
"Sudahlah! Lihat saja beberapa menit lagi," ucap Loly, ia hanya tersenyum.
Loly menghitung di dalam hati akan kejutan yang akan diperlihatkan olehnya kepada Jeff yang masih mengernyitkan kening menatap istrinya dengan sejuta pertanyaan di benak.
"Apa maksudmu? Katakan? Sebelum aku akan membunuh kamu! Jangan kau kira aku tak bisa membunuh kalian, hah!" hardik pria tersebut.
Pria tersebut tersenyum dengan puas karena berhasil menangkap Jeff dan Loly, akan tetapi ia merasa jika wanita di depannya terlihat begitu santai dan tidak takut sama sekali membuatnya penasaran.
"Akhirnya, aku bisa meringkus ketua La Costra Nostra yang hebat.
Cuih! Jeff si tangan besi … kau tak lebih seperti sapi ompong yang kehilangan kekuatanmu!
"Keluarga Montes sangat hebat melakukan semua taktik untuk menghancurkan kalian," ujarnya bangga, "siapa sangka begitu mudahnya menghancurkan ketiga kakak beradik Nostra dengan menggunakan seorang wanita bodoh! Yang tak lain adalah Miranda Fernandez!" umpatnya.
"Jika dia terang-terangan melawan Nostra, aku sangat yakin dia tak akan pernah berhasil seperti sekarang. Aku akui jika taktik dan tipu muslihatnya sangat hebat.
"Tapi, bagiku dia tak lebih baik dari seorang pecundang yang memalukan! Jika aku jadi mereka lebih bagus aku memakai rok saja! Wadam pun tak akan pernah berbuat curang seperti yang dilakukan Montes dan semua kaki tangannya.
"Jika aku jadi kau! Aku tidak akan pernah merasa bangga! Aku malah malu karena kemenangan yang aku peroleh tak lebih dari hasil tipuan memalukan!" geram Jeff.
Jeff tak menyukai cara musuhnya menghina papa, mama, dan kedua pamannya. Jeff berang dan ingin menerkam lawannya, ia meras angin mencabik-cabik musuh di depannya menjadi serpihan kecil.
"Hahaha, kau marah? Silakan! Kau pikir aku takut padamu? Tidak akan pernah!" ketusnya.
"Bajingan, Kau!" umat Jeff, ia ingin melesat menyerang ke arah pria tersebut.
"Jeff, tenanglah! Tidak usah membuang-buang trnangami! Lihat dan perhatikan saja!" tegas Loly, ia tak ingin suaminya sia-sia melakukan perlawanan pada musuh mereka.
"Loly, apa maksudmu? Ini bukan teka-teki silang! Aku ingin kamu bicara yang jelas dong?" pinta Jeff bingung.
__ADS_1
"Ya, ampun! Jika aku bilang tunggu! Ya, tunggu saja, Sayang. Kamu semakin cerewet!" ujar Loly.
Pria tersebut langsung ingin mengokang senjata kepada Loly, akan tetapi bruk! Semua musuh langsung jatuh terkapar tanpa tahu apa penyebabnya. Mereka kejang-kejang dengan mulut berbusa dan langsung tewas seketik.
"Loly, apa yang terjadi? Apakah kamu terluka?" tanya Jeff, ia mendekati Loly.
Jeff masih menatap ke arah musuh yang tewas di sekeliling mereka, Loly hanya menguap dan tersenyum. Ia merasa geli melihat Jeff yang masih kebingungan dan mengambil senjata juga walkie talkie yang dipakai musuh yang masih bersuara seakan memanggil mereka.
"Rasain! Apa kalian kira mudah menaklukkan wanita? Kalian tidak mempercayai jika wanita hamil selalu dilindungi Tuhan dengan mengirimkan malaikat-Nya!" damprat Loly, ia geram dan masih mengantuk.
"Loly, apakah mereka menyentuh tumbuhan beracun begitu?" tanya Jeff, ia masih penasaran dengan semua itu.
"Apa?! Bukanlah! Aku yang sengaja meracuni mereka dengan jarum beracun," ujar Loly, ia tersenyum santai.
"Apa?!" Jeff terperangah, ia tak menyangka jika Loly bisa menjadi begitu mengerikan.
Jeff masih terbengong menatap istrinya, ia tak menyangka jika Lolyamou melakukan semua pembunuhan dengan begitu luar biasa tanpa perlu menghabiskan tenaga.
"Ayo, kita tinggalkan mereka! Aku tidak ingin jika musuh lain akan datang dan kembali mengancam kita!" ucap Loly, ia tersenyum.
Jeff mengikuti ajakan Loly dan merasa jika istrinya benar-benar luar biasa mengerikan. Jeff tak habis pikir dengan apa yang bisa dilakukan istrinya dengan begitu kejam.
"Untung bukan aku musuhnya, jika aku musuhnya wah, bisa mengenaskan!" batin Jeff, ia menggelengkan kepala kagum bercampur ngeri.
"Sayang, dari mana kamu belajar hal seperti itu? Mengerikan!" ucap Jeff, ia sama sekali tidak pernah menggunakan hal itu, ia hanya menggunakan kekuatan dari otot, pikiran, dan senjata.
Jeff tak pernah berpikir untuk berlaku curang pada musuh atau siapa pun, sehingga ia tak pernah belajar yang aneh-aneh.
"Papa! Maksudku Papa Jodie selalu mengajarkan aku melakukan semua itu. Tapi baru kali ini aku menerapkannya, karena … aku sudah berjanji agar tidak sering menggunakan semua itu jika tidak terdesak.
__ADS_1
"Aku rasa, musuh kita pun curang memakai steroid aku rasa tidak ada salahnya jika aku pun melakukan semua itu!" ucapnya santai.
"Ya, kamu benar juga sih! Mereka juga terlalu curang, aku rasa tidak salah jika kita pun melakukan hal itu, menyebalkan bukan?" ucapnya.
"Ya. Um, Sayang … kita ke arah mana?" tanya Loly, ia merasa fajar telah menyingsing akan tetapi mereka masih tersesat di dalam hutan.
"Um, tunggu dulu!" kata Jeff, ia mengeluarkan kompas dari balik bajunya dan mencari jalan keluar.
"Aku rasa, kita pergi ke arah sana saja! Di sana arah Barat, bukankah kita dari Barat datang kemari?" lanjutnya.
"Ya, kamu benar. Ayo, aku lapar!" lirih manja Loly, ia merasa sejak hamil ia kerap merasa lapar.
"Hm, sabarlah Sayang. Aku akan berburu sejenak sambil berjalan," balas Jeff tersenyum.
Ia langsung berjalan dengan menggandeng tangan istrinya. Di perjalanan Jeff menangkap seekor rusa kecil dan langsung memanggangnya.
Loly makan dengan lahap dan tersenyum, ia merasa begitu bahagia ia tak menyangka jika suaminya begitu luar biasa. Keduanya makan dengan cepat dan kembali melanjutkan perjalanan.
"Sayang, apakah itu sebuah gedung? Apakah itu bangunan musuh? Bagaimana mungkin?" ucap Loly, ia merasa jika mereka berdua tersesat di benteng Dark.
"Sial!" balas Jeff, ia masih memeriksa peluru dan senjatanya yang tanggung, ia tak menyangka akan menghadapi bahaya yang lebih besar lagi, ia berharap jika mereka sudah sedikit aman untuk keluar dari benteng Dark dan pulau Queen Bay.
"Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus kabur atau kita mendekati bangunan itu?" tanya Loly pada Jeff.
"Entahlah! Kita hanya berdua dan musuh kita, aku tidak bisa memprediksikan sebanyak apa! Akan tetapi, jika kita kabur sama saja kita sia-sia kemari.
"Apalagi, Roberto dan yang lain juga sudah mati dengan sia-sia. Aku tak ingin perjuangan mereka akan percuma. Mereka sudah mengorbankan nyawa dan tak lagi bisa kembali," ucap Jeff, ia membayangkan Greg, Roberto, dan semua anak buahnya yang telah tewas tanpa bisa dimakamkan secara layak.
"Kalau begitu, mari … kita kunjungi mereka. Tapi, aku rasa sebaiknya malam saja, aku takut jika mereka pun membuat jebakan di sekitar sini. Kita sudah tak memiliki drone!" ketus Loly, ia merasa semakin kacau terdampar di pulau Queen Bay dengan segala keterbatasan mereka.
__ADS_1