
"Apa yang kulakukan? Apakah kau tidak melihat, jika aku sedang memeriksa luka kamu ini? Memang kau tidak pernah diperiksa oleh dokter atau perawat?
"Dasar cerewet! Diamlah! Jika kau ingin sembuh. Jika kau masih ribut, aku akan menyuntik mati dirimu!" ancam Lalita.
Deg!
"Sadis banget gadis ini?" batin Jhon memeriksa cincin kawin di jari manis wanita tersebut.
"Oh, syukurlah wanita ini masih gadis!" ujar batin Jhon, untuk pertama kalinya seorang Jhon bahagia mendapati seorang wanita yang masih gadis.
Jhon hanya diam menikmati wajah Lalita yang cantik, "Um, terima kasih. Bagaimana dengan temanku? Apakah dia sudah siuman?" tanya Jhon, ia menatap Jodie yang masih tidur.
"Dia malah sudah sadar dari dua hari yang lalu. Dia bicara pada ibuku dan bertanya banyak hal," jcpa Lalita.
"Oh, um … siapa nama kamu?" ucap Jhon, ia seakan-akan ingin mengenal Lalita lebih dalam lagi.
"Apakah itu perlu? Sudah! makanlah buburmu!" ucap Lalita, "jangan lupa obatmu sekalian! Aku akan pergi ke rumah sakit. Um, Ibuku akan pulang sebentar lagi, dia yang akan merawat kalian!" ucap Lalita.
"Oh, apakah kamu butuh diantar?" tanya Jhon dengan bodohnya.
"Tidak perlu! Kau akan membuatku semakin repot. Sembuhkan dulu lukamu," umpat Lalita, ia langsung meninggalkan keduanya.
"Apakah aku perlu mengantarmu? Yang benar saja! Dengan selang di tubuhmu itu? Kamu malah mirip robot tahu!" sindir Jodie, ia berpura-pura tidur.
Jodie mendengarkan semua obrolan Jhon dan Lalita membuatnya rindu akan Miranda.
"Sialan!" umpat Jhon malu.
Seminggu kemudian Jhon dan Jodie sembuh bersama Lalita dan Myra kedua pria tersebut langsung menyelidiki Jovink dan Papito tanpa diketahui Myra dan Lalita.
Namun, kerusuhan semakin kacau dengan mengatasnamakan La Costra Nostra merusak banyak instansi pemerintahan dan memeras di sana sini, hingga Jodie dan Jhon semakin tak bisa ke mana pun.
Jodie yang seorang dokter membantu Myra untuk keliling dan melindunginya dari orang jahat, jika Myra pergi untuk menolong semua orang. Jodie menyamar menjadi Jodie Thompson atau terkenal dengan Jodie Crown.
Lalita dan Jhon semakin dekat dan keduanya diam-diam pacaran. Pada tahun 1991, Jodie kembali ke Tijuana dan melihat jika kastil La Costra Nostra sudah hancur dan orang-orang mengatakan, "Jika Miranda kabur dan tewas.".
__ADS_1
Jodie menangis sesenggukan di depan kastil La Costra Nostra, "Miranda … mengapa? Mengapa kau pergi?" lirih Jodie.
Jodie kembali ke Denver pada tahun 1991 karena mengira Miranda tewas, ia semakin gencar untuk mencari kebenaran dan membantu Myra menjadi dokter keliling, ia sama sekali tak tertarik pada wanita mana pun.
Pada tahun 1993 ia mendengar jika Joey tewas di sebuah bar di Denver. Saat Jodie dan Jhon ke sana ingin mengambil mayat Joey, Jovink yang mengambilnya hingga Jodie dan Jhon hanya melihat dari kejauhan dan bersembunyi.
"Jodie, aku tidak tahu apa yang telah merasuki Jovink. Aku rasa, kita cukup melihat saja dulu, dan mencari kebenarannya," usul Jhon.
Jodie hanya menganggukan kepala dan berlinang air mata, ia tak menyangka jika Joey akan tewas begitu mudah di bar Denver tanpa kejelasan yang pasti.
Jhon dan Jodie mengikuti prosesi pemakaman Joey dari balik pepohon di salah satu pemakaman di San Juan Puerto Rico di mana Joey selalu meminta untuk di makamkan di sebuah bukit kecil di sekitar pantai San Juan karena dia selalu menghabiskan waktu di sana dari kecil.
Setelah Jovink dan pasukannya pergi, Jhon dan Jodie menghampiri makam adiknya dengan setangkai bunga matahari.
"Istirahatlah dengan damai, Saudaraku! Sudah usai semua perjuangan dirimu," lirih Jodie, ia memberikan bunga dan menyiramkan sebotol sampanye di atas kuburan Joey.
Keduanya kembali ke Denver. Pada tahun 1994, Jodie kembali ke Puerto Rico. Ia ingin mengetahui kebenaran jika Jovink telah menikahi Miranda.
Lagi-lagi Jodie melihat kekasih hatinya telah hamil besar dan menggendong seorang bayi yang masih berumur 7 bulan.
Jodie kembali mencari informasi mengenai bayi siapa yang berumur 7 bulan tersebut. Ia berusaha untuk mendekati La Costra Nostra, hingga Mama dan Jodie bertemu.
"Apa? Joey? Joey dan Miranda?" batin Jodie, ia tak menyangka begitu kacau.
"Mama, benarkah Joey dan Miranda?" tanya Jodie pada Mama yang bertemu di pusat pasar tradisional.
"Iya, Tuan!" Mama langsung menceritakan segala kejadian dan jebakan orang yang tak dikenali telah membuat banyak kekacauan.
"Jadi, setelahnya Jovink menikahi Miranda?" tanya Jodie, ia semakin merasa perih mengiris jiwa.
"Ya, Tuan!" kembali Mama menceritakan banyak hal.
"Baiklah, Mama! Aku mohon, jagalah Miranda dan bayinya. Satu hal, jangan pernah katakan pada siapa pun jika aku masih hidup. Biarlah, Miranda dan Jovink bahagia dengan anak Joey dan anak mereka.
"Aku tak masalah! Aku hanya berharap Jovink benar di dalam mewujudkan cita-cita kami, kala membangun La Costra Nostra," ucap Jodie.
__ADS_1
Jodie dan Mama berpisah dan tidak pernah bertemu lagi dari tahun 1994 sebelum kejadian Miranda diasingkan dan ditangkap oleh Papito (Pedrito Montes).
"Semoga kalian berbahagia …," lirih perih Jodie meninggalkan Puerto Rico.
Jodie membawa luka dan perih hatinya akan putus cinta ke berbagai kota dan negara di Amerika juga Meksiko sebagai dokter keliling dan mencari kebenaran akan banyaknya kekacauan yang dilakukan oleh Jovink.
Jodie diam-diam tanpa Jhon sadari sering pulang ke Puerto Rico hanya sekedar menatap kekasih hatinya dari kejauhan. Jodie melihat jika Miranda begitu bahagia di sisi Jovink.
"Syukurlah, jika kamu bahagia Miranda. Terima kasih, Jovink …," lirih Jodie meninggalkan keduanya.
Akan tetapi, pada tahun 1995 Jodie tak lagi pernah pulang ke Puerto Rico kala Mama mengatakan, "Tuan, Nyonya Miranda … telah tewas!" ujarnya dengan derai air mata.
"Apa?!"
Mama menceritakan kisah pilunya, ia hanya tahu kala sadar Jovink mengatakan, "Miranda telah tewas, kuburannya di samping Joey! Uruslah Dean dan Dwinov, Mana!" ucap Jovink.
"Ini Dwinov dan ini Dean, Tuan!" sela Mama.
"Kau tahu apa? Aku ayahnya, jika aku katakan itu berarti begitulah adanya!" ketus Jovink.
Mama terdiam, "Ingat, Mama! Jangan pernah kau membicarakan banyak hal pada siapa pun. Jika kau masih ingin hidup!" ancam Jovink.
***
"Begitulah, Tuan Jodie!" ujar Mama.
"Baiklah!" balas Jodie, ia menziarahi makam Miranda di samping makam Joey.
"Semoga engkau istirahat dengan tenang di sisi Tuhan, amin!" lirih Jodie, ia menyematkan setangkai mawar putih di makam Miranda dan bunga matahari di makam Joey.
Jodie semakin tak peduli dengan perkembangan semua jaringan La Costra Nostra dan kegiatan mereka yang mengerikan. Jodie hanya mencoba untuk membersihkan segala kekacauan yang dibuat adiknya Jovink di sana sini.
"Bajingan, kau Jovink? Apa maksud semua ini? Kau sudah terlalu jauh melangkah!" umpat Jodie.
Jodie menolong semua korban Jovink dan La Costra Nostra. Jodie membeli sebuah tanah dan menamainya The Goldblack untuk para korban La Costra Nostra yang dilakukan sang adik.
__ADS_1
Pada tahun 1989, Jodie mulai menyerang dan membuat organisasi kecil sebagai Robin hood yang mencuri dari La Costra Nostra dan memberikan pada semua korban bersama dengan Jhon.