
"Jangan bunuh Jeff! Jangan bunuh!" teriak Greg, ia menebaskan pedangnya dengan cekatan dan luar biasa.
Pertempuran semakin sengit kala Greg menggunakan dua pedang di tangan, teriakan kesakitan dan meregang nyawa terdengar mengerikan mewarnai ruangan.
Jeff masih menatap ke arah Greg dengan sejuta pengharapan dan keinginan untuk menyembuhkan asistennya tapi Jeff juga takut jika Greg akan membunuh mereka sebelum dia dibawa ke dokter untuk dioperasi kembali.
"Apa yang harus aku lakukan, ya, Tuhanku! Aku semakin pusing. Benteng Dark ini harus dihancurkan jika tidak ini akan sangat bahaya bagi makhluk hidup, khususnya manusia." Jeff membatin, ia masih menatap Greg yang membantu mereka dan Jeff pun menebaskan pedang untuk membunuh musuh.
Jeff terperanjat ia melihat Jeff langsung menebas batang leher dan menusuk jantung musuh ya dengan secepat mungkin. Hingga musuh langsung tewas dan tak bangkit lagi.
"Greg!" teriak Jeff kala melihat Greg tersudut dengan banyaknya musuh yang mengeroyok dirinya hingga tebasan demi tebasan mengenai tubuh Greg.
Jeff melesat dengan cepat dan kras! Menebaskan pedangnya memenggal kepala dan anggota tubuh musuhnya yang mencoba untuk membunuh Greg.
"Jeff …," lirih Greg, ia tersenyum melihat Jeff yang terus menghunuskan kedua pedang membabi buta membunuh semua musuh dan di belakangnya Loly dengan cekatan membantu suaminya.
"Greg! Bertahanlah!" teriak Jeff, ia mencoba untuk menyelamatkan sahabatnya.
"Aaa!" teriak panjang Greg kesakitan kala pedang dari musuhnya menusuk jantung, perut, dan pinggang Greg.
"Tidak! Greg! Jahanam kalian!" terikat Jeff, ia melesat menebaskan pedang ke arah kanan dan kirinya berlari dengan cepat dan berusaha untuk menembus kerumunan.
Jeff melihat darah merembes dari setiap luka dan teriakan kesakitan Greg yang terjatuh kala pedang ditarik dari luka di tubuhnya dan darah kembali merembes di sana.
Darah sudah mengalir dari mulutnya, Greg tersenyum pada Jeff, mencoba untuk melambaikan tangan dengan pedangnya.
"Maafkan aku Jeff …," lirih Greg, ia berusaha untuk tersenyum.
Ting! Klontang! Bruk!
Pedang terjatuh dari genggaman tangan Greg berdenting di lantai dan tubuh Greg ambruk terkapar di lantai dingin penuh ceceran darah, menatap ke arah Jeff dan Loly yang masih menembus brigade musuh yang menghadang ke arah Jeff.
"Selamat tinggal Jeff! Maafkan aku!" lirih Greg tersenyum dengan gerakan bibir dan meregang nyawa menatap Jeff.
__ADS_1
"Greg!" teriak Jeff, ia tak menyangka jika Greg hanya bertemu sejenak dan kembali meninggal persis di depan matanya kala sebutir peluru menembus kepala Greg palsu dan kini Greg asli pun telah meregang nyawa untuk membela dirinya.
"Bajingan, Kalian! Kalian harus menemani Greg!" umpat Jeff murka, ia melesat dengan secepat kilat.
Jeff mengamuk bagaikan seekor serigala di tengah kerumunan serigal lapar lainnya tebasan demi tebasan pedang yang dilakukan Jeff dan Loly membunuh semua musuh hingga tak tersisa.
"Greg! Greg! Bangun Greg mari kita pulang!" ajak Jeff, ia mengguncang tubuh Greg, seakan Greg sedang tertidur pulas dengan mataasih terbuka.
"Jeff …," lirih Loly menyentuh bahu suaminya.
"Loly, ini Greg! Dia … dia teman baikku. Aku kira dia tewas di Denver! Tapi," ujar Jeff bingung, ia tak mengerti mengapa semua itu bisa terjadi.
Jeff menggenggam tangan dan menutup mata Greg, ia merasa hampa. Jeff tidak menyangka jika selama ini asistennya masih hidup dan di antara hidup dan mati di benteng Dark yang sangat mengerikan.
"Sayang, kita doakan saja dia akan baik-baik saja. Jeff, kita harus menghancurkan benteng ini sebelum musuh semakin banyak berdatangan
Apakah kamu ingin membawa jasad Greg?" tanya Loly, ia yakin jika Jeff akan melakukan hal itu.
"Aku ingin tapi aku ingin melihat siapa sebenarnya musuh kita, aku benar-benar benci melihat mereka yang telah berani membuat segalanya semangkin kacau balau.
"Aku akan membunuh mereka semua yang telah membuat semua manusia iniemjadi korban kebiadaban mereka!" umpat Jeff, ia bersumpah untuk menghancurkan kehidupan semua orang.
"Ya, kita akan menghancurkan mereka!" balas Loly, ia melingkarkan tangan ke bahu Jeff untuk memberinya kekuatan.
Roberto dan pasukannya telah tiba, "Tuan, ada apa?" tanya Roberto, ia mengamati jasad di depannya.
"Greg?! Bukankah dia …," ucap Roberto tetapi, ia merasa tak kuasa untuk melanjutkan semua ucapannya.
"Roberto, dia sudah tewas di Denver tapi, aku tidak tahu mengapa bisa dia ada di sini?" ujar Jeff bingung.
"Apakah mereka membuat kloning? Atau menggunakan topeng?" ujar Roberto was-was.
"Entahlah, apakah kalian sudah menelusuri semua isi gedung ini?" tanya Jeff, ia ingin tahu.
__ADS_1
"Sudah, Tuan. Kami juga sudah memasang bom, sebaiknya kita meninggalkan tempat ini. Aku sudah mengatur waktunya. Apakah Jasad Greg mau dibawa Tuan? Biar kami membawanya," ujar Roberto.
Roberto tahu bagaimana persahabatan di antara Greg dan Jeff yang begitu luar biasa, sehingga Roberto berinisiatif untuk membawa mayat Roberto pulang agar dimakamkan dengan baik.
"Ya, bawalah Greg! Aku tak ingin dirinya tidak memiliki makam untuk diziarahi," balas Jeff, a melihat beberapa anak buahnya membawa Greg ke luar.
"Roberto, apakah masih ada yang tersisa di sini? Seperti orang-orang yang masih waras begitu?" tanya Jeff penasaran.
"Tidak, Tuan. Semuanya hanya para dokter, perawat, dan pasien. Mereka sepertinya sengaja membuat pasukan terkuat di muka bumi Tuan, aku rasa sebaiknya kita menghancurkan saja laboratorium ini sebelum musuh menyadarinya.
"Apakah alarm telah bergema, saya takut Tuan jika musuh kembali kemari sementara kita hanya beberapa orang saja," ujar Roberto.
"Baiklah, mari kita pergi!" ajak Jeff, ia langsung meraih tangan Loly untuk berlari dan anak buah Roberto langsung membawa jasad Greg untuk di makamkan.
Duar! Duar!
Ledakan demi ledakan beruntun menghancurkan segalanya hingga tidak tersisa, membunuh pasukan tentara terkuat milik musuh dan menghancurkan benteng Dark.
Jeff dan semua anggotanya kembali menaiki perahu karet dan meninggalkan Queen Bay dengan cepat Loly masih melihat ke belakang dimana nyala api dan ledakan telah menghancurkan semuanya hingga ledakan bergema ke arah sebuah benteng yang sedang mereka pantai tadi siang.
"Apakah di dalam tanah mereka juga melakukan semua itu? Lihatlah, tanah di dalam benteng itu meledak!" ujar Loly, ia menunjuk ke arah benteng yang mereka amati di seberang.
"Tunggu dulu! Bajingan! Awas!" teriak Jeff, ia langsung mendorong Loly dan Roberto untuk masuk ke dalam air.
Dor! Dor!
Berondongan senjata api menyerang mereka dari pantai dan helikopter yang mengambang mendekati mereka di lautan.
Jeff berenang secepatnya untuk mencari Loly, ia yakin jika Roberto dan anak buahnya yang tersisa masih bisa selamat.
"Loly …," batin Jeff, ia mengingat jika istrinya sedang hamil.
"Ya, Tuhanku … lindungilah istriku …," batin Jeff, ia berusaha untuk berenang mencari Loly di antara tembakan yang melesat ke dalam air.
__ADS_1
Jeff tidak melihat Loly di antara gelapnya malam dan air, ia berusaha untuk ke tepian tetapi musuh semakin menembak mereka.