
"Siapa kau?" teriak Dean, ia masih menatap pria tak dikenal di depannya.
"Jeff … kaukah itu?" lirih Jovink, ia menatap ke arah Jeff.
"Ya, Pap! Apa yang terjadi sebenarnya Dean?!" hardik Jeff, ia merasa ada sesuatu yang tak wajar telah terjadi.
"Mereka mengundang kami untuk menyerahkan tampuk kekuasaan La Costra Nostra," ujar Dean.
"Apa?! Mengapa? Siapa yang meminta? Kent, Chen Zi, Malcom, Jordan? Apa maksud semua ini? Aku masih hidup!" ucap Jeff ia membuka topi dan kumis dan janggut panjangnya.
"Jeff …!" ucap semua orang terperangah mereka tidak menyangka jika Jeff si Tangan Besi masih hidup.
"Lalu mengapa kalian ingin membunuh Freedom?" teriak Jeff murka, "panggil dokter!" teriak Jeff pada salah satu anak buah La Costra Nostra.
"Baik Tuan!" balas salah satu pengawal yang langsung memanggil dokter untuk mengobati luka Freedom.
"Freedom, bertahanlah!" ujar Jeff, ia melihat bahu Freedom terluka.
Jeff memandang semua orang dengan perasaan bercampur aduk tak menentu, Jeff merasa ada sesuatu atau seseorang yang sedang memanfaatkan semua situasi mereka yang semakin rumit.
"Aku hanya ingin kejelasan apakah kau yang telah memerintahkan untuk mengganggu kubu kami Jeff?" tanya Kent.
"Aku tidak pernah memerintahkan mengganggu kubu orang lain, perdagangan senjata dan narkoba apalagi trafficking. Aku akan menyelidiki semaunya hingga ke akar-akarnya.
"Jangan khawatir! Aku akan membersihkan semuanya! Siapa pun yang melakukan semua ini, aku akan menghukumnya!" janji Jeff.
Semua orang diam, tak ada yang berbicara lagi, "Baiklah jika begitu! Aku rasa aku akan pergi! Ingat janjimu Jeff! Aku tidak ingin jika salah satu Nostra kembali mengacau di wilayahku!" umpat Malcolm pria yang memakai jas coklat dengan wajah seputih kapas.
"Aku juga!" ucap Chien Zi.
Pria berkebangsaan Tionghoa dengan tato disekujur tubuhnya langsung mengajak semua anak buahnya pergi. Chien Zi menguasai daerah China Town di pusat Meksiko.
"Aku juga!" ujar Jordan dengan wajah blasteran India dan Irlandia meninggalkan tempat.
__ADS_1
"Apakah kau juga aka pergi Kent?" tanya Jeff pada pria berkebangsaan Jepang.
"Ya, mengapa tidak? Aku rasa dengan kembalinya kau, ada angin segar lagi. Aku hanya berharap kau membersihkan organisasimu dari para pengkhianat!" umpat Kent, ia menatap ke arah Jovink dan Dean.
Jeff memandang semua orang yang meninggalkan diskotik satu per satu. Jeff menyelipkan kembali kedua pistol kembali bajunya. Ia langsung melihat keadaan Freedom, ia memeriksa sejenak dan dokter sudah memberikan pertolongan.
"Bawa Freedom ke rumah sakit! Aku akan menjenguk nanti!" ucap Jeff, ia mengawasi anak buahnya membawa Freedom ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaanmu Pap?" tanya Jeff, ia langsung menghampiri Jovink dan menggendongnya untuk membawanya ke mobil.
"Syukurlah kau kembali Jeff, segalanya semakin kacau sekarang! Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Bagaimana kau bisa selamat dari insiden mengerikan itu? Aku tidak tahu, kau bisa begitu mudahnya lolos, Puji Tuhan! Kau selamat Nak!" ucap Jovink, ia tersenyum.
Dean di berjalan belakang hanya diam saja tanpa banyak bicara apa pun, Dean masih mengawasi Jeff dalam diam. Dean orang yang paling dingin dan tidak banyak bicara sehingga banyak yang bingung mengartikan segala hal mengenainya.
Dean dan Dwinov Nostra berbanding terbalik, jika Dwinov terlalu banyak bicara.
"Loly, keluarlah dari balik dinding itu!" ucap Jeff, ia tahu jika Loly berada di sana.
Perlahan Loly keluar dari sana, ia sudah menyelipkan kedua pistolnya dan berjalan menuju ke arah Jeff dan semua pria dingin di sana.
Namun, Loly mencoba untuk terus berjalan dan bergerak menuju ke sisi Jeff. Semua orang memandang ke arah Loly, mereka memandang dengan raut penasaran tetapi masih dengan keadaan diam.
Loly merasa geli kala melihat semua itu, ia merasa jika mereka semua bagaikan patung yang dikendalikan dengan remote kontrol.
"Kenalkan Pap, ini istriku Loly Champbell. Loly, ini Papaku Jovink Nostra dan itu sepupuku Dean Nostra," ucap Jeff, memperkenalkan Loly pada mereka.
Loly langsung menjabat tangan keduanya, "Ah, kamu cantik sekali, Nak! Apakah kamu yang menyelamatkan Jeff?" tanya Jovink.
"Ya … bisa dibilang begitu Tuan," balas Loly, ia bingung harus memanggil apa.
"Panggil aku papa, seperti Jeff memanggilku. Sekarang kau menjadi putri keluarga Nostra," ucap Jovink tersenyum.
"Terima kasih, Pa!" balas Loly tersenyum.
__ADS_1
"Ayo, kita pulang!" ajak Jovink, semua orang mengikuti semua orang pergi ke kediaman mereka di Puerto Rico.
Di dalam limusin Loly hanya diam memperhatikan Jovink, Jeff, Dean. Semua orang diam, beberapa jam perjalanan mereka tiba di Puerto Rico. Loly terperanjat melihat besarnya kastil dan perkumpulan dari sindikat La Costra Nostra.
Glek!
"Ya, Tuhan … ini mengerikan, ini sangat mirip dengan yang aku tonton di film-film. Aku lebih menyukai rumah Jeff di Puerto Vallarta," bisik Loly, ia merasa ngeri dengan rumah yang berwarna merah dan dan hitam tersebut.
"Selamat datang putriku, di Kastil La Costra Nostra," ucap Jovink, ia tersenyum.
"Terima kasih, Pa!" lirih Loly, ia seakan bergumam dengan dirinya sendiri.
Loly turun dari limusin bersama Jeff dan semua orang, memasuki kastil di mana semua orang memberi hormat dengan senjata Laras panjang di tubuh mereka.
Jeff masih membopong tubuh Jovink untuk membawanya ke dalam kamar, " Selamat datang kembali Tuan Jeff!" sapa semua orang dengan menundukkan kepala.
"Mereka mengerikan, Ya, Tuhanku … apakah aku bisa bertahan di sini?" batin Loly cemas, ia seakan memasuki sarang harimau dengan semua kengeriannya.
"Selamat istirahat Pa!" ucap Jeff dengan sopan.
"Iya, Nak berhati-hatilah! Dean tolong jaga aku, biarlah Jeff menikmati bulan madunya. Tolong, katakan pada semuanya agar tidak mengganggunya," ucap Jovink lemah.
"Baik, Paman!" balas Dean, ia beringsut mendekati Jovink.
"Baiklah! Aku keluar dulu, aku ingin membebaskan dan mengurus Dwinov, Pedrosa, dan Lorenzo," ucap Jeff.
"Memang ada apa dengan mereka? Apakah mereka berulah?" tanya Jovink khawatir.
"Tidak, Pa! Sepertinya ada yang berniat membunuh mereka di Puerto Vallarta. Di saat kalian sedang bernegosiasi di diskotik Freedom. Sudahlah! Jangan pikirkan, aku akan mengurus semuanya?" balas Jeff, ia tak ingin jika Jovink akan kembali sakit.
Jovink dan Dean saking pandang dan melepas kepergian Jeff dan Loly, hingga keduanya tak terlihat lagi.
"Dean … selidiki siapa gadis itu? Aku curiga padanya, kita tidak tahu apa tujuan Jeff kembali dengan membawa gadis itu! Aku tidak ingin jika segalanya semakin kacau," perintah Jovink, ia melihat bayangan wajah seseorang di wajah Loly.
__ADS_1
"Wajahku mengingatkanku pada seseorang di masa lalu …," batin Jovink, ia mulia mencemaskan sesuatu.