
Semua orang langsung berlari ke arah yang ditunjuk oleh Jeff, Mereka mencari di sana. Jeff pun mengikuti mereka begitu juga dengan Dean dan Dwinov yang sudah tiba di depannya.
"Bagaimana? Apa yang kau dapat Jeff?" tanya Dwinov, ia masih mengatur napas dan melihat ke sekeliling tempat mereka berpijak.
Dwinov melihat ke arah kamarnya di lantai satu dan jarak antara kamar dan atap di kastil sisi kanan sangat jauh, ia juga melongok ke jurang terjal di balik tembok.
"Si penyusup benar-benar punya nyali yang sangat luar biasa. Kemungkinan jika si penyusup tidak memiliki kemampuan yang hebat, dia tidak akan mungkin bisa melalui semua ini," batin Dwinov.
Jeff menggelengkan kepala, ia pun sama lelahnya dengan kedua pria tampan di depannya. Dean masih menatap ke remangan malam yang dipenuhi oleh hutan kecil di balik tembok.
"Jika dia orang baru tak mungkin secepat itu kabur dari sini, di balik tembok adalah lereng bukit yang curam dan hutan. Dia juga harus berlari dan memiliki kendaraan paling tidak sepeda motor," ujar Dean.
"Kau benar, kita semakin kacau! Um, Jeff, apa yang harus kita lakukan?" tanya Dwinov bingung.
"Um, sebaiknya kita tidur saja dulu! Kita sama lelahnya. Besok aku ingin kita bertiga bertemu di tempat rahasia kita, aku rasa sangat tidak aman jika kita bicara di sini.
"Mengenai rahasia yang ingin kau bicarakan tadi mengenaiku, besok saja kau ceritakan di tempat rahasia kita," ujar Jeff.
"Dwinov, aku …." Dean ingin mengatakan sesuatu memandang ke arah Dwinov.
"Ada apa? Katakan saja!" balas Dwinov.
"Aku tidak tahu harus dari mana, sepertinya kita pun dalam masalah," ujar Dean.
"Apa maksudmu?" tanya Jeff dan Dwinov berbarengan.
"Um, aku memeriksa genku sendiri, aku sepertinya bukan anak ayahku, dan kau … yang memiliki gen yang sama dengan ayahku, Dwinov!" ujar Dean.
"Apa? Kau gila! Sejak kapan kau melakukan hal itu? Kau membongkar makam papamu?" tanya Dwinov.
"Pelankan suaramu, Dwinov! Aku tidak bisa percaya dengan siapa pun lagi di kastil ini. Semua ini bermula saat aku ke Tijuana, aku menemukan seorang wanita bernama Miranda!" ujar Dean.
__ADS_1
"Miranda? Siapa dia?" tanya Jeff dan Dwinov.
"Miranda adalah wanita dari masa lalu ketiga Nostra," ujar Dean.
"Apa?" balas Jeff dan Dwinov.
"Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa ke Tijuana, wanita itu berada di kastil bawah tanah milik La Costra Nostra dibawah kekuasaan Pablo," ujar Dean.
"Wanita itu mantan ketiga Nostra? Maksud kamu, Joey papa kamu, Jovink? Dan siapa lagi?" tanya Jeff, penasaran.
"Jodie Nostra!" ujar Dean.
"Jodie Nostra?!" keduanya terperanjat.
"Ya, aku sendiri tidak tahu bagaimana kisah itu berlanjut. Mungkin hanya Jovink yang tahu, atau Lorenzo dan Pedrosa. Entahlah, tapi kita tidak boleh terang-terangan menyelidiki semua ini.
"Aku tidak ingin Pedrosa dan Lorenzo akan tewas, buktinya wanita bernama Miranda itu di sekap di bawah tanah kastil La Costra Nostra," ujar Dean, "aku pun tidak tahu, apakah Pedrosa dan Lorenzo ikut andil di dalam semua ini," ujar Dean.
"Jika aku putra ayahmu lalu … apakah kau putra ayahku?" tanya Dwinov, ia merasa mereka tertukar saat bayi.
"Apakah kau memiliki fotonya?" tanya Jeff, ia mengingat Jodie Crown yang luar biasa, dan mirip akan dirinya.
"Tidak! Dia hilang sejak terjadinya kudeta antar Nostra mereka saling bunuh." Dean menatap ke arah keduanya.
"Apa maksudmu? Apakah ketiga adik kakak itu saling bunuh?" tanya Jeff.
"Aku tidak tahu, wanita bernama Miranda bilang, 'Jika Jovink yang sekarang bukanlah seorang Nostra,' dia adalah seorang kaki tangan seperti Alexander Dove dan dia memiliki putra dan entahlah putranya entah di mana.
"Semuanya semakin rumit Jeff, makanya aku bilang pada Dwinov berhati-hatilah, karena kita sudah tertukar dan aku sendiri sudah menyelidikinya. Hanya saja, Jeff memiliki gen yang sama dengan wanita itu.
"Sedangkan aku dan Dwinov tidak memilikinya. Aku tidak tahu siapa ibu kami yang sesungguhnya, jika Dwinov dia masih memiliki ayah yaitu : Joey Nostra, tapi aku? Aku tidak tahu siapa ayah kandungku.
__ADS_1
"Mungkin saja, aku dan Jeff sama. Kami bukanlah seorang Nostra, hanya saja Jeff memiliki gen yang sama dengan wanita itu," ujar Dean, ia memandang Jeff.
"Ia juga bilang pernah melahirkan putra pertama dan meninggalkannya di panti asuhan, tapi dia lupa panti asuhan apa? Karena saat malam dan dia ingin menyelamatkan bayinya." Dean menatap keduanya.
"Aku hanya tahu jika Nostra ada tiga tapi semuanya telah tiada, hanya tinggal Jodie, sedangkan satu lagi katanya memang bernama Jovink tapi … aku tidak tahu, apakah iyang bersama kita adalah Jovink yang asli atau tidak?" Dean terdiam, menatap rembulan sabit.
"Jadi, aku mengambil kesimpulan jika Jeff mungkin saja putra Nostra yang lain," lanjut Dean.
"Jadi, apakah kita harus bertanya pada Papa?" tanya Dwinov.
"Kau gila! Sudah aku bilang jangan banyak bicara dan tutup mulutmu! Kau bodoh sekali! Aku mengatakan hal ini, agar kau berhati-hati sialan! Kau adalah putra Joey dan Jeff adalah putra Nostra yang lain yang kita tidak tahu. Apakah Jodie ataukah Jovink asli?
"Tapi, Jeff tidak memiliki gen yang sama dengan Jovink begitu juga aku apalagi kamu! Kau putra ayahku, Sialan!" umpat Dean.
"Oh, begitu! Baiklah! Aku akan menutup mulutku." Dwinov mengerucutkan bibirnya, ia masih saja tak memahami akan hal itu.
"Apakah kau punya bukti Dean? Aku tidak yakin jika tidak memiliki bukti," lanjut Dwinov masih curiga.
"Kalian bisa menemukan semua bukti, besok saat pergi ke tempat persembunyian kita sewaktu kecil. Aku sudah menyimpan semua hasil gen di loker kalian masing-masing. Aku takut, jika aku tewas, maka rahasia ini akan aku bawa sampai mati," ucap Dean.
"Oh, baiklah! Besok kita bertemu di sana, bukan begitu Jeff?" tanya Dwinov.
"Ingat kita pergi berpencar saja. Satu hal lagi berhati-hatilah! Aku takut, ada yang terus mengawasi kita," ketus Jeff, ia memandang ke sekitarnya.
"Selain itu, Papa memintaku untuk menyelidiki istrimu Loly. Papa menginginkan kebenaran siapa sebenarnya Loly. Sementara Isabel, papa tidak pernah memintaku untuk mencari tahu akan hal itu," ujar Dean.
"Lalu apa yang kau katakan?" tanya Jeff, penasaran.
"Aku sudah ke Denver, dan baru tiba hari ini. Aku katakan jika rumah Loly sudah terbakar dan dia hanyalah anak yatim piatu, putri dari tuan Campbell," ujar Dean, "aku berharap tidak ada hubungan apa pun antara Loly dan Nostra," lirih Dean.
Kegelapan malam yang kian mencekam menyimpan sejuta kengerian, rahasia yang dikemukakan oleh Dean begitu meluluhlantakkan keadaan jiwa mereka bertiga.
__ADS_1
"Ya," balas Dean dan Dwinov.
"Sudahlah aku tidak ingin papa curiga, kita juga tidak tahu apakah dia Jovink yang asli atau palsu. Tetapi Jovink memiliki anak, itu hanyalah rumor dari wanita terpasung di bawah kastil La Costra Nostra," ujar Jeff.