Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Anugerah terindah


__ADS_3

"Queensland? Wow! Siapa sangka di sanalah Benteng Dark berada? Lalu, kita akan ke sana begitu?" tanya Loly penasaran, ia tak menyangka jika perjalanan dan musuh mereka membuat Loly harus ke sana kemari di belahan dunia dan negara yang berbeda.


"Kamu tahu Jeff, rasanya kita selalu saja seperti bertamasya setiap kali kita akan mengejar musuh kita di belahan dunia mana pun. Tapi ini sangat seru!" ujar Loly, ia benar-benar merasakan hal itu.


"Aku baru tahu ada orang yang ingin menyerahkan nyawa dan setiap waktu nyawanya akan melayang malah bahagia. Jadi, kamu selama ini menganggap jika kita sedang berpiknik begitu?" tanya Jeff, ia heran setengah mati mengetahui cara pikir istrinya.


"Ya!" balas Loly tersenyum, ia merasa itu adalah hal yang biasa.


"Baru kamu rasanya seorang wanita yang tidak akan berlari dan berteriak ketakutan bertemu musuh dan mendapati darah. Mungkin karena dari kecil kamu sudah ke sana kemari dengan papa. 


"Selain itu, darah Campbell dan Banderas di tubuh kamu itu yang membuat kamu sehebat ini," ujar Jeff bangga.


"Hehehe, jadi kita akan berpiknik ke Queensland?" tanya Loly.


"Ya, kita akan ke sana Sayang. Maaf, sejak menikah kita tidak pernah berbulan madu. Kita akan menginap di hotel di sana, aku rasa kita akan mulai menyelidikinya besok, hari ini kita sudah terlalu lelah. Apalagi, kamu sedang hamil," ujar Jeff, ia membelai perut istrinya.


"Aku tidak ingin terjadi apa pun pada bayi kita, Loly." Jeff tersenyum memandang wajah istrinya yang cantik dan luar biasa tersebut.


Jeff merasa bangga menjadi suami dari seorang Loly Campbell yang luar biasa cantik dan pintar juga energik berbeda dengan kebanyakan wanita lainnya. Itu adalah suatu hal yang sangat disyukuri oleh Jeff sebagai anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepadanya.


Apalagi, sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah, ya sangat menentukan kelahiran buah cintanya bersama loli dan tinggal menghitung beberapa bulan lagi. Loly begitu bahagia mendapatkan perhatian dan juga cinta kasih dari sang suami tercinta.


"Ya, mana baiknya saja Sayang," balas Loly, ia tersenyum menyentuh dagu suaminya yang sedang menyetir.


Jeff mencium telapak tangan istrinya dengan penuh kasih sayang dan tersenyum, "Tidurlah … nanti jika sudah tiba aku banguni," ucap Jeff dengan mesra, ia tak ingin jam istirahat istrinya akan terganggu.

__ADS_1


"Ingat … kamu bukan lagi gadis, ada anak kita Sayang yang juga butuh perhatian dan kesehatan kamu, akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi kita," papar Jeff, ia ingin mengingatkan istrinya akan anak mereka.


"Oh, kamu manis sekali, Jeff. Aku jadi meleleh. Kutersandung …!" lirih Loly, ia tersenyum bahagia mendapatkan semua perhatian dari suaminya.


Loly tidak menyangka di balik tampang kejam suaminya, seorang Jeff memiliki cinta dan kasih sayang yang sangat luar biasa. Tidak ada yang tahu jika seorang ketua mafia dari La Costra Nostra begitu perhatian dan penuh kasih sayang.


"Jeff, aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu. Sungguh, Aku tidak pernah membayangkan, jika kamu memiliki kasih sayang yang sangat luar biasa di balik tampang dingin kamu itu.


"Terima kasih telah hadir di dalam kehidupanku, Jeff. Jika tidak, Aku tidak akan pernah mengetahui kehidupanku masa lalu ayahku, aku juga mendapatkan banyak keluarga.


"Memiliki saudara dan memiliki ipar yang cantik-cantik juga kasih sayang seorang ibu yang luar biasa. Kau tahu, aku sangat mengagumi Miranda.


"Selain dia cantik, Miranda juga wanita yang hebat! Aku sakit padanya," puji Loly jujur.


"Ya, Mama sangat mirip denganmu. Aku beruntung jika Dean dan Dwinov malah sudah memiliki kekasih dan istri. Jika tidak aku pun malah takut jika kisah lama percintaan ketiga  Nostra akan terulang," ujar Jeff, ia ngeri membayangkan akan hal itu.


"Apakah kamu tidak mengantuk Jeff? Aku takut kamu lelah dan kecelakaan atau musuh dengan mengejar kita," balas Loly.


"Mudah-mudahan saja tidak, aku rasa mobil modifikasi ini luar biasa!" ujar Jeff.


"Baiklah, aku tidur sayang. Jika ada apa-apa, tolong banguni aku," pinta Loly pada Jeff.


"Tentu. Jangan khawatir!" balas Jeff tersenyum, ia berusaha untuk memberikan kenyamanan pada istrinya.


Loly langsung tertidur dengan damai, "Ya, Tuhan … lindungilah aku, istri, dan calon anak kami …," batin Jeff, ia berdoa di dalam hati.

__ADS_1


Jeff terus mengendarai mobil dengan kencang menuju ke Queen island. Jeff telah menelepon ke salah satu hotel untuk cek in di mana salah satu anak buah La Costra Nostra yang masih setia berada di sana. 


Menjelang pagi Jeff tiba di Queensland, ia tak tega membangunkan Loly sehingga dirinya membopong istrinya untuk memindahkan ke kamar hotel.


"Ini kamarnya Bos! Aku sudah mencoba mencari apa yang Anda minta. Dan benar ada sebuah benteng yang di tembok tinggi terbuat dari baja. Namun, aku tidak tahu apakah di dalam benteng ada bangunan?


"Aku sudah mencoba menggunakan drone tapi ditembak jatuh. Sehingga sia-sia tapi, besok aku usahakan untuk mencari tahu lagi," balas Roberto.


"Baiklah, usahakan segala apa yang aku butuhkan besok sudah ada, aku yang akan langsung turun tangan ke sana," ujar Jeff.


"Baiklah, Tuan. Akan saya penuhi semuanya besok," balas Roberto, "saya rasa, saya permisi dulu! Selamat malam," pamit Roberto.


"Iya terima kasih Roberto. Berhati-hatilah! Seperti yangbakau katakan jika musuh kita kali ini bukanlah musuh yang mudah dan keleng-kaleng. Jangan percaya pada siapa pun," pesan Jeff.


"Baik Tuan! Saya akan mengusahakan agar tak seorang pun yang mencurigai saya," balas Roberto, ia pun meninggalkan Jeff dan Loly yang sedang tertidur.


Sepeninggal Roberto, Jeff mencoba untuk mengganti bajunya dan istrinya, ia terperanjat dengan senjata di kedua paha istrinya sudah terselip pistol dan amunisi yang terselip tapi di sana di atas stocking jaring milik Loly yang menggoda.


"Apa mesti sih, Loly memakai hal yang menggoda begini?" batin Jeff, mulai goyah.


Jeff tidak menyangka otak omesnya mulai traveling lagi, "Ingat Jeff, istrimu kekah dan sedang hamil … kendalikan dulu hasratmu …," bisik batin Jeff.


"Hadeh, habis siapa yang tidak akan jadi gila jika mendapati tubuh seksi istri sendiri begitu menawan dan menarik begini coba?" gerutu Jeff, ia berusaha secepatnya mengganti gaun indah istrinya dengan piyama longgar.


Setelahnya Jeff mencoba mencari keterangan benteng Dark di laptop dengan USB  yang diberikan oleh Roberto.

__ADS_1


"Aku berharap Roberto lebih pintar dari musuh, walaupun salah satu drone sudah tertembak," batin Jeff, ia mulai memeriksa gambar buram akibat drone yang digunakan tidak terlalu bisa mendekat.


"Aneh … tidak ada benteng? Hanya pepohonan dan gundukan bukit- bukit, lalu …," batin Jeff berpikir.


__ADS_2