Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Mulai menyelidiki lokasi


__ADS_3

"Ya, itu adalah petanya. Kita akan mencari tahu di mana letak pintu rahasia untuk masuk ke benteng La Costra Nostra," ucap Bowen, ia langsung mencari di mana letak pintu rahasia di dalam peta.


"Ini dia!" ujar Bowen, ia menunjukkan ke salah satu letak pintu tersebut.


"Hm, kalau begitu kita mulai masuk dari sini. Bagaimana menurutmu Bowen?" tanya Dwinov, iaenunjuk ke sebuah titik dan akses masuk ke kasti La Senorita.


"Ya, boleh juga! Besok malam kita akan mencari tahu," jawab Bowen, sekarang aku rasa kita tidur saja dulu. Aku lelah," usul Bowen, ia langsung merebahkan diri.


"Ya, boleh jugalah!" balas Dwinov, ia berbaring di ranjang satu lagi dan Bowen di ranjang yang lain.


Namun, Dwinov dan Bowen tidak juga bisa memejamkan mata. Keduanya masih memikirkan kekasih hati mereka juga tentang keluarga besar mereka.


"Dwinov, bagaimana menurutmu mengenai Diana?" lirih Bowen menatap langit-langit kamar.


"Maksud kamu?" tanya Dwinov tidak paham, ia merasa ada yang ingin disampaikan oleh Bowen.


Dwinov tahu jika semua orang dan keluarga mereka di Goldblack tahu jika Diana dan Bowen serta Adam selalu menghabiskan waktu bersama di rumah bagian Pedrosa karena Putri Pedrosa dan Laura sudah tidak lagi ingin berurusan dengan La Costra Nostra.


Sehingga keluarga Pedrosa memberikan izin untuk siapa pun yang mau memakai rumah tersebut. Walaupun tak seorang pun yang ingin mengambil hak itu.


Bahkan Bowen pun telah membeli sepetak tanah untuk membangun rumah di Goldblack, semua orang tahu jika mereka saling menyayangi.


"Menurut kamu jika aku menikahi Diana bagaimana?" tanya Bowen, "aku dan Diana sudah saling berjanji untuk menikah jika semua ini usai," cetus Bowen.


"Aku rasa itu bagus sekali! Aku rasa, kami sudah lama menantikan semua itu. Termasuk paman Enzo dan Bibi Gwenie.


"Menikahlah! Mau menunggu apalagi? Aku rasa sudah saatnya kamu menikah. Jika kamu yakin bersama Diana dan Adam kamu bahagia. Mengapa tidak? Kami akan selalu mendukung kalian berdua," tegas Dwinov.


"Terima kasih, Dwinov. Aku hanya ingin tahu akan hal itu," ujar Bowen.

__ADS_1


"Sudahlah, Kawan! Kau jangan terlalu banyak pikiran, kami lebih bahagia jika kamu dan Diana aka menikah, karena kami yakin hanya kamulah yang bisa membahagiakan Diana dan Adam.


"Terpenting, sekarang bagaimana caranya agar kita bisa menghancurkan musuh kita," ujar Dwinov.


"Aku harap, setelah kita mengumpulkan informasi. Kita mudah menyerang ke sana. Um, aku sudah mulai menghubungi orang-orang kepercayaan kita di sini," balasnya.


"Ya, baiklah. Mari, kita tidur! Aku rasa aku juga butuh istirahat," balas Bowen, ia pun langsung merebahkan diri setelah mengirim pesan singkat pada Diana, begitu juga dengan Dwinov.


***


Sementara Loly dan Jeff setelah sarapan mereka bertemu dengan Roberto dan beberapa orang dari kelompok mereka. 


"Ayo, kita selidiki! Apakah kalian membawa hulu ledak yang aku minta?" tanya Jeff, ia bertanya kepada Roberto.


"Sudah, ayo!" ajak Roberto.


Semua orang masuk ke dalam mobil dan pergi ke benteng Dark. Setibanya di sebuah hutan kecil mereka meninggalkan mobil dan membawa semua senjata yang mereka butuhkan.


"Aneh sekali? Jika tidak ada sebuah rumah atau apa pun, dari mana mereka bisa masuk? Pasti ada sesuatu di sini," ujar Jeff, ia masih mengawasi semua bangunan tersebut.


"Ya, kamu benar kita akan melihatnya secara perlahan-lahan di mana mereka menyembunyikan pintu rahasia atau sesuatu." Loly masih mengawasi isi benteng Dark dari balik teropong.


Mereka duduk di dahan sebuah pohon pinus, mereka melihat tidak adanya tanda-tanda kehidupa. Roberto di sisi lain menerbangkan sebuah drone memasuki wilayah benteng Dark. 


Akan tetapi, kala memasuki benteng, drone langsung ditembak dari dalam tanah, membuat Loly dan Jeff mulai mengetahui cara musuh mengoperasikan semua kegiatan mereka berasal dari dalam tanah.


"Jadi, begitu cara kerja mereka? Pantas saja tak seorang pun yang tahu hingga terjebak. Namun, dari mana mereka bisa masuk? Mereka pasti memiliki pintu rahasia," ujar Jeff.


Jeff masih berpikir dan terus berpikir, "Ah, masa bodohlah! Jika kita terus menantikan mereka untuk membuka rahasia mereka itu tak akan pernah terjadi.

__ADS_1


"Kita harus mulai menyerang terlebih dahulu agar kita tahu. Jika tidak, mereka tidak akan oer ah muncul, yakinlah padaku!" ketus Loly, ia langsung secepatnya turun dari atas pohon.


Glek!


Jeff, merasakan ngeri melihat istrinya yang begitu cekatan melesat meluncur ke bawah dengan seutas tali tanpa mengindahkan jika perutnya begitu besar.


"Ya, Tuhanku, Loly. Aku rasa aku telah bersalah membawanya ikut di dalam misi ini," sesal batin Jeff, ia pun melesat secepatnya untuk selalu berada di sisi istrinya.


Duar! Duar! Dor! Dor!


Ledakan bergema di dalam benteng Dark yangs engaja dilakukan oleh Roberto, saat ledakan terjadi Jeff dan Loly melihat langsung berondongan balasan tembakan senjata api langsung bergema.


"Aneh! Tidak ada orang, berarti semua menggunakan tembakan otomatis yang dikendalikan jarak jauh, apakah benteng ini hanyalah pengalihan saja begitu? Sementara  ruang pengendaliannya mungkin tidak di sini," keluh Loly.


Loly masih mengawasi lewat teropongnya, perkataan Loly membuat Jeff mulai berpikir. Ia mengalihkan pandangan melalui teropong ke balik benteng dan Jeff mengingat sesuatu.


"Queensland, Queen Bay … bukankah di Queen Bay ada sebuah pulau tak berpenghuni? Apakah mereka membangun segalanya dari sana dan … ini hanyalah sebuah pengalihan atau ada bangunan rahasia di bawah tanah?" batin Jeff.


"Maaf, Tuan! Aku rasa kita tidak mendapatkan apa pun, hanya berondongan senjata mesin otomatis dan beberapa CCTV yang dikendalikan dari kejauhan," ucap Roberto.


"Ya, aku rasa kita harus pergi ke Queen Bay. Di sana ada pulau tak berpenghuni, kita mengawasi dari sini dulu. Sambil menunggu, bukankah kita membawa bekal? Nanti malam kita bergerak dari jalur laut di balik tembok sebelah barat bukankah laut? 


"Dan di tengah laut sana ada pulau, Queen Bay, aku rasa kita harus ke sana nanti malam. Bagaimana menurut kalian?" tanya Jeff.


"Baik, Bos! Selain itu, kita akan melihat dan mengawasi benteng ini. Apakah kita perlu masuk ke dalam benteng Tuan?" tanya Roberto.


"Tidak usah! Biarkan saja, kita awasi saja! Aku yakin mereka pun tidak akan sebodoh itu membiarkan keberadaan mereka akan diketahui oleh kita," ucap Jeff.


Semua orang membenarkan apa yang dipikirkan oleh Jeff, "Apa yang diucapkan oleh Jeff, aku rasa benar adanya. Um, aku rasa sebaiknya gunakan drone untuk terus mengawasi daerah sini.

__ADS_1


"Aku sangat yakin jika musuh pasti melakukan kesalahan, mereka juga tidak akan sebodoh itu membiarkan kita untuk masuk dengan mudah." Loly menatap semua orang, ia pun memberikan usul.


 


__ADS_2