Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Ketenangan dan kebahagiaan


__ADS_3

Kebahagiaan tercipta di antara mereka berdua, "Sayang … terima kasih," bisik Jeff, ia begitu puas dan tak menyangka jika istri cantiknya masih perawan.


"Apakah aku menyakitimu Loly? Maaf, aku … aku mungkin tidak begitu lembut tadi," bisik Jeff, ia sedikit menyesal karena Loly sama sekali tak memiliki pengalaman sedikit pun.


"Sudah berlalu, tak ada lagi yang perlu disesali," ujar Loly, ia hanya tersenyum dan tak tahu harus bagaimana, ia merasa segalanya telah terjadi dan tak ada lagi yang perlu disesali.


Loly hanya merasa ia tak lagi menjadi seorang gadis muda, melainkan wanita muda yang sudah memiliki seorang suami yang sangat dicintainya.


"Maafkan aku, Sayang …," bisik Jeff, ia merengkuh tubuh istrinya.


Jeff mempermainkan rambut Loly, ia merasa begitu bahagia yang tak lagi bisa dikatakan dengan apa pun.


"Sayang, apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Apakah kita akan bertani dan beternak?" tanya Loly, ia bingung harus memulai pekerjaan apa.


"Tentu saja! Apakah kamu tidak yakin jika aku bisa bertani dan beternak?" tanya Jeff, ia merasa geli.


"Ya, jujur saja. Apakah mungkin seorang ketua mafia bisa melakukan hal itu?" tanya Loly bingung, ia merasa tidak yakin akan apa yang akan dilakukan suaminya.


"Jangan bingung, aku selalu bisa melakukan apa pun Loly  Sayang! Kamu hanya tidak mengenal diriku saja! Jika kamu mengenalku kamu tidak akan mengatakan semua itu sayang!" bisik Jeff tersenyum lembut.


"Aku akan belajar dan membangun rumah tangga bersama dengan kamu demi anak-anak kita kelak. Aku sangat menginginkan semua kebahagiaan itu, Loly …," lirih Jeff, ia membayangkan anak-anak akan berlarian di antara mereka.


"Sekarang ayo, kita tidur! Apakah kamu masih mau lagi?" goda Jeff, ia merasa jika dirinya yang masih menginginkannya tetapi, ia malu untuk mengakui semua itu.


"Nggak! Besok saja! Masih sakit tahu!" umpat Loly, ia masih merasakan rasa perih dan sakit di bawah sana.


"Hahaha, maafkan aku, Sayang … sudahlah mari kita tidur!" ajak Jeff, ia langsung memeluk dan menyelimuti tubuh istrinya.


Keesokan harinya ….


Semua orang begitu bahagia, mereka tak menyangka jika mereka benar-benar akan menjadi petani sejati di Goldblack. 


Lorenzo terlihat begitu bahagia, ia bangun pagi dan memulai pekerjaan di peternakannya, Gabby dan James sudah pulang ke San Paulo untuk memulai usaha di keluarga James.


Lorenzo tidak bisa menahannya karena Jane's seorang akuntan sedangkan Gaby seorang guru. Sedangkan Diana mulai mengajar di Goldblack di sekolah dasar.

__ADS_1


"Paman dan Bibi, saya akan pulang ke Denver, aku rasa aku pun akan membangun kembali bengkelku," ujar Bowen, ia merasa tidak bisa menjadi seorang petani.


"Benarkah? Jika begitu aku akan ikut!" ujar Dwinov, ia merasa jika dirinya lebih bahagia menjadi seorang montir daripada menjadi petani.


"Ayo, siapa takut! Lalu, bagaimana dengan Isabel?" tanya Bowen tak mengerti.


"Isabel bisa tinggal bersama dengan Mama dan Papa Jodie, lagian setiap Minggu aku akan pulang kemari. Apakah kau tidak ingin pulang kemari dan tidak merindukan Adam **?" tanya Dwinov, ia ingin menggoda Bowen mengenai Diana.


Namun, ia merasa tak enak hati karena Diana berada di sana dan Adam senior belum lagi lama meninggal.


Dwinov tak ingin jika Diana merasakan kesedihan, Bowen masih menggendong Adam kecil. Dwinov merasakan jika Bowen benar-benar menyayangi putra Adam dan Diana dengan penuh kasih sayang yang tulus.


"Tentu saja aku pulang! Selain itu, kita akan melihat perkembangan apa yang akan dilakukan musuh kita," ucap Bowen, ia bertekad tidak akan melepaskan mereka begitu saja.


"Ya, kamu benar! Kita akan mencari informasi yang bisa menghancurkan mereka. Biarlah untuk saat ini keadaan tenang," ucap Dwinov, ia masih belum puas jika belum menuntaskan segalanya.


"Boleh saja! Tapi, jangan sekarang Bowen, aku ingin kita memancing dulu!" pinta Lorenzo, ia sangat ingin memancing.


"Bukankah kamu telah berjanji akan membawaku memancing?" tagih Lorenzo, ia begitu bahagia dengan kehadiran Bowen. 


"Baiklah, jika kalian ingin memancing di sini ada sungai yang luar biasa memiliki ikan yang banyak," ujar Frank, "bagaimana jika kita memancing dan nanti malam kita akan makan bersama seluruh warga Goldblack?" usulnya.


"Wah, itu luar biasa sekali Frank! Ayo, bawa kami ke sana!" ujarnya bahagia.


"Frank! Apakah kamu dan Matilda akan menikah?" tanya Jodie, ia baru tiba bersama Dean dan Jeff dari peternakan.


"Ya, bagaimana menurut kalian!" ucap Frank, ia tersipu malu.


"Wah, bagus sekali! Lagian kasihan Sejak putrinya menikah, Matilda seorang diri. Kamu benar, kau pun sendirian," ujar Jodie, "alangkah baiknya jika ada yang mengurus dirimu," jawab Jodie.


"Aku rasa kita semua harus bahagia," ujar Jeff, ia merasakan kehidupan begitu indah di sisi keluarga dan istrinya.


"Hahaha, rasanya lega sekali sekarang! Tidak ada lagi perang dan darah. Aku ingin menghabiskan waktu membuat bayiku," ujar Dean tersenyum, "aku sudah berjanji pada Joana untuk menemaninya memetik blueberry. Aku pulang dulu!" ujarnya.


"Ya, hati-hati! Belajarlah pada Loly, dia sungguh pembuat selai blueberry yang sangat enak!" ujar Frank.

__ADS_1


"Ya, rencananya sih, begitu! Nyonya Matilda sudah mengajari car membuat kue yang lezat. Aku rasa sebentar lagi kita akan memproduksi banyak kue yang akan kita pasarkan," ujar Dean.


Naluri dagangnya mulai bergemuruh ingin berbisnis kuda, sapi, dan semua sayuran dari Goldblack.


"Sangat hebat! Aku punya teman yang memiliki toko toserba dan swalayan dia pasti mau menerima hasil Goldblack," ujar Bowen.


"Jika perlu kita yang ajan membuka toserba sendiri. Bagaimana menurut kalian?" tanya Jeff, ia memiliki usul tersebut.


"Aku setuju! Jadi, seluruh petani Goldblack ajan makmur!" balas Dwinov bangga.


Mereka semua merencanakan kebahagiaan dengan luar biasa, para istri begitu bahagia. Hari demi hari berlalu, semua orang pun sudah mulai berbenah dan kemajuan mereka capai.


Namun, kerusuhan demi kerusuhan semakin merajalela. Polisi dan pemerintahan pun mulai kacau dibuat sindikat Montella dan gengnya yang semakin merajalela. Trafficking dan narkoba bak momok yang mengerikan.


Akan tetapi, kelompok Nostra sudah tak lagi peduli akan semua itu. Isabel telah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik yang diberi nama Grace, sedangkan Loly pun sudah mulai hamil muda begitu juga Joana.


Miranda sudah bisa berjalan selaku bersama dengan Gwenie dan Matilda membantu para suami mereka. Setiap Minggu Bowen dan  Dwinov pulang ke Goldblack.


Adam **, sudah bisa berjalan dan memanggil Bowen papa, membuat semua orang terenyuh sedih dan bahagia karena kasih yang diberikan oleh Bowen yang tulis. 


Frank dan Matilda sudah menikah, mereka masih melakukan penjagaan di perbatasan Goldblack dan luar untuk menjaga kekacauan.


Hingga suatu senja, seorang walikota mengunjungi Goldblack. Mereka menemui semua orang, khususnya Jodie, Lorenzo, Jeff, dan tetua yang dianggap berpengaruh di Goldblack yang damai.


"Mari, silakan masuk Tuan Meyer!" ujar Jodie kepada Antonio Meyer seorang walikota California.


"Aku kemari meminta tolong … kalian tahu, geng Montes semakin kacau dan merajalela. Bahkan, para anak gadis begitu sulit untuk ke luar rumah. 


"Aku takut, hanya Goldblack yang tenang dan damai. Cepat atau lambat mereka pun akan kemari," ujar Antonio Meyer.


"Lalu?!" tanya semua orang saling pandang.


"Aku ingin kalian … mengamankan Washington terutama California, Denver, dan Texas. Aku sudah berusaha untuk menghubungi pemerintah Meksiko tapi, mereka pun tak sanggup.


"Bahkan, Senator Morales pun tertembak mati saat ia terang-terangan ingin memerangi kengerian para mafia Montes," ucap Antonio Meyer.

__ADS_1


__ADS_2