
kamar diandra
tring...tring..ponsel diandra berdering namun ia mengabaikannya dan menyambar handuk lalu mandi. setelah selesai mandi ponselnya masih tetap berdering.
"mm ada apa ?" kata diandra
"kau tahu kelompok gang elang ? mereka merencanakan perampokan bank dalam waktu dekat ini" kata orang yang di seberang sana
"lalu ?" kata diandra
"ndra kau harus membantu kami dalam mencari informasi ini !" kata orang di seberang
"kaliankan detektif dan polisi seharusnya kalianlah yang mengerjakan semuanya" kata diandra
"kami sudah berusaha ndra namun kami tidak bisa melacak atau pun mendapatkan informasi apa-apa" suara ponsel
"apa yang harus aku lakukan ?" kata diandra
"kau hanya perlu mencari lokasi dimana markas mereka berada kemudian memasang alat penyadap" kata orang tersebut
"mm baiklah" akan aku kerjakan
tut ponsel itu langsung di matikan oleh diandra tanpa menunggu tanggapan orang di seberang sana.
setelah menerima telepon dari orang itu yang merupakan salah satu detektif muda. ia meminta tolong kepada diandra untuk melacak keberadaan para perampok bank. detektif itu tidak lain adalah kakak sepupu dari diandra yang merupakan anak dari kakak ibu diandra.
diandra sudah siap dengan baju kaos putih jeans hitam robek-robek serta sepatu tak lupa jaket serta tas yang berisi perlengkapan IT.
"mau kemana non ?" kata bik marni
"pergi bentar bik" kata diandra
"tapi non andra belum makan" kata bik marni
"aku makan di luar nanti bik, ya sudah andra pergi dulu ya bik" kata andra sambil menyalami bik marni
"ya allah lindungilah non andra" kata bik marni
skip markas detektif
Diandra memarkirkan motor sportnya semua mata tertuju padanya. mereka heran siapa orang yang turun dari motor dan memakai masker itu.
diandra berjalan masuk dengan gaya cool nya menyandang tas dengan satu tangan menuju ruangan adrew.
"siang kak" kata andra
"kamu sudah sampai lorenzo" kata adrew
"sejak kapan aku berubah nama" kata diandra dan semua orang di dalam ruangan itu tertawa. memang diandra bukan anak yang humoris dan bisa diajak bercanda.
"kamu itu seperti pembalap lorenzo saja mengendarai motormu. dari rumah kesini cuman 15 menit" kata adrew
memang jika diandra mengendarai motor selalu ngebut. mungkin orang lain akan sampai lebih dari 45 menit mengingat jaraknya yang lumayan. lain halnya dengan diandra ia mengetahui jalan tikus agar dia dapat sampai lebih cepat dari orang lain tanpa harus kena macet di jalan utama.
tanpa basa-basi mereka langsung menyusun rencana untuk dapat menyusup markas itu. sementara diandra sibuk dengan laptopnya untuk mencari lokasi dimana markas penjahat berada. 30 menit sudah diandra mencari akhirnya ketemu. markas mereka berada di pinggiran kota jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. untuk menuju ke sana butuh waktu hingga 1 jam perjalanan.
"kak ini" kata diandra
"wah memang benar adik perempuan ku ini benar-benar hebat" kata adrew sambil mengusap kepala diandra
"bisa singkirin nggak tuh tangan" menepis tangan adrew
"baiklah kita akan pergi ke sana sekarang" kata adrew sambil bersiap-siap dan menyusun strategi
"ndra kamu dengan kakak ya naik mobil" kata adrew
"ok" kata diandra
__ADS_1
"baiklah yang lain harus tetap hati-hati ya, jangan sampai ketahuan ok" kata adrew
mereka pun menuju tempat tersebut sesuai dengan arahan yang diberikan diandra. sementara diandra terus berusaha untuk mengetahui lebih dalam bagaimana kondisi lawan.
skip markas elang
mereka satu persatu menyusup sama dengan diandra yang kini sedang menyamar sebagai penjual ganja yang ingin bertemu dengan mereka.
"wah dek kamu ternyata ganteng ya hahaha" kata adrew
"mm" kata diandra
"aduh dek bicara mu irit kali yah" kata adrew sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"ingat dek harus hati-hati" kata adrew sambil turun
"ok" kata diandra
diandra dan dua temannya berjalan masuk kedalam markas dan membawa sabu-sabu tipuan. transaksi pun di mulai dengan tawar menawar, sementara diandra telah memasang alat penyadap serta kamera pengawas di tiga titik tempat itu namun mereka ketahuan bahwa barang yang mereka bawa bukanlah sabu-sabu melainkan tepung biasa. merasa mereka telah di ketahui mereka langsung kabur namun sayang satu dari teman diandra tertangkap. diandra kembali kemudian menyelamatkan temannya hingga terjadilah perkelahian.
kini diandra dan temannya sedang di kepung, diandra sudah siap dengan posisi kuda-kudanya siap menyerang kembali mereka.
bugh tendangan diandra melesat di pipi lawan. namun dibalas oleh lawan akan tetapi di elak oleh diandra. setelah bertarung akhirnya mereka bertiga keluar dari markas itu dengan berlari hampir saja rambut palsu yang dipakai diandra terlepas. setelah sampai di mobil adrew langsung memacu mobilnya dengan kencang takut mereka akan mengejar.
markas adrew
setelah kembali dari markas elang mereka sampai di markas adrew. adrew langsung mengambil kotak obat dan mengobati luka yang ada pada anak buahnya dan juga diandra.
"maafkan kakak ya ndra, kamu jadi luka" kata adrew sambil mengoleskan obat
"udah nggak apa-apa" kata diandra meringis sakit
"tapi saya salut dengan kalian. kalian bisa memasang kamera dan alat penyadap disana. mulai sekarang kita harus bekerja keras untuk mengungkapkan kejahatan mereka" kata adrew dan di angguki oleh anak buahnya
"kak sudah jam 1 nih aku pulang yah, nanti pasti mama papa ngomel" kata diandra
"nggak nunggu pagi aja sekalian ndra ?" kata adrew
"baiklah, kamu hati-hati ya dan kalian berdua antar diandra pulang sampai depan gerbang" kata adrew menunjuk dua anak buahnya
sesampainya di rumah diandra langsung di sambut oleh mamanya
"baru pulang ndra ?" kata mama
"em iya ma, tadi bantuin kak adrew bentar" kata diandra sambil menghindari pandangan mamanya
"diandra lihat mama kenapa muka kamu ?" kama mama sambil memegang wajah diandra
"dasar cewek bar-bar paling berantem lagi" kata cendana kakak diandra
"di, muka kamu kenapa sayang ?" kata mama lembut
"tadi latihan boxing ma, di kantor kak adrew karena diandra nggak fokus eh malah kena tonjok hehehe" kata diandra ngeles
"sampai kapan kamu mau latihan boxing saya" kata mama
"sampai aku tahu siapa yang menyebabkan kak anggraini meninggal" kata diandra dingin
suasana jadi suram dan hening, cendana pun mengalihkan pembicaraan yang tidak enak ini.
"eh dek kamu tu perempuan, sampai kapan kamu mau kayak gini lihat penampilan kamu laki-laki mana yang akan suka sama kamu nantinya ?" kata cendana sambil memegang muka adiknya
"aku masih muda ya, aku masih sma belum mikir laki, kakak sana cepat nikah udah 25 tahun juga umurnya" kata diandra sambil menjulurkan lidah dan berlari ke kamarnya.
"aihh dasar bontot" kata cendana
"sudah jangan hiraukan adikmu itu cepat tidur sana" kata mama
__ADS_1
"iyaa ma, papa sudah tidur ya ma?" kata cendana
"belum masih di ruang kerja" kata mama
setelah mandi dan membersikan diri diandra mengerjakan tugas yang akan dia kumpulkan besok. setelah selasai ia merasa haus kemudian ke dapur mengambil minum. saat kembali dari dapur diandra melihat papanya yang belum tidur sementara saat ini sudah pukul 3 pagi.
tok tok, diandra masuk keruang kerja papanya
"kenapa papa belum tidur pa?" kata diandra
"ini papa bingung dengan laporan keuangan perusahan kita sayang, hasilnya selalu berbeda dengan seharusnya seperti ada angka yang hilang" kata papa
"coba andra lihat pa" kata diandra
"kamu bisa sayang" kata papa
"belum tahu pa" kata diandra yang mulai fokus dengan layar laptop papanya.
30 menit sudah waktu berlalu dan hasilnya sudah stabil. diandra menemukan ada beberapa transaksi gelap di rekening perusahaan dan ia memberitahu papanya. berkat diandra papanya mengetahui ada oknum yang tidak beres di perusahaanya.
"ndra kenapa muka kamu" kata papa
"oh ini tadi latihan boxing pa" kata diandra
"jangan sampai terlalu luka nak, papa tidak mau kamu kenapa-kenapa" kata papa
"tenang pa, andra nggak apa-apa kok ya sudah andra tidur dulu ya pa masih ngantuk" kata diandra
dia memang berbeda setelah kepergian anggraini dia jadi pendiam, papa tidak tahu kau sangat terpukul nak. diandra putriku papa tidak akan melarang apa pun yang kamu mau asal kamu bisa tersenyum sayang. batin papa
pagi hari di rumah bimo
seperti biasa setiap pagi bimo selalu menyempatkan waktu untuk olah raga pagi kemudian berangkat sekolah.
"pagi pa, pagi ma" kata bimo menyapa kedua orang tuanya
"pagi bim.." kata mama sambil menyiapkan nasi goreng ke piring bimo
"gimana sekolahnya lancar bim ?" kata papa
"aman pa" kata bimo
"bim kapan kamu pergi ke perusahaan lagi" kata papa
"dalam minggu ini lah pa, sekarang bimo masih fokus sama persiapan pertandingan basket sekolah kita pa" kata bimo
"ok boy papa tunggu kamu di kantor ya" kata papa
"siap pak boss" kata bimo
skip sekolah
bimo memarkirkan motor sportnya di parkiran khusus namun matanya tertuju pada seorang gadis yang berjalan di depan di gerbang gadis dengan headset di telinga dan menyandang tas ransel dengan satu tangan dia adalah diandra. seperti biasa diandra ke sekolah naik bus kemudian berjalan kaki dari halte bus. entah mengapa diandra sangat suka naik bus. padahal ia memiliki beberapa mobil, motor dan ada supir pribadi tentunya.
"cantik" kata yang keluar dari mulut bimo
"oi siapa yang cantik bim ?" kata danuar
"apa ?" kata bimo tersadar
"tadi lo ngomong cantik, siapa yang cantik bim ?" kata ranza penasaran
"nggak, nggak ada" elak bimo sambil masuk ke kelas
saat berjalan di koridor tiba-tiba pengeras suara berbunyi "semua siswa-siswa kelas dua harap berkumpul di lapangan basket untuk menyaksikan latihan dari tim basket kita"
"aduhhh pagi-pagi udah di suruh latihan kita" kata ranza sambil menepuk jidatnya
__ADS_1
.......
bersambung sampai ketemu di episode selanjutnya happy reading dear..