
Jeff, Jodie, dan semua orang hanya diam, mereka hanya saling pandang mendengarkan semua kisah tersebut.
"Maaf Pak Walikota, kami … sudah hidup bahagia di sini. Aku tidak bisa memutuskan seorang diri, ini menyangkut nyawa anak-anakku,sahabat, dan menantu juga seluruh penduduk Goldblack.
"Aku tidak bisa mengatakan apa pun untuk sekarang ini. Tapi, aku akan memberikan kabar nanti," ujar Jodie, ia sudah lelah bila harus kembali bertempur, ia tak ingin kehilangan kebahagiaan lagi.
"Aku tahu, Tuan Nostra. Tapi, kami tidak tahu lagi, harus meminta pertolongan ke mana?" ucap Antonio Morales, ia menatap ke arah mereka semua.
"Jika pemerintah masih bisa menanganinya, kami tidak ambil pusing tapi, pemerintah pun sudah kewalahan bahkan banyak polisi dan tentara sudah dikerahkan.
"Namun, mereka semua hilang beserta keluarganya. Itu yang membuat aku tak habis pikir," balas Antonio Morales, "aku meminta pertolongan pada Anda, Tuan Nostra, karena Anda adalah mantan dari ketua mafia yang luar biasa.
"Dulu saat Anda dan kedua adik Anda masih ada, segalanya tak serunyam ini. Begitu juga saat putra Andra Jeff yang menjadi ketua segalanya tidak begitu kacau." Antonio Morales tersenyum, ia merasa sedikit lelah.
"Tuan Walikota, saya dan keluarga saya akan mencoba untuk membantu pemerintah untuk menangani semua kejahatan Montes.
"Akan tetapi, beri kami sedikit waktu untuk merundingkan semua masalah kamu ini," ujar Jeff, ia ingin menengahi segalanya.
"Apalagi kedua adik dan teman kamu masih berada di kota. Jadi, saya dan papa juga paman yang berada di sini tidak bisa memutuskan apa pun," ucap Jeff, ia tak ingin dipaksa untuk mengambil keputusan seenaknya saja.
Jeff tahu, jika Jodie, Frank, dan Lorenzo sudah tak ingin campur tangan mengenai urusan dunia. Mereka hanya ingin hidup bahagia, di akhir hayat mereka berada di antara teman, keluarga, dan saudara di Goldblack yang damai.
"Baiklah, Nak. Tolong pikirkanlah, mungkin saat sekarang kalian aman … tapi, lambat laun mereka pun akan menghancurkan kebahagiaan kalian," ucap Antonio Morales, ia menatap pada semua orang.
"Um, saya permisi dulu!" ucap Antonio Morales, ia meninggalkan tempat kediaman Goldblack.
Antonio Morales berjalan ke arah mobilnya dan memasuki mobil untuk pergi dari Goldblack. Akan tetapi, sesuatu yang tidak mereka sangka pun terjadi kebahagiaan itu lenyap seketika.
Duar! Dor! Dor!
Berondongan peluru dan ledakan mobil bergema, mereka tidak menyangka jika mobil yang dinaiki Antonio Morales meledak akibat bom yang diletakkan di mobil.
Teriakan dan jeritan semua orang bergema, apalagi berondongan peluru semakin mengerikan membunuh semua orang di Goldblack.
"Tiarap!" teriak Jodie, ia langsung menendangkan meja untuk terbalik, ia beringsut merangkak ke dalam rumah, di mana para wanita sedang bercengkrama dan semua orang terkejut akan serangan tersebut.
__ADS_1
"Hahaha, Menyerahlah kalian para Nostra! Aku baru tahu, jika kalian berada di sini. Cih! Bajingan Morales, itu ingin mencari perlindungan pada kalian! Hahaha," teriak Jordan Rodriguez kakak dari Joana.
"Kakak! Apa yang kau lakukan? Biarkan kami bahagia, Kak!" teriak Joana.
"Joana, masuk ke dalam!" teriak Jeff, ia melihat adik iparnya ke luar dari rumah ingin melindungi keluarganya.
"Jika kau ingin membunuh, bunuh aku saja. Jangan semua orang Kak!" teriak Joana, ia beringsut ingin pergi mendekati Jordan beserta kaki tangan mereka.
"Hahaha, dasar pengkhianat! Aku tidak memiliki adik sepertimu! Enyah kau!" teriak Jordan.
Dor! Dor!
Berondongan peluru hampir saja mengenai tubuh Joana yang sedang hamil 5 bulan, "Tidak!" teriak Jodie, Jeff, dan semua orang.
Jeff langsung melesat menarik tubuh Joana hingga keduanya bergulingan ke semak bunga dan blueberry di dekat dinding rumah Jodie.
"Joana! Joana! Apakah kau bsik-baik saja?" teriak Jeff, ia takut terjadi sesuatu pada adik iparnya.
"Ka-kakak … perutku … katakan maaf pada Dean. Aku … aku mencintainya," lirih Joana, ia terluka di bagian perut akibat bergulingan dan menambrak batu.
"Ya, Tuhan!" ujar Jeff panik, ia meraba darah di kaki Joana.
Brak! Brak!
Jeff menendang dinding rumah hingga jebol, ia berusaha untuk memasukkan Joana yang bersimbah darah akibat keguguran.
"Joana!" teriak Loly, Matilda, Diana, Gwenie, yang langsung mengambil tubuh Joana dan mengobatinya.
"Bajingan, Kau!" teriak Jodie murka, ia beringsut masuk ke teras dengan mengendap-endap bertiarap.
"Jodie, Ini!" teriak Miranda melemparkan pistol pada Jeff, Miranda, Matilda, Gwenie, Diana, Loly, dan Isabel mengambil pistol ingin menembak ke arah musuh.
Lorenzo dan Frank langsung berlari masuk mengambil pistol dan membalas tembakan ke arah musuh, begitu juga dengan warga yang masih tersisa dan para pengawal Nostra.
Dor! Dor!
__ADS_1
Pertempuran semakin sengit, Jodie berusaha untuk melemparkan granat ke arah Jordan dan kaki tangannya.
Dor! Dor!
"Aaa!" teriak Jodie, bahu dan kakinya tertembak.
"Loly, bawa Diana, Isabel, Gwenie, Joana, dan semua anak-anak dari pintu belakang! Cepatlah! Telepon Siapa pun untuk kembali dan berhati-hati, Nak!" teriak Miranda.
Miranda sudah menyelimuti dan memberikan pertolongan pada Joana.
"Tidak, Ma!" balas Loly, Isabel, dan Joana yang lema.
"Miranda, aku sudah lelah berlari … jika kita mati! Biarlah kita semua mati!" tegas Gwenie begitu pun dengan Matilda.
Di luar baku tembak masih bergema, "Apa yang harus kita lakukan?" teriak Miranda bingung, tak seorang pun yang ingin pergi.
"Matilda dan Kau Gwenie, ayo … masuk ke ruang bawah tanah, bawa Joana dan anak-anak. Sembunyikan dan tolong rawat Joana, kau juga Isabel rawat Joana!
"Aku dan Loly akan menyelinap dari pintu belakang mengepung mereka," umpat Miranda geram.
"Miranda biarlah Isabel, Terra, dan Mama yang merawat Joana dan anak-anak, kami ikut Kau!" balas Gwenie, ia pun mengambil pistol Karas panjang dengan peluru otomatis, begitu juga dengan Matilda dan Diana.
"Oh, Tuhanku! Baiklah, berhati-hatilah! Terra, Mama … tolong jaga Isabel, Joana dan semua anak-anak!" ujar Miranda, "Loly, ambil pistolmu! Berhati-hatilah dengan kehamilanmu!" pesan Miranda.
"Baik, Ma!" balas Loly.
Para wanita berhamburan ke luar, Isabel menggendong Grace dan membawa Adam masuk ke ruang bawah tanah Mama dan Terra mengangkat Joana dan memberikan pertolongan seperti yang mereka lihat jika Jodie menolong orang.
Mama menikahi Dokter Abraham sehingga ia pun bersama dokter tersebut menolong Joana. Para wanita yang lain berlari dengan cepat dari balik semak memotong jalan di ujung yang tak terlihat satu demi satu bergerak berlari dan terus berlari ke arah Jordan dan kaki tangannya yang masih menembak ke rumah Jodie dan Miranda.
"Bajingan! Kalian harus mati!" teriak Miranda, ia langsung mengokang senjata begitu juga dengan yang lain.
Dor! Dor! Dor!
Berondongan senjata bergema membunuh para musuh hingga anak buah Jordan tewas mengenaskan. Mereka tidak menyangka akan dikepung oleh para wanita.
__ADS_1
Tindakan heroik para wanita langsung dicontoh oleh wanita penduduk Goldblack yang turut membantu Miranda dan Loly juga semua wanita lain.
Mereka memukul mundur dan mengepung Jordan yang tidak menyangka akan hal itu.