
"Bowen, terima kasih! Telah menjaga Adam dan diriku, aku tidak bisa membalasnya," lirih Diana, ia menggenggam tangan Bowen.
Diana merasakan kesedihan tetapi, ia juga merasa tak terlalu mengerikan karena Bowen begitu baik mirip dengan Adam suaminya yang sabar merawat dirinya dan putra warisan Adam.
"Sudahlah, Diana! Aku akan menjagamu dan Adam, seperti janjiku pada Adam senior. Lagi,n kamu adalah putri sahabatku, jadi aku kira … tak ada yang perlu dibayar dengan apa pun.
"Aku ikhlas menolong dan menjaga kalian berdua, siapa tahu … kelak malah aku yang kalian rawat … hahaha, kau tahu, aku sudah tidak memiliki siapa pun hanya kalian," ujar Bowen tersenyum.
"Aku dan Adam pasti merawat dirimu Bowen, apa pun yang akan terjadi qodamu!" bisik Diana, ia menatap wajah Bowen dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih, Diana!" balas Bowen mengecup kening Diana, ia membelai rambut Diana hingga tertidur.
Bowen meninggalkan Diana, ia kembali melihat Jeff, Dwinov, dan Lorenzo pasangan mereka masing-masing tertidur di sisi dengan menggenggam tangan dengan bersandar pada kursi.
"Bowen, apakah Diana sudah tidur?" tanya Jeff, ia menatap ke arah Bowen.
"Sudah, Jeff. Um, bagaimana dengan lukamu?" tanya Bowen, ia mengambil kursi di sebelah brankar Jeff dan Lorenzo.
"Ya, sudah lebih baiklah! Terima kasih sudah menjaga Diana," balas Jeff.
"Ya, sama-sama. Bukankah kita semua teman dan keluarga jadi, aku kira kita memang harus saling menjaga. Hm, apa rencana kamu sekarang ini?" tanya Bowen, ia ingin mengetahui banyak hal.
"Aku ingin tahu, apa yang kamu rencanakan?" tanya Bowen.
*Aku rasa … aku akan pergi ke Tijuana dan ke benteng Dark, aku rasa mereka menyembunyikan sesuatu di sana. Walaupun aku sendiri tidak tahu apa yang mereka sembunyikan di sana," ujar Jeff.
"Hm, ya … kamu benar. Semakin kemari rasanya semakin banyak hal yang sulit diterima dengan nalar, jika hanya balas dendam. Aku rasa tidak separah ini, apakah mungkin mereka ingin menghancurkan La Costra Nostra begitu?
"Tapi, tujuan dan latarnya apa? Apakah jika La Costra Nostra tetap ada mereka semakin takut jika kalian akan menentang mereka begitu?" tanya Bowen, ia mulia mencoba untuk berpikir secara logika.
"Aku rasa. Saat di El Salvador aku dan Dwinov menemukan ada yang aneh, senjata rahasia mereka mampu meledakkan suatu tempat dengan begitu dahsyat dan membakar hutan.
__ADS_1
"Apakah mereka sedang membuat senjata rahasia sehingga berkeinginan untuk menguasai dunia? Aku rasa itu hal mustahil tapi mungkin juga.
"Aku tak mengerti bagaimana mereka berniat untuk itu? Jika semua hancur apakah mereka juga bisa makan?" ujar Jeff.
"Bisa jadi, mereka menciptakan virus dan penangkalnya sehingga seluruh negara di dunia bergantung kepada mereka. Jika itu benar terjadi, kita harus memburu dan membunuh orang-orang seperti itu!" ucap Bowen.
"Ya, kamu benar!" balas Jeff.
"Tolong! Jangan! Jangan! Jangan sakiti mereka! Mereka tidak bersalah!" teriak Lorenzo, menjerit-jerit ingin minta pertolongan.
Jeritan Lorenzo membuat semua orang terbangun dan dokter langsung menekan suntikan pemenang.
"Ada apa? Ada apa dengan Enzo?" tanya Jodie lari tergopoh-gopoh.
"Jodie, kemungkinan secara permanen semua ingatannya kembali muncul. Namun, aku rasa ingatannya sangat mengerikan. Aku sudah memberinya obat penenang, aku takut seperti yang kau prediksikan …," balas Dokter Abraham.
"Sial, jadi mengenai virus itu benar adanya? Jadi, mungkin informasi yang ingin diberikan Lorenzo pada Joey mungkin mengenai itu dan dia sebagai kelinci percobaan bersama Pedrosa.
Katakan yang jelas Pa, ada apa sebenarnya?" tanya Jeff penasaran.
"Selama ini aku mendengar jika kelompok La Costra Nostra palsu itu sedang membangun suatu benteng dan menciptakan virus yang mengerikan untuk menguasai dunia.
"Sehingga mereka membutuhkan dana. Makanya mereka melakukan penyelundupan perdagangan narkoba, senjata, dan trafficking. Semua dana hasil dari yang mereka lakukan hanya untuk membiayai pembuatan virus gila itu.
"Aku tak percaya! Aku tidak merasa Jovink segila itu. Namun, kini aku sadari jika itu bukanlah Jovink. Maka, itu semakin jelas! Aku rasa kita harus menyelidiki ke Tijuana dan San Fransisco yaitu : Benteng Dark.
"Sayang sekali Enzo, seperti itu! Dia sangat hebat di bidang penyamaran dan mencari informasi. Namun, sebelum kita melakukannya aku ingin, Dwinov dan Isabel, Dean dan Joana, dan aku ingin menikahi mama kalian!
"Bagaimana menurut kalian, Nak? Aku tidak ingin jika kita mati dosa itu semakin kacau dan parah!" ucap Jodie, ia memandang ketiga anaknya.
"Aku setuju, Pa! Aku tidak ingin jika anakku lahir tanpa kejelasan siapa Papa anakku.
__ADS_1
"Selain itu, aku ingin Dwinov dan Dean ke Swiss, untuk membuka brankas atas nama kalian. Apa yang sebenarnya ditinggalkan Joey dan Dwinov.
"Sedangkan milikku aku berikan pada Loly, tapi tidak ada rahasia selain kisah lama dan foto-foto kenangan siapa Jhon dan kamu semua. Selain itu, jika aku mati Loly meminta bantuan pada sindikat-sindikat kecil di setiap kota untuk menghancurkan La Costra Nostra yang kejam," ucap Jodie, ia memandang ke arah Jeff.
"Maafkan, aku Jeff! Aku tidak tahu jika kamu ada hingga aku memberikan semua warisanku pada Loly," ujar Jodie malu.
"Tidak apa-apa, Pa! Loly juga sudah menjadi istriku, tak masalah soal itu!" balas Jeff tersenyum.
"Cepatlah sembuh! Tapi, kita hanya menikahkan kalian secara tertutup dan beberapa hari kemudian kita akan menyiarkannya secara live di sebuah TV aku tidak ingin jika musuh datang dan membantai kita semua di saat kita tidak siap.
"Bercermin dari apa yang telah terjadi pada John dan Lalita," ujar Jodie, ia mengenang kisah tragis tersebut.
"Iya, Pa. Aku rasa tidak masalah," balas Dean dan Dwinov.
"Aku dan Loly akan mengembalikan cincin kalian," ujar Jeff.
"Tidak, Nak. Anggaplah itu hadiahku dan Miranda untuk kalian berdua. Aku ingin kalian berdua lah yang meneruskan kisah cinta itu," ucap Jodie tersenyum bahagia.
"Terima kasih, Pa!" balas Jeff dan Loly bersamaan.
Sebulan kemudian ….
Acara pernikahan ketiga pasangan tersebut digelar di Puerto Vallarta di sebuah Gereja kecil Jodie menggendong Miranda dan mengucapkan janji dengan penuh haru dan Isak tangis kala keduanya saling berciuman.
Menyusul Isabel dan Dwinov, dan Dean juga Joana. Lorenzo sedikit membaik, Diana hadir bersama dengan Bowen yang menggendong bayi Diana.
Ketiga pasangan pengantin mengenakan baju putih bagi mempelai wanita dan baju berwarna hitam untuk pengantin pria.
Semua kebahagiaan terpancar jelas di mata mereka. Mereka berfoto bersama dengan penuh kasih sayang dan penghargaan juga cinta.
Setelahnya mereka makan dan berdansa. Akan tetapi, kerusuhan kembali di Puerto Vallarta membuat acara segera selesai dan mereka tak ingin terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan.
__ADS_1
"Ayo, kita lihat! Siapa yang telah membuat kekacauan!" umpat Jeff murka.