
"Bowen! Bertahanlah!" ucap Jeff, ia tak menyangka Bowen akan melindunginya dari pembunuhan yang dilakukan oleh sniper.
"Bangsat! Siapa mereka?" umpat Jeff, ia merasa mereka sudah terkepung.
"Ayo, kita tinggalkan tempat ini," ajak Frank, ia berjalan di depan Jeff dan Loly yang memapah Bowen.
"Maafkan aku Bowen! Mengapa ini kau lakukan?" ucap Jeff, ia tak mempercayai jika orang yang ingin membunuhnya malah menolong dirinya.
"Aku merasa jika kau tidak bersalah Jeff. Mungkin selama ini aku pun salah jika berpikir engkaulah yang ingin membunuh kami semua dan selalu memerintahkan yang tidak-tidak," balas Bowen.
"Aku sendiri tidak tahu, aku merasa Meksiko aman dan aku mengira semua yang di bawah perlindungan La Costra Nostra pun akan sama seperti Meksiko.
"Siapa yang menyangka jika semua itu tidak sesuai dengan harapan," ujar Jeff, "apakah kau masih bisa bertahan? Sebaiknya, kita akan mengobatinya dulu Loly?" ucap Jeff.
"Nanti saja, aku rasa aku masih bisa bertahan," lirih Bowen, ia langsung dipapah oleh Loly dan Jeff.
Loly mengikat luka Bowen dengan sobekan bajunya. Suara ledakan bergema dari rumah yang sudah terbakar habis. Jeff dan yang lain terus melangkah maju meninggalkan semua kekacauan.
"Apakah kalian mengenal siapa yang menembak itu?" tanya Frank pada keenam teman mereka yang lain.
"Kami tidak mengenalinya, mungkin Jeff mengenalinya!" ujar Javier.
Jeff melepaskan papahan tangannya dan berjongkok ke arah jasad yang sudah tewas tersebut. Membuka topeng di pria dan mencari identitas si penembak.
"Aku tidak mengenalnya! Apakah mungkin mereka memiliki sindikat dan kumpulan lain yang berbeda untuk mengelabui diriku," ujar Jeff, ia langsung mencari kartu identitas dan ponsel si pria tetapi ia sama sekali tak menemukan apa pun.
"Benar-benar bersih! Sindikat ini terorganisir … Mateo, apakah Pedrosa di balik semua ini?" batin Jeff, ia masih penasaran.
"Ayo, kita tinggalkan saja. Sebelum yang lain datang," ucap Frank.
Semua orang langsung berjalan menuruni undakan cadas bebatuan dan semak belukar untuk kembali ke kuda mereka, di sana, Loly dan beberapa teman mereka langsung mengobati luka Bowen.
Sementara para gadis masih melihat ke arah mereka dengan rasa penasaran. Loly menatap semua gadis setelah mengobati luka Bowen.
"Siapa para gadis ini?" tanya Loly penasaran.
"Mereka yang kami bebaskan dari dalam rumah mungkin mereka ingin mengadakan transaksi penjualan mereka. Tapi, bagaimana cara mereka menjual para gadis ini?" tanya Bowen, ia mengingat setiap peta di Denver dan sekitar pegunungan Rocky.
"Mungkin mereka membawa ke kota dan setelahnya mereka menggunakan jalur darat atau pelabuhan kita tidak tahu. Sebaiknya nanti kita tanyakan saat di Goldblack," ucap Frank, ia masih curiga jika masih ada seseorang sniper atau kawanan dari musuh yang masih mengintai gerak-gerik mereka.
__ADS_1
Jeff masih diam mengamati kegelapan di sekitar mereka, ia merasakan jika masih ada musuh yang bersembunyi.
"Frank, benar! Ayo, kita tinggalkan tempat ini. Akan sangat sulit melawan mereka dengan para gadis yang banyak di sekeliling kita," balas Jeff, ia kembali menaikkan tubuh Bowen ke atas pelana.
Mereka kembali berjalan dengan cepat, para gadis menaiki kuda yang lepas dari instal Mateo, seekor kuda membawa dua orang gadis.
"Gila! Banyak sekali gadis ini, ada sekitar 25 orang," ucap Loly.
"Ini, kami tinggal sedikit karena sebagian dari kami sudah mereka bawa tadi pagi, karena mereka mengatakan, 'Jika Alexander Dove terbunuh!' jadi mereka membawa sebagian dari kami tadi siang.
"Kemungkinan, besok pagi adalah giliran kami. Terima kasih, telah menolong kami, Nona dan Tuan-tuan semuanya," balas gadis berbaju biru yang sudah mulai koyak di sana sini akibat perlawanan dan lebam di sekitar pipi.
"Apakah mereka menyiksa kalian juga begitu?" tanya Loly penasaran.
"Ya, bahkan ada yang memperkosa kami," jawabnya sedih.
"Bajingan! Perlu dipotong tuh terongnya! Jika aku jumpa mereka aku akan meledakkan terong mereka, jangan khawatir!" balas Loly, ia berjanji akan melakukan hal itu nanti.
Walaupun ia tahu jika apa yang ingin dilakukannya mungkin bertentangan dengan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan peraturan.
"Terima kasih! Tapi, mereka sangat kuat, bukan itu saja, mereka juga memiliki seorang wanita hebat sepertimu yang pintar berkelahi," ujar gadis tersebut.
"Oh, benarkah? Hm, apalah artinya sebuah kehebatan jika digunakan untuk sebuah kejahatan," balas Loly, ia tersenyum.
Ngiikk!
Suara kuda bergema seakan mengetahui jika di depan ada musuh yang sedang menanti, "Berhati-hatilah! Ada musuh di depan!" ucap Jeff, ia memutar kudanya untuk mengalihkan perhatian musuh.
"Ayo, para gadis, bersembunyilah di balik batu dan pepohonan! Jangan bersuara!" teriak Bowen, ia langsung menyuruh para gadis untuk turun dari kuda dan bersembunyi membiarkan kuda berlarian entah ke mana.
"Bajingan!" umpat Loly yang turun dari pelana kuda dan melesat bersembunyi ke balik pepohonan.
"Jeff! Apakah dia sudah gila?!" umpat Loly, ia melihat Jeff memqcu kudanya dan terus berlari ke arah pepohonan dan melemparkan sesuatu.
Duar! Duar!
Ledakan terjadi di depan Jeff, ia melesat dari atas pelana kuda dan menembak semua orang. Desingan tembakan saling balas semakin terjadi, Jeff melesat secepat kilat kala dari satu pohon ke pohon lain dengan tembakan di tangannya.
"Sialan! Peluruku habis!" umpat Jeff, ia menyimpan pistolnya dan bergerak dengan cepat menarik salah satu musuhnya dan mematahkan batang leher dan mengambil senjata apinya.
__ADS_1
Dor! Dor!
Tembakan kembali terjadi, hingga Jeff berhasil membunuh beberapa orang musuh, tetapi Jeff tak mengenali siapa mereka hingga mereka pun kabur meninggalkan mereka semua.
Jeff terdiam, ia melihat beberapa gadis terluka, "Apa yang terjadi pada mereka?" tanya Jeff tak mengerti.
"Sepertinya musuh sengaja ingin membunuh mereka, kemungkinan mereka mengenali siapa yang sering berkunjung," ujar Frank.
"Oh, Tuhan! Jadi, apakah ada yang selamat?" tanya Jeff bingung.
"Sekitar 10 orang selamat tapi terluka 3 dan tewas 15 orang," ucap Frank.
"Oh, Tuhan! Sebaiknya kita akan menguburkan mereka," ucap Jeff, ia memandang para mayat gadis dan para musuh.
"Sebaiknya tidak usah! Aku tak ingin jika musuh akan kembali. Lagian, aku sudah menghubungi polisi setempat untuk kemari," balas Bowen.
"Oh, syukurlah! Ayo, kita pergi!" ajak Jeff.
Semua orang bergerak pulang ke Goldblack, pagi hari mereka tiba di Goldblack semua orang berbondong-bondong menyongsong mereka.
"Puji Tuhan! Akhirnya kalian selamat!" ujar Nyonya Smith.
"Ya, kami selamat Matilda! Tapi, para gadis ini terluka, aku harap kalian menolongnya," ucap Frank.
Mereka membawa para gadis memasukkannya ke puskesma yang sudah penuh dengan orang yang terluka, hingga pendeta George menyuruh menggunakan ruangan gereja.
Loly dan Jeff masih mengawasi mereka semua dan Jeff masih mengingat jika Mateo bagian dari semua rencana untuk membunuhnya.
"Apa yang harus kulakukan? Aku ingin kembali ke Meksiko!" batin Jeff, ia sudah terlalu lama di Goldblack.
"Nih, minumlah …," ujar Loly, ia memberikan secangkir kopi panas pada Jeff dan seiris hotdog.
"Terima kasih," balas Jeff, "Loly, aku rasa aku akan kembali ke Meksiko. Aku harap kamu di sini saja," ucap Jeff.
Jeff tak ingin jika Loly terluka, sehingga ia tak ingin membawa Loly, "Apa?! Kau ingin meninggalkanku? Tidak! Aku akan ikut denganmu Jeff!" ujar Loly, ia tak ingin ditinggal.
"Tidak Loly, aku tidak tahu siapa musuhku. Jadi, aku tidak ingin membahayakan hidupmu," ucap Jeff.
"Tidak, Jeff! Aku akan ikut, aku tak peduli. Lagian, di sini pun aku tidak tahu bagaimana kedepannya hidupku. Jadi aku pikir alangkah lebih baik jika aku pun ikut denganmu," balas Loly.
__ADS_1
"Loly … aku mohon!" pinta Jeff.
"Tidak! Sekali tidak itu artinya tidak!" balas Loly.