Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Kebenaran terungkap


__ADS_3

Dor! Dor!


Suara desingan semakin bergema membuat semua musuh dan kuda berlarian ke sana kemari tak tentu arah belum lagi apa yang berkobar tak tentu arah menjilat di sana-sini bangunan.


"Serang!" teriak Jeff, ia melesat dengan cepat menembak dengan kedua pistol di kedua tangannya dan berusaha untuk membunuh semua musuh yang ingin menembak ke arah Loly dan ketiga orang warga yang berlari ikut di belakangnya.


Semua orang menyerang dan menembak dengan cepat. Sementara Frank dan Bowen pun tak kalah serunya menembak musuh dan memasuki rumah bagian belakang dan menemukan banyak wanita yang disekap di dalam sana.


"Mundurlah ke belakang!" terima Frank, ia langsung menembak kunci terali yang memenjarakan banyak gadis-gadis muda di sana.


"Ayo, keluarlah dari pintu belakang tunggu kami di bagian belakang di hutan depan rumah ini. Jangan ke mana-mana," pesan Bowen, ia sudah menghubungi polisi setempat.


"Ayo, kita masuk ke dalam!" ajak Frank, ia dan Bowen kembali berlari memasuki ruangan.


Dor! Dor!


Kembali Frank dan Bowen menembak musuh di tangga yang ingin menembak mereka berdua. Keduanya kembali masuk ke dalam dan melihat jika Jeff dan Loly pun sudah berada di dalam ruangan.


"Mateo?!" teriak Jeff, ia mengenal Mateo sebagai adik Pedrosa.


Jeff masih menggenggam kedua senjata api begitu pun Mateo yang tak menduga jika salah satu penyergap adalah Jeff Nostra, ketus sindikat mereka.


"Jeff Dimitri!" ketusnya, ia tak menyangka jika Jeff Dimitri masih hidup.


"Bajingan! Alexander benar-benar telah gagal membunuh Jeff. Ini lebih bahaya dari yang aku bayangkan, aku tidak ingin jika kekacauan semakin terjadi," benak Mateo.


"Apa maksud dari semua ini Mateo? Siapa yang menyuruh kalian melakukan trafficking dan penjualan narkoba juga senjata api?!" teriak Jeff murka.


Buk! Buk!


Bowen, Frank, dan semua orang  terkesiap mereka tidak menyangka jika selama beberapa hari ini mereka bersama orang yang paling mereka benci dan ingin mereka bunuh.


"Jeff Dimitri Nostra?!" lirih Fran dan Bowen saling pandang.


Mereka langsung mengokang senjata ingin membunuh Jeff dan Mateo, "Jangan Frank! Jangan coba-coba membunuh Jeff!" ketus Loly, ia pun mengokang senjata ke arah Frank dan Bowen.


"Kalian lihat saja dulu, jika tidak! Kita tidak tahu kebenaran yang sedang terjadi. Jeff pun sedang menyelidiki semua kasus ini," ucap Loly, ia tak ingin jika prank dan bowen membunuh Jeff.

__ADS_1


"Apa maksud dari semua ini Loly? Apakah Jodie tahu, jika dia adalah Jeff Nostra?" tanya Frank, ia tak mengerti.


"Ya, papa tahu. Aku sendiri tidak tahu mengapa papa mendukung dan melindunginya?" balas Loly.


"Aku akan membunuh Jeff Dimitri! Bajingan!" umpat Bowen murka, ia ingin menarik pemicu senjata api di tangannya.


Klik!


Frank, Bowen, dan semua orang dari Goldblack saling menodongkan senjata pada Loly. Akan tetapi, Loly tak gentar menghadapi semua itu.


"Loly …!" lirih Frank tidak mengerti.


"Maaf Frank! Jeff suamiku dan aku ingin melindunginya. Aku tahu, kalian telah kehilangan segalanya … tapi kalian tak bisa menghakimi Jeff dengan begitu saja." 


Loly masih menodongkan kedua senjata di kedua tangannya mengarah ke arah Frank dan Bowen.


Bowen dan Frank pun masih melakukan hal yang sama sementara Jeff masih menghajar dan berkelahi dengan Mateo dan kaki tangan Mateo.


"Minggir Loly! Aku ingin membunuh si Bangsat itu!" teriak Bowen marah.


Frank dan Bowen terdiam, mereka tidak menyangka jika Loly begitu dewasa dan memiliki keberanian. Pancaran mata Loly menyiratkan sebuah keseriusan, Frank dan Bowen masih terus menatap Loly.


"Please … aku percaya pada kalian. Tolong, kali ini percayalah padaku! Seperti kalian percaya pada Papaku!" pinta Loly memelas.


"Loly, kau tahu! Kalian hanya berdua, aku tak mungkin membunuhmu … tapi, jika kau dan Jeff bersekongkol aku tidak peduli jika kau putri Jodie atau tidak!" ucap Frank murka.


"Ya, Frank benar!" sambut Bowen, ia masih menatap ke arah Loly.


"Kalian boleh membunuhku dan Jeff nanti. Tapi, jika apa yang kita dengar tidak seperti yang semestinya. Aku mohon … jadilah teman kami selamanya dan dukung kami. Please … Bowen, Frank …," pinta Loly dengan ketegasan.


Frank terdiam, ia melihat keseriusan dan kesungguhan di mata Loly mirip Jodie, membuat Frank dan Bowen langsung menurunkan senjatanya begitu juga Loly.


"Baiklah kita dengarkan saja dulu!" ujar Frank, ia melihat ke arah Bowen yang menganggukan kepala.


Sementara Mateo dan Jeff masih adu pukul, Jeff dikeroyok kaki tangan Mateo, "Bajingan! Siapa yang menyuruh kalian melakukan semua ini?!" teriak Jeff murka ia langsung melayangkan tinjunya dan seorang kaki tangan Mateo terkapar tewas.


Loly, Frank, Bowen, dan keenam teman mereka menelan ludah. Mereka kini menyadari jika julukan Jeff si Tangan Besi bukanlah isapan jempol belaka.

__ADS_1


"Bajingan, si Brengsek ini ternyata hebat!" lirih Bowen memberengutkan bibirnya, ia merasa Jeff bukanlah ancaman. 


Sehingga Bowen meraih cerutu di selipan amunisi yang melingkar di bahu hingga pinggangnya, "Apakah kau mau Frank? Aku rasa, sudah berapa jam kita tidak menyesapnya …," ucap Bowen mengangsurkan sebuah cerutu pada Frank.


"Ya, kau benar! Hanya … kopinya kurang …," keluh Frank, ia pun menyalakan cerutunya.


"Andaikan ini di rumah aku akan membuatnya ditemani seiris roti dan selai blueberry yang baru dimasak," lirih Loly.


"Wah, itu nikmat sekali …!" balas keduanya, mereka menikmati perkelahian di antara ketua dan anak buah La Costra Nostra.


Sementara Jeff telah membunuh beberapa anak buahnya sendiri, "Katakan Mateo, siapa yang ingin membunuhku? Dan mengapa kalian mengatakan jika aku memerintahkan semua ini? 


"Selama ini aku percaya pada kalian semua! Tapi, mengapa kalian membohongiku!?" teriak Jeff murka, ia sudah menarik leher Mateo dan menyandarkannya di dinding.


"Ha- hahaha, kau … kau bodoh, Jeff! Cuih!" Mateo meludahi Jeff.


Buk!


Satu jab melayang ke tulang iga Mateo membuatnya muntah darah dan terkulai lemah, "Katakan! Sebelum aku membunuhmu, Mateo! Aku menganggapmu adik tapi ini balasanmu?" teriak Jeff.


"Kami tidak ingin ketua tolol sepertimu! Kau membuat mafia bagaimana seorang pekerja relawan yang selalu melindungi orang-orang lemah. Mungkin jika di Meksiko kau melihat kedamaian, tapi kau tak tahu di belakangmu semua orang ingin menggulingkan kau, Bajingan!" umpat Mateo.


"Apa?! Jadi, kalian sengaja melakukan semua ini? Lalu siapa dalang di balik semua ini?" tanya Jeff bingung.


"Aku tidak akan mengatakannya!" teriak Mateo.


"Katakan! Jika tidak aku akan membunuhmu!" ancam Jeff. 


Namun belum lagi Mateo membuka mulut sebutir peluru telah menembus tengkorak kepalanya. 


"Bajingan! Siapa mereka? Awas Jeff!" teriak Bowen, ia mendorong tubuh Jeff ke samping tetapi sebutir peluru dari sniper bersarang di lengan atas Bowen.


"Bowen!" teriak Jeff, ia mengambil senjata api milik Mateo dan menembak ke arah infrared.


Bruk! 


Seseorang di luar sana melayang dari pepohonan dan jatuh ke tanah, "Ayo, periksa, siapa dia?" teriak Frank pada keenam orang teman mereka yang langsung berlari ke luar rumah.

__ADS_1


__ADS_2