Cold Heart

Cold Heart
penculikan


__ADS_3

"cih sial dia udah pergi, semoga dia nggak kenapa-kenapa. ya allah lindungi dia ya allah" gumam diandra


merasa putus asa diandra mengeluarkan lebah kamera dari dalam tasnya untuk mencari keberadaan zeria. diandra menyambungkan koneksi kamera dengan ponselnya. kemudian menerbangkan lebah itu sementara ia fokus dengan ponselnya.


.


.


"boss itu gadis yang di kita cari kan "


"bagus datang juga dia"


"ayo..."


"nona yang bernama zeria kan ?" kata 5 orang preman yang baru ke luar dari mobil


"iya saya" jawab zeria polos


dua preman itu mulai mendekati zeria mereka akan melaksanakan tugas yang di beri oleh orang yang menyuruh mereka.


"ayo ikut kami" tanpa menunggu lama lima orang laki-laki itu langsung memasukkan zeria ke dalam mobil dan membawanya ke suatu tempat


"bos kita apa kan gadis kecil ini ?" tanya salah satu anak buahnya


"entah lah kita sekap dulu, lagi pula dia tidak menarik sama sekali" jawab bos mereka


"benar gadis ini sungguh memuakkan" lanjut bos preman itu


sementara zeria masih tetap memberontak dengan kaki dan tangan terikat lakban dan mulut yang di lakban juga.


"bagaimana jika kita minta tebusan saja dengan orang tua nya, nanti kita bisa dapat bayaran double iya kan bos ?"


"aku setuju usulan mu itu"


.


.


sementara itu diandra masih fokus dengan pencariannya namun tak kunjung ada hasil, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah zeria.


"chihh sial gua kehilangan dia, apa yang harus gua lakukan sekarang ?,. ayo lah diandra berfikir jangan panik, jangan panik. sepertinya gua harus ke rumah nya deh," diandra mencari lokasi rumah zeria dengan ponselnya


tak butuh waktu lama diandra pun menemukan rumah zeria karena lokasi diandra sekarang cukup dekat dengan rumah zeria.


diandra mengikuti arahan maps akhirnya ia sampai di sebuah rumah yang sederhana dan di samping rumah itu terdapat sebuah tempat laundry baju.


"sepertinya ini rumahnya" batin diandra


"permisi mbak apa benar di sini rumah zeria ?" tanya diandra ke pada seorang yang ada di depan laundry


"iya benar, tapi zeria nya belum pulang mbak. kalau boleh tau mbak ini siapa ya ? dan ada perlu apa ? nanti saya sampaikan "


"saya diandra, saya teman sekolahnya zeria mbak" jawab diandra


"oh, saya zahra kakaknya zeria"


"oh jadi zeria nya belum pulang iya mbak ?" ucap diandra


"belum, kalau kamu mau nunggu dulu, masuk aja bentar lagi dia pulang kok. tapi biasa nya jam segini di udah pulang kok. hari ini tumben dia telat nggak biasanya" kata kak zahra


"nggak usah kak, jika zeria nya ada. nanti tolong hubungi saya ya mbak, ini nomor ponsel saya" kak zahra lalu menyalin nomor hp diandra di hp nya

__ADS_1


"iya nanti mbak hubungi, kamu nggak mau masuk dulu. soalnya jarang loh zeria punya teman di sekolah" kata zahra


"zahraaaa" terima ibu zeria dari tempat laundry


"bunda, bunda, bunda kenapa bun ?" kata zahra yang melihat bundanya yang yang terduduk di lantai.


melihat itu diandra berinisiatif menolong ia membantu memoponh bunda zeria duduk di kursi.


"ada apa bun ?" tanya zahra


"adik kamu za, adik kamu di culik dan penculik nya mintak tebusan 25 juta za. gimana ini za ?" bunda zeria menangis meratapi nasib putrinya yang sedang di sekap


drett dret..ponsel bunda zeria berbunyi


"halo ini siapa ?" kak zahra mengangkat ponsel bundanya


"saya yang menculik nona zeria, siapkan uang 25 juta dan gadis kecil ini akan selamat satu lagi jangan ada polisi. jika ada polisi berarti terpaksa kami akan mengirim mayat gadis kecil ini di dalam kardus" kata penculik dari dalam ponsel


"ia, ia kami akan membawakan uangnya" kata zahra


"datanglah ke gudang kayu di daerah z" sekarang sebelum jam 7 malam uangnya sudah harus di terima mengerti !" perintah penculik


"chih sial,," gumam diandra


"bun, kak kalian nggak usah khawatir serahkan semuanya dengan saya, jangan lapor polisi untuk sementara waktu" kata diandra


zahra memberi tahu suaminya bahwa adiknya telah di culik dan kini suaminya sudah pulang.


"mas gimana ini mas ?"


"kita ke sana saja, jalan kan sesuai dengan instruksi diandra"


"kamu belum tahu siap diandra za"


"memang mas tahu siapa diandra ?"


"dia adalah putri bungsu di tempat mas bekerja za, dia anak majikan mas za, percayalah" ucap dirly


zahra mengangguk paham, mereka menuju mobil dan diandra juga masuk ke dalam nya.


"loh,, kak dirly ?" kata diandra heran


"iya non, saya suaminya zahra non dan zeria adalah adik ipar saya non" jelas dirly


"oh iya, jadi rencana nya gini kak" diandra menjelaskan rencana nya dirly dan zahra mengangguk paham


"kak dengar ya, jika aku nggak kembali 1 jam dari dalam dan membawa zeria keluar, kakak harus memanggil kak adrew ya kak" kata diandra


"tapi non, apa tidak sebaiknya kita panggil tuan muda adrew sekarang ?" kata dirly


"nggak kak, jika kita kasih tahu sekarang hanya membuat kak adrew cemas. ya sudah kak aku pergi dulu" kata diandra sambil menyelinap masuk ke dalam gudang


di luar banyak sekali yang menjaga gudang itu diandra diam-diam melumpuhkan lawan. ia ingin merebut senapan yang di pegang penjaga. untuk melindungi dirinya karena saat ini diandra sama sekali tidak memiliki senjata apa pun.


diandra mengendap-ngendap kemudian brughh,,,brugh ia melumpuhkan lawan dengan memukul tengkuk lawan dengan keras akhirnya lawan pun terkapar. saat ini diandra mendapatkan satu senjata ia tak ingin gegabah ia memeriksa senjata nya apakah ada pelurunya atau tidak. ternya senjata ini ada pelurunya diandra merasa sedikit tenang.


diandra memeriksa apakah lawannya memiliki senjata lain. diandra membuka tas kecil milik lawannya, di sana ia melihat ada beberapa alat bius ia mengambil semuanya.


diandra menembakkan bius itu ke arah dua penjaga lainnya. dan akhirnya dua orang penjaga itu pingsan.


namun aksi diandra di ketahui oleh tiga orang lawan lainnya.

__ADS_1


"wah ngapain anak sma disini, buka masker kamu"


"mungkin wajahnya sudah hancur makanya dia pakai masker"


"tapi mungkin juga cantik, ayo sikat bodynya juga lumayan"


"ayo kemari kita bersenang - senang gadis kecil" kata salah satu preman itu yang melirik diandra dengan tatapan mesum


"benar ayo kita senang-senang dengan gadis ini, gadis yang di dalam tidak membuat ku terpikat" kata mereka


"kalian mau senang-senang ayo gua layani, kebetulan gua udah lama nggak olahraga"kata diandra sambil memanggil mereka dengan tangannya


para preman itu tersenyum miring dan mulai mendekat bugh diandra melayangkan pukulan tepat di salah satu mereka dan membuat preman itu tersungkur.


"cih gadis breng***k" umpat mereka karena marah mereka menyerang diandra dan diandra melawan mereka dengan santai


bugh sebuah pukulan tepat mengenai pinggir mata diandra dan membuatnya berdarah. hal itu semakin membuat diandra semakin bersemangat melawan mereka.


"huh cuih..kalian lumayan juga" kata diandra ia melepaskan maskernya sambil tersenyum menyeringai.


diandra melonggarkan dasinya ia melawan mereka bersamaan. bugh bibir diandra juga terpukul. namun diandra membalas 2 kali lipat sakitnya dari pada yang ia dapat.


bugh bugh bugh setelah melakukan beberapa menit pertarungan diandra mampu melumpuhkan mereka. kini mereka bertiga terikat di salah satu pohon menggunakan dasi diandra.


"huh baru segitu mau ngelawan gua, tapi mereka lumayan juga, pasti di dalam ada tang lebih berat dari pada mereka. diandra mengusap darah yang mengalir di wajahnya.


ia mengambil senjata mereka dan meletakkan nya di paha kiri dan kanan diandra.


saat ini diandra sudah masuk ke dalam gudang ia masih mencari keberadaan zeria.


krakk..tak sengaja ia menginjak sebuah kayu kecil dan kayu itu patah. diandra langsung bersembunyi di balik tiang gudang itu.


"ahh sial" umpat diandra


"siapa itu ucap beberapa laki-laki yang bertubuh kekar itu


"kalian periksa di sana"


bruhg diandra melumpuhkan satu lawannya


"mana dia kenapa tidak kembali coba kamu lihat"


diandra melihat zeria dengan banyak luka di tubuhnya. zeria terluka karena di pukul oleh preman itu karena zeria mencoba melawan, dan zeria mencoba kabur


"boss ada kucing kecil yang berani masuk bos" kata salah satu anak buah preman


"bawa kemari...


.


.


.


*bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya

__ADS_1


__ADS_2