
"Sudahlah … aku pun tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Mungkin sudah begitu adanya," bisik Loly tersenyum manis.
Cup!
Jeff mendaratkan ciuman di pipi Loly, membuat wajah Loly bertemu merah, "Jeff, kamu jangan aneh deh!" ujar Loly, ia bingung dengan debaran hatinya yang terus bergemuruh kencang.
"Hahaha, aku kan suamimu Loly, jadi hal yang wajar dong jika aku pun ingin menyentuhmu!" ucap Jeff, ia tersenyum melihat Loly gelisah dan merona merah.
"Aku tahu, tapi aku belum siap!" ucap Loly, ia tak ingin segalanya semakin kacau balau.
Loly belum bisa dan memahami apakah dirinya telah jatuh cinta pada Jeff, sehingga ia belum bisa menentukan hatinya sendiri.
"Sudahlah! Ayo, bersiaplah! Bagaimana kalau kita akan makan di luar dan belanja," ucap Jeff, ia merasa sudah saatnya membawa Loly untuk menikmati Puerto Vallarta sekalian menyelidiki keadaan.
Tuan Calisto sudah membelikan semua keperluan pakaian untuk Loly dan penyamaran mereka. Tepat pukul 08.00 pm keduanya keluar rumah dan berputar mengelilingi Puerto Vallarta dan memasuki sebuah restoran yang biasa dimasuki oleh Jeff dan semua ketua La Costra Nostra di bagian wilayah Puerto Vallarta.
"Ayo, pesanlah makanan untukmu Loly," ucap Jeff memberikan buku menu makanan.
Seorang pramusaji sudah menanti dengan catatan kecil dan pulpen keduanya memesan makanan dan tersenyum, "Silakan Tuan dan Nyonya," ujar pramusaji dengan ramah.
"Biasanya aku yang melayani sekarang aku yang dilayani," bisik batin Loly, ia terdiam menatap semuanya.
Loly merindukan semua sahabatnya di Tea Lunch, ia menepis seketika semua kerinduan. Ia merasa jika ada hal yang lebih penting dari semua itu.
Jeff melirik jika meja besar di sebelah mereka adalah kumpulan semua anggota La Costra Nostra dan para ketua yang berpengaruh. Jeff menajamkan indera pendengarannya dan berharap segalanya akan lebih mudah untuk dipahami.
"Aku tidak tahu bagaimana bisa Jeff terbunuh di dalam insiden tersebut? Apakah ada yang berniat untuk kudeta?" ujar Pedrosa, seorang pria dengan tampang buncit dan rambut ubanan dengan topi koboi.
"Aku sangat yakin banyak yang tidak puas dengan sikapnya. Lihat saja, kita bagaikan harimau tanpa taring dan cakar lagi. Semua orang tidak menghormati kita," ucap Lorenzo, pria dengan perawakan tinggi dan cerutu selalu terselip di bibirnya.
__ADS_1
"Aku bersyukur jika dia mati! Kalian tahu, Papa terlalu bodoh memilih Jeff daripada diriku!" umpat Dwinov Nostra, pria yang bertampang tampan dan kasar.
"Andaikan papa memberiku kesempatan, aku akan menghabisi semua musuh kita, hingga organisasi kita yang terus berkembang dan menguasai dunia bawah tanah dan pemerintahan.
"Bayangkan, keuntungan apa saja yang bisa kita miliki. Bukan seperti sekarang, kekuasaan kita terbatas! Semua itu karena siapa? Jeff Dimitri! Aku tidak suka dia memakai nama belakang keluargaku!" umpat Dwinov Nostra murka dan kesal.
Semua orang tahu, jika Dwinov Nostra tak pernah berkeinginan untuk memberikan tampuk kejayaan La Costra Nostra pada Jeffry Dimitri anak angkat ayahnya yang diambil dari panti asuhan.
"Kau benar! Dulu aku mendukung Jeff menjadi ketua karena dua memiliki kemampuan yan g sangat luar biasa untuk menghancurkan semua musuh! Siapa sangka … jika semuanya malah berbanding terbalik.
"Jika tahu begini, aku lebih memilih dirimu atau Dean Nostra. Tapi, mau bagaimana lagi? Sekarang jika kita melanjutkan keinginan Jeff itu artinya membunuh keadaan kita.
"Jika kita melawan dan kembali ke aturan lama, ini semakin kacau!" umpat Lorenzo, ia menyesap cerutunya dalam-dalam dan membuangnya kasar.
"Aku tidak mengerti apa yang kalian ributkan? Aku malah senang dengan keadaan ini. Aku bisa menikmati kehidupan normalku beserta anak dan cucuku!
"Apa yang membuat kalian tidak puas? Kita memiliki usaha masing-masing dan tak perlu repot untuk berurusan dengan pihak berwajib!" ujar Pedrosa, ia memandang semua sahabatnya.
"Kalian benar-benar gila! Aku ingin mundur jika itu yang kalian inginkan jangan khawatir! Lagian, aku sangat yakin jika Jeff Dimitri tidak tewas! Aku bingung, bagaimana bisa organisasi yang kita bangun bisa berantakan seperti saat Jovink masih menjadi ketua!
"Semua itu tidak sesuai dengan tujuan kita membentuk organisasi ini!" ujar Pedrosa, ia merasa marah.
Brak!
"Aku tidak suka cara bicaramu, menyalahkan Papaku Pedrosa! Kau tahu, siapa yang paling diuntungkan saat papa masih menjadi ketua?" hardik Dwinov Nostra, ia marah dan menggebrak meja.
Apa yang dilakukan oleh Dwinov Nostra membuat semua gelas sampanye dan piring berjatuhan.
"Kau baru anak kemarin sore Dwinov! Kau tidak tahu apa pun mengenai semua itu! Kau hanya melihat permukaan saja. Apakah kau tahu apa yang kita terima untuk membangun kehebatan dari sindikat La Costra Nostra? Kau masih anak-anak!
__ADS_1
"Jangan pernah menghandikku! Kau tahu, apa yang menjadi milikku itu murni milikku dan aku pun mencarinya dengan keringat dan semua itu halal, Dwinov. Berbeda dengan Jovink! Kau tidak tahu apa pun!" umpat Pedrosa murka.
Klik!
Dwinov langsung menarik pelatuk pistolnya dan berdiri mengarahkan senjata ke arah Pedrosa.
"Kau mau membunuhku? Bunuh saja! Kau kira aku takut, hah! Kau yang akan menuai semua kemarahan para penduduk Puerto Vallarta! Kau harus sadar di mana kau berdiri saat ini Dwinov! Ini masih daerah kekuasaanku!" ucap Pedrosa santai.
"Hahaha, apakah kau lupa? Jika semua kekuasaan La Costra Nostra adalah milik Papaku Jovink! Kau harus sadar kedudukan dirimu, Pedrosa, kau sama saja dengan Jeff.
"Kalian terlalu sok alim! Padahal tangan kalian pun telah banyak berlumur darah dan dosa!" umpat Dwinov, ia murka dan marah karena ekstensi Jovink sebagai papa dan mantan ketua La Costra Nostra dipertanyakan.
"Kau tahu, mengapa papamu itu bisa di puncak? Kau tidak tahu sejarahnya Dwinov dan apakah kau tahu papamu berada di puncak kekuasaannya karena siapa? Semua itu karena Jeff! Bukan dirimu!
"Kau hanyalah anak manja yang tak tahu apa pun! Dasar sialan kau!" teriak Pedrosa murka, ia pun berdiri begitu juga dengan semua pengawal Pedrosa dan pengawal Dwinov masing-masing saling menghunuskan pistol ke arah musuh mereka.
"Sudahlah, hentikan! Apakah kalian ingin perpecahan terjadi di dalam organisasi kita? Saat sekarang musuh kita pasti lebih bersemangat untuk menghancurkan kita karena Jeff sudah tak ada.
"Kita harus memikirkan hal itu. Kemungkinan Kubu Malcom, Jordan, Kent, dan Chien Zi akan senang mengetahui semua ini. Kita harus bersatu, jika mereka bersatu kemungkinan akan sulit untuk kita menang.
"Dwinov, apa yang dikatakan Pedrosa benar seharusnya kau menghormatinya. Bagaimanapun Pedrosa adalah seniormu. Dan kau, Pedrosa kau pun seharusnya masih menghargai Jovink," ucap Lorenzo.
Kedua pria di depannya langsung terdiam dan duduk kembali, para pengawal langsung memasukkan senjata mereka.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Lorenzo?" tanya Pedrosa, ia masih bingung dengan semua itu.
"Sebaiknya kita menanti dan menyusun kekuatan kembali agar bersiap-siap dengan apa yang terjadi. Kemungkinan Jeff masih selamat atau sebaliknya, tapi untuk menunggu hal itu. Kita harus memiliki strategi," ucap Lorenzo.
Dor! Dor!
__ADS_1
Suara tembakan bergema dari luar menembak para pengawal dari ketiga ketua yang langsung merunduk, semua pengunjung restoran bersembunyi di bawah meja dan berusaha untuk menembak beberapa mobil yang langsung memberondongkan senjata ke arah mereka, Loly dan Jeff pun melakukan hal sama.
"Bajingan! Siapa mereka?" teriak Pedrosa murka.