Cinta Tulus Seorang Mafia

Cinta Tulus Seorang Mafia
Penyakit yang aneh


__ADS_3

"Ikuti share lokasi yang diberikan oleh Bowen," ujar Jeff, ia masih memeriksa nadi Lorenzo yang pingsan.


"Apakah Lorenzo memiliki penyakit kronis?" tanya Jeff, ia merasa aneh, ia sama sekali tidak melihat tanda-tanda berbahaya di tubuh Lorenzo akibat pukulan yang dideritanya. 


Jeff malah pernah melihat lebih parah dari semua itu, "Apa yang terjadi sebenarnya?" ujar Jeff.


"Apakah kau merasa jika Lorenzo sedang terluka atau menderita penyakit begitu?" tanya Dwinov khawatir, ia merasa hanya Lorenzo yang bisa membuatnya sedikit dekat dengan almarhum ayahnya Joey.


"Aku rasa iya, dia seperti … koma! Tapi, aku memeriksa lukanya sama sekali tidak ada tanda-tanda yang mengerikan! Apa yang telah dialami Lorenzo dan Pedrosa? Hingga keduanya tanpa sebab bisa meninggal begitu saja?" lirih Jeff, ia mulai khawatir.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Jeff?" tanya Dwinov sama bingungnya dengan Jeff.


"Aku rasa kita bawa saja dulu ke rumah sakit, kita minta diam-diam pihak dokter untuk memeriksa kesehatannya. Aku rasa ada yang tidak beres dengan Lorenzo.


"Kita semua kenal bagaimana dirinya. Masa hanya luka seperti ini dia bisa koma begini?" ucap Jeff.


Keduanya diam, Dwinov semakin cepat mengemudikan mobil mengikuti share lokasi yang diberikan oleh Bowen.


Mereka tiba dan dokter langsung memeriksa Lorenzo, Jeff diam-diam meminta dokter memeriksa ada apa sebenarnya dengan kesehatan Lorenzo.


"Bibi Gwenie, apa yang terjadi?" tanya Jeff, ia melihat Gwenie dan Diana saling bertangisan memeluk Bowen dan James beserta Debby.


"Mana Adam?" tanya Dwinov, ia sama sekali tidak melihat Adam.


"Adam … Adam telah meninggal Jeff," lirih Diana langsung memeluk Jeff menangis dengan perutnya yang besar.


"Sabarlah, ingat bayi kalian! Jangan sampai dia pun stress, masih ada kami semua keluargamu di sini. Kami akan menyayangi anaknya seperti anak kami sendiri," ujar Jeff.


"Lalu di mana Adam sekarang?" tanya Dwinov.


"Di ruang mayat. Aku sudah meminta keluarga Adam untuk melakukan penguburan," ujar Gwenie.


"Bibi, bolehkah aku tahu. Apakah selama ini Uncle Enzo pernah menderita penyakit aneh atau yang sangat berbahaya begitu?" tanya Jeff penasaran.

__ADS_1


"Hm, sepertinya tidak pernah. Hanya saja sejak 30 tahun silam sejak dirinya pulang dari San Fransisco dia selalu mengeluh, jika jantungnya selalu berdebar dengan kencang dan dia seperti kram dan terkadang pingsan.


"Selain itu, Pedrosa juga demikian Laura selalu bicara hal yang sama bahkan, setelah bangun dia tak ingat apa pun lagi. Makanya Uncle Enzo kamu itu selalu membawa dompetnya yang berisi segala hal agar ia tak pernah lupa banyak masa lalunya.


"Aku sendiri tidak tahu, kami sudah mengunjungi banyak dokter tapi tak ada yang tahu apa yang diderita oleh paman kamu itu!" ujar Gwenie.


"Apa? Jika paman pingsan dan koma setelah bangun ia tak ingat apa pun?" tanya Jeff.


Gwenie menganggukan kepala, "Setelah seminggu, dia baru mengingat banyak hal tapi tidak semuanya. Dia selalu begitu selama 30 tahun ini," balas Gwenie, ia menatap ke arah Jeff.


"Memang apa yang terjadi Jeff, makanya 


"Baiklah, aku akan menelepon Papa," uajr Jeff.


"Aku senang jika Jodie telah kembali! Dia harus mengungkap semua kejahatan ya g dilakukan musuh kalian. Aku sendiri kurang tahu banyak hal. Paman kamu tidak pernah membicarakan masa lalu dan apa yang sedang dihadapinya.


"Dia tidak pernah membawa masalah pekerjaannya ke rumah. Jadi, Bibi tidak pernah tahu, Nak." Gwenie menyeka air matanya, "apakah Enzo akan baik-baik, saja?" tanya Gwenie khawatir.


"Aku sangat yakin dia akan baik-baik saja!" balas Jeff, ia berusaha untuk menghibur Gwenie yang khawatir.


Sedangkan pesan lain lagi dari Zack mengatakan, sesuatu hal rahasia jika musuh telah mengaktifkan kehancuran otak dan tubuh yang dilakukan musuh mereka seperti apa yang dilakukan kepada Pedrosa.


"Bajingan!" umpat Jeff ia langsung masuk ke ruang operasi, ia menunjukkan. Semua bukti yang sudah dilakukan musuh untuk menyelamatkan Lorenzo.


"Dokter! Kau harus menyelamatkan Paman Enzo, bagaimanapun caranya," ketus Jeff marah.


"Baiklah Tuan. Kami akan mengupayakan kesembuhannya," balas dokter.


"Terima kasih, Dok!" ujar Jeff, ia langsung mengajak Dwinov dan Bowen sedikit menjauh dan menunjukkan semua pesan yang diberikan Zack dan rekaman penyiksaan pada anak buah Montes dan Kent.


"Bajingan! Lalu, apakah kita akan ke sana?" tanya Bowen.


"Bowen, please … jaga keluarga Lorenzo, aku melihat Diana sedikit dekat padamu. Tolong, rawat mereka," ucap Jeff.

__ADS_1


Bowen hanya terdiam dan menganggukan kepala, "Berhati-hatilah, kalian. Aku … tidak memiliki teman siapa pun di sini, jadi temanku tidak bisa membantu kalian Jeff," ujar Bowen wajah tampannya hanya diam di balik kuncirnya.


"Sebentar lagi, Papa, Dean, dan Loly akan kemari. Sepertinya keluarga Lorenzo akan mereka evakuasi ke Puerto Vallarta memakai jet pribadi. 


Aku baru tahu Jodie sekaya itu?" ucap Jeff.


"Hahaha, kau tahu ia memiliki banyak kekayaan selama 30 tahun ini dengan bermain tambang batu bara dan emas di Texas dan Denver dan belahan mana pun. Selama dia keluar dari La Costra Nostra.


"Semua atas nama Loly sebenarnya. Dia tidak tahu, jika dia masih memiliki putra. Kuharap kau tak sakit hati pada istrimu sendiri Jeff," ujar Bowen.


"Tentu saja tidak! Aku tidak segila itu, Bowen please jaga keluarga Enzo," ujarnya, "Berhati-hatilah! Sebelum papa dan yang lainnya tiba, Zack akan kemari berjaga di balik rumah sakit ini. Jika ada apa pun telepon dia!" ucap Jeff.


"Baiklah! Jangan khawatir,"ujar Bowen.


Jeff dan Dwinov meninggalkan rumah sakit dan pergi ke sebuah gudang di tengah hutan di dekat El salvador.


"Dwinov, Berhati-hatilah! Aku bisa dibunuh Mama jika kau sampai terluka," bisik Jeff, ia memberikan beberapa senjata, sangkur, pistol dan amunisi.


"Jangan khawatir! Percayalah! Kau masih membawa samurai itu?" tanya Dwinov sedikit tak menyukainya, "kau mirip Dean lama-lama," ujarnya.


"Ya, darah tidak pernah berbohong …," lirih Jeff.


"Hahaha, Jeff. Jika ini selesai, maukah kau menemaniku untuk menikahkanku dan Isabel? Aku ngeri melihat Diana, aku tidak ingin jika aku mati putra atau putriku mirip kita," lirih Dwinov.


"Jangan khawatir, aku yakin Mama dan Papa akan melakukannya. Apalagi, Dean sudah membawa Joana ke rumah. Sebentar lagi aku rasa kita akan melakukan pesta besar!" ujar Jeff tersenyum.


Keduanya mengendap-endap memasuki hutan, di mana di depan mereka sebuah gudang dengan pengawal yang banyak lengkap.


"Bagaimana jika aku menembakkan bazooka ini dan kamu menyelinap masuk?" usul Dwinov.


"Boleh juga! Runtuhkan titik-titik rawan pertahanan mereka," bisik Jeff, ia mengeluarkan pistol di kedua belah tangan dan berlari ke arah kanan menyelinap dari balik pepohonan.


"Ini pasti seru! Dean, kau ketinggalan pesta!" umpat Dwinov.

__ADS_1


Cus! Duar! Duar!


Dwinov benar-benar menembakkan basoka ke arah tengah, sayap kiri, dan kanan bangunan gudang hingga ledakan bergema.


__ADS_2