
"Entahlah! Kau kira aku mengenali mereka? Apakah mungkin Jeff? Ia ingin menuntut balas dan ingin membunuh kita? Bajingan! Sejak kapan pula aku terjebak di sini?
"Aku sama sekali tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?" umpat Dwinov, ia masih terus menembak ke arah musuh yang terus memberondongkan senjata.
"Apa maksudmu Jeff akan menuntut balas? Memang kamu melakukan apa Dwinov?" tanya Pedrosa, ia curiga memandang ke arah Dwinov.
"Jangan menuduhku sembarangan! Segila-gilanya aku! Aku tidak akan pernah membunuh saudaraku sendiri! Kecuali dia yang ingin menjatuhkan ayahku!" umat Dwinov.
"Oh, baguslah! Jika kau masih punya otak!" ujar Pedrosa, ia sedikit lega.
Pedrosa merasa jika Dwinov sedikit liar dan gila, tetapi ia sulit ditebak. Namun, kini berondongan senjata telah usai menyiksakan kematian pada anak buah mereka. Dwinov berlari memeriksa anak buah mereka.
"Bajingan! Siapa yang telah melakukan Ini?! Aku akan mencari tahu!" teriak Dwinov, ia langsung meraih ponsel dan menelepon ke sana kemari, untuk membersihkan keadaan
Namun, mobil patroli polisi datang, Jeff dan Loly menyelinap kabur. Keduanya berjalan dengan cepat bersembunyi di balik gedung toko lain untuk memperhatikan segalanya.
"Jeff, apakah kamu mencurigai sesuatu?" tanya Loly bingung, ia menatap jika Jeff membeku di tempatnya.
"Aku merasa sedikit aneh, tak ada yang tahu mengenai tempat kami berada tapi mengapa mereka begitu mudah ingin membunuh mereka semua? Aku sangat yakin ada yang berkhianat tapi … siapa?" batin Jeff bingung.
"Oo," balas Loly bingung, dia hanya memperhatikan jika polisi langsung menangkap ketiganya.
Jeff semakin yakin ada yang ingin menjebak mereka semua, ia semakin kacau dan bingung dengan apa yang terjadi.
"Apakah aku harus kembali secepatnya ke La Costra Nostra? Tanpa harus menyelidiki terlebih dulu? Ada apa sebenarnya ini? Apakah aku akan menanti hingga aku tahu siapa yang ada di balik semua ini? Tapi, jika aku terus menunggu dan menyelidikinya …," batin Jeff semakin bingung dan kacau.
Jeff dan Loly melihat jika Pedrosa, Lorenzo, dan Dwinov sudah digiring ke memasuki mobil patroli.
"Ada yang tak beres! Um, aku akan menyelidiki ke diskotik di mana semua orang berkumpul dan semua sindikat berada," batin Jeff, ia menarik tangan Loly untuk menjauh dari tempat kejadian dan menaiki mobil mereka ke sebuah diskotik.
Jeff membawa Loly ke sebuah diskotik Freedom, sesuai dengan namanya diskotik itu adalah zona bebas. Semua orang dan geng juga setiap penjahat akan muncul di sana.
__ADS_1
"Mengapa kita kemari Jeff?" bisik Loly, kala para keamanan mulai memeriksa mereka.
"Kita akan mencari hiburan! Tenang saja!" balas Jeff, ia dan Loly saling bergandengan tangan masuk ke dalam diskotik.
Loly memandang jika diskotik begitu ramai dan penuh dengan orang-orang yang ingin mencari kesenangan sesaat. Loly melihat para wanita berbikini hilir mudik dengan nampan dan minuman belum lagi wanita-wanita penjaja cinta di etalase berlenggak lenggok menjajakan keindahan tubuh mereka dan pasangan di etalase yang memperagakan setiap adegan tidak senonoh yang pernah dilihat Loly di salah satu channel situs yang bertebaran di internet.
"Ya, ampun!" batin Loly berusaha untuk membuang pandangan.
Loly merasa malu melihat semua itu, ia sedikit risih. Loly melirik ke arah Jeff yang berjalan santai masuk ke dalam diskotik dan duduk di sudut tmruanhan memesan minuman beralkohol dan cocktail untuknya.
Glek!
Loly terkesima kala pelayan wanita bertubuh aduhai langusng memberikan minuman pesanan mereka dengan sedikit membungkuk pada Jeff hingga gunungnya yang hampir meletus hampir saja menyentuh wajah Jeff.
"Bajingan! Berani sekali dia?! Apa dia tidak tahu jika Jeff bersamamu? Dasar … cari perang nih orang!" batin Loly,mengepalkan tinju di bawah meja.
Loly mendengus kesal, ia meras marah dan tak rela jika gunung yang hampir meledak karena kebanyakan silikon di dalamnya hampir saja menenggelamkan wajah Jeff.
"Apakah Anda ingin yang lain Tuan?" tanya si pramusaji dengan genit.
"Tidak ada terima kasih!" balas Jeff, "Eh, um … mengapa di lantai atas sangat ramai? Ada apa?" tanya Jeff penasaran.
"Tuan Jovink Nostra sedang mengadakan pertemuan dengan para ketua mafia lain," balas si pramusaji.
"Tuan Jovink?" tanya Jeff, ia tak percaya, ia tahu jika Jovink lumpuh dan masih dirawat di rumah sakit.
"Ya, Tuan Dean yang membawanya! Maaf Tuan, saya tidak tahu apa pun!" balasnya.
"Apakah Freadom ada di sini?" tanya Jeff penasaran.
Freedom adalah pria berbangsa Amerika-Afrika yang memiliki diskotik Freedom dan netral. Freedom tidak memihak kepada siapa pun. Sehingga setiap ada masalah semua ketua mafia akan berada di sana.
__ADS_1
"Terima kasih!" ucap Jeff, "bajingan!" umpat Jeff.
"Loly, kamu di sini dulu. Aku akan menyelinap sejenak," ucap Jeff, ia langsung kabur meninggalkan Loly yang belum sempat menjawab.
"Dasar Jeff!" umpat Loly yang masih menyesap cocktail ya dengan bingung di tengah kengerian yang tak pernah dilihatnya.
Loly melihat Jeff sudah naik ke lantai atas dan membaur di sana, "Hadeh! Bertahanlah Loly," batinnya, ia berusaha untuk tegar dan waspada.
"Jika Jeff masih hidup segalanya tak serunyam ini! Aku tidak tahu La Costra Nostra, Kubu Malcom, Jordan, Kent, dan Chien Zi, Bowen Utara.
"Yang sudah membuat keributan, apakah pemerintah yang sengaja ingin menghancurkan mafia?" umpat seseorang di sisi kiri Loly.
"Sudahlah! Tak perlu kau urusi semua itu, kita nikmati saja semua kesenangan ini … kita lihat saja. Aku harap tidak akan ada perkelahian dan darah berceceran di sini," balas temannya.
"Jeff terlalu frontal mengubah struktur mafia menjadi kebaikan. Aku sangat yakin jika semua mafia ingin membunuhnya," ujar pria bertopi.
"Ya, tapi sejak dia berkuasa kau lihat Meksiko aman! Tak ada lagi perang dan keributan di sana di sini." Pria berambut merah menyesap birnya.
Dor! Dor!
Suara tembakan bergema, "Aaa! Freedom tewas!" teriakan bergema suara ribut dan langkah kaki berhamburan ke sana kemari.
Loly terkesiap ia bingung harus bagaimana, ia tak melihat Jeff, ia berlari ke lantai atas ingin mengetahui apa yang terjadi. Loly terperanjat kala melihat Jeff sudah menembak beberapa orang da mengacungkan senjata ke arah pria yang memiliki kumis tebal dan ke arah pria pendek bermata sipit. Sedangkan di sekitar Jeff semua orang sudah mengarahkan pistol ke arahnya.
"Jeff …," lirih Loly, ia bersembunyi menarik pistol dan bersiap-siap jika Jeff butuh bantuan.
"Siapa kau?! Apa urusanmu dengan semua ini?" teriak pria bermata sipit yang tak lain adalah Kent.
"Kent kau tidak mengenaliku? Heh! Apa yang kau lakukan hingga kau membunuh Freedom? Apa yang kalian bicarakan di sini?
"Dan Kau!" tunjuk Jeff pada pria tampan di sisi pria yang duduk di kursi roda.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan di sini Dean? Jovink sesnag sakit! Mengapa kau membawanya kemari?" teriak Jeff marah.