
"Baiklah! Sekarang kalian istirahatlah, besok kita cari solusinya, kita semua lelah! Dean, pergilah ke kamarmu, Dwinov … aku percaya padamu!
"Pedrosa dan Lorenzo, istirahatlah! Jika kalian lapar temuilah Mama, aku rasa dia pasti akan mengomel karena kalian membangunnya tengah malam begini," ujar Jeff, ia tak ingin membuat keributan tengah malam.
"Meskipun begitu aku yakin, Mama pasti akan tetap memasak untuk kalian," ucap Jeff, ia sangat yakin akan hal itu.
"Selain itu, aku tidak bisa memastikan siapa yang salah dan benar? Hanya saja, aku curiga jika Dean adalah seseorang yang sedang membocorkan banyak rahasia, La Costra Nostra pada musuh. Dean sukar ditebak.
"Sementara Dwinov … walaupun dia sembrono, dia jarang berbohong, hanya saja sifatnya sedikit kacau balau," batin Jeff, ia mulai mengingat keduanya karena mereka dibesarkan secara bersama semenjak Jeff berumur 10 tahun, menjadi bagian dari La Costra Nostra.
"Baiklah, aku pun sudah lelah …," ucap Pedrosa, ia pun keluar dari kamar Dwinov.
"Aku juga … aku harap … kalian jangan sampai terpecah. Aku takut ada yang sengaja memanfaatkan semua ini, untuk memecah belah kalian.
"Tapi, entahlah … otak tuaku sudah lelah," ucap Lorenzo, ia pun keluar ruangan.
Lorenzo tak ingin berbicara banyak hal, ia masih menyayangi nyawa dan keluarganya.
"Mafia mudah untuk dimasuki, menjadi salah satu bagian dari organisasi tersebut, tapi sulit untuk keluar selain kematian …!" batin Lorenzo.
Lorenzo dan Pedrosa sendiri pun menyesali keadaan dan masa muda mereka. Namun, semua telah terjalin semenjak mereka berumur 18 tahun.
"Andaikan bisa mengulang waktu … aku tak ingin kisah lama terulang kembali," lirih batin Lorenzo, ia beranjak meninggalkan semua anak muda tersebut.
Ketiganya hanya diam, Jeff duduk di tempat tidur Dwinov, begitu juga Dwinov, Dean bersandar di dinding.
"Aku … dan Joana … pacaran. Walaupun Jordan tidak tahu. Jadi, aku dan Joana bersembunyi-sembunyi jika bertemu.
"Aku menemui Malcolm karena, Malcolm bilang, 'Ada seseorang dari organisasi kita selalu saja membuat keributan di wilayahnya, jadi aku menyelidiki kebenaran bersama Malcolm dan itu benar!
"Aku mengumpulkan semua berkas tapi, berkas yang aku laporkan itu tidak sesuai dengan apa yang aku laporkan. Jadi, aku ingin papa tahu. Selain itu, kau sudah kembali Jeff. Aku takut jika kau berpikir laporan itu benar adanya.
__ADS_1
"Sehingga semakin ramai keributan dan kekacauan yang akan datang … aku tidak tahu siapa yang masuk ke kamarmu Dwinov? Aku tidak pernah masuk ke kamarmu!" ujar Dean, ia memandang Dwinov.
"Aku sendiri baru pulang dari Tijuana, banyak kerusuhan. Saat kau pergi ke Texas, Jeff. Setelahnya, Papa menyuruhku ke Tijuana," ujar Dean.
Jeff dan Dwinov diam dan saling pandang. Mereka mengeryitkan dahi, "Kau ke Tijuana? Kau gila! Itu sangat berbahaya. Bagaimana bisa?" ujar Dwinov, "berarti hanya aku yang santai!" ujarnya, ia merasa marah.
"Lalu, jika kau dan Joana pacaran …mengapa kau tidak mengatakannya? Kita bisa meminta Jeff atau papa untuk melamarnya?" tanya Dwinov.
"Apakah kalian tidak tahu? Jika Jordan tidak menyukaiku karena almarhum papaku, pernah pacaran dengan bibinya hingga bibinya bunuh diri!" tanya Dean.
"Apa?! Dari mana kau tahu?" tanya Jeff dan Dwinov.
"Joana …."
"Ya, Tuhan! Sebenarnya apa saja sih yang tersembunyi di kastil ini?" tanya Dwinov, "bolehkah aku mundur? Aku ingin menikah dengan Isabel dan tinggal di Paris?
"Aku ingin hidup normal! Aku lelah hidup seperti ini, aku kira … jika Jeff tidak tewas kemarin. Aku sudah tidak ingin pulang lagi, aku ingin kalian berdua lah meneruskan semua ini …." Dwinov menatap keduanya secara bergantian.
"Baiklah, kita akan cari tahu solusinya. Aku semakin pusing dengan semua masalah ini," aku baru tahu, jika paman Joey pernah pacaran dengan keluarga Jordan Rodriguez …!" ujar Jeff.
Ketiganya diam, "Dwinov, nikahilah Isabel! Aku sudah menikah, Dean aku akan mencoba untuk mendekati Jordan membicarakan pernikahanmu dan Joana," ujar Jeff.
Keduanya memandang ke arah Jeff, "Terima kasih, Jeff!" balas keduanya memeluk Jeff.
"Terima kasih, kalian juga sudah menjaga La Costra Nostra dan papa saat aku tidak ada. Aku hanya masih bingung dengan masalah ini," ujar Jeff jujur, "setiap musuh yang ingin kutangkap selalu saja ada sniper yang membunuhnya," keluh Jeff.
"Kau tahu, saat di Fajardo, aku ke rumahmu! Rumahmu pun sudah diacak-acak oleh sekumpulan orang yang mengaku dari La Costra Nostra sialnya! Para ART dan anggota bilang, 'Jika itu adalah suruhanku!' mengerikan.
"Apa yang kau selidiki mengenai Tijuana, benar adanya. Aku mengira jika insiden yang menimpamu adalah bagian dari operasi Tijuana.
"Aku baru seminggu yang lalu ke rumahmu untuk mengambil catatan yang kau minta aku selidiki mengenai rahasia jalur sutra narkoba Meksiko dan negara bagian Amerika, yang berpusat di Tijuana dan Denver," ucap Dean.
__ADS_1
"Apa? Apakah kau menemukan semua catatan dan chip itu?" tanya Jeff.
Dean hanya menggelengkan kepala, "Terra dan Mac bilang, 'Semua mereka bawa!" balas Dean.
Jeff terdiam, "Lalu, apa yang kau lakukan?" tanya Jeff.
"Aku tidak mengerti, mengapa semua hal yang aku selidiki selalu mengalami kebuntuan?" ucap Dean.
"Maksudnya?" tanya Jeff dan Dwinov.
"Semua mengarah kepada Papa …," jawab Dean.
"Apa? Kau tidak salah?" tanya Dwinov dan Jeff.
"Aku sendiri bingung, terlalu banyak masalah dan rahasia yang membuat aku bingung, jika kalian mengetahuinya kalian pun tak bisa berpikir siapa kalian yang sebenarnya?
"Jika kau Jeff, mungkin kau dari panti asuhan. Jadi tak terlalu rumit, karena memang begitu adanya hanya … aku tidak mengerti aku menyelidiki dirimu aku mengambil sampel darah dan rambutmu, kau memiliki hubungan dengan seseorang di bawah tanah kastil di-"
Sebuah infrared langsung mengarah ke arah Dean tanpa sadar, "Awas!" teriak Dwinov, ia langsung merunduk dan menarik kaki Dean, hingga jatuh terjengkang ke lantai.
Dor! Suara tembakan tanpa suara dan sebuah proyektil telah menembus dinding kamar Dwinov.
"Ah …," pekik Dean, ia tak menyangka Dwinov langsung menarik kakinya membuatnya harus terbentur kaki kursi Dwinov.
"Dean!" teriak Jeff, ia melihat ke arah jendela dan merangkak di sana bersembunyi di balik tembok di sebelah jendela.
Jeff menarik senjata dari balik pinggangnya, ia hanya melihat bayangan seseorang yang berlari di atap gedung sayap kastil di sebelah barat.
"Bajingan!" umpat Jeff, ia berlari melompati jendela dan mengejar sniper yang sudah melompat menghilang di balik tembok.
"Apakah dia manusia?" batin Jeff, "pengawal!" teriak Jeff.
__ADS_1
Semua pengawal berhamburan berlari mendekatinya, "Kalian cari seseorang yang kabur dari sini ke arah balik tembok! Tangkap siapa pun yang mencurigakan!" perintah Jeff.