuh, sedangkan Jeff dan Loly masih menembak para pengawal yang menyerang mereka.
Frank melemparka api ke istal kuda membuat api langsung membakar istal dan merembet ke arah bangunan utama, korban api membuat kuda meringkik dan berhamburan ke luar istal.
"Jangan biarkan kuda kabur!"
teriakan lain.
"Kebakaran! Kebakaran!" teriakan bergema.
kehebohan terjadi kala pengawal mulai kewalahan untuk menghentikan kuda dan memadamkan kebakaran. Jeff tidak menyia-nyiakan kesempatan ia langsung menembak semua musuh dengan cepat dengan pistol yang memakai peredam.
__ADS_1