Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Rumah Rahasia di Puerto Vallarta


__ADS_3

"Ya, setelah Bowen sembuh dari lukanya dia sendiri yang turun tangan memodifikasi mobil ini, aku tidak membayangkan. Jika mobil ini begitu luar biasa! Loly, setelah belokan kanan teruslah dan kembali berbelok ke sebelah kanan lagi dan lurus!" ujar Jeff, 


"Bowen hanya ingin memberikan kejutan hebat pada mobil ini … dan dia berkata, 'Ini adalah mobil paling keren!' dia benar!" lirih Jeff.


Loly mengendarai mobil dengan cepat dan memasuki wilayah pantai kota Puerto Vallarta yang indah berair biru, dengan ombak menghempas di pasir putih di pinggir kota yang indah dengan rumah-rumah terbuat dari batu cadas di sepanjang bukit dengan rumah penuh degan bunga di depan teras seakan bak lukisan indah dari tangan-tangan pelukis hebat.


"Jeff, ini indah sekali …," lirih Loly, ia tak menyangka akan menemukan pantai yang luar biasa di sana.


"Rasanya, aku ingin menghabiskan waktu di sini …," desah Loly, ia melambatkan sedikit mobil membelah kota tenang Puerto Vallarta.


"Ya, teruslah ambil sisi kiri, dan masuk ke jalan kanan kembali," ucap Jeff masih terus memperhatikan monitor.


"Kita akan tinggal di sini selamanya … jika itu yang kamu mau, Loly. Nah, sebelah kanan!" ucap Jeff, ia menekan sesuatu di tombol ponselnya dan sebuah pintu pagar terbuat dari tanaman bunga liar berbunga merah terbuka.


"Masuk!" ucap Jeff.


Loly membawa mobil secepat kilat dan pintu pagar bunga tertutup seakan mereka memasuki sebuah rumah di balik gundukan bunga rambat.


"Selamat datang di rumah kita Loly!" ucap Jeff.


Loly tercengang melihat sebuah rumah terbuat dari bata putih dan batu cadas, dengan semua warnanya berwarna putih dan batu pualam. Bahkan bunga-bunga pun berwarna putih selain bunga rambat di luar yang berwarna merah dan hitam.


"Ini rumahmu? Tapi … tidak terlihat adanya pengawal seperti film-film mafia itu?" tanya Loly, ia mengira jika rumah seorang mafia akan sangat menyeramkan dengan ruangan bawah tanah, pengawal bersenjata, juga hal-hal mengerikan.


"Memang di dalam benakmu, mafia itu bukan manusia begitu? Ckckck, Loly! Loly! Mafia itu juga memakan nasi dan roti! Apa yang kalian makan, kami pun memakannya hanya saja …." ucap Jeff, ia sendiri tak tahu apa yang akan diucapkannya. 

__ADS_1


Jeff merasa jika segelintir anak buahnya telah membuat suatu doktrin yang mengerikan mengenai seorang mafia, sehingga dirinya pun tak lagi mengerti harus menerangkannya seperti apa.


"Semua orang menyangka jika mafia adakah sesuatu yang perlu ditakuti karena kengerian dan kebejatan mereka serta kekejamannya.


 "Tujuan awal mafia dibentuk sangat mulia … namun seiring waktu dan perkembangan zaman, segalanya menjadi kacau … aku tidak menyalahkan jika orang-orang berpikir yang mengerikan mengenai mafia," ucap Jeff.


"Ya, aku kira … rumahmu akan dipenuhi ruang bawah tanah, tempat penyiksaan, dan ya … sepeti yang aku lihat di TV," ujar Loly, ia sedikit malu menyadari hal itu.


"Aku hanya punya satu ruang penyiksa … dan itu untuk istriku!" goda Jeff, ia melihat ke arah wajah Loly yang langsung membekakakkan mata.


"Apa?! Apakah kau berniat menyiksaku? Brengsek! Kau tidak akan bisa menyiksaku Jeff! Aku pastikan itu!"  ketus Loly tegas.


Jeff menarik tengkuk Loly dan membisikkan sesuatu yang nakal, "A-apa?! Kau jangan gila! Kau kebanyak nonton film biru genre hardcore kali! Jadi pikiranmu gila!" umpat Loly, ia merasa sekujur tubuhnya lemah lunglai tak berdaya tanpa tulang.


Loly ingin kabur jika Jeff benar-benar jika akan melakukan setiap adegan gila itu, Loly masih menelan ludah berulang kali, ia mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya. Berharap bisikan Jeff hanya mimpi.


"Gila! Tentu saja tidak! Aku malah senang seperti ini," balas Loly ia melangkah ke luar dari mobil ingin menikmati rumput yang tertata rapi, bunga-bunga rambat memenuhi sekitar mereka bak sebuah gunung dan bukit menjulang yang menyembunyikan mereka.


"Apakah rumah ini sebuah rumah rahasia?" tanya Loly, ia merasa tak memiliki seorang tetangga pun. 


Bahkan, ia merasa jika mereka memasuki sebuah sarang tikus atau gua di zaman modern. Loly masih melihat semua keindahan hanya ada beberapa warna, hijaunya rumput, birunya langit dan putihnya rumah serta bunga.


"Ya, aku selalu saja kemari jika ingin sebuah ketenangan! Jika kamu menginginkan hal yang mengerikan mungkin kamu harus ke Puerto Rico, di sana pusat La Costra Nostra, kastil Jovink Nostra yang memiliki gambaran imajinasimu.


"Selama kita menyelidiki banyak hal aku rasa, kita lebij 

__ADS_1


baik bersembunyi di sini menyelidiki segalanya," balas Jeff, ia berdiri di samping Loly bersandar pada kap depan mobil.


Keduanya menatap  ke arah rumah idaman Jeff jika ia ingin membangun sebuah rumah tangga bersama wanita yang akan memberinya banyak anak dan cinta juga kasih sayang.


"Aw! Apa yang ingin kamu lakukan, Jeff!" pekik Loly, kala Jeff sudah membopong dirinya menuju ke dalam rumah.


"Maaf, aku mengira jika aku menikah akan memasuki rumah ini dengan baju pengantin, siapa yang menyangka kita malah seperti berandalan dan sedang lari kawin!" dengus Jeff.


"Memang kawin sambil lari bisa?" tanya Loly, ia membalikkan wajah menatap ke arah Jeff.


"Apa?" 


"Ya, 'kan kamu bilang lari kawin, memang kawin sama lari bisa begitu?" ulang Loly, ia tak bermaksud apa pun.


"Kamu … mengatakan itu, dengan maksud tanda petik atau bagaimana? Secara harfiah kawin sambil lari tidak akan pernah bisa. Tapi jika lari kawin aku rasa bisa, kita tinggal kabur pergi ke pendeta selesai, tapi jika kawin lari yang kamu maksud tidak akan bisa, lebih baik kita melakukannya di tempat tidur.


"Apakah kamu berencana kita akan melakukannya sambil berlarian begitu? Aku rasa … itu perlu dicoba! Apalagi kastil ini hanya kita berdua!" goda Jeff, ia sudah sangat gemas melihat Istrinya yang selalu menggoda tanpa sadarnya.


"Apa? Di tempat tidur saja aku rasa! Itu pilihan terbaik," balas Loly, tanpa sadar.


"Kalau begitu ayo, kita lakukan sekarang!" ajak Jeff, ia tahu jika Loly belum siap ia hanya ingin membuat istrinya sedikit takut.


"Hah! A-aku … Jeff! Jangan aneh-aneh!" balas Loly, ia merasa jika sekujur tubuhnya mulai bergetar hebat, bayangan-bayangan dari sebuah film yang pernah ditontonnya bersama Claudia dan teman-teman di Tea Lunch sedikit membuatnya pusing dan tubuhnya gemetar bingung.


Apalagi bisikan nakal jeff yang gila, membuat seluruh rambut halus di tubuhnya semakin meremang. Jeff sudah memasuki pintu utama sambil membopong istrinya bak bridal style.

__ADS_1


 


__ADS_2