Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Kehilangan bayi


__ADS_3

Dor! Dor!


Para wanita Nostra begitu luar biasa, Loly tidak menyangka jika semua wanita dari klan Nostra begitu mahir menggunakan senjata termasuk Miranda.


"Pantas saja! Miranda dicintai ketiga kakak-beradik Nostra, dia sangat luar biasa hebat! Begitu juga dengan ketiga putranya," batin Loly, ia berlari secepatnya untuk bersembunyi di balik pohon pinus.


"Loly! Hati-hati!" teriak Miranda, ia menembak kaki tangan Jordan yang ingin membunuh Loly dengan melemparkan pisau dari belakang punggung Loly.


"Terima kasih, Mam!" ujar Loly, ia kembali mengendap-endap untuk membunuh musuh mereka.


Gwenie dan Diana berlari cepat ke arah semak dan menembak musuh. Para kaki tangan Jordan mulai menyadari jika di belakang mereka para wanita mulai menyerang.


Sehingga mereka mulai berbalik arah menyerang ke arah para wanita. Di mana para wanita langsung melawan dengan baku tembak kembali.


"Berhati-hatilah!" teriak Miranda, ia melemparkan amunisi kepada Matilda yang bersembunyi di balik tumpukan kayu bakar sebagai perapian musim dingin.


Para wanita langsung secepatnya berusaha untuk menghancurkan semua sindikat Montes yang ingin berniat menciptakan kerusuhan di Goldblack dengan menembak musuh yang berada di depan mata.


Begitu juga dengan Jeff, Jodie, Frank, dan seluruh warga Goldblack mulai mendesak Jordan dan kaki tangannya. Hingga Jordan terkepung dan menyadari jika hanya tinggal dirinya seorang diri.


"Brengsek! Mengapa bisa begini?" batin Jordan, ia tak menyangka jika Jeff dan semua warga Goldblack benar-benar bisa membunuh dan memukul mundur mereka semua.


Jordan langsung ingin berlari tetapi, dor! Tembakan di kaki Jordan membuatnya terjatuh.


"Aaa! Bajingan kalian! Aku akan membunuh kalian!" ancam Jordan murka.


"Kau ingin membunuh kami? Dasa, Bajingan! Kami tidak lagi turut campur urusan kalian lagi tapi, kalian masih saja terus mengganggu kehidupan kami!" umpat Jeff murka, ia mulai berjalan mendekati Jordan.


Namun, Jordan berusaha untuk berdiri dengan terpincang-pincang  ia menodongkan pistol ke arah Jeff.


"Matilah, Kau!" teriak Jordan, ia langsung mengokang senjata dan ingin menembak ke arah Jeff.


Dor! Dor!

__ADS_1


Tembakan yang dilepaskan oleh Jordan tidak mengenai Jeff, malah Jodie menembak kaki Jordan.


Tembakan tersebut membuat Jordan ambruk, "Jordan, sialan! Aku tidak menyangka kau akan tega ingin membunuh adikmu sendiri?" teriak Jeff, ia menembak ke arah tangan Jordan Rodriguez yang sedang memegang senjata.


"Hahaha, aku tidak memiliki seorang adik pun! Dia hanyalah anak angkat yang diadopsi! Aku tidak ingin memiliki adik yang malah menikahi musuhku!" teriak Jordan murka, ia tak menyangka jika dia bisa terjebak di Goldblack.


Jordan melihat jika Jeff, dan semua para wanita juga warga Goldblack berjalan ke arahnya dengan mengacungkan senjata.


"Apa? Jadi, karena Joana bukan adik kandungmu, sehingga kau tega melakukan semua itu begitu? Kau keterlaluan!" umpat Jeff, "walaupun dia bukan adik kandungmu, kalian dibesarkan secara bersama-sama tapi, kau!" Jeff berjalan ke arah Jordan dengan tatapan kesal, ia mengacungkan senjata kepada Jordan.


Buk! Buk!


Jeff langsung memukul Jordan hingga ia terjatuh tersungkur ke tanah, Jordan menyeka darah di sudut bibirnya.


"Hahaha, jika kalian membunuhku, aku yakin Pablo dan semua orang tidak akan melepaskan kalian!" teriak Jordan, ia mencoba untuk meraih senjata di tanah.


Dor!


"Aaa!" teriak Jordan, ia tak menyangka jika para wanita tega melakukan hal itu kepadanya.


"Aku rasa, kita akan mengikat dan menyiksanya untuk mencari tahu di mana mereka menyembunyikan basis komplotan mereka," lirih Jeff, "tangkap dan ikat dia!" perintah Jeff.


Frank dan beberapa warga langsung membawa Jordan ke sebuah rumah dan mengikatnya di sana. Jodie langsung menelepon polisi dan Dean, Dwinov, Bowen untuk kembali ke Goldblack.


Frank dan Lorenzo langsung menyiksa Jordan, "Katakan di mana kalian menempatkan basis pertahanan kalian?" teriak Lorenzo.


Buk! Buk!


Lorenzo memukul Jordan dengan gagang pistolnya, hingga Jordan yang terikat kedua tangannya di atas kepalanya sedikit limbung.


"Hahaha, aku … tidak akan pernah mengatakannya. Kau bunuh saja aku?" teriak Jordan sudah bersimbah darah dari luka pistol dan siksaan yang dilakukan Frank dan Lorenzo.


"Bangsat! Walaupun kau tak mengatakannya, kami pasti akan menyelidikinya, Jordan! Kau tahu, kamu menyiksamu … itu hanyalah kamuflase saja sebagai kesengan untuk menyiksamu!" umpat Lorenzo, ia kembali berulang kali memukul Jordan hingga Jordan tak lagi berdaya.

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan, Lorenzo?" tanya Frank, ia mulai putus asa karena Jordan tidak juga bersuara.


"Jangan khawatir jika dia tidak mau mengakuinya, aku masih memiliki alat deteksi kejujuran. Aku yakin, dia akan mengatakannya.


"Andaipun dia tidak mengatakannya, kita akan pergi Tijuana atau San Fransisco menyelidiki benteng Dark," ucap Lorenzo santai.


"Kau … kau tahu benteng Dark? Hahaha, jika kau tahu … maka, kalian salah bermain-main dengan komplotan kami bukan?" sela Jordan tersenyum.


"Sial, sekali! Aku tidak ingat, aduh … kau siksakah Frank! Aku lelah, setiap kali aku mengingat benteng itu, entah apa yang tersembunyi di sana," keluh Lotenzo, ia memegang kepalanya sambil berjongkok.


Bayangan teriakan dan kesakitan memenuhi kepalanya membuat rasa sakit mulai mendera Lorenzo.


"Istirahat di luar saja. Tapi, jika aku membunuhnya bagaimana?" tanya Frank, ia tak ingin disalahkan.


"Ya, bunuh saja! Orang tidak berguna seperti itu, dia saja tega membunuh adiknya. Mengapa kita tidak tega?" balas Lorenzo, ia mengambil botol obat dan meminum sebutir kapsul dan duduk di sudut ruangan merebahkan dirinya menutup wajah dengan topi koboi.


Sedetik kemudian Lorenzo sudah mendengkur santai seakan tak memiliki beban apa pun,  Frank mulai menyiksa Jordan dengan mengerikan dan sampai ajak pun Jordan tak mengatakan apa pun.


Satu jam kemudian ….


Goldblack dipenuhi oleh polisi yang menyelidiki kaki tangan Goldblack dan terbunuhnya Walikota. Dean, Dwinov, dan Bowen pulang ke rumah.


"Apa?! Joana terluka!" ujar Dean terkejut, ia langsung berlari ke dalam rumah untuk memeriksa keadaan Joana yang terluka.


"Joana … Sayang, bagaimana keadaanmu?" lirih Dean, ia merasa semakin kacau kala ia mengetahui jika bayi mereka pun telah dilahirkan secara sesar dan telah meninggal.


"Dean … anak kita …," lirih Joana menangis, ia tak mengerti mengapa Jordan begitu tega padanya dan bayi yang sedang dikandungnya.


"Sudahlah, Joana. Mungkin … Tuhan belum mengizinkan kita memiliki anak,. Tapi, percayalah … aku akan menuntut balas untuk anak kita dan semua warga Goldblack yang terluka dan meninggal," bisik Dean, ia menggenggam tangan Joana.


Dean melihat selang infus dan bekas jahitan di tubuh istrinya, ia merasa berdosa dan bersalah karena tidak berhasil melindungi anak istrinya dari musuh yang ingin menghancurkan rumah tangganya.


Dean melihat Jodie yang diperban di bahu, dan banyak lagi warga yang dirawat. Polisi sudah membawa mayat para musuh sedangkan warga Goldblack sudah dikuburkan oleh Jeff, Dwinov, Bowen dan para warga yang selamat.

__ADS_1


"Papa, apakah kita harus menghilang terus seperti ini?" tanya Dean, ia menatap Jodie yang masih dirawat dokter Abraham.


__ADS_2