
Joey kembali masuk ke halaman kastil La Costra Nostra, ia beranggapan jika itu bukanlah Miranda Fernandez.
Joey kembali tertawa bersama sahabat-sahabatnya.
***
Sementara Miranda berjalan menyusuri pantai San Juan, ia merasa lelah dan kepalanya berkunang-kunang.
"Jodie … di manakah dirimu?" lirih Miranda Fernandez.
Miranda sedikit terhuyung di dalam pekatnya malam, bruk! Miranda terjatuh pingsan. Jatuh di pantai dengan kaki disapu ombak.
Seorang wanita tua, melihat dari kejauhan dan berlari menghampiri Miranda Fernandez. Ia membalik dan memeriksa tubuh Miranda.
"Juarez! Juarez! Kemarilah!" teriak wanita tua tersebut memanggil suaminya.
Seorang pria langsung menghampiri wanita tersebut, "Ada apa, Sayang?" tanyanya.
"Aku tidak tahu siapa wanita ini tapi, dia pingsan. Dia sedang hamil Juarez, kasihan dia! Ayo, kita bawa ke pondok," ujar wanita tua tersebut.
"Amelia, kau yakin? Bagaimana jika wanita ini penjahat Amelia?" tanya Juarez, pria sedikit ikal dengan pakaian khas Meksiko sedikit takut.
Juarez begitu takut jika hanya dengan menolong seorang wanita maka nyawa mereka berdua sebagai taruhannya. Juarez masih menyayangi nyawa yang berharga yang dimilikinya bersama istri tercintanya sebagai orang tak punya di sepanjang pantai San Juan.
Apalagi, wanita tersebut baru saja datang dari kastil La Costra Nostra. Tetapi, satu tatapan dari Amelia membungkam kecurigaan Juarez, ia langsung membopong wanita tersebut dan membawa ke rumah mereka yang sedikit kecil dan nyaman di pantai San Juan yang indah.
"Juarez, aku akan memeriksanya! Pergilah keluar!" ujar Amelia, ia langsung mengganti baju wanita tersebut dengan pakaiannya.
Deg!
Hati Amelia bergetar Kaka ia melihat sisa bercak darah dan pistol yang terselip di bawah pakaian wanita tersebut.
"Ya, Tuhanku! Juarez benar! Siapa wanita ini?" batin Amelia, ia takut.
Namun, nalurinya sebagai wanita ia terus menolong Miranda. Amelia menyembunyikan pistol ke dalam tas selempang wanita tersebut memeriksa kartu identitasnya.
"Miranda Fernandez, seorang guru … tapi, mengapa dia membawa pistol? Apa yang terjadi? Apalagi, dirinya sedang hamil …," lirih batin Amelia penasaran.
Ia membersihkan dan memberi Miranda minum, "Uhuk! Uhuk!" Miranda terbatuk dan sadar.
"Di- di mana aku …" lirih Miranda melihat lampu neon berkedip lembut di ruangan sempit.
__ADS_1
"Engkau di rumahku, Nyonya. Um, siapakah namamu?" tanya Amelia, "apakah dia berbohong? Jika dia orang baik, dia tidak akan berbohong!" batin Amelia.
"Mi-miranda … Miranda Fernandez. Apakah ini masih di San Juan?" tanya Miranda linglung, ia merasa kepalanya masih berdenyut.
"Ya, Kamu masih di San Juan. Um, makanlah dulu bubur ini, agar bayi dan dirimu sedikit sehat," bisik Amelia.
"Terima kasih, Nyonya-"
"Amelia … namaku Amelia dan ini suamiku Juarez," bidik Amelia pelan.
Amelia masih penasaran dengan siapa sebenarnya Miranda Fernandez. Akan tetapi, ia ingin Miranda tertidur dan istirahat.
"Besok, aku akan bertanya …," bisik batin Amelia.
Setelah makan Miranda mencoba untuk tertidur dengan derai air mata, "Jodie …," lirih batin Miranda memanggil Jodie, hingga ia un tertidur.
Keesokan pagi ….
Miranda bangun dan ingin pergi, ia tak tahu harus ke mana lagi. Ia ingin pergi ke Denver mencari Jodie dan kebenaran akan kematian Jodie.
"Kamu mau ke mana, Nak? Kamu belum sehat benar," lirih Amelia, ia melihat Miranda ingin pergi dari rumahnya.
"Aku … aku ingin ke Denver, ada yang ingin aku cari," bisik Miranda.
"Aku dari Tijuana dan ingin ke Denver. Nyonya apakah Tuan Jodie Nostra ada di kastilnya?" tanya Miranda, ia gun mengetahui banyak hal.
"Tuan Jodie Nostra … bukannya di Tijuana dengan calon istrinya? Apakah kau tidak tahu? Di sini tidak ada siapa pun. Tuan Joey dan Jovink juga pergi," ucap Amelia.
"Oh, lalu … yang aku lihat tadi malam?" batin Miranda.
"Tuan Joey Nostra baru pulang tadi malam dari San Fransisco," ujar Juarez, ia mengadakan pesta bersama teman-teman pembalapnya." Juarez tersenyum.
"Oh, benarkah? Hm, rasanya aku ingin pergi ke sana," ucap Miranda, "aku ingin minta tolong kepada Tuan Joey Nostra," lirih Miranda Fernandez.
"Sebaiknya kau jangan ke sana, aku mendengar desas-desus jika ada kudeta di kastil La Costra Nostra," ucap Juarez.
"Juarez! Pelankan suaramu! Kita hanya rakyat kecil," ujar Amelia.
"Benarkah?" tanya Miranda penasaran.
"Ya, aku tidak tahu benar atau tidaknya. Tapi, begitulah adanya. Ada yang memihak Tuan Jodie dan kedua adiknya. Masing-masing memiliki pendukung. Bahkan ada yang berniat ingin membunuh Tuan Jodie," ucap Juarez.
__ADS_1
"Juarez!" hardik Amelia.
Juarez terdiam, "Sudahlah, Nak. Kamu tinggal di sini saja. Nanti, jika bayimu telah lahir kamu baru pergi ke Denver!" bisik Amelia.
"Apakah aku tidak merepotkan?" tanya Miranda Fernandez, "benarkah apa yang dikatakan oleh kedua orang ini?" batin Miranda.
"Tentu saja tidak, Nak!" ujar Amelia.
Sejak saat itu Miranda tinggal bersama pasangan itu, hingga bayinya lahir pada bulan purnama pada tahun 1991 di bulan Juli pada tanggal 1, di musim gugur.
Pasangan tua itu tidak pernah bertanya mengenai asal usul dan banyak hal pada Miranda, keduanya menyayangi Miranda bak anak sendiri. Bahkan, Miranda mengajari keduanya baca tulis dan Amelia merajut pakaian hangat untuk calon bayi Miranda.
Miranda begitu bahagia walaupun dirinya sering memandang megahnya kastil La Costra Nostra dari kejauhan.
Namun, Miranda tak ingin ke sana lagi dengan banyaknya rumor yang mengerikan yang didengarnya. Jodie telah raib tanpa kabar.
"Bayi yang sangat tampan! Siapakah namanya?" tanya Amelia menimang bayi itu.
"Jeff!" ujar Miranda, ia tersenyum menatap bayi tampannya.
"Ah, bagaimana jika ditambah menjadi Jefry? Dia sangat tampan!" ucap Amelia membelai wajah Jeff.
"Hm, ditambah satu nama lagi, nama tengahku Dimitri!" ujar Juarez bangga.
"Boleh! Jeffry Dimitri, sangat indah dan gagah!" ujar Miranda, "Nostra, nama belakangmu Nak!" batin Miranda.
Kebahagiaan melanda keluarga kecil itu, Amelia dan Juarez seakan memiliki seorang anak dan cucu tanpa pernah bertanya siapa suami dari Miranda Fernandez.
Kekacauan mulai terjadi saat hilangnya Jodie Nostra, berbagai rumor mengatakan, "Jika Jodie Nostra dan John Campbell telah terbunuh," dan ada yang mengatakan, "Jika dia dibunuh calon istrinya yang menghilang,".
Pada usia Jeff tepat 3 bulan. Kerusuhan terjadi di mana-mana, bahkan Joey melihat Miranda, di pantai San Juan di suatu sore.
"Miranda!" teriak Joey, ia begitu senang bertemu dengan Miranda Fernandez.
Namun, Miranda yang takut jika Joey akan membunuhnya ia pun berlari menjauhi Joey Nostra yang terus berlari dan mengejarnya.
Namun, pada malamnya kerusuhan terjadi di sepanjang pantai San Juan. Pria-pria bertopeng mengatasnamakan La Costra Nostra membantai semua orang dan mencari Miranda.
"Aku ingin kalian menyerahkan Miranda Fernandez! Jika tidak aku akan membunuh semua orang!" teriak seseorang berjalan dengan angkuhnya dan mirip Joey.
"Joey Nostra?!" pekik Miranda kaget.
__ADS_1
"Pergilah, Nak. Bawa bayimu!" teriak Amelia dan Juarez.
"Tapi … bagaimana dengan kalian?" teriak Miranda.