
"Ya, aku ingin sebuah kebenaran? Jika kamu membunyikannya, kau tahu sebelah tanganku di bawah meja ini akan menembakmu! Aku tidak peduli jika terjadi keributan di sini," ancam Jeff, ia merasa gila tanpa mempedulikan keselamatan dirinya dan Loly.
"Hahaha, Tuan … Anda terlalu berani di kandang musuh! Apakah Anda tahu jika musuh telah mengitari semua kasino dan hotel ini," ancam si wanita tersebut.
"Aku tahu, tapi … aku tidak peduli! Jangan terlalu terlena … jika La Costra Nostra hilang selama ini. Bukan kami musnah tapi, kami sengaja untuk menghilangkan diri kami!
"Begitu mudahnya kami muncul begitu mudahnya kami menghilang. Jadi, katakan atau … kalian ingin semua pengawal dan hotel ini hancur?
"Aku sangat yakin, Pablo Montes dan kaki tangannya akan bingung karena kami berhasil menyergap mereka.
"Jangan lupa, Dan Fransisco adalah basis ketiga setelah Tijuana? Jadi, hehehe kau bodoh! Jika masih melindungi musuhmu!" balas Jeff, ia sengaja mengaduk-aduk hari sang bartender tersebut.
"Aku yakin, Loly tahu apa yang akan dilakukannya! Seperti kata papa, 'Jika Paman Jhon adalah pria yang sangat hebat, aku pun merasa jika putrinya pun akan demikian," batin Jeff, ia tersenyum penuh dengan hawa mematikan bak seekor ular Derik di padang tandus.
Sang bandar berpikir dan masih menyebarkan kartu ke arah Jeff, ia beruntung karena ia ingin bermain tunggal hanya dengan mengalahkan bandar.
"Sial! Mengapa tidak ada pemain yang masuk kemari? Apakah pria ini benar-benar seorang Nostra, hingga ia telah menguasai semua pengawal kasino ini?" batin Bandar ciut, ia berusaha untuk terlihat biasa saja dan tidak tegang.
"Baiklah, um, jika Anda pintar … ikuti saja petunjuk kartu saja! Maka anda akan dapat!" ujar Bandar cantik tersebut.
Namun di bawah meja ia berusaha untuk menekan tombol alarm, "Percuma Nona, aku sudah mengacaknya!" ucap Jeff, "aku harus berterima kasih pada ide Dean dan buatan Bowen juga Dwinov, hebat!" batinnya.
Sang bandar memberikan kartu 1, 7, 3, 3, 7, 6, 1, 6. Jeff kembali memasang taruhan, ia tersenyum puas, "Anda sungguh luar biasa, Nona! Aku menang tipis! Tapi, lumayanlah, aku bisa membawa istriku makan malam romantis di Queensland (17337 616 \= Queen bay)."
Jeff langsung mengambil kepingan koin kemenangannya dan membawa ke kasir, begitu juga dengan Loly yang berhasil mengeruk $ 12.000 koin.
Sang bandar terperanjat ia tidak mempercayai jika dia memberikan 3 angka terakhir adalah tipuan, Bandar terdiam, ia langsung mencoba untuk mengumpulkan kartu dan mencoba mencari penjudi lain.
"Wow! Ternyata kamu Dewa Judi? Ya, Tuhan … aku baru sadar telah menikahi reinkarnasi seorang Dewa Judi," keluh Jeff, ia terpesona dengan koin di gendongan istrinya.
"Hehehe, aku akan mentraktirmu, Sayang. Jangan khawatir! Tapi, kamu harus memuaskanku?" balas Loly memberikan ciuman jarak jauh pada suaminya di sisinya.
__ADS_1
Dengan lipstik merah merona bak wanita penghibur yang kesepian, bruk! Jeff hampir jatuh terpeleset melihat bibir seksi istrinya begitu mengundang hasratnya.
"Sial! Kenapa harus sekarang sih? Coba semalam-malam aku pasti akan membuat minyak rambut untuk debay!" sungut Jeff, ia menggaruk kepala atas, ia ingin menyentuh kepala bawahnya tapi dia malu.
"Hiper banget!" batin Jeff malu.
Jeff hanya membawa $ 100 koin. Jeff merasa tertawa, ia tak menyangka jika dirinya bisa begitu bodoh di dalam berjudi.
"Kau tahu, ini belum seberapa? Papa lebih keren! Kami pernah tidak makan di Texas saat aku kecil dan papa menguras seluruh mesin jackpot, di kasino Texas. Kami kaya mendadak! hahaha," kenang Loly, ia tertawa berbinar,
"Kau tahu, Sayang … aku sudah dua hari tidak makan karena pelarian, aku tidak tahu mengapa kami lari! Papa mengemis demi sebotol susu pada seorang petani miskin.
"Kamu tahu Sayang, Papa tidak makan tiga hari, aku masih makan seiris roti basi dan sejumput susu yang harus bagi 5 satu gelas dengan putrinya.
"Kau tahu siapa mereka? Mereka adalah Siena dan Nyonya Matilda yang baik! Dia rela membagi 1 gelas susu demi aku dan keempat anak Matilda.
"Pada saat itu Nyonya Matilda masih muda dan cantik dia punya satu putri Siena, yang lain anak adopsi. Suaminya Tuan Smith meninggal.
"Papa kasihan, dia mengajakku melihat kasino dan bertanya, 'Bolehkah Papa berjudi?' papa menatapku dan merogoh sakunya yang hanya $ 0,025 sen mengerikan bukan?
"Oh, Tuhan Sayangku! Hebatnya kisah kalian," peluk Jeff bangga pada ayah dan istrinya.
"Tapi, papa dan aku berjanji untuk tidak berjudi kecuali untuk sesuatu hal yang mulia. Papa tidak ingin yang punya kasino bangkrut! Hahaha," derai tawa Loly terdengar begitu seksi.
"Oh, ya? Wah, kamu hebat! Sepertinya kau lebih cocok jadi Putri ayahku!" keluh Jeff tersenyum.
"Ya, dan kamu lebih cocok jadi putra ayahku, kau sangat jangkung!" sindir Loly, ia menjulurkan lidah.
"Apakah ini mau ditukar semua Nyonya?" tanya kasir.
"Tentu saja!" balas Loly, "begitu juga dengan koin suamiku!" lanjut Loly.
__ADS_1
Kasir langsung memproses segalanya dengan cepat hingga selesai, keduanya keluar dari kasino dengan tersenyum. Mereka memasuki diskotik di ruang bawah tanah hotel, mereka melihat banyak kemewahan dan luar biasa.
Hingga mereka berdua berdansa, "Loly, hati-hati di belakang kita akan arah jam 12 dan 4 beberapa pria penguntit sedang mencoba untuk membekuk kita," ucap Jeff.
Mereka melihat jika ada penguntit di belakang mereka membuat keduanya langsung waspada, "Sayang, apa yang harus kita lakukan?" tanya Loly, ia ingin tahu kelanjutannya.
"Gampang, mari kita berdansa terus menghilang di balik kegelapan cahaya remang itu! Aku yakin, mereka akan mengikuti kita.
"Di sana, kita akan membekuknya. Apakah kamu siap?" tanya Jeff, ia mencium bibir Loly sekilas.
"Tentu sayang!" balas Loly tersenyum bahagia, ia telah menyembunyikan pistol di balik gaun di kedua belah pahanya.
Loly terus berputar di genggaman Jeff tersenyum dengan penuh kasih sayang, keduanya terus berputar dan berpelukan hingga menghilang di balik kegelapan.
"Loly, berhati-hatilah! Mereka mendekati kita?" ucap Jeff, ia mencabut pistol dengan peredam begitu juga dengan Loly di dinding seberang Jeff.
Keduanya melihat jika pria-pria penguntit langsung mencabut pistol dan ingin membunuh keduanya.
Dor! Pyuh!
Hanya ada luka darah dan musuh terjatuh, akibat serangan Jeff yang langsung memiting leher musuh dan menembak dadanya.
Begitu pun dengan Loly, musuh langsung tewas seketika tanpa kata apa pun. Keduanya hanya terdiam dan menyeret musuh menumpuknya menjadi satu di gudang cleaning service.
"Ayo, kita kabur saja dari pintu belakang hotel. Aku sudah tahu di mana letak Benteng Dark," ketus Jeff.
"Wah, suamiku benar-benar hebat! Aku padamu Sayang … muach! Muach!" ucap Loly, ia langsung berlari dengan menyelempangkan dompetnya ke bahu.
"Wow! Wanita benar-benar luar biasa selalu saja memiliki cara yang luar biasa untuk terlihat gaya dan modus!" puji Jeff, ia merasa jika Loly memiliki sesuatu yang luar biasa yang tak bisa dimiliki wanita lain.
"Istriku sangat hebat dan cerdik!" puji Jeff, keduanya sudah masuk ke dalam mobil dan melesat meninggalkan hotel.
__ADS_1
"Lalu kita akan ke mana?" tanya Loly.
"Queensland! Di Queen Bay benteng Dark berada. Tapi, aku pun tidak begitu yakin, mungkin bartender hanya berbohong saja," ucap Jeff.