Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Bicara dari hati ke hati


__ADS_3

"Jeff, sebaiknya turunkan aku, ini sangat aneh. Aku berjalan sendirian saja, tak perlu seperti ini," pinta Loly, ia merasa risih jika harus berada di dalam dekapan Jeff.


"Tidak apa-apa! Sebaiknya calon mempelai wanita lebih baik digendong saat memasuki rumah barunya. Dimana rumah adalah tempat teraman dari apa pun. Aku ingin kelak kita bahagia di sini bersama dengan anak-anak kita Loly," balas Jeff, ia tak peduli apakah Loly mencintainya atau tidak.


Jeff hanya merasa memiliki rasa tanggung jawab yagg besar untuk memberikan kenyamanan dan keamanan juga kebahagiaan pada istrinya. Walaupun Jeff tahu semua itu tak akan mudah dengan banyaknya musuh yang diam-diam mengintai dirinya.


Namun, Jeff telah berjanji di depan Tuhan dan Jodie juga semua orang di Goldblack jika dia akan selalu menyayangi dan mencintai Loly, ia rela belajar untuk dua hal itu di dalam kehidupannya.


"Jeff … aku kan masih anak-anak. Apakah mungkin?" tanya Loly, ia merasa jika ia masih belum cukup umur untuk membentuk sebuah keluarga ideal.


"Aku takut jika aku tidak bisa membuatmu bahagia Jeff, maksudku aku bukanlah seperti wanita kebanyakan!" ujar Loly, ia tak ingin jika Jeff sampai salah mengartikan semua ucapannya.


"Aku sangat yakin, jika kamu bisa membuat diriku bahagia Loly, percayalah kepadaku!" ujar Jeff, "malah sebaliknya kamu adalah yang terbaik untuk diriku. Aku tidak bisa mengatakan apa pun lagi selain itu," lanjut Jeff.


Apa yang diucapkan Jeff itu adalah sebauh kenyataan ia tak menyangka akan mendapatkan sesuatu anugrah yang paling indah dan luar biasa dengan kehadiran Loly di kehidupannya.


Loly adalah hadiah istimewa yang diberikan oleh Tuhan di hidupnya yang sepi dan penuh dengan air mata juga darah yang berkubang di tangan.


"Ah, kamu sekarang bukan seperti ketua mafia … malah tukang gombal!" ucap Loly, ia merasa geli jika seorang Jeff yang bertampang dingin memiliki sesuatu yang bisa membuatnya tertawa bahagia.


"Hahaha, Loly … Loly! Apakah kamu masih saja berharap aku sepeti ketua mafia yang mengerikan yang terlihat di TV begitu? Apakah kamu berharap jika ketua mafia selalu identik dengan tato naga, harimau, atau apa pun itu. 


"Tidak semua mafia brengsek dan mengerikan Loly, aku malah tidak merokok sama sekali, aneh bukan? Aku hanya ingin hidup sehat dan menjauhi sesuatu yang membuat nyawaku berkurang beberapa jam Loly.

__ADS_1


"Karena aku tahu nyawaku selalu berkurang setiap menitnya. Aku tidak tahu apakah aku akan mati hari ini, besok, atau lusa? Aku hanya ingin menikmati hidup dengan kedamaian.


"Namun, siapa yang menyangka jika semual itu tak sesuai dengan ekspektasi yang kuinginkan. Aku tidak tahu, mengapa semua bawahanku malah tak menginginkan kedamaian? Mereka malah selalu menginginkan keributan, perang antar geng, perebutan kekuasaan. 


"Mereka tak menyayangi anak-istri dan keluarga mereka. Padahal, aku melakukan semua aturan baru merujuk kepada aturan lama yang sesungguhnya, agar segalanya kembali sesuai dengan cita-cita awal dibentuknya La Costra Nostra." Jeff memasuki rumah, dan mengenalkan semua ruangan demi ruangan kepada istrinya .


Jeff masih membopong istrinya di dekapan nyaman miliknya, "Jeff, sudahlah tidak semua orang berpikir gila seperti mereka. Aku yakin masih banyak juga yang sepemikiran denganmu. Intinya jangan menyerah!" balas Loly, ia tersenyum menatap Jeff.


Loly tidak menyangka jika Jeff memiliki hati yang sangat mulia, "Wah, bagus sekali!" puji Loly melihat sebuah ruangan yang didominasi warna putih dan sedikit warna abu abu juga hitam.


"Ini kamar pengantin kita, jika kamu tidak suka warnanya aku bisa menggantinya," ucap Jeff 


"Tidak perlu! Sekarang yang utama kita harus membongkar segala pengkhianatan yang terjadi di dalam kubumu, jika tidak segalanya akan semakin kacau.  


"Ya, itu pasti Loly. Aku tidak akan pernah lupa! Aku akan mencari siapa dalang dari semua masalah ini, selain itu aku juga ingin memberi mereka pelajaran. Aku harus menyelidiki Dean, Dwinov Nostra, Pedrosa, dan Lorenzo." Jeff mengingat jika dawr ini merekalah yang memiliki wewenang di bawah dia dan setara dengan dirinya.


"Bagaimana dengan Jovink Nostra sendiri? Apakah kamu tidak curiga kepadanya?" tanya Loly kepadanya. 


Loly ingin mengetahui siapa sebenarnya Jovink dan hubungan Jodie dengan Nostra. Namun, ia tak mungkin mengatakan kebenaran mengenai Jodie Nostra atau Jodie Crown.


"Apa? Mengapa kamu curiga kepada Ayah?" tanya Jeff, ia tak mengerti mengapa istinya bisa berpikir sejauh itu.


"Tak mungkin jika ayah bermaksud ingin menyingkirkan diriku? Jika dia bermaksud demikian mengapa dia harus mengangkatku menjadi penggantinya? Dia rela berdebat dengan putra, keponakan, dan semua sahabatnya seperti Lorenzo dan Pedrosa?" tanya Jeff, ia tak mengerti.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, jika kamu ingin menyelidiki sebaiknya selidiki saja semuanya. Dengan demikian kamu akan mengetahui banyak hal tanpa harus bertanya dan pusing memikirkan akan hal itu," ucap Loly, ia hanya ingin memberi gambaran.


Loly merasa sedikit curiga ada y hs denah disembunyikan Jovink dan Jodie selain itu tak ada yang tahu mengenai Jodie selain Jovink. Loly diam-diam mulai menyelidiki lewat internet bagaimana rupa Jovink dan mencari tahu silsilah berdirinya La Costra Nostra yang luar biasa hebat dengan banyaknya skandal kebaikan dan kekejaman di tubuh organisasi besar tersebut.


"Baiklah, aku akan memikirkannya nanti," balas Jeff, ia tak setuju dengan usul Loly.


Namun, ia tak ingin membantah dan membuat pertengkaran di saat mereka baru saja memasuki rumah mereka di Puerto Vallarta.


"Baiklah, aku akan memasak!" ujar Loly, ia berusaha untuk beranjak dari tempat tidur.


"Sini saja dulu! Kita makan di luar saja dengan menyamar nanti malam. Ampakah kamu sudah lapar?" tanya Jeff, ia hanya ingin berusaha dengan Loly di tempat tidur mereka yang hangat.


"Oh, baiklah kalau begitu. Um, Jeff mengapa semua warna di rumah ini didominasi putih?" tanya Loly penasaran.


"Karena putih adalah lambang kebersihan dan kesucian. Di sepanjang hidupku aku sudah banyak melihat darah, aku tak ingin lagi warna itu mendominasi rumahku. Mengapa?" tanya Jeff, ia ingin tahu akan hal itu.


"Aku hanya ingin tahu saja! Tidak ada maksud apa pun Jeff. Um, apakah kamu sendirian di sini Jeff?" tanya Loly penasaran.


"Ya, aku memiliki seorang tukang kebun dan bersih-bersih. Dia bisa dipercaya karena aku pernah menolong dia dan keluarganya. Jadi, jangan khawatir!" ucap Jeff, ia bersyukur dengan memiliki Tuan Castello.


"Jeff, sebenarnya niat awal kamu ek Denver ngapain sih?" tanya Loly penasaran.


"Aku hanya ingin memastikan dan menyelidiki semua rumor Yangs rsnag beredar dan berkembang jika Alaxander Dove melakukan trafficking, penyelundupan senjata, dan narkoba. 

__ADS_1


"Siapa menyangka aku malah menjadi kambing hitam dari semua rencana gila mereka!" ucap Jeff, "aku bersyukur kamu menolongku Loly, jika tidak aku mungkin sudah berada di neraka!" lanjut Jeff.


__ADS_2