
"Jeff …," lirih Loly kala ciuman demi cuman sudah mendarat di bibir Loly, yang langsung merangkul leher Jeff untuk semakin dalam membenamkan lidah di dalam rongga mulutnya.
"Sayang, aku rasa kita harus melihat dulu keadaan rumah, nanti kita akan melanjutkannya," bisik Jeff, ia menatap wajah Loly yang mengerjap.
"Sayang, aku masih takut jika ada yang berani macam-macam dengan kita. Aku periksa dulu!" ucap Jeff, cup! Ia mengecup sekilas bibir Loly dan berlalu.
"Sial! Jeff! Dasar kulkas! Hadeh, padahal aku sudah berharap yang indah-indah tadi," teriak amarah batin Loly, ia malu untuk mengatakan pada Jeff jika dia begitu menginginkannya.
"Malu nggak ya? Apakah aku terlalu agresif? Hadeh! Matilah, aku?" batin Loly, ia sedikit malu untuk pertama kalinya ia menginginkan belaian dari sang suami.
"Padahal, kami menikah sudah hampir 6 bulan. Tapi, mengapa Jeff tak berkeinginan untuk menyentuhku ya? Apakah dia tidak tertarik denganku?
"Hm, lihat saja! Aku akan membuat dirinya tergila-gila denganku! Jangan sepele pada darah Campbell dan Banderas!" batin Loly, ia berusaha untuk menggoda Jeff dengan segenap jiwanya.
Loly sudah lelah mendengar ******* indah dari setiap kamar di Puerto Vallarta membuatnya semakin berhasrat untuk menikmati ******* tersebut. Loly hanya menelan ludah dan kekecewaan ingin rasanya Loly meninju wajah Jeff.
"Kau sudah membuatku melayang naik ke bulan harus terbanting ke lantai!" umpat batin Loly kesal setengah mati, ia ingin sekali memukul tubuh Jeff menjadi serpihan.
"Jeff, jangan lama-lama! Bisa-bisa aku mati berkarat ini! Memang kamu mau, jika yang di bawah sana sampai lumutan?" ketus Loly, ia merasa kesal setengah mati.
Sehingga tanpa sadar ia pun mengoceh tak karuan, ia ingin Jeff tahu tentang semua rasa dan perasaan yang sedang dirasakannya saat ini.
Gairah dan hasratnya telah menari hingga tak lagi bisa dibendung oleh Loly, kerinduan seperti yang dikisahkan oleh saudari ipar Nostra, membuatnya pun ingin merasakan indahnya cinta yang penuh gairah membara.
"Hah! Loly … hahaha, santai saja, jika itu berkarat aku akan menyapunya dengan lidahku! Sekarang pergilah mandi dan berdandanlah yang cantik!" goda Jeff, ia tersenyum lucu membayangkan wajah kekasih hatinya.
"Hahaha, sejak kapan Loly menjadi sedikit genit, ya?" batinnya bertanya, ia mulai memeriksa sekeliling rumah.
Namun, Jeff semakin penasaran dan bersemangat untuk meraih kebahagiaan malam itu, Jeff mempercepat penyelidikan dan memeriksa setiap ruang dan pekarangan di rumah tersebut.
"Memang, anak kecil itu bisa apa sih?" batin Jeff, ia merasa setiap sendi tubuhnya mulai menegang mendambakan sesuatu yang indah akan Loly.
"Sial, mengapa membayangkan Loly saja aku bisa keringat dingin begini, aah? Padahal, bukan sekali dua kali aku merasakan cinta dan kenikmatan seorang wanita," batinnya kacau balau, ia merasa gelisah.
"Gelisah … geli-geli basah … busyet! Apakah aku sudah tidak mulai waras?" batin Jeff, ia mulai kacau akan bayangan nakal di benaknya.
__ADS_1
Jeff juga memberikan Terra dan pengawalnya tempat tinggal tepat di belakang rumah tersebut, sehingga bagi pengawal yang sudah memiliki istri tak terganggu.
"Papa memang luar biasa! Apakah semua rumah seperti ini? Dari mana dia mendapatkan ide ini?" batin Jeff, ia bahagia.
Setelah selesai ia pun kembali ke kamar dan mandi, ia mencari istrinya yang menghilang entah ke mana. Ia semakin takut, jika kelompok Montes dan sekutunya telah menculik gadis pujaan hati miliknya tanpa disadari oleh Jeff.
"Loly! Loly! Sayang!" panggil Jeff, ia mulai cemas.
Ia berlari ke dapur dan mendapati Loly sedang membuat dua gelas susu. Jeff langsung menyelipkan pistol di balik handuknya, ia bersandar di pintu dengan lega.
"Sial! Loly … aku bisa gila lama-lama, karena kamu," batin Jeff, ia masih memandang istrinya dengan jubah tidur motif anime.
"Hahaha, istriku masih berumur 5 tahun," ejek Jeff, ia merasa lucu dengan motif jubah tidur berwarna kuning tersebut dengan Winnie the Pooh bertebaran di mana-mana.
"Oh, ya?! Kamu yakin? Hm, bagaimana jika … gadis 5 tahun ini sudah memiliki tubuh aduhai bak usia 20 tahun yang sangat menggoda!" lirih Loly, ia menyerahkan segelas susu untuk Jeff.
"Ah, bosan! Masa minum sussu kaleng terus sih?" kelih Jeff, ia sedikit mengernyitkan hidung ingin menolaknya.
Namun, Jeff tahu … Loly akan semakin memasukkan cairan putih itu ke perut bahkan hingga gelasnya pun kalau bisa. Jeff menarik napas ia merasa bagikan anak berusia 5 tahun.
"Blurps!" Jeff tersedak, ia tak menyangka jika Loly bisa begitu santai mengatakan hal itu.
"Hahaha, kamu ini …," lirih Jeff, ia merasa malam ini Loly berbeda dan semakin menggoda kelelakian miliknya yang sudah tak karuan mencuat ingin suatu pelepasan yang indah.
Jeff langsung menghabiskan milk miliknya sekali teguk dan menarik pinggang Loly. Membelai dan mencium aroma wangi di sekujur tubuh istri cantik dan ramping tersebut.
"Kau cantik, malam ini Sayang …," desah Jeff, ia merasa Loly begitu menggoda dan terlihat dewasa dengan rambut tergerai yang basah.
"Halo, ke mana saja, Jeff! Masa baru kini dirimu sadar!" umpat Loly tersenyum.
"Sadarnya sih, sudah lama ... kerasanya baru sekarang!" desah Jeff, ia mulai menyentuh ke balik jubah istrinya.
"Loly ...," bisik Jeff, ia tak percaya jika dibalik jubah Winnie the Pooh tersembunyi lingerie kuning menggoda.
Jeff semakin rakus dan bergairah untuk menyobek lingerie nakal yang sudah membuat otaknya tak lagi bisa berpikir normal dan waras lagi.
__ADS_1
"Jangan menyesal Loly ... kamu telah membangunkan singa lapar di tubuhku," desah Jeff, ia mulai tak sabaran ingin mencabik setiap jengkal dan menikmati setiap inci dari tubuh indah Loly.
Glek!
Loly sedikit gemetar ia merasa semakin kacau. Loly tak menyangka jika dirinya malah terjebak di permainannya sendiri untuk menggoda Jeff.
Jeff mulai memeluk erat Loly, membuat ia harus menatap dada bidang Jeff yang dipenuhi oleh rambut halus yang menggoda.
Deg! Deg!
Detak jantung keduanya tak lagi seirama seakan saling berkejaran satu dan yang lain, yang menginginkan pelepasan dan rasa cinta yang paling indah.
"Sial! Padahal, aku ingin perlahan dan penuh keromantisan!" batin Loly berteriak kala Jeff sudah memanggulnya berlari masuk ke kamar mereka.
"Jeff …," lirih Loly, ia tak menyangka Jeff sudah mendaratkan ciuman bertubi-tubi di sekujur wajah dan tangannya sudah merambah entah ke mana saja di atas tubuhnya membuat sesuatu mulai bergetar di jiwa dan raga.
"Jeff …," desah Loly berulang kali kala bibir dan lidah Jeff sudah benar-benar menyapu di bawah sana.
"Kan katanya tadi sudah lumutan! Wajarkan?!" balas Jeff, ia menyeringai di bawah sana menatap Loly tanpa merasa bersalah dan berdosa sedikit pun.
"Oh, Jeff! Kamu gila!" umpat Loly, ia merasakan geli dan nikmat berbaur menjadi satu.
"Mau diteruskan nggak ini?" keluh Jeff, ia tak ingin kali ini dia pun gagal untuk berlayar lagi.
"Ya, terus dong! Jangan berhenti!" tegas Loly semakin membuka kedua lututnya lebar-lebar.
"Asyik! Lanjut!" balas Jeff bahagia, ia merasa dirinya semakin bergairah dan penuh warna kala dirinya mendaki gunung dan menuruni lembah yang luar biasa indah dan penuh gairah.
Apalagi, Loly pun melakukan hal yang sama di tubuhnya membuat segalanya semakin indah. Keduanya saling memuaskan satu dan yang lain, mereka ingin saling memberikan apa yang tak akan pernah diharapkan dari pasangannya pada orang lain.
"Benar kata orang, 'Perempuan hanya butuh sosis, dua telur, dan mayonaise maka 9 bulan akan kenyang …,' sial, ini benar ternyata!" batin Loly tersenyum.
"Aw!" teriak Loly kala, penyatuan indah yang dilakukan Jeff, membuat tubuhnya harus melengkung dan menahan rasa sakit dibarengi tangisan yang tak pernah terbayangkan olehnya.
"Loly … tahanlah sejenak Sayang …" lirih Jeff, ia tak ingin jika kali ini ia harus berhenti di tengah pendakian indahnya.
__ADS_1
Hingga erangan dan tangisan menyatu mewarnai keindahan penyatuan mereka berdua. Jeff semakin gencar memacu hasrat dengan irama yang terkadang lembut dan terkadang menghentak di tubuh Loly membuat Loly tak lagi bisa berpikir dengan logika.