
Semua orang memandang ke arah Jeff, ia kamu benar akan sangat mudah untuk kita membekuk mereka, aku sangat yakin jika Pedrito tidak mungkin membiarkan jika dirinya terus-terusan akan menjadi Jovink.
"Yang menjadi pertanyaanku, ke manakah Jovink yang asli? Apakah mereka telah membunuhnya?" tanya Jeff, ia penasaran.
Dean, Dwinov, hanya menatap ke arah Jeff, keduanya menghela napas. Dean duduk di lengan sofa memainkan rambut Miranda yang panjang mirip anak kecil.
"Dean …," lirih Miranda, ia menyentuh wajah Dean, "kau sangat mirip ayahmu," batin Miranda.
Miranda mengingat jika Jovink begitu suka memainkan rambut Miranda yang panjang. Dean hanya diam, wajah dinginnya sulit untuk dibaca.
"Kau persis Jovink jika banyak pikiran. Ada apa? Kau berharap jika Jovink yang sekarang bukanlah ayahmu, bukan? Bukankah hasil tes DNA mengatakan, jika kamu bukanlah anak Jovink yang sekarang?
"Lalu, apalagi yang kamu pikirkan? Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Siapa dalang di balik konspirasi ini? Hanya Tuhan yang Maha Tahu, Sayang …," lirih Miranda menepuk punggung tangan Dean dengan penuh kasih sayang.
Semua orang diam dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Miranda, "Aku sudah tidak sabar, ingin mengetahui semua kebenarannya, Ma.
"Aku hanya takut, bagaimana jika Jovink yang telah membunuh kedua suamimu dan ayah dari saudaraku? Apakah ini tidak mengerikan? Aku anak seorang pembunuh? Ya, Tuhan!
"Rasanya aku tidak sanggup, Ma. Untuk menghadapi semua itu!" ucap Dean.
"Sudahlah, jangan pikirkan! Kau adalah putraku dan kedua saudaramu adalah saudaramu. Kalian lahir dari rahim yang sama, cinta yang aku berikan juga sama.
"Kalian tidak ada aku beda-beda, aku hanya minta kalian untuk saling mengasihi dan menyayangi. Itu sudah cukup, Nak. Jangan mudah percaya pada orang lain dan jangan mudah terhasut oleh omongan orang lain yang belum tentu tahu kebenarannya," papar Miranda.
"Dean, kamu jangan berpikir apa pun! Kami tetap menyayangimu,", ujar Lorenzo, "kita hanya perlu tahu, ke manakah Jovink yang asli, itu saja!" tambahnya.
"Nah, kamu benar! Ke manakah dia menyembunyikan atau telah membunuh Jovink yang asli?" ujar Lorenzo.
Semua orang diam dan membayangkan semua kengerian tersebut, Mereka kembali menatap ke arah layar televisi di mana Jovink masih berusaha memberikan kata sambutan pada semua orang.
"Sudahlah! Sekarang, mari kita tidur dan istirahat! Besok pasti ada berita," ujar Jeff.
Akhirnya semua orang pergi ke kamar masing-masing, Jeff dan Loly sudah berbaring di tempat tidur dengan tatapan nanar memandang ke arah langit kamar.
"Jeff, siapakah yang telah memberimu cincin kawin kita itu?" tanya Loly penasaran.
"Jodie, dia yang telah memberikannya padaku. Aku sendiri tidak tahu mengapa dirinya memberikan cincin kawin itu padaku," balas Jeff, ia memiringkan tubuh dan memandang istrinya.
"Oh, hm … apakah …," ujar Loly, ia ingin mengatakan jika Jodie adalah Jodie Nostra.
"Apa? Jika Jodie ayah angkatnya adalah Jodie Stanford Nostra begitu?" ujar Jeff.
__ADS_1
Deg!
Jantung Loly tercekat mendengar nama Jodie yang sama dengan nama ayah angkatnya.
"Siapa nama Jodie Nostra?" ulang Loly penasaran.
"Jodie Stanford Nostra. Kenapa? Apakah kamu tahu nama asli ayah angkatnya?" tanya Jeff, ia sangat penasaran dengan Jodoe Crown.
"Tidak! Aku pun tidak pernah bertanya. Hm, aku hanya menganggap Jodie sosok ayah yang sangat baik dan selalu ada jika aku sakit dan terluka.
"Walaupun mungkin dia tak pernah ada selama 24 jam bersamaku. Tapi, aku selalu bisa menghubunginya. Akan tetapi, mengapa akhir-akhir ini, ponselnya pun tidak aktif, aku tidak tahu mengapa?" ucap Jeff.
"Hm, Loly, sudahlah! Mungkin suatu saat nanti Jodie akan kembali pulang! Kamu yang sabar ya? Aku yakin Jodie akan datang, aku juga penasaran apakah dia ayahku atau tidak.
"Jika dilihat-lihat aku sangat mirip dengannya kala aku melihat foto lama Lorenzo," lirih Jeff, ia menyelipkan tangan ke balik kepala Loly untuk merengkuhnya masuk ke dalam dekapannya.
"Jeff, aku … um, apakah kamu, maksudku apa yang akan kamu lakukan jika Pedrito atau siapa pun itu benar-benar Jovink yang sekarang?" tanya Loly bingung.
"Ya, aku akan menghancurkan mereka dan mengembalikan kebaikan La Costra Nostra," ucap Jeff tegas, "memang ada apa, Sayang? Apakah kamu tidak setuju?" tanya Jeff.
"Bukan, aku hanya berharap menikah dan hidup sederhana saja, aku tidak ingin terjadi banyak keributan dan kericuhan lagi, Jeff.
"Aku hanya ingin membuka restoran atau usaha apalah begitu! Aku tidak ingin kita terlalu terbebani dengan segala hal yang mengerikan," bisik Loly, ia mengaitkan tangannya ke jemari Jeff yang kekar dan berurat.
"Ya, kamu benar! Apakah kamu ingin kita tinggal di Goldblack saja, Sayang? Di sana menjadi petani yang sukses dan bahagia," usul Jeff.
"Ya, di sana sangat indah bukan? Dengan cahaya dan indahnya gunung, mentari, tumbuhan, sayuran, sapi, kuda!
"Apakah kita akan membeli ranch (peternakan)? Aku sangat menyukai semua itu Jeff," ujar Loly tersenyum bahagia.
"Ya, tentu saja Sayang! Aku sangat menyukai semua itu. Kamu tahu, rasa yang paling bahagia adalah saat bersama denganmu. Jadi aku pikir di mana pun kita tinggal asal bersama denganmu itu sudah lebih dari cukup!" ucap Jeff.
"Kamu terlalu pintar berkata manis Jeff," ujar Loly, ia begitu bahagia, ia tak menyangka jika Jeff mampu membuat dirinya begitu bahagia.
"Ayo, tidur Sayang …," ucap Jeff, ia merengkuh Loly ke dalam pelukannya.
***
Beberapa hari kemudian pasukan Jovink benar-benar menggerebek rumah Jeff di Fajardo di rumah mewahnya. Zack yang melaporkan semua pada Jeff.
"Benarkan yang aku katakan? Jika Jovink akan melakukan hal itu? Milikku di San Fransisco pun sudah dia gusur untung saja aku sudah menyelamatkan beberapa aset milikku yang baru kubeli atas nama Isabel!" ujar Dwinov.
__ADS_1
"Ya, yang apes diriku. Aku sama sekali tidak ada kepikiran seperti itu. Hanya saja, semua uang dan banyak hal milikku sudah aku simpan di bank Swiss." Dean tersenyum, ia pun melakukannya akan tetapi hanya uang dan emas batangan miliknya.
"Bagaimana denganmu, Jeff?" tanya kedua saudaranya.
"Aku tidak memiliki apa pun yang selain Fajardo. Sisanya aku hanya memiliki beberapa rumah yang tidak diketahui oleh Jovink," ucap Jeff.
"Wah, kamu lebih hebat dari kami," balas Dwinov tersenyum.
"Ya, begitulah! Mau bagaimana lagi, aku juga bingung harus bagaimana?" ucap Jeff, "kebetulan saja, aku membelinya karena aku menang saham, aku pikir itu adalah hasil kerja kerasku dan tidak ada sangkut pautnya dengan La Costra Nostra.
"Sehingga aku pun membuatnya tidak masuk di dalam rekap pendapatan dari organisasi-organisasi La Costra Nostra," ujar Jeff, ia memberikan keterangan.
***
Beberapa hari kemudian kerusuhan terjadi di kastil La Costra Nostra di mana mafia Montes menyerang dan menewaskan Jovink sehingga segalanya diambil alih oleh Pedrito Montes yang dengan lantang mengakui semua miliknya.
"Pintarnya Pedrito, jangan-jangan Jovink pun sudah tewas," lirih Miranda menangis, ia menyesali semua kebenciannya pada Jovink.
"Aku mengira jika selama ini Jovinklah yang telah menipu diriku," ujar Miranda dengan isak tangis.
"Sudahlah, Ma. Bukan Mama saja, tapi kita semua telah ditipu olehnya," ujar Jeff, ia menyentuh bahu Miranda begitu juga Dean dan Dwinov.
Amarah dan dendam telah mewarnai kehidupan mereka. Kini, mereka menyadari jika Jovink begitu kejam pada mereka bertiga karena dia bukanlah ayah dan paman mereka.
"Besok akan diadakan konferensi pers untuk pengesahan Pedrito yang mengambil alih La Costra Nostra," ujar Dean.
"Lalu apa yang kita lakukan?" tanya Dwinov.
"Menurut kalian?" tanya Lorenzo.
Semua orang menatap ke arah Jeff yang diam duduk di sofa di sebelah Loly dan Miranda yang masih menatap ke layar kaca.
"Tentu saja, kita datang! Kita akan balas mereka!" ujar Jeff santai.
"Wow, ini keren! Lalu apakah aku akan membawa mobilku?" tanya Dwinov.
"Tentu saja! Ubah semua mobil, satu hal lagi kita menyamar menjadi wartawan saja!" ucap Jeff, ia masih menatap ke arah layar kaca dengan diam.
Jeff merasa geram karena konspirasi Montes, mereka bertiga harus kehilangan ayah mereka semua dan membuat ketiga anak harus terpisah dari ibu dan ayah mereka.
"Montes, sialan! Aku tidak menyangka jika dia akan tega melakukan semua ini padaku dan La Costra Nostra," ucap Miranda.
__ADS_1
"Pantas saja, Jovink palsu memberikan hak penuh pada Pedro dan Pablo untuk menguasai Tijuana. Bahkan, mungkin mereka juga yang membuat nama buruk kita hancur dan melakukan banyak perdagangan senjata, wanita, dan anak-anak juga narkoba!" ucap Dwinov.
"Ya, kamu benar! Ayo, selesaikan semuanya malam ini, agar besok kita mudah untuk menghajar bajingan itu!" umpat Jeff murka.