
Malam itu semua orang sibuk untuk melancarkan semua serangan balik kepada Pedrito Montes mereka begitu ingin menghancurkan dan membunuh ayah dan anak dari keluarga montes tersebut.
Semua orang hanya diam, Loly dan Terra juga Miranda di kursi roda berusaha untuk membuat makanan dan minuman.
Semua orang makan dan minum sambil bekerja banyak hal untuk membuat mobil lebih baik dan senjata untuk mereka besok.
Loly melihat semua itu degan ngeri, berbeda dengan Miranda dan Terra yang santai saja. Loly memandang Jeff yang bekerja dengan giat dan diam.
"Ketiga Nostra ini benar-benar dingin bak kutub sebenarnya," batin Loly, ia merasa jika ketiganya memiliki kesamaan di dalam bekerja yang terlalu serius.
"Ma, apakah ayah mereka dulu bekerja seperti itu?" tanya Loly, "Jeff sangat mirip dengan Jodie, aku rasa jika nama Jodie adalah Jodie Stanford Nostra berarti Jodie benar-benar ayah Jeff," batin Loly.
"Ya, ketiga Nostra selalu bekerja begitu rajin dan giat. Mereka tidak akan istirahat, jika pekerjaan mereka belum selesai. Itulah kelebihan mereka.
"Aku harap kamu memahaminya Loly, ketiga putraku benar-benar mewarisi tekad dan ambisi ketiga ayah mereka. Ah, Jodie, Jovink, dan Joey. Aku tidak pernah menyangka jika aku akan melahirkan anak-anak mereka.
"Aku tidak tahu apakah itu keberuntungan ataukah itu malapetaka bagiku? Satu hal yang kutahu, jika ketiganya adalah orang-orang yang luar biasa!
"Walaupun mungkin aku terlambat untuk menyadari semua itu. Di sepanjang hidupku, aku selalu merasa, hidup begitu tidak adil mempermainkan diriku selama 30 tahun ini.
"Namun, nyatanya … aku memiliki keberuntungan dibalik semua penderitaan yang kutahan selama 30 tahun, dengan berbagai tangisan juga kutukan terhadap ketiga Nostra.
"Rasanya aku sangat malu, jika aku menyadari begitu banyak kata makian yang telah terucap dari bibirku ini. Aku begitu marah kepada Jodie, yang meninggalkanku tanpa kabar. Marah pada Joey yang meninggalkanku sendirian saat aku mengandung Dwinov.
"Aku marah pada Jovink, yang telah menipuku dengan kelembutan cintanya. Nyatanya aku salah, mereka memiliki kasih sayang dan cinta yang begitu tulus," ujar Miranda.
Miranda menerawang mengingat banyak hal kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu. Tangan pucatnya kini sudah berangsur pulih, bahkan rambut panjangnya yang seperti kawat sudah mulai lemas dan sudah digunting sepinggang lagi oleh Loly.
Miranda begitu cantik, "Pantas saja ketika putranya begitu tampan. Bahkan, ketiga Nostra, kakak beradik itu pun jatuh cinta kepada seorang Miranda yang luar biasa," batin Loly tersenyum.
__ADS_1
Keduanya masih menggulung donat sebagai cemilan, Terra menggoreng dengan senyuman dan membuat seteko besar kopi latte.
***
Keesokan paginya ….
Semua orang telah bersiap untuk pergi menghadiri konferensi pers yang dilakukan oleh Pedrito Montes dan kedua anaknya dengan banyak pengawalan di sebuah gedung La Costra Nostra.
Jeff, Dwinov, Lorenzo, Dean, Loly telah menyamar menjadi para wartawan/wartawati sebuah surat kabar. Jeff begitu mudah mendapatkan semua itu dengan kepintaran Dean yang memiliki teman di percetakan dan saham yang besar di sana tanpa seorang pun yang tahu.
Sebelum mereka memasuki ruangan, semua orang diperiksa, kelimanya begitu santai memasuki ruangan tanpa sedikit pun merasa takut sama sekali.
Bahkan, kelimanya duduk di sudut berbeda. Mereka melihat Jordan Rodriguez, Malcom, Kent, dan Chien Zi di sana.
Semua orang begitu bahagia dan tersnyum senang atas kematian semua La Costra Nostra, semua tertawa bahagia bercerita banyak hal.
"Sial! Ternyata mereka bersekongkol, pantas saja segalanya sulit untuk dipecahkan." Jeff membatin melihat keakraban mereka semua.
"Betapa pintarnya Pedrito melakukan semua skenario, bersama mereka semua," batin Jeff, "aku akan menghancurkan mereka semua! Lihat, saja!" umpat Jeff geram di benaknya.
Pedrito naik ke mimbar dilindungi oleh banyak pengawalnya, "Selamat pagi dan selamat datang di La Costra Nostra. Aku Pedrito Montes yang akan mengambil alih, La Costra Nostra. Sekarang, La Costra Nostra aku ganti menjadi La Montes!" ujar Pedrito.
Pedrito menatap semua orang yang hadir, "Apakah ada pertanyaan?" ujarnya.
"Aku ingin bertanya, jelaskan pada mereka semua bagaimana kau menjebakku dan kedua adikku Pedrito?" ujar Jodie Crown muncul di sana.
Deg!
Jantung Jeff, ia tak menyangka jika Jodie Crown benar-benar ayahnya. Jeff dan semua orang menatap ke arah Jodie yang berjalan ke podium tanpa rasa takut sedikit pun.
__ADS_1
"Jo-jodie Nostra?" ucap Pedrito dan semua orang.
Semua orang terkejut melihat kehadiran Jodie Stanford Nostra di sana, "Aku menanti semua sepak terjangmu, Pedrito. Selama ini aku diam, aku mengira Jovink adikku yang mengendalikan semua La Costra Nostra.
"Tapi, beberapa tahun ini aku sadari jika itu bukan Jovink. Kau jugalah yang membunuh Joey dan ke mana kau kuburkan mayat adikku Jovink dan Miranda!" ucap Jodie.
"Ah, Jodie! Selamat datang! Apakah kau tahu, aku begitu muak dengan semua sepak terjangmu dan kedua adikmu yang sok baik itu.
"Aku senang, bisa membunuhmu dan kedua adikmu yang bodoh juga mengurung kekasih hatimu. Bahkan, aku sendirilah yang membuat kedua adikmu meniduri kekasihmu hingga memiliki anak!
"Kesalahanku hanya satu, aku luput membunuhmu! Dan aku tidak berhasil menaklukkan kedua anak Joey dan Jovink. Aku kira dengan membesarkan keduanya seperti binatang, aku bisa membuat mereka jadi budak caturku.
"Nyatanya aku salah! Mereka tetap memiliki kebaikan di hati mereka," ujar Pedrito.
"Hahaha, kau tidak akan bisa membunuh kebaikan di hati anak-anak kami, Pedrito! Tidak akan pernah! Jika kau tidak membunuh Dean dan Dwinov, aku tidak peduli dengan La Costra Nostra lagi.
"Tapi, kau membunuh kedua adik dan keponakan juga putriku! Itu yang tidak bisa aku maafkan, Pedrito! Sekarang di depan semua orang, aku memintamu untuk turun!" teriak Jodie.
"Apa?! Turun? Hahaha, kau bodoh sekali! Bertahun-tahun bahkan selama 30 tahun aku merencanakan semua ini dan kau memintaku turun? Kala aku telah berada di puncak? Apakah kalian mengizinkan aku untuk turun?" tanya Pedrito kepada sekumpulan teman mafianya termasuk Malcom, Kent, Chien Zi, dan Jordan.
"Tidak! Kau tahu di bawah kekuasaan Jeff, Dwinov, dan Dean segala hal mengenai mafia menjadi kacau balau! Aku tak akan pernah mengizinkanmu untuk turun!" ujar Jordan.
"Hahaha, kau bodoh sekali Jordan! Kau menyalahkan Joey atas kematian, Julietta. Kau tahu, siapa yang memperkosa dan membunuh adikmu? Pria itu!
"Pria yang kau bela itulah yang telah memperkosa adikmu. Kau bodoh sekali!" umpat Jodie.
"Apa?! Itu tidak benar," sanggah Jordan.
"Mengapa tidak benar? Bukankah Julietta pergi bersamamu ke Tijuana? Sementara Joey di San Fransisco? Kau boleh mencari jejaknya, Jordan! Jika kau pintar!
__ADS_1
"Kecuali kau memang bersekongkol ingin membunuh adikmu sendiri! Kau ingin menjodohkan adikmu dengan Pedrito! Tapi, Julieta tidak mau! Aku masih memiliki semua surat Julieta yang meminta tolong padaku!" ujar Jodie.
Dor! Dor!