Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Disandera musuh


__ADS_3

Jeff berusaha untuk terjaga sepanjang malam dan tidak ingin seorang pun yang akan mengusik tidur nyenyak istrinya. Jeff masih memandang wajah istrinya, ia membelai perut istrinya yang hamil.


"Jangan nakal ya, Sayang … baik-baik di dalam sana. Papa dan Mama masih berjuang untuk dunia yang nyaman untukmu dan anak-anak yang lain," bisik Jeff, ia mencium sekilas perut bundar istrinya.


Jeff memandang langit gelap yang hanya dipenuhi bintang, ia merasa malam masih panjang beberapa jam lagi, ia melirik jam di pergelangan tangannya. 


"Masih 2 jam lagi baru pagi datang," batinnya, ia berusaha untuk menatap malam dan pekatnya hutan seakan menyembunyikan musuh di balik gelapnya pepohonan.


Jeff menajamkan indera pendengaran dan penciumannya berharap musuh tak juga menemukan mereka. Jeff semakin was-was, ia tak menyangka jika musuh begitu kuat dan luar biasa hebat dan luar biasa kuat.


"Apakah mereka semakin dekat?" tanya batin Jeff, ia mendengar suara gemeretak ranting yang terinjak. 


"Bajingan! Mereka belum menyerah juga?! Sial!" umpatnya kesal, ia membopong Yuli dan menyembunyikan di dalam semak, ia tak ingin jika musuh mengetahui keberadaan istrinya.


"Bersabarlah, Sayang. Aku berharap kita selamat! Aku mencintaimu," bisik Jeff, ia menyelipkan senjata api di balik sepatu bot istrinya.


Jeff perlahan menjauhi Loly dan bersembunyi menantikan musuh mengendap-endap untuk membunuh musuh tanpa diketahui oleh mereka. 


Jeff melihat bayangan musuh yang mendekat ke arah Loly.


 "Kalian ke arah sana! Sebagian ke sana!" ucap seseorang memberikan instruksi pada anak buahnya.


Jeff melihat semua orang bergerak dengan instruksi yang diberikan oleh atasan mereka, "Sial! Aku harus cepat. Jika tidak mereka pasti menuju ke arah Loly," batinnya.


Bayangan Loly tidur nyenyak membuatnya semakin gusar, ingin rasanya ia menghancurkan tengkorak musuhnya.


"Jika kalian berani menyakiti istriku, lihat saja! Aku akan memburu kalian hingga ke lubang semut sekalipun!" benaknya murka.


Jeff melihat sulur batang dan langsung mencabutnya dan memilin-milinnya agar kuat, ia langsung bergerak dan menyelipkan ke leher musuhnya hingga tewas.


Jeff segera menarik satu demi satu musuh dengan sulur batang pohon untuk menggantung musuh dan mencekik juga membekap mulut musuhnya agar tak bersuara dan menyeretnya perlahan untuk menyembunyikan mereka yang sudah tewas juga mengambil senjata milik mereka.


Setelah musuh semakin menipis Jeff langsung menembakkan senjata api dengan cepat. Dor! Dor!

__ADS_1


Musuh langsung terkapar tewas seketika. Jeff berlari dengan membawa senjata, amunisi, dan  granat. 


Ia berusaha untuk kembali bersembunyi, agar tidak terlihat oleh musuh dengan jelas. Jeff berulang kali berusaha untuk membunuh musuh dengan cepat. Ia tak membiarkan seorang pun lolos dari cengkramannya.


 "Bajingan mengapa rasanya mereka tidak ada habis-habisnya sih?" umpat Jeff kesal, ia berusaha untuk membunuh musuh yang masih saja banyak dan terus menerus berdatangan.


"Berapa banyak sih mereka mengejar kami? Jika begini sampai pagi pun tidak akan ada habisnya!" benaknya, ia tidak habis pikir dengan semua itu.


"Loly!" umpatnya, ia kembali berlari ke arah Yuli.


Jeff tersadar jika musuhnya mulai bergerak ke arah persembunyian Loly, ia tak ingin jika musuh membunuh Loly, bayangan itu membuatnya semakin marah dan kacau.


"Bos! Aku mendapatkan salah satunya! Aku rasa dia istrinya!" teriak seseorang dari persembunyian Loly.


"Jangan bunuh dia! Bawa saja kemari, kita jadikan sandera. Untuk memancing yang lain untuk menyerah!" ujar bos mereka.


Beberapa orang langsung mengokang senjata ke arah Loly dan menarik juga membekuk Loly untuk berjalan ke arah mereka. Dua orang mendorong tubuh Loly dengan moncong senjata.


"Diam, Kau! Katakan di mana suamimu? Atau siapa dia?" tanya seseorang, ia memperhatikan Loly dengan seksama.


"Well! Aku rasa tangkapan kali ini sangat luar biasa. Katakan siapa saja yang masih tersisa?!" bentaknya pada Loly.


"Apakah kau tidak lihat, jika aku sedang tidur? Mana aku tahu! Suamiku Jeff! Um, Jeffry Dimitri Nostra, sudah puas!" jawab Loly kesal.


"Apa?! Sial! Jadi, yang kita buru adalah Jeff Dimitri Nostra? Bangsat! Pantas saja, ia begitu mudah menghancurkan benteng Dark!


"Sial! Bajingan itu tidak mampu juga! Jordan terlalu bodoh, hanya membunuh tikus got saja tidak bisa!" umpatnya.


Jeff melihat jika beberapa pria sudah menyandera Loly, ia melihat di dalam gelap jika musuh sudah meletakkan pistol tepat di kepala Loly yang menatap ke arah musuh tanpa rasa takut sedikit pun.


"Loly … bertahanlah, Sayang …," lirih Jeff, ia ingin menggapai istrinya mendekap dan membuatnya nyaman.


Jeff masih terus memperhatikan semua hal di depannya dari balik persembunyian sambil menghitung musuh, ia menyelipkan granat di balik sakunya.

__ADS_1


"Panggil suamimu jika kau ingin selamat!" ancam pria tersebut.


"Hahaha, jangan khawatir! Aku tak perlu memanggilnya karena suamiku akan datang dengan sendirinya. Kalian bersiap-siap saja!" jawab Loly, ia tersenyum dengan santai.


Plak! Plak!


"Bajingan kau! Kau kira dengan kehamilan kamu itu, aku akan merasa kasihan begitu? Tidak akan pernah!" umpatnya marah, "panggil Jeff! Jika kau masih ingin melahirkan anakmu itu!" ketusnya marah dan geram.


"Cuih! Aku juga tidak butuh belas kasihanmu! Bersiap saja, kalian! Suamiku akan memburu kalian hingga ke ujung langit jika kalian membunuhku! Bahkan anak-anak kalian pun tidak akan pernah luput dari suamiku!" gertak Loly, ia tersenyum dengan mendecih.


"Kalian! Cari pria itu! Aku yakin Jeff Dimitri masih berada di sini!" ucap pria bertopeng tersebut.


"Jika perlu ancam dia agar dia keluar dari persembunyiannya!" perintah pria, yang tak lain adalah kaki tangan Kent.


Semua anggotanya langsung berhamburan, mencari ke segala penjuru. Jeff hanya diam mengamati mereka dan memburu setiap musuh satu demi satu dengan cekatan tanpa mereka ketahui.


"Tidak semudah itu kalian ingin membunuhku! Kalian sudah berani menyandera istriku. Kalian tidak akan selamat!" batin Jeff bertekad.


Perlahan ia kembali mendekati keberadaan Loly yang berada di tangan musuh. Jeff sudah membunuh semua musuhnya, ia berjalan perlahan muncul di depan mereka semua.


"Jeff …," lirih Loly, "kamu bodoh sekali! Mengapa harus muncul? Kamu bisa tetap membunuh mereka satu demi satu. Aduh, kamu mengapa mengkhawatirkan diriku. Aku bisa menjaga diriku dan anak kita hanya karena mereka?


"Aduh, aku dengan mudah melumpuhkan mereka!" ketus Loly mengomel.


"Apa?!" jawab Jeff bingung, ia tak menyangka dengan ucapan istrinya.


"Aduh, Sayang … aku hanya berpura-pura tidak bisa melumpuhkan mereka, agar mereka mengira bisa menang. Aku malah sudah merencanakan untuk menyandera salah satunya.


"Seharusnya kamu membunuh yang lain di luar sana. Bagian yang di sini, itu urusanku. Tapi, kamu malah muncul Yank!" cemberut Loly, ia sudah merencanakan banyak hal di benaknya.


Loly sudah mengetahui musuhnya datang hingga ia pun sudah melemparkan jarum beracun yang dipelajarinya dari Jodie.


"Aku tidak mengerti?!" ujar Jeff.

__ADS_1


__ADS_2