
di dalam tenda diandra masih sibuk dengan laptop nya, ia mengerjakan beberapa laporan yang akan di kumpul pada akhir perkemahan.
"ndra aku b masuk ya" kata zeria
"em" balas diandra
"kamu ngerjain apaan sih serius amat" tanya zeria
"buat laporan akhir gua nggak punya waktu buat santai. jika gua santai sedikit aja pekerjaan yang lain nya bakal menumpuk" kata diandra yang masih fokus dengan kerjaan nya
"nih buat kamu, air jahe hangat kata orang sangat cocok buat jaga kesehatan" kata zeria
"makasih taruh di situ aja, bentar lagi gua selesai kok" kata diandra
"oke, oh iya ndra aku belum sempat ngucapin terimakasih buat yang waktu itu. makasih ya kamu udah nolongin aku. oh iya bunda titip salam buat kamu, kalau bisa bunda sama kak zahra ngundang kamu buat makan bersama di rumah hitung - hitung buat ucapan terimakasih kami. kamu bisa nya kapan nanti aku tinggal bilang sama bunda buat nyiapin makanan" kata zeria
"nanti tunggu aku ada waktu luang" kata diandra
"kamu sibuk banget ya ndra, sampai aku jarang banget ngelihat kamu pas istirahat di sekolah" tanya zeria ragu - ragu
"emm, lo ada yang mau lo tanyain kan ke gua langsung aja" kata diandra
"em itu di, anu kamu sengaja kan buat nggak jadi peringkat satu di sekolah biar aku yang dapat beasiswa ?" tanya zeria pelan
"hehhm gua nggak ngalah kok itu emang kemampuan gua" kata diandra dengan senyuman nya
"tapi ndra lo cerdas" kata zeria
"udah lo nggak usah bahas ini lagi, yang penting lo sekolah yang bener biar bisa ngebanggain bunda lo. terus masalah gua peringkat berapa nggak ada hubungan nya sama lo. itu emang keputusan gua dan gua punya alasan sendiri atas apa yang gua lakuin" kata diandra
"emmh iya ndra sekali lagi makasih ya, oh iya ayo kita berteman" kata zeria dengan menjulurkan tangan nya
"oke teman, tapi lo bisa kan pura - pura nggak akrab sama gua, karena semua nya akan merugikan diri lo sendiri" kata diandra
"maksudnya, ndra ?" kata zeria tak paham
"lo kalau di sekolah pura - pura nggak akrab sama gua biar lo aman" kata diandra
"oh iya aku ngerti kok ndra" kata zeria
"huuuhh akhir nya selesai" diandra menghela nafas ia lega karena tugas nya selesai
"lo mau langsung tidur atau keluar ?" kata zeria
__ADS_1
"gua mau pergi bentar ada urusan" kata diandra setelah selesai menyeruput minuman nya
"kemana ndra ?" tanya zeria
"gua boleh minta tolong sama lo, jangan biarkan olivia, fely, dan nindi jauh - jauh dari tenda. pokok nya apa pun yang terjadi kalian harus dengan para mentor. oke..!" kata diandra dengan penuh penekanan
"ada apa sih ndra ?" kata zeria
"nggak ada apa - apa cuman takut ada binatang buas aja" kata diandra
"gua cabut ya, kalau ada yang nanya gua kemana bilang aja gua ke toilet" kata diandra meninggalkan tenda dengan ransel di punggung nya
"tapi ndra" zeria merasa khawatir namun diandra sudah menghilang
karena diandra telah pergi zeria memilih berkumpul kembali dengan teman - teman nya di dekat api unggun.
"dari mana lo zer ?" tanya fely
"dari tenda nyari diandra, tapi diandra nya ke toilet dia sakit perut kata nya" kata zeria
"oh gitu" kata fely yang asik berdiam di dekat api unggun
"dia emang kayak gitu anak nya dia nggak suka ngumpul - ngumpul apa lagi rame - rame kayak gini bikin berisik aja" kata olivia
"oh iya liv, tangan kamu gimana udah baikan ?" tanya zeria
"kok bisa ya liv lo sampai jatuh pada hal kan tangga nya nggak licin ?" tanya nindi penasaran
"gua juga penasaran sih kenapa bisa gua jatuh, soal nya pas gua berbalik bada ada tali yang melintang di depan pintu, tapi pas gua terjatuh gua nggak lihat ada tali di atas. cuman gua lihat teman nya fayzia dua orang udah di atas aja" kata olivia
"wah jangan - jangan mereka emang sengaja lagi ngebuat biar lo jatuh terus kita kalah"...
"eem bener tuh" ....
"tapi untung ada diandra, berkat dia kita bisa menang, gua juga kaget ngeliat diandra seperti orang yang hilang kendali".....
"tapi jujur ya diandra keren banget, oh iya kalian di ronde terakhir nggak pas diandra sampai benteng pertahanan fayzia, terus pas diandra mai nembak di fayzia. terus fayzia nya gemeteran ngelihat muka diandra dan gua ngelihat nya seneng banget"...
"bener banget tuh, apa lagi ekspresi fayzia yang ketakutan setengah mati"...
"gila sih diandra yang bisa bikin fayzia takut setengah mati"...
"tapi ngomong-ngomong gua baru kali ini ngeliat diandra secara langsung, soal nya anak nya jarang keluar dari kelas sih"...
__ADS_1
"oh iya liv bukan nya lo satu kelas ya sama diandra, emang dia anak nya gimana sih ?"...
"nggak gimana - gimana sih, cuman anak nya pendiam tapi dia baik kok. cuman sekali dia berbicara huhh mulut nya udah kayak pedang" kata olivia
"maka nya kalau boleh saran sih jangan gangguin dia, karena kalau lo gangguin dia huhhh" kata fely dengan ekspresi ketakutan
"emang sih, anak pendiam itu kalau di gangguin bakal serem banget" ...
semenjak kejadian tadi siang saat permainan itu, diandra menjadi bahan pembicaraan para siswa mereka merasa penasaran dengan diandra.
tak terasa malam yang semakin larut menjadi semakin dingin beberapa siswa memainkan permainan dan ada beberapa yang bernyanyi. sementara para guru hanya melihat dari sisi lain sambil menikmati secangkir minuman hangat.
"srekkk,,srekkk bos sampai kapan kita harus mengawasi mereka kenapa kita tidak langsung serang saja bos" diandra mendengar beberapa percakapan mereka melalui alat penyadap
"apa yang mereka inginkan" gumam "diandra
"kita tidak bisa langsung menyerang karena di sana masih ada anak buah adrew, adrew sialan itu benar - benar membuat kita susah"...
"tapi kenapa bos sepertinya sangat takut dengan pemuda yang bernama adrew itu" ....
"dia bukan detektif dan polisi biasa di belakang nya terdapat anak buah yang hebat. dia dengan licik nya mengubah para gangster menjadi para malaikat dengan uang nya"..
"bos benar bos, kalau begitu dia sangat berbahaya bagi kita bos"...
"iya kalian cukup awasi mereka saja" ..
krakkk..diandra tak sengaja menginjak ranting saat ingin keluar dari belakang mobil tersebut. merasa sudah ketahuan diandra langsung berlari namun ia berhasil menukar beberapa senjata tajam dengan senjata mainan.
"ahh sial" diandra berlari sekuat tenaga dengan membawa tas senjata yang ia tukar
tutt tut..."kak atar angkat" kata diandra sambil berlari
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
__ADS_1
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.
koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗