Cold Heart

Cold Heart
latihan militer 2


__ADS_3

"baiklah selanjutnya bima pramudia wijaya silahkan"...


"pak pak" bimo sudah bersiap - siap dengan posisi ingin menembak.


melakukan nya dengan baik ia mendapatkan rata - rata sembilan point. untuk saat ini point tertinggi adalah bimo.


"selanjut nya yang terakhir diandra gabriele ghueta silahkan"...


semua orang tercengang mendengar nama ghueta di belakang nya. di mana nama ghueta adalah perusahaan besar di kota y bahkan menduduki peringkat ke dua di negara y.


mendengar nama nya di panggil diandra maju ke depan. ia mengambil posisi yang sempurna untuk menembak.


dengan gaya dingin nya diandra memilih posisi tembakan yang paling akurat untuk melumpuhkan lawan.


ia mengarahkan senjata nya tepat di kepala, di jantung. dor..dor...dor...dor..dor..diandra telah melesatkan tembakannya tiga tempat yang sama yaitu kepala dan dua sisi yang sama yaitu tepat di dada.


sang pelatih tersenyum licik melihat bos nya yang menembak dengan santai.


"baik lah point tertinggi di raih oleh diandra" kata arta


prok..prok...prok semua memberikan tepuk tangan pada diandra. ada juga yang menganggap diandra remeh.


"bim, nama belakang diandra ghueta ?" tanya ranza penasaran


"iya, gua juga baru dengar nama belakang nya" kata bimo


"bukan nya ghueta itu nama perusahan yang di pimpin steven ghueta ya ?, masa iya sih diandra anak nya ghueta eh maksud gua putri nya ceo ghueta ?" kata danuar


"pasti bukan lah gua kenal kok sama keluarga ghueta mereka punya dua orang putri, yang pertama angraini cahaya ghueta dan yang ke dua kak cendana. kalau kak aya udah meninggal beberapa tahun yang lalu dengar gosip nya sih dia meninggal karena kecelakaan. kalau kak cendana dia udah kerja di perusahan dan membuka beberapa brand pakaian nya" kata bimo


"kok lo tahu banyak sih bim ?" tanya danuar


"iya iya lah gua tahu keluarga gua sering makan bersama dengan keluarga ghueta karena masih ada hubungan bisnis antara ke dua nya. bokap gua sama om steven dan lagu selama kita berkumpul bersama hanya kak cendana putri mereka yang datang" kata bimo


"oh gitu" kata ranza


"udah jangan bahas ini lagi cepat fokus dengan permainan selanjutnya. siapkan tenaga kalian jangan lemah entar kalian kalah sama tim cewek lagi" kata bimo


satu - persatu telah mengikuti tes dan kali ini diandra mendapatkan peringkat ke sepuluh karena ia berlari kurang cepat.


"anak - anak kalian lihat arena ini, ini adalah penentuan kalian siapa yang berhak di posisi teratas" atar menjelaskan aturan permainan


permainan ini merupakan permainan perang - perangan dimana setiap tim harus melumpuhkan tim lawan.


kali ini berbeda dengan sebelumnya jika sebelumnya satu tim berjumlah lima orang dan kali ini satu tim berjumlah 10 orang.


tim pertama adalah fayzia dan teman - temannya dan tim ke dua olivia dan diandra serta beberapa orang lainnya.


"ok gua, lo dan lo nyerang dari samping..." olivia membagikan tugas pada masing - masing tim nya


"gua yang jagain benteng nya aja kalian yang maju" kata diandra


"oke,, dengar ya kalian harus fokus apa pun yang terjadi jangan sampai terluka atau pun terjatuh" kata olivia


"siap komandan" ....

__ADS_1


"dengar ya semua nya gua nggak mau tahu pokok nya kita harus ngalahin tim nya olivia. apa pun cara nya mengerti" kata fay


fay juga sudah menyusun strategi agar mereka menang.


"perang bohongan mereka nggak tahu aja bentar lagi bakal perang beneran" batin diandra


"baik perhatian semua sudah siap waktu 25 menit di mulai dari sekarang. dengar kan aba - aba dari saya , satu dua tiga go...! " wasit sudah memulai pertandingan


satu persatu dari mereka saling menyerang dor..dor..dor olivia dan yang lainnya berusaha menyerang tim lawan. dua juga di bantu oleh satu tim nya yang juga menyerang


.


.


sementara siswa laki - laki mengawasi jalan nya pertandingan dari layar monitor.


"wah untuk sementara seperti nya point olivia lebih tinggi dari pada fay" kata danuar


"iya olivia lebih banyak menyerang sekarang" kata ranza


"dari tadi gua nggak lihat diandra ?" kata marvi


"apa..?" kata bimo


"ehh dari tadi kita nggak lihat diandra nyerang bim" kata lexi


"iya sih mana ya tuh cewek, dari tadi yang nyerang itu-itu aja" kata bimo


bimo mencari sosok wanita yang bisa membuat dia hilang akal.


"kaya main game ya, gila sih cewek - cewek pada agresif semua nj***" kata ranza


"asli bos ku salut gua. kayak nya kalau mereka di ajak tawuran bakal menang deh" kata marvi


"lo mau tawuran ama siapa ?" kata danuar


"hehheee bercanda gua" kata marvi


mereka masih fokus menonton pertandingan mereka salut dengan kekuatan siswa perempuan yang luar biasa. mungkin mereka memang niat masuk akademi militer dibandingkan jadi ibu rumah tangga. begitu lah kira - kira pemikiran siswa laki - laki terhadap siswa perempuan.


.


.


area pertandingan


"maju -maju" ucap olivia


diandra berada di benteng tertinggi ia tidak menyerang ia di tugaskan untuk menjaga bendera agar tidak di rebut oleh lawan.


fely berlari kencang ia semakin semangat melumpuhkan lawan. ia pun mengendap - endap dan menembak satu persatu musuh.


namun semakin lama pertahanan tim olivia mulai runtuh satu persatu tim nya sudah mulai kewalahan menerima serangan dari lawan.


"bagus mereka sudah mulai lelah serang" kata fay

__ADS_1


tim fay mulai menyerang tim olivia dengan membabi buta. melesatkan serangan tanpa ampun


"dengar semua target kita yang pertama adalah olivia karena ia yang paling kuat di antara mereka" kata fay


"baik, lo sama lo kita kepung olivia dari arah yang berlawan"...


"denger ya jika dia masih bisa melawan lakukan cara apa pun agar di tidak bisa main lagi" kata fay ia telah memikirkan cara licik agar olivia kalah


"apa yang mereka rencanakan ?" batin diandra


diandra terus mengawasi gerak - gerik fay dan tim nya. mereka sangat aneh saat ini mereka tida menyerang olivia dan fely yang telah masuk dalam kawasan mereka.


"fel, kayak nya mereka udah mulai lelah ayo serang" kata olivia


beberapa orang olivia telah memasuki benteng pertama pada lawan.


"kenapa mereka diam saja ?" gumam diandra


diandra merasa curiga sebab yang mereka awasi hanya olivia saja. sisa nya mereka lepas begitu saja. lima orang lainnya sudah mulai memasuki benteng fayzia.


"hemm bagus kalian sudah masuk dalam perangkap ku, kalau begitu olivia yang sombong siap - siap aj lo dan anak buah lo itu jadi babu gua selama sebulan" gumam fayzia dengan senyum licik nya


"fay kayak nya mereka sudah masuk perangkap kita, sekarang apa yang harus kita lakukan"....


"biarkan saja dulu mereka benar - benar masuk ke dalam kandang. setelah mereka masuk baru kita habisi mereka tanpa sisa" kata fay


"tapi fay, kok gua nggak lihat si cewek es dari tadi ?" ...


"paling juga dia bersembunyi karena takut hahhaa" kata fayzia


olivia kini telah berada di benteng ke dua tim lawan. sementara diandra terus mengawasi gerak - gerik lawan dengan teropong nya.


setelah melihat dengan teliti baru lah diandra ngeh bahwa mereka sedang berusaha menjebak olivia.


saat ini olivia tidak sadar bahwa dia telah di kepung tim lawan. ia masih saja masuk ke dalam perangkap lawan.


diandra berusaha memberi kode ke pada timnya untuk segera mundur namu mereka tidak mengerti kode dari diandra.


" ahhh sial" umpat diandra frustasi


.


.


.


bersambung...


happy reading ya reader


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya.


koh iya ayo join di grup juga nanti disana banyak hadiah yang menantiloh join ya 😙😘🤗

__ADS_1


__ADS_2