
"Aku masih menyimpannya," ucap Jeff, ia mengeluarkan kalung salib dari balik kemejanya dan memperlihatkan kepada Miranda.
"Anakku … kau adalah putra Jodie," ujar Miranda menangis, ia meraih wajah Jeff dan menciumnya berulang kali.
"Aku tidak menyangka Tuhan masih mengizinkan kita untuk bertemu," ucap Miranda bahagia.
"Kemarilah, kalian berdua. Kalian adalah anak-anakku … maaf, jika aku tidak bisa mengurus kalian sebagai mestinya seorang ibu terhadap anak-anaknya.
"Maafkan juga kesalahanku di masa lalu … aku … aku tidak menyangka bisa bersama dengan tiga orang adik-kakak Nostra." Miranda memeluk dan mencium ketiga putranya dengan sejuta rasa yang tak bisa lagi dilukisan dengan kata dan ucapan apa pun lagi.
"Sudahlah, Ma. Semua sudah berlalu! Sekarang aku hanya ingin … kita mencari kebenaran di balik semua ini," ucap Jeff.
"Ya, aku penasaran, apakah Jovink beneran pria yang kejam? Sial! Dia ayahku?" umpat Dean, ia merasa dunianya kacau balau.
Dean ingin menjerit jika benar ayahnyalah yang telah merencanakan semua pembunuhan tersebut tetapi, hatinya tak mengerti jika DNA miliknya tidak sama dengan Jovink.
"Belum tentu, Jovink yang sekarang … jika dia tidak cocok dengan DNA kamu, belum tentu dia Jovink yang sebenarnya," tukas Lorenzo.
Lorenzo terdiam, ia masih berpikir di mana seorang Jovink palsu bisa menyelinap. Ia masih berpikir dan terus mencari benang kusutnya.
"Lorenzo, apa yang kamu pikirkan?" tanya Jeff, ia melihat Lorenzo menerawang.
"Aku hanya bingung, jika itu bukan Jovink, lalu … Jovink yang asli di mana? Apakah mereka telah membunuhnya?" tanya Lorenzo bingung.
"Sejak kecelakaan dan dia tertembak, aku memang merasa Jovink berbeda tapi, entah apa? Kini, aku sadari jika Jovink selalu berbuat kejam di balik layar dan dia secara tidak langsung membuangku dan Pedrosa, jauh darinya.
"Namun, La Costra Nostra memang semakin maju tapi, banyak orang yang diam-diam tidak menyukainya. Sehingga aku sendiri tidak mengerti bagaimana bisa dia mengangkat dirimu menjadi ketua? Jika Dwinov adalah putranya?
"Dan apa tujuannya dia harus menukar identitas Dwinov dan Dean?" tanya Lorenzo, ia seakan bertanya apa dirinya sendiri.
"Sudahlah, nanti kita akan mencari tahu, jika kita terus bertanya dan bertanya tanpa kejelasan, itu sama saja bohong. Sekarang, Mama … apakah kamu ingin keluar dari sini?" tanya Jeff.
Ia melihat Dwinov dan Dean masih duduk di sisi Miranda menggenggam tangan wanita tersebut. Seakan keduanya selalu ingin dekat dengan wanita yang tak lain adalah mama yang mereka cari dan rindukan selama ini.
"Aku di sini saja, aku sudah terlalu lama tidak melihat matahari. Mungkin sudah hampir 28 tahun," lirih Miranda.
__ADS_1
"Apakah Mama tidak ingin melihat istri Jeff? Dia sangat cantik!" ujar Dwinov
Deg!
Jantung Miranda tercekat, ia tak ingin masa lalu terulang pada menantunya.
"Ingat! Cukup aku saja yang merasakan pahit berhubungan dengan ketiga Nostra. Aku mohon, pada kalian berdua!
"Dean dan kamu Dwinov! Jangan ulangi kesalahanku dan kedua papa kalian, aku mohon … masih banyak wanita lain yang bisa kalian jadikan istri. Jangan seperti kami, Nak!" ujar Miranda.
"Ya, Ma! Aku sudah punya pacar namanya Isabel bahkan, dia sedang hamil!" ucap Dwinov bangga.
"Aku juga sudah punya tapi …," lirih Dean.
"Aku akan bicara pada Jordan Rodrigues untuk melamar Joana untukmu," ujar Jeff.
"Apa?! Kau … kau pacaran dengan Joana?" tanya Lorenzo.
"Ya, Lorenzo!" balas Dean.
"Namun, aku tidak tahu mengapa mereka langsung menolak pernikahan dengan Joey? Hanya karena terjadi kekacauan di La Costra Nostra, sebelum Joey pergi ke San Fransisco.
"Jordan pasti tidak akan merestui semua itu, Dean! Ya, Tuhan! Mengapa segala petaka seakan kembali terulang? Andaikan Pedrosa masih hidup!" ucap Lorenzo.
"Apakah Pedrosa sudah meninggal?" tanya Miranda.
"Ya, kami baru pulang dari pemakaman Pedrosa hari ini," ucap Lorenzo.
"Syukurlah, jika dia mati! Dia selalu menyiksaku di Tijuana!" ucap Miranda, "bahkan, ia memperkosaku …," batin Miranda.
"Tijuana?! Kamu salah Miranda! Sejak tahun 1994 kami tidak pernah ke Tijuana? Bagaimana mungkin Pedrosa ke sana? Dia malah menghabiskan waktunya di Puerto Vallarta dan menikahi Anna! Dia sudah punya dua orang putri dan dua cucu sekarang.
"Pedrosa malah mafia yang sudah tobat! Sejak Jovink memutuskan untuk menyuruhnya tinggal di Puerto Vallarta, ia merasa Jovink telah menyingkirkannya.
"Sehingga dirinya lebih mendedikasikan bisnis pelayaran dan hotel, dia bahkan tidak menyentuh bisnis haram lagi Miranda! Apakah kamu tidak salah orang?" tanya Lorenzo bingung.
__ADS_1
"Apa? Tidak mungkin Lorenzo, aku salah orang! Dia … dia selalu datang ke La Senorita, hampir setiap waktu! Bahkan, dia juga yang membawaku kemari seminggu yang lalu," ujar Miranda.
"Apa?! Seminggu yang lalu, aku dan Pedrosa juga Dwinov malah ditahan di kantor polisi Puerto Vallarta!" ujar Lorenzo.
"Ya, benar! Dan Jeff yang membebaskan kami!" timpal Dwinov.
"Bagaimana ini? Lorenzo, apakah kamu tahu jika di bawah kastil La Costra Nostra ada ruang rahasia?" tanya Jeff.
"Ya, ada! Tapi, pada tahun 1990 Jodie telah menutupnya bahkan tak seorang pun pernah ke sana termasuk aku dan Pedrosa juga Campbell. Memang ada apa?" tanya Lorenzo bingung.
"Jadi, Jodie sudah menutup ruang rahasia itu?" tanya Dean, ia mengernyitkan dahi.
"Ya, dulu pintu masuknya dari ruang kantor pemimpin La Costra Nostra kantor Jodie yang dipakai Jovink sekarang," ujar Lorenzo.
"Apa? Jadi itu tembus ke sana?" tanya Jeff.
"Iya, itu tembus ke sana! Memang ada apa?" tanya Lorenzo bingung.
"Kau tahu, kami membebaskan Miranda dari bawah kastil La Costra Nostra di Puerto Rico," Dean menceritakan awal dirinya masuk ke sana.
"Ya, aku yang mengatakannya karena pada malam mereka memisahkanku dengan kedua anakku. Pedrosa tidak langsung membawaku ke Tijuana melainkan ke ruang rahasia melalui pintu patung wanita tanpa busana itu!" ucap Miranda.
"Apa?" jawab semua orang.
"Ya, begitulah adanya!" balas Miranda.
"Hm, sebaiknya kita harus cepat untuk melakukan semua rencana kita. Sebelum ada yang tahu jika Miranda sudah lolos dan masih selamat. Selain itu, kita juga masih selamat.
"Ini sudah pukul 04.00 am. Aku rasa masih ada kesempatan untuk melakukan rencana kita," ucap Lorenzo.
"Miranda, maaf! Aku tidak tahu, apa ya g sebenarnya terjadi. Tapi … ini, aku tak sempat memberikan ini untukmu dari Joey!" ucap Lorenzo, ia mengambil sesuatu dari dompetnya sebuah surat yang terlipat dan belum dibuka sama sekali.
Surat itu sudah berwarna kekuningan akibat terlalu lama disimpan di dalam dompet selam 28 tahun lamanya. Lorenzo berjalan ke arah Miranda dan memberikan surat tersebut.
"Aku ingin memberikan padamu secepatnya tapi, aku melihat kau bahagia bersama Jovink, hingga aku tak ingin memberikannya.
__ADS_1
"Awalnya, aku ingin membakarnya tapi, aku tidak tega! Karena. Sebelum aku pergi ke San Fransisco menjemput Pedrosa, ia menitipkan ini padaku," ucap Lorenzo.