
bimo hanya menatap punggung diandra yang semakin menjauh dengan sendu. namun ia berusaha menyembunyikan rasa sedih nya itu.
ingin rasanya bimo merayakan kemenangan mereka bersama-sama dengan diandra. namun sepertinya hal itu tidak lah mungkin ia dapatkan mengingat diandra yang saat ini pergi.
diandra pergi menuju sebuah rumah besar di mana di sana biasa nya ia jadikan tempat mengumpulkan penjahat yang ia tangkap.
semua orang menunduk hormat saat diandra datang. dia di sambut oleh ketua kelompok yang mana bertugas mengawasi orang-orang nya. setelah masuk ke dalam rumah itu diandra langsung di ajak bertemu dengan sepuluh orang yang dia tangkap karena telah berani mengganggu temannya.
" mana orangnya biar gua yang ngarahin mereka" kata diandra sambil berjalan dengan santai
"mereka di ruang tahanan, ayo lewat sini mereka sudah kami introgasi namun kami tak dapat jawaban apa pun, mereka masih saja diam" ucap salah satu anak buah diandra
diandra melihat para penjahat yang sangat kasihan mereka telah babak belur oleh diandra dan di tambah lagi babak belur oleh anak buah diandra.
"hai apa kabar kalian semua, apa kalian pernah mendengar tahan semut ?, kalau belum sebutan itu paa untuk kalian"
"lepaskan kami, kalian akan tahu akibatnya jika menangkap kami" ucap bos penjahat
"apa akibatnya jika kami menangkap kalian, oh ya satu lagi tadi gua ketemu dengan seorang gadis kecil di sebuah taman, bahkan gua sempat foto bareng dengan gadis itu. gadis yang cukup imut,, apa anda ingin melihat foto nya ? gadis itu juga bercerita tentang ayahnya yang menyayangi nya. tapi apakah benar ayahnya seorang yang baik ?. coba anda lihat baik-baik siapa gadis ini !" ucap diandra sambil melempar kertas yang berisi fotonya dengan seorang anak kecil dan ibu muda
penjahat itu langsung gemetaran setelah melihat foto yang di berikan oleh diandra, dimana gadis yang di foto itu adalah putri kesayangan laki-laki itu
"apa mau mu, akan ku lakukan asalkan jangan sentuh keluarga ku" kata penjahat
"oh iya, ?..em sepertinya kau sangat menyayangi keluarga mu tapi mengapa kau tega menyakiti keluarga orang lain. apa kau tahu rasa sayang mu terhadap keluarga mu itu sama seperti rasa sayang orang-orang yang kau sakiti" ucap diandra dengan nada santai namun terasa menusuk bagi mereka.
"baik saya akan melakukan apa pun, kami juga akan patuh pada kalian" ucap penjahat itu karena ia sudah tersadar oleh perkataan yang di ucapkan oleh diandra.
beberapa penjahat itu telah mengakui kesalahan mereka dan mereka siap meminta maaf kepada orang yang pernah mereka sakiti, namun ada beberapa dari mereka juga masih melawan pada diandra.
"non ada dua orang yang tak ingin patuh" ucap anak buah diandra
"beri mereka pelajaran sampai mereka mengakui semua kejahatan mereka sampai saat ini, jika mereka tidak mengakui semuanya berikan hadiah yang istimewa untuk mereka" ucap diandra dengan aura yang menghitam
"baik non" balas anak buah diandra
__ADS_1
anak buah diandra menyeret ke dua orang itu dan menghajar mereka habis-habisan sampai mereka tak berdaya. sudah satu setengah jam mereka di introgasi namun ke dua orang ini sungguh tidak mempan.
"bagaimana apa mereka sudah mengakui kejahatan yang mereka lakukan ?" ucap diandra dengan gaya cool nya
begini lah diandra dia selalu kelihatan tenang namun di balik ketenangan dan datarnya dirinya terdapat sifat yang mengerikan yang bisa membuat orang berfikir berkali-kali lipat untuk melawannya.
"belum non, mereka masih tutup mulut, pada hal kami sudah memberi dia pelajaran" ucap kaki tangan diandra
"em baiklah, biar gua lihat sampai mana mereka akan bertahan" ucap diandra sambil memegang dagu nya sendiri
diandra berjalan menuju ruang introgasi dimana di ruangan itu hanya terlihat bayangan lampu yang redup-redup. diandra masuk dan menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyalakan lampu seterang-terangnya.
"kenapa kalian masih belum mengakui kejahatan kalian huh" ucap diandra sambil mengangkat salah satu alisnya
kedua orang itu hanya diam dan melemparkan tatapan kebencian pada diandra.
"wah..wah..wah sepertinya kalian tak ingin berada di sini, apa kalian tahu pulau merah di salah satu negeri ini ? sepertinya kalian tak tahu yah, em ...em...baiklah jika kalian tak tahu selamat kalian akan menjadi penunggu berikutnya. sebanyak orang yang kami kirim kini telah menjadi manusia yang baik namun sebelum itu mereka harus masuk rumah sakit untuk waktu yang lama, dan ada juga beberapa yang masuk rumah sakit jiwa" ucap diandra santai
mendengar perkataan diandra mereka langsung pucat karena mereka pernah mendengar bahwa pulau itu adalah tempat bagi penjahat yang tak mau bertaubat diasingkan.
renjer yang merupakan sebutan untuk anak buah diandra. mereka menghidupkan video yang menunjukkan situasi di pulau merah. melihat itu kedua orang itu langsung lemas dan mereka merasa pulau itu sangat mengerikan dari pada penjara.
"kami akan mengikuti nona diandra, kami bersumpah akan patuh pada nona diandra kami akan melakukan kebaikan dimana-mana kami berjanji" ucap ke dua orang itu
"wah,,wah,,wah kalian benar telah berubah yah, baiklah kalian harus berbuat baik. kalian tenang saja, kalian tidak perlu khawatir tentang pendapatan kalian. kalian olah salah satu distro yang berada di daerah f. keuntungan nya kalian ambil lah bagaimana setuju ?" ucap diandra
"baik kami setuju" ucap mereka
"baiklah renjer kalian bimbing mereka untuk mengurus distro. dan kalian awasi mereka karena jika ada yang berkhianat kirim mereka ke kuburan saat itu juga. sepertinya urusan gua udah selesai ingat kalian harus berbuat baik dan minta maaf lah pada orang-orang yang telah kalian sakiti" ucap diandra
"baik, kami juga ingin berterimakasih kepada nona yang telah menyadarkan kami, saya kucro siap menjadi orang kepercayaan nona" ucap salah satu dari mereka yang merupakan bos dari kelompok penjahat yang menculik zeria
"bagus, gua nggak butuh ucapan yang gua mau bukti yang kalian berikan, renjer panggil dokter tara suruh dia obat luka-luka mereka" ucap diandra
"baik nona akan saya laksanakan" renjer langsung menelpon dokter yang diandra sirih untuk mengobati luka mereka.
__ADS_1
"sudah non dokter tara akan datang sebentar lagi"
"em baiklah, kalau begitu gua cabut dulu" ucap diandra yang pergi meninggalkan rumah itu.
dret..dret..ponsel diandra berdering ia melihat nama fely yang tertulis di layar ponselnya.
"emm apaan?" jawab diandra yang mengangkat ponselnya
"ndra kita udah bokiing restoran cgg yang terkenal itu, lo kesini kan? anak-anak udah nungguin lo soalnya"
"em iya iya gua ke sana sekarang"
.
.
"selamat datang,," salah satu karyawan melihat bahwa yang datang adalah diandra. ia lantas langsung berlari ke dalam dan melapor pada karyawan lain
.
.
"nona, ada yang bisa kami bantu" mendengar ucapan manager restoran yang turun langsung melayani membuat teman-teman diandra terkejut.
.
.
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya
__ADS_1