Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Informasi yang hilang


__ADS_3

Gwenie menceritakan secara singkat apa yang terjadi di rumah mereka dan sekarang mereka berada di mana. Lorenzo terdiam dan termangu, ia menatap Jeff dan Dwinov.


"Lalu, apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Lorenzo menatap ke arah Jeff dan Dwinov, ia merasa bingung.


Jeff dan Dwinov menceritakannya dengan singkat, "Apa? Hm, jadi Pedrito ya, biang keroknya." Lorenzo terdiam, ia mengerutkan keningnya ia bingung dan merasa aneh.


"Jovink … oh, itu pasti karena Jovink tewas? Aku dan Pedrosa sudah memakamkan Jovink di pantai San Juan bersama makam Joey dan Miranda!" ujar Lorenzo.


Semua orang terperanjat, mereka menatap ke arah Lorenzo dengan bingung dan Jodie muncul di sana,


Lorenzo tersenyum sumringah.


"Jodie! Kau masih hidup! Aku merindukanmu tapi, aku tidak bisa menyelamatkan Joey dan Jovink," lirihnya, ia menangis mirip anak kecil.


Jodie tersenyum dan mendekat ke arah Lorenzo, "Enzo aku baik-baik saja, maaf aku tidak tahu jika kita semua menderita. Kamu istirahatlah," ujar Jodie, ia merasa kasihan melihat sahabatnya kembali mirip anak-anak.


"Jodie," lirih Enzo, ia menarik tangan Jodie.


"Aku … aku takut! Mereka membunuh banyak orang di San Fransisco, coba selidiki benteng Dark. Aku … aku tidak tahu, bagaimana aku bisa selamat," lirihnya, ia menatap Jodie.


"Benteng Dark?" tanya Jodie, ia mendengar rumor aneh di sana jika para sindikat dunia yang kejam berada di sana.


"Pedrosa! Pedrosa mungkin tahu, kami bertemu di Texas dan … dan aku tidak tahu Jodie, aku tidak ingat apa pun!" ujarnya, "aku tidak tahu, apakah aku telah membunuh Joey? Aku tidak ingat …," ujarnya ketakutan.


Jodie dan semua orang terperanjat, "Enzo, ceritakan saja ada apa sebenarnya? Aku tidak marah," bisik Jodie, ia merasa perih dan getir di jiwanya melihat kedua saudara kandung dan ketiga temannya kacau balau hanya karena membela mereka bertiga hingga sebuah chip ditanam di otak mereka.


"Apakah Lorenzo yang sudah membunuh Jovink?" batin Jodie.


"Paman Enzo, yang membunuh Papa Joey adalah Pedro," ujar Jeff.


"Iya, Pedro yang langsung mengatakannya," timpal Dwinov, ia tak ingin Lorenzo semakin tersiksa lahir dan batin.

__ADS_1


"Oh, benarkah? Syukurlah," bisik Lorenzo, ia termenung.


"Aku hanya ingat malam itu … aku di San Fransisco, sebuah telepon dari Joey menyuruhku ke Denver! Aku membawa informasi soal benteng Dark! Tapi, aku … tidak tahu bagaimana aku berada di sebuah ruang rahasia dan mereka menyiksaku untuk mengatakannya.


"Tapi, aku tidak mengatakan apa pun dan … mereka menyuntikkan sesuatu, aku tidak tahu lagi. Aku hanya tahu, aku … membunuh orang di benteng itu, aku membunuh seorang dokter.


"Aku kabur dan … pergi ke Denver tapi, aku tiba sesudah sebulan dari kematian dan malam Joey menelponku. Hingga kini, aku tidak ingat rahasia apa yang aku bawa," lirih Lorenzo.


"Terus Enzo," lirih Jodie, ia menyatukan semua cerita dan itu adalah kebenaran yang sudah diselidikinya.


"Aku mencari Jovink dan Pedrosa ke Denver di La Costra Nostra tapi, mereka menembaki hingga aku terluka lagi. Aku tidak ingat lagi setiap aku pingsan," lirihnya, "aku sembuh aku kembali ke San Fransisco untuk mengamankan milik Joey dan pergi ke Swiss. Aku menyimpan kotak rahasia milik Joey di bank Swiss atas nama DJ Nostra putranya dari Miranda.


"Jodie, kau jangan marah pada Miranda dan Joey mereka tidak sengaja melakukannya Jodie, percayalah! Aku bersumpah! Aku bukan membela Joey dan Miranda. Biarkanlah mereka beristirahat dengan tenang di alamnya, Jo! Um, kunci brankasnya … 321. 


"Aku mencari Pedrosa, dia pun tidak ingat apa pun bahkan, kami sempat saling adu tembak. Tapi … apakah aku telah membunuh Pedrosa?" tanya Lorenzo bingung, ia tidak melihat Pedrosa.


"Tidak!" jawab semua orang.


Deg!


Jantung Loly, "Apakah kunci mirip mawar yang tak utuh bersamaku itu?" batin Loly, ia mulai menyadari jika kelopak mawar telah terbagi tiga.


"Ya, itu semua adalah sebuah rahasia mengenai kenangan dan banyak hal. Antara kami bertiga adik-kakak dan kalian sebagai asisten kami masing-masing.


"Jadi, Jovink sudah tewas?" tanya jodie, ia ingin tahu.


"Ya, dia tewas di pangkuanku dan aku kabur untuk menyelamatkan kunci itu. Tapi, aku tidak tahu lagi apa yang terjadi kala aku mencari Pedrosa mereka kembali menangkap kami dan menanamkan sesuatu di tubuh kami. Jika kami bicara maka chip itu meledak.


"Namun, aku dan Pedrosa berhasil mencuri mayat Jovink di Tijuana di kastil La Senorita. Kami memakamkannya di sisi Joey dan Miranda dengan nama NJ Thompson keluarga ibumu. 


"Ide Pedrosa. Dia tidak ingin jika Jovink palsu akan menggali dan menghancurkan jasad Jovink. Selain itu, kami ingin Pedrito tidak tahu jika aku dan Pedrosa mengetahui semua itu karena ada anak Joey dan Jovink bersama mereka.

__ADS_1


"Mereka mempertahankan aku dan Pedrosa karena Jovink palsu terus berkuasa dan seakan nyata jika kami di sisinya agar semua orang tahu itu benar-benar Jovink," ujar Lorenzo.


"Sudahlah, Enzo. Miranda juga masih hidup, Enzo. Sembuhlah, kita akan menyelidiki benteng Dark nanti tapi, kalian harus sembuh. Aku tidak ingin jika kalian masih sakit bagaimana kita menyelidikinya?" ucap Jodie.


"Jo, aku … aku, ada sesuatu yang salah dengan otakku," keluh Lorenzo.


"Jangan khawatir, dokter sudah mengangkat chip yang menjepit otak tengahmu, sehingga ada sebagian ingatanmu yang hilang. Um, semoga saja dengan perlahan kamu ingat informasi apa yang ingin kamu sampaikan kepada Joey," ujar Jodie.


"Ya, terima kasih!" ucap Lorenzo, ia terdiam menatap semua orang.


Bowen keluar dari ruangan tertutup tirai, "Dia siapa?" tanya Lorenzo, ia menunjuk Bowen.


"Hah!" balas Bowen bingung.


"Sayang, dia Bowen … dia yang menyelamatkan kami," balas Gwenie menceritakan banyak hal.


"Oh, terima kasih telah menyelamatkan anak dan istri juga menantuku, Bowen. Hm, apakah Diana merepotkanmu?" tanya Lorenzo.


"Tidak sama sekali Uncle Enzo," lirih Bowen, ia mendekati Gwenie dan melihat bayi mungil tersebut.


"Bibi, bolehkah aku menggendongnya?" tanya Bowen.


"Tentu saja, Nak!" ucap Gwenie.


"Halo, Tampan! Selamat datang di dunia ini, abaikan kesedihan dan hal yang tidak mengenakkan, dunia ini sangat indah …," bisik Bowen.


Semalaman mereka bahagia, Loly, berulang kali tersenyum pada Jeff dan menggenggam tangan Jeff yang tersenyum.


Isabel berulang kali bercerita banyak hal mengenai kehamilannya pada Dwinov, Joana tersipu malu kala Dean selalu saja memijat bahunya karena kelelahan harus berulang kali membantu Terra dan Mama.


"Miranda, sebaiknya kamu istrirahatlah, sudah malam," bisik Jodie, ia mendorong kursi roda ke kamar Miranda tanpa menunggu kata persetujuan dari kekasih hatinya.

__ADS_1


"Jo, aku … aku bukan anak-anak lagi," bisik Miranda kala Jodie membopong Miranda ke tempat tidur dan menyelimutinya.


__ADS_2