
Pagi itu seperti biasa Diandra berangkat sekolah dengan menaiki bus sekolah. tak ada yang aneh dengan gadis ini dia sama seperti siswa-siswa yang lain berpakaian seragam dan headset yang terus terpasang ditelinga.
"dor..aduh Ndra bisa nggak sih lu kagak pakai headset sehari aja ? " kata olivia sahabat Diandra yang paling dekat
tapi tidak di gubris oleh Diandra seakan-akan ia tidak mendengar apa pun. namun tidak kehilangan akal Olivia terus berusaha agar dia mendapatkan perhatian dari sahabatnya itu tapi semua sia - sia Diandra masih saja tidak perduli hingga mereka sampai di sekolah.
jam pelajaran pun dimulai semua murid diam dan mengikuti pelajaran dengan was - was hal ini mereka lakukan karena mereka tidak ingin mendapat masalah dengan guru matematika ini ibu galak si perawan tua begitulah mereka menyebutnya.
"Ndra kantin yuk laper gue.." kata olivia sambil menarik tangan diandra.
"lu aja ndiri gue males" kata diandra ketus
"ah lu mah gitu ndra temenin gue, gue nggak mau sendirian" sambil membujuk diandra
"mmm ok" kata diandra singkat
setelah sampai di kantin olivia menghentikan langkahnya dan melihat banyak anak berkerumun di sana. karena penasaran ia menghampiri kerumunan itu.
"hei hei..apaan sih ribut-ribut ?" kata olivia penasaran
"tuh si elin kena buly kayaknya sama si Aurora and the gang" kata siswa satu
"mang kenapa sampai di buly segala ?" kata olivia
"dengar-dengar sih gara-gara si elin tuh suka sama si bimo, trus Rora nggak suka gitu deh" kata siswa dua
"wah kasian yah" kata olivia
saat menoleh kearah Diandra, Olivia terkejut melihat Diandra tak disampingnya. Olivia kemudian mencari dimana Diandra berada ternya Diandra telah duduk terlebih dahulu di bangku paling pojok di dekat pohon. itu adalah tempat favorit Diandra saat di kantin karena ia mendapat angin disitu.
"lo tuh ya, main ninggalin orang sembarangan lo tau kagak gue ngomong sendiri kayak orang gila barusan" kata Olivia sambil memegang pinggangnya
"eemm" kata Diandra
"buset deh ndra lo nabung suara ya ? atau jangan-jangan lo nggak bisa bicara ndra? ya allah bantu lah sahabat hamba yang tidak bisa bicara ini ya allah" sambil mengangkat tangan berdo'a
"lo pikir gue bisu apa?" kata diandra singkat
"eh iya lo kan kagak bisu ya. lupa gue hehehe" kata olivia sambil cengengesan
"eh ndra tahu kagak, gue kasian sama perempuan itu tadi kasih deh bajunya sampai basah gara-gara ditumpahin jus jeruk ama Rora tadi" kata olivia
"eh ndra tapi lo jangan kayak gitu ya, jangan ngebuli orang lagi. gue kagak mau lo kayak dulu lagi. lo harus tahan emosi lo ok" kata olivia
"emm" kata Diandra sambil mengangguk
"yak elah masih aja lu em em em, nggak ada kata lain apa selain em" kata olivia kesal
"iya nona" kata Diandra
"nah gitu dong kan enak hehe.."kata olivia
__ADS_1
"cepetan pesan makan lo gue udah nggak betah dikantin yang ribut ini" kata diandra
"iya iya" kata olivia
olivia langsung memesan satu porsi batagor, satu es teh manis, dan satu es jeruk nipis untuk diandra.
disisi lain tiga orang pria tampan di sekolah sedang menuju kantin mereka adalah bimo, danuar, dan ranza. mereka adalah pria populer di sekolah sudah tampan anak orang kaya pula aduh lengkap sudah yang dimiliki mereka.
"baby bimo sini duduk" kata aurora
"nggak usah" kata bimo
"bim kita mau duduk dimana ?" kata ranza
bimo melihat sekeliling semua perempuan disana mempersilahkan bimo dan teman-temannya duduk. semua berdiri dari kursinya kecuali satu orang gadis yaitu diandra. dia bahkan di mengubris bimo dan teman-temannya. malah diandra sibuk dengan hp nya karena dia telah masuk dalam dunia game.
"ok gue mau duduk disana" tunjuk bimo ke arah kursi diandra
"ok baby bimo aku akan mengusir dua wanita itu" kata aorura
aurora dan gangnya menuju kursi diandra dan dia menumpahkan batagor yang sedang di makan oleh olivia.
"eh lo berdua minggir baby gue mau duduk disini" kata aurora
sontak hal itu membuat olivia berhenti makan dan berdiri mempersilahkan bimo duduk. namun lain halnya dengan diandra dia masih asik dengan gamenya. sampai olivia menyiku diandra hal itu membuat diandra kalah dari gamenya.
"ahh kam***t, " kata diandra
sontak semua mata melirik kearah diandra. bimo hanya diam melihat diandra yang sangat marah akibat ia kalah.
"nggak kok andra nggak kesal sama kalian kok, di cuma kesal dengan saya, iya kan ndra ? kata olivia
"mhmm?" kata diandra sambil mengangkat bahu tak peduli
"sabar ndra lo nggak boleh terpancing emosi ingat lo disini untuk sekolah bukan berantem" batin diandra
untuk menghindari masalah diandra dan olivia pergi dari kantin. sementara bimo memasang wajah yang penuh aura hitam yang menatap nanar aurora seakan-akan mengisyaratkan bahwa aurora hanyalah pengganggu.
bimo dan teman-temannya pergi menuju lapangan basket. karena napsu makan mereka sudah hilang akibat ulah aurora tadi.
"eh kalian kenal sama cewek yang tadi ?" kata bimo penasaran
"siapa cewek yang makan batagor ?" kata ranza
"bukan yang main game, jarang tahu ada cewek yang suka main game kayak gitu" kata bimo
" lo bener bim, sampai nggak nyadar dia kalau lo berdiri di depan dia" kata danuar
"benar-benar gila tahu nggak" kata ranza
"eh bim jangan bilang kalau lo suka sama tu cewek ?" kata danuar sambil menyenggol bimo
__ADS_1
"enak aja siapa juga yang suka sama cewek kayak gitu, udah jelek bicara nya juga ngirit lagi" elak bimo
"iya sih dari pandangan gue tu cewek emang bukan tipe lo sih bim, kan tipe lo anggun kalem-kalem gimana gitu hahahhahaa" kata ranza sambil bertos ria dengan danuar
" auk ah tambah pusing gue dengerin lo bedua mending gue ke uks tidur" kata bimo
"eh bim emang lo nggak masuk apa, woi bentar lagi masuk bim" kata danuar
"ogah mending gue tidur nyenyak nanti malam kan gue pengen dugem ampe pagi" kata bimo sambil berlari
"sialan tuh bocah emang dia pikir sekolah ini punya nenek moyang nya apa main bolos-bolos aja" kata ranza
"udah-udah biarin dia bolos, ayok kita masuk bentar lagi bel bunyi" ajak danuar
disisi lain olivia masih kesal karena ia tidak jadi makan batagornya gara-gara aurora. jam pelajaran pun di mulai diandra memperhatikan setiap pelajaran yang dia ikut namun terkadang matanya hanya melihat keluar jendela. tapi dia mengerti dan mendengar apa yang guru jelaskan di depan. karena bagi diandra tak melihat bukan berarti tak mendengar.
"diandra kerjakan soal nomor 4 sekarang" kata guru fisika tersebut
tanpa berkata apapun diandra langsung mengerjakan soal yang di berikan guru. diandra menyelesaikan soal itu kurang dari 2 menit saja. memang diandra memilik IQ diatas rata-rata. jika orang lain mengerjakan soal ini mungkin butuh waktu 10 menit bahkan lebih karena soal itu memerlukan rumus dan cara memecahkannya juga sulit. tanpa berkata apa pun diandra langsung duduk kembali di bangkunya. guru fisika itu kagun dengan diandra.
"luar biasa anak ini bahkan dia bisa mengerjakan soal yang belum sama sekali di bahas. saya yakin dia adalah orang yang sangat cerdik" batin guru fisika
"baik anak-anak soal yang di kerjakan diandra di depan ini jawabannya benar. lihatlah diandra meskipun dia terlihat tidak menyimak namun dia sudah mengerti, sedangkan kalian bagaiman? " kata guru fisika
"ndra kok bisa lo ngerjain tu soal, padahal kitakan belum pernah belajar sebelumnya" kata olivia
diandra hanya mengangkat bahunya dan semua murid di kelas 2 ipa 3 itu heran melihat kearah diandra sambil bertanya-tanya apakah dia ini robot ?. padahal dia selalu melihat ke arah luar jendela dan tidak menyimak guru. pelajaran demi pelajar telah berlangsung akhirnya bel pulang pun berbunyi semua anak pulang kerumah masing- masing. ada yang di jemput, ada yang membawa mobil sendiri, ada juga yang membawa motor. lain halnya dengan diandra dia selalu pulang pergi dengan bus.
skip rumah diandra
"sudah pulang non?" kata bik marni
"mm" kata diandra sambil menaiki tangga rumahnya.
"kasian non andra setelah kematian non anggraini dia jadi pendiam seperti itu" kata bik marni
begitulah kira-kira kondisi rumah yang di miliki keluarga diandra rumah megah dan sangat luas mengingat diandra ada putri ketiga dari seorang pengusaha properti besar di kota y.diandra memiliki dua orang kakak perempuan yang bernama anggraini gabriele ghueta dan cendana gabriel ghueta. ayahnya bernama steven ghueta yang merupakan pengusaha kaya nomor dua di kota y bahkan dunia. serta ibunya bernama malini cidra gabriele yang merupakan desainer ternama dan memiliki brand pakaiannya sendiri.
tak hayal kalau mereka menjadi orang terkaya setelah keluarga pramudia. namun hanya anggraini dan cendana saja yang orang tahu bahwa mereka putri dari keluarga ghueta tidak dengan diandra dia tidak ingin orang mengetahui identitas aslinya. apalagi setelah kecelakaan yang menimpa kakak pertamanya anggraini dan merenggut nyawa kakaknya. sampai saat ini kedua orang tuanya selalu membujuk diandra agar dia mau keluar di depan publik. nam diandra menolak hal itu dan memilih dian saja.
saat ini diandra sedang sibuk dengan komputernya ia sedang merakit sistem keamanan dan sistem untuntuk mengendalikan mobil miliknya. mobil yang ia beli dengan jerih payahnya sendiri kemuadian di modif dengan sedemikian rupa mobil sport hitam dengan teknologi IT yang tinggi.
diandra mendapatkannya dengan cara menjual hasil desainer pakaian yang ia tawarkan kepada mamanya. ia tidak pernah meminta uang dengan percuma dia selalu bekerja terlebih dahulu jikalau ingin mendapatkan uang. padahal orang tuanya tidak segan memberi bahkan membeli apa pun yang diandra inginkan, namun diandra menolak. bahkan dia pernah meretas sistem keamanan musuh yang mencoba memblokir sistem kemanan perusahaan ayahnya. dari situ ia mendapatkan uang yang cukup besar kemudian ia tabung setelah ia membeli mobil dan satu apartemen mewah yang berisi full sistem IT bisa di bilang markasnya diandra.
tidak ada yang meragukan kepintaran diandra menggunakan IT. hal ini di buktikan ketika ayahnya meminta tolong untuk meretas sistem keamanan musuhnya. diandra melakukannya kurang dari 30 menit dan bisa membobol keamanan musih. namun, diandra tidak ingin orang lain tahu bahwa ms.IT itu adalah dia. dia mengerjakan semuanya di apartemennya begitulah diandra dingin dan misterius.
happy reading ya guys..
__ADS_1
maaf kalau bahasanya typo ya..
jangan lupa tinggalkan jejak kalian di kolom komentar biar authornya tahu kritik dan sarannya. agar dapat di perbaiki di episode berikutnya..