
Jovink tidak ingin jika masa lalu kembali terulang sehingga membuat segalanya kembali kecau.
"Aku susah bersusah payah membangun La Costra Nostra hingga seperti sekarang, tidak ada yang boleh menghancurkannya begitu saja!" batin Jovink Nostra, ia mengawasi segalanya dan terdiam memandang ke arah hamparan mawar merah di halaman samping tepat di depan jendela kamarnya.
Batinnya mulai kacau dan mengingat masa lalu, "Semua itu tak boleh terungkap!" batinnya.
***
Jeff membawa Loly kepada seorang wanita bertubuh tambun dengan turban di kepala wanita berkulit gelap sebagai koki handal di kediaman La Costra Nostra.
"Mama!" sapa Jeff.
"Jeff! Ya, Tuhan! Puji Tuhan, aku senang kau selamat Jeff." Mama langsung memeluk Jeffry Dimitri dengan penuh kasih sayang.
"Siapa gadis cantik ini Jeff?" tanya Mama menghampiri Loly.
Tangan besar Mama menyentuh tangan Loly, "Siapa nama kamu Manis?" tanya Mama.
"Loly Ma," jawab Loly, ia menyambut pelukan mama dengan hangat.
"Ah, Jeff. Loly sangat manis, siapakah dia?" tanya Mama pada Jeff.
"Dia istriku Ma. Dialah yang menyelamatkan diriku dari kematian," ucap Jeff, ia merasa jika Loly sangat berjasa di dalam kehidupannya.
"Ah, Sayang terima kasih telah menyelamatkan Jeff-ku. Dia sangat berarti di La Costra Nostra, jika bukan karena Jeff, aku rasa Meksiko tidak seaman sekarang," ujar Mama, ia memandang ke arah Jeff dengan tersenyum bangga.
"Tapi, sayangnya ada segelintir orang yang tak menyukai Jeff-ku. Ah, Sayang, jika aku tahu kamu akan kembali, aku pasti sudah memasak makanan kesukaanmu!" bisik Mama pelan.
"Mama, ajarkan aku memasak makanan menu kesukaan Jeff," ucap Loly, ia merasa akan banyak waktu yang tak terpakai sehingga ia berusaha untuk belajar memasak dan menjadi istri sekaligus menyelidiki ada hubungan apa antara Jovink dan Jodie Nostra.
Mama tersenyum menatap ke arah Loly yang juga tersenyum ke arahnya. Mama membelai rambut Loly dengan penuh kasih sayang.
"Tentu saja, Sayang! Aku sangat bahagia, kau tahu aku tidak memiliki anak dan teman bercerita," ucap Mama tersenyum manis, "apakah ini tidak masalah dengan Jovink? Aku harus berhati-hati jika berbicara banyak hal pada Loly.
"Aku tak ingin jika Jeff dan Loly akan semakin menderita akan kerakusan dan ketamakan Jovink," batin Mama, "apalagi, Jeff belum tahu siapa dirinya yang sesungguhnya!" batin Mama.
__ADS_1
"Mama, aku titip Loly, kabari aku jika ada sesuatu. Aku akan ke Puerto Vallarta untuk menyelamatkan Dwinov, Pedrosa, dan Lorenzo.
"Loly, aku pergi dulu. Mama akan memberi semua apa yang kami butuhkan," ujar Jeff, ia menatap Loly dengan penuh kasih sayang.
"Jeff, hati-hatilah! Jangan lama pulang," ucap Loly, ia merasa bingung di tempat asing yang sama sekali tak dikenalnya.
Walaupun Jeff mengatakan, "Jika Mama akan melindungi dan memberikan apa yang dibutuhkan."
Tapi, bagi Loly semua itu mengerikan, "Rasanya di sini sama sekali tak nyaman! Aku lebih senang tinggal di Puerto Vallarta," batin Loly.
"Iya, aku akan pulang secepatnya!" balas Jeff, tersenyum.
Untuk pertama kalinya Jeff merasakan sebuah kebahagiaan di mana kehidupannya tak lagi kosong, ia merasakan kasih sayang dari seorang istri dan teman. Semua itu Jeff dapatkan dari Loly.
Jeff merasa bahagia karena akan ada yang menanti dirinya pulang. Untuk pertama kalinya Jeff merasa kehidupannya tak lagi kosong melainkan sangat berarti.
Loly dan Mama hanya memandang kepergian Jeff yang berjalan dengan cepat bak seekor harimau yang melintasi pedang hijau yang sangat luas.
"Jeff adalah anak yang baik, walaupun dia terlalu dingin. Tapi, harinya sangat hangat seluas samudra Loly.
"Ayo, aku tunjukkan kamar Jeff," ajak Mama, ia menggandeng tangan Loly yang berjalan bersisian dengan Mama yang gemuk.
"Tidak Mama, kami sudah makan. Mama, apakah Mama sudah lama bekerja di sini?" tanya Loly, ia begitu penasaran dengan banyak hal.
"Ya, sepanjang hidupku Nak. Saat pertama kali Jeff datang kemari pun aku tahu," ujar Mama, ia membayangkan seorang anak laki-laki berumur 10 tahun yang telah membunuh seorang musuh Jovink Nostra.
"Benarkah?" tanya Loly dengan takjub, ia penasaran dengan kisah dan bagaimana seorang Jeff sewaktu masih kecil.
"Um, apa sebenarnya yang terjadi dengan Dwinov, Pedrosa, dan Lorenzo? Apakah mereka bertengkar lagi?" tanya Mama, ia sedikit tidak menyukai ketiganya tetapi ia pun menyenangi ketiganya selain Jeff.
Loly menceritakan segala yang diketahuinya pada Mama, "Begitulah kisahnya Mama, aku juga tidak tahu ada apa? Aku di lantai bawah!" ucap Loly.
"Oh, begitu. Sayang … ini kamarmu dan Jeff. Ingat berhati-hatilah di sini! Apa yang terlihat belum tentu itu sesuai dengan kenyataan.
"Aku ingin kamu jangan terlalu mempercayai siapa pun termasuk aku. Ingat, cukup Jeff yang kamu percayai. Jangan yang lain!" nasihat Mama.
__ADS_1
"Tidurlah, selain itu di sini banyak CCTV yang tersembunyi, aku berharap Jeff membawamu ke rumahnya yang terpisah dari kastil La Costra Nostra ini," ujar Mama.
"Apakah Jeff tidak tinggal di sini Mama?" tanya Loly penasaran.
"Tidak! Ia lebih senang menghabiskan waktu di rumahnya sendiri di pinggiran pantai Fajardo. Di sana sangat indah. Kamu tahu, adikku sebagai koki di sana namanya Terra," ujar Mama.
"Oh, benarkah? Aku senang sekali mendengarnya Mama, andaikan aku bisa ke Fajardo nanti aku usahakan agar akrab dengannya," ucap Loly, ia berjanji untuk itu.
"Terima kasih, Sayang!" balas Mama, "istirahatlah! Mama akan kembali ke dapur!" ujar Mama.
Loly memandang ke arah ruangan kamar Jeff, ia merasakan ruangan itu begitu dingin, tanpa adanya kehangatan sedikit pun.
***
Sementara Jeff sudah tiba di Puerto Vallarta, ia pergi ke kantor polisi dan menjamin ketiga sahabatnya. Dia menantikan di depan ruang tunggu, menantikan ketiganya.
"Jeff! Oh, syukurlah, kau selamat!" ucap Pedrosa, ia langsung menghampiri Jeff dan memeluknya.
"Ya, aku bersyukur untuk itu, orang yang berniat membunuhku tidak berhasil!" ujar Jeff.
"Selamat datang kembali Bro! Aku lelah di dalam penjara ini, menyebalkan!" umpat Dwinov masa bodoh.
"Hai, Jeff! Aku senang kau telah kembali lagi. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lorenzo, ia masih penasaran bagaimana Jeff bisa lolos dari kecelakaan yang begitu mengerikan.
"Tuhan masih bersama diriku. Mungkin, dosaku terlalu banyak sehingga dia menyuruhku untuk bertobat," ucap Jeff datar.
"Apakah kau tahu siapa yang telah berencana membunuhmu?" tanya Lorenzo.
"Tidak! Jika aku tahu, aku tidak akan melepaskannya!" balas Jeff dingin.
Semua orang diam, mereka mengenal siapa Jeff. Keenpatnya hanya diam berjalan ke luar dari kantor polisi memasuki mobil Jeff.
"Um, aku juga heran! Siapa yang berencana ingin membunuhku?" tanya Dwinov, ia menceritakan semua kronolgi di kafe.
Jeff mendengarkan dengan diam walaupun dia tahu semua kebenarannya dan Dwinov tidak berbohong.
__ADS_1