
"Ya, Nyonya Nostra benar!" Tidak akan mungkin mereka akan memberikan kemudahan bagi kita untuk masuk ke sana dengan mudah!" blas Roberto, ia pun masih mengawasi semua hal.
Seharian mereka mengawasi benteng tanpa bangunan tersebut dan tidak melihat adanya tanda-tanda jika musuh akan berada di sana. Hingga malam menjelang mereka menaiki perahu karet memasuki pulau Queen Bay.
Mereka bergerak perlahan memasuki pulau dengan memarkirkan perahu karet di tepian pantai dan masuk dengan mengendap-endap mengenakan baju serba hitam, senjata dan senter.
Suara burung malam mengerikan, Loly, Jeff, dan 10 orang anggota termasuk Roberto berjalan mengendap-endap hingga mereka menemukan sebuah gedung di sana. Gedung berwarna putih, dengan banyaknya pengawalan yang ketat.
"Ternyata basis mereka di sini. Aku penasaran apa sih isi dari gedung itu? Kegiatan apa yang mereka lakukan di sana?" tanya Loly, ia masih memandang gedung di depan mereka dari balik bebatuan.
"Kita akan mengetahuinya jika kita telah tiba di sana," balas Jeff, ia pun bergerak.
Akan tetapi, suara alarm bergema membuat Jeff dan semuanya kembali waspada, mereka tidak ingin terjadi suatu hal yang tidak mereka inginkan terjadi.
"Sial, mereka terlalu siaga!" umpat Jeff, ia mundur kembali melihat segerombolan pasukan musuh mulai ke luar dari dalam bangunan ingin menyerang.
"Roberto, perintahkan anak buahmu untuk menyerang musuh dengan bazoka, aku ingin melihat apa yang akan mereka lakukan?" ujar Jeff, ia memberi aba-aba.
Duar! Duar!
Ledakan bergema beruntun menghancurkan gedung membuat semua orang langsung ke luar, Jeff dan pasukannya hanya menanti apa yang sedang terjadi.
Musuh ke luar dari dalam gedung dengan berpakaian putih-putih seperti pakaian pekerja laboratorium.
"Mereka pasti sedang melakukan suatu percobaan. Ayo, kita serang mereka!" ucap Jeff, ia dan yang lainnya mulai bergerak dan menyerang musuh.
Dor! Dor!
Tembakan bergema, Loly dan semua pasukan La Costra Nostra menyerang dengan cepat dan terlatih hingga mudah memasuki gedung tersebut.
Loly dan semua pasukan La Costra Nostra menembak semua orang yang keluar dari gedung, "Jangan biarkan ada yang bebas! Kita akan menyelidikinya!" teriak Jeff.
Mereka semua memburu musuh mereka tanpa pandang bulu hingga mereka berhasil membunuh musuh mereka. Namun, kala mereka mulai memasuki gedung dan ingin mencari tahu apa isi di dalam gedung.
"Siapa kalian?" tanya seseorang dengan wajah yang memakai rangka pipa di sisi kanan wajahnya.
__ADS_1
"Kau tak perlu tahu siapa kami! Apa yang kalian lakukan di sini? Percobaan apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Jeff, ia menyelipkan pistolnya di balik jaketnya.
Pria yang lebih tinggi darinya seakan ingin mengajaknya berkelahi, "Ayo, lawan aku!" tantangnya dengan mengajak Jeff berkelahi dengan menggerakkan kedua tangannya untuk mengajak Jeff berkelahi.
"Langkahi dulu mayatku jika kau ingin tahu, apa yang sedang terjadi di sini," ujarnya.
"Ayo, siapa takut!" ucap Jeff, ia langsung melesat menerjang musuh dengan menendangkan kaki ke dada musuhnya.
Akan tetapi, musuh tak bergerak sedikit pun kala tendangan mendarat di tubuh musuhnya. Jeff kembali memukul wajah dan dada musuhnya.
"Hahaha, pukulan yang kau lakukan sangat lemah! Itu tidak berarti apa pun untukku. Sekarang giliranku?" umpatnya, ia kemudian menyerang dengan tendangan berkali-kali di wajah dan dagu Jeff membuatnya terhuyung.
Buk! Bak! Buk!
Jeff mulai kacau, "Apakah mereka menggunakan steroid untuk kekebalan tubuh mereka begitu?" batin Jeff, ia merasa musuhnya memiliki kekuatan yang berbeda.
"Aku harus bisa membunuhnya, jika tidak ini bisa bahaya. Bagaimana jika mereka menangkap Loly? Bisa kacau!" batin Jeff, ia melihat dari balik mata yang sudah tertutup oleh rembesan darah akibat luka di kening dan di atas matanya.
Si pria besar sudah mulai mengangkat tubuh Jeff dan meletakkannya di atas kedua tangan dengan mudah dan mengangkatnya di atas kepala musuh, ia ingin membanting tubuh Jeff di pahanya.
Krak!
"Sial!" umpat Jeff, ia tak menyangka musuhnya kali ini orang yang luar biasa kuat.
"Hahaha, kau tidak akan bisa menyentuh dan mengalahkan diriku," ujarnya angkuh, ia berjalan ingin meraih tubuh musuhnya kembali dan ingin membunuhnya.
Namun, Jeff bergerak dengan cepat langsung meninju dada si pria dengan tangan kirinya yang terkenal dengan si Jeff si tangan besi hingga si pria besar tersebut langsung jatuh bergedebam di lantai tewas seketika.
"Sial! Jika tahu begini aku tidak akan lama-lama membiarkannya melukai pinggangku. Aaa …," lirih Jeff, ia berusaha berlari masuk ke dalam mencari Lolydengan sedikit membungkuk.
"Loly?!" lirih Jeff, ia kehilangan Loly, Roberto, dan semua kaki tangannya.
"Bajingan! Ke mana mereka?" batinnya, ia penasaran.
Jeff semakin khawatir dan berlari semakin masuk ke dalam gedung, di mana dirinya melihat jika mayat-mayat bergelimpangan dan banyaknya orang-orang yang berada di brankar dengan tubuh yang ditinggalkan begitu saja.
__ADS_1
"Apa yang telah mereka lakukan?" batin Jeff penasaran, "semoga saja Loly, Roberto, dan sekutu milikku tidak kenapa-kenapa," batin Jeff, ia semakin masuk ke dalam gedung mengikuti lorong-lorong yang penuh dengan mayat bergelimangan.
"Apakah Loly dan Roberto yang membunuh mereka?" batin Jeff, ia terus menelusuri lorong.
Dor! Dor!
Suara tembakan bergema ingin membunuhnya, ia langsung bersembunyi di balik dinding dan kembali membalas tembakan demi tembakan.
"Sial! Ke mana Loly dan Roberto?" batin Jeff, ia berusaha untuk mengendap-endap dan kras! Jeff menusukkan sangkur di tubuh musuh dan mengambil amunisinya.
Jeff terus berlari secepatnya dan terus menyerang musuh, Jeff melesat dan menyergap musuh, "Katakan diana wanita hamil yang masuk kemari?" tanya Jeff.
"Hehehe, aku sudah membunuhnya!" umpat pria tersebut.
Deg!
"Apa?! Tidak mungkin! Bajingan kau?" teriak Jeff, ia langsung membunuh pria tersebut dengan sangkurnya dan kembali bergerak maju.
Di tengah ruangan Jeff melihat jika istrinya sedang bertempur melawan musuh. Loly dikeroyok oleh beberapa pria yang memiliki kekuatan yang luar biasa dengan pedang.
"Bajingan! Jangan coba-coba untuk mengeroyok istriku, Jahanam!" teriak Jeff, ia langsung menyerang musuh dengan sebilah pedang yang dipungutnya di lantai.
Trang! Trang!
Jeff sudah membaur di antara musuh dan istrinya, "Ah, Jeff! Syukurlah, kau selamat! Aku kehilangan Roberto dan yang lain juga dirimu!" ucap Loly, ia bersyukur dan mencoba untuk mengatur napasnya.
"Apakah kamu baik-baik, saja?!" tanya Jeff, ia sedikit khawatir.
"Ya, aku baik-baik saja, Sayang! Aku hanya penasaran, mengapa mereka begitu kuat?" tanya Loly bingung.
"Ya, aku tidak tahu! Mungkin saja mereka menggunakan steroid atau kekebalan lain yang sengaja mereka ciptakan.
"Mungkin mereka menciptakan pasukan baru di sini. Tapi, buat apa?" bisik Jeff, ia masih melindungi istrinya yang masih mengatur napasnya.
"Hahaha, kalian …?" ujar seseorang menatap ke arah Jeff, ia berusaha untuk mengingat wajah Jeff.
__ADS_1
"Kau?! Kau Jeff? Jeffry Dimitri Nostra? Benarkah?" ulangnya ia memegang kepalanya, ia merasa sesuatu bergerak di tubuhnya.
"Siapa kau?!" tanya Jeff, ia melihat wajah pria tersebut sudah dipenuhi bekas operasi dan sayatan pisau.