
tok..tok .tok.."kak gua masuk ya" ucap diandra
"ia silakan" ucap adrew
"kak gua melakukan operasi malam ini saja karena lusa gua ada acara sekolah yang tak bisa di tinggal" kata diandra
"ok, kebetulan malam ini mereka akan melakukan transaksi untuk menutup mulut orang-orang yang terlibat" ucap adrew
"ok siap, kumpulkan sua anak buah biar gua yang mimpin" kata diandra sambil duduk di kursi
adrew memanggil beberapa anak buahnya mereka menyusun rencana untuk membongkar kedok pihak perusahaan yang tidak bertanggung jawab.
semua anak buah yang terjun dalam operasi malam ini telah berkumpul. mereka sedang berdiskusi tentang strategi yang akan mereka pakai pada malam ini.
"karena rencana B kita tidak bisa di laksanakan untuk itu kita lakukan rencana awal. sebab menurut informan kita mereka akan melakukan transaksi malam ini. baiklah gua bakal bagi-bagi tugas kalian masing-masing . kalian berlima akan ke pabrik yang terbakar, kalian ikut gua, dan kalian berdua ikut diandra menangkap transaksi yang akan mereka lakukan" ucap adrew
"sampai di sini ada pertanyaan ?, oh iya satu lagi kalian jangan sampai ketahuan karena kalian tahu kan jika kita ketahuan ikut campur maka keluarga kita yang jadi taruhannya" tambah adrew karena mereka orang hanya tahu bahwa adrew adalah seorang detektif polisi saja. orang tidak tahu bahwa adrew lebih dari seorang detektif ia bahkan mampu memecahkan masalah yang orang lain tidak mampu memecahkannya.
"ketua apa tidak apa-apa jika diandra turun sendiri kelapangan ?" tanya salah satu kaki tangan adrew
"kalian tak perlu khawatir karena gua udah persiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi" jawab diandra dengan senyum menyeramkan nya
"tuh kan kalian dengar sendiri bahkan dia bisa mengalahkan kekuatan 7 pria dewasa jika bertarung" ucap adrew membuat anak buahnya terdiam. mereka mengerti bahwa diandra bukanlah gadis biasa yang manja dia adalah gadis yang seperti macan jika ia telah bertemu dengan musuhnya.
"andra pakai semua pengaman mu, kalian juga jangan sampai ada yang terluka. jika benar-benar kalian terdesak kabur saja tapi jangan sampai meninggalkan teman karena jika terluka satu semuanya harus terluka. itu artinya kita harus saling melindungi kalian harus ingat ada keluarga yang selalu menunggu kalian di rumah mengerti ??" ucap adrew tegas dan penuh makna
"mengerti ketua" ucap mereka lantang
setelah menerima beberapa arahan dari adrew mereka tengah bersiap-siap. kemudian kelompok demi kelompok telah pergi.
diandra juga sudah mengganti baju dengan satu set hodie hitam dengan topi dan masker serta taa ransel yang berisi keperluan lainnya. tak lupa dua senapan yang tertempel di badannya dan beberapa bahan peledak jika di perlukan. diandra sudah siap begitu juga dengan dua orang pengikutnya mereka diandra utuskan sebagai pemantau monitor dari mobil.
"gimana kalian sudah siap" tanya diandra
"sudah nona, kami juga sudah memasang semua peralatan yang di butuhkan"
"bagus ayo kita berangkat, motor ku juga sudah siap ?, sekarang pukul 22.23 ayo kita berangkat" ucap diandra
"motor anda sudah di dalam mobil nona, baiklah ayo kita berangkat"
mereka memulai mengendarai sebuah mobil truk tertutup dengan diandra yang sudah siap di atas motornya.
setelah berjalan beberapa waktu mobil itu mulai membukakan pintu belakang dan diandra langsung keluar dari mobil tersebut dengan motornya kemudian berjalan mengiringi mobil tersebut.
diandra memberi kode kepada mereka agar memarkirkan mobil mereka pada tempat yang aman untuk mengawasi gerak-gerik diandra.
diandra telah sampai pada tempat makan mewah karena target mereka adalah pimpinan perusahan sendal yang pabriknya terbakar.
diandra dan adrew telah mendapatkan informasi bahwa pimpinan perusahan tersebut akan makan malam bersama dengan salah satu orang dari pemerintahan yang selalu mendukung perusahaan tersebut.
diandra memarkirkan motornya kemudian masuk ke tempat tersebut.
"permisi mbak saya dari pihak baner tadi sore ada seseorang yang menelpon bahwa baner di lantai 35 sedang rusak tali nya putus dan saya di minta untuk memperbaiki nya" ucap diandra
"tapi anda kan perempuan ?" ucap pelayan
"saya bisa mengerjakannya mbak, karena yang memasang baner minggu lalu adalah saya" ucap diandra
__ADS_1
saat sedang meminta izin memperbaiki baner salah satu mata-mata adrew datang.
"loh nona ian , nona kemari ingin memperbaiki baner kan ?" tanya nya
"ia kak, tadi sore ada yang menelepon bahwa banernya longgar" ucap diandra santai
"oh iya silahkan mbak, hai kamu tolong antar nona ini ke atap untuk memperbaiki baner"
"baik tuan, mari nona" ucap salah satu petugas keamanan di sana
pemuda itu mengantar diandra menuju atap ia merasa tidak yakin dengan diandra yang kelihatannya masih muda dan harus memperbaiki baner pada dinding hotel
"maaf mbak apa mbak yakin dengan hal ini, maksud saya sekarang angin sedang kencang. saya pikir jika besok juga tidak apa-apa"
"saya yakin kok, lagi pula bagi kami ini merupakan suatu pekerjaan yang harus kami laksanakan sekarang juga" ucap diandra santai dengan masker yang tak terlepas dari wajahnya
"tapi apakah tidak ada lelaki yang melakukan ini ?" tanya pria itu
"mereka melakukan kerjaannya masing-masing toh gedung ini tidak terlalu menakutkan untuk di taklukan" ucap diandra
mendengar itu pria itu langsung terdiam ia merasa kagum dengan keberanian gadis ini.
di sepanjang perjalanan menuju atap diandra meninggalkan beberapa lebah kamera yang di lengkapi dengan penyadap untuk mengawasi orang yang ia cari.
"silahkan nona" ucap pria itu
"terimakasih," ucap diandra yang mulai bersiap-siap untuk turun
diandra mengikatkan beberapa alat pengaman dan tadi di pinggangnya. tak ketinggalan ransel yang berisi semua keperluannya.
"kak boleh minta tolong, tolong ambilkan saya palu dan tali plastik" ucap diandra
"baik terimakasih" ucap diandra
diandra sudah naik ke dinding kaca tersebut tanpa aba-aba ia langsung turun seperti spiderman.
pria yang melihat aksi diandra tak bisa berkata apa pun lagi yang ada hanya rasa kagum.
"maaf kak tolong cari palu nya" teriak diandra dari dinding tersebut
saat pria itu pergi mengambil palu diandra memulai aksinya. ia sedang memasang alat penyadap dan memasang headset di telinganya.
"halo kak..kalian dengar gua" ucap diandra sambil menyambungkan ponsel dengan dua orang yang di dalam mobil
"ia kita dengar ndra, ndra hati-hati"
"tenang saja, fokus lah pada target mereka di ruang vvip" kata diandra
"iya ndra"
mereka sedang merekam percakapan mereka dan meretas bukti yang merupakan data kerjasama kedua pihak dan laporan dana, serta laporan hak-hak karyawan.
sudah hampir satu jam diandra bergelantungan memantau mereka sambil memperbaiki baner.
akhirnya petugas gedung tersebut datang dengan membawa palu.
"nona ini palu nya" teriak pria itu
__ADS_1
"tidak perlu ini sudah selesai" teriak diandra yang kemudian naik kembali ke atap.
"ini kak jaga-jaga jika banernya lepas lagi bisa pakai ini" diandra memberikan barang yang di perlukan untuk memperbaiki baner yang di barang tersebut terdapat obat bius.
saat di lift pria tersebut mulai pusing kemudian ia langsung pergi. ini merupakan kesempatan emas bagi diandra untuk melancarkan rencana berikutnya.
diandra mulai mengendap-endap mengikut dua orang yang menjadi target.
brugh,,brug diandra melumpuhkan beberapa penjaga dan menyamar menggantikan mereka.
saat menyamar diandra bisa mendengar apa yang mereka katakan.
"dasar masyarakat bodoh, kita telah membakar pabrik sampah itu kemudian meminta ganti rugi pada mereka"
"hahaa benar mereka benar-benar bodoh"
"bagaimana dengan demo besok, apakah pihak kalian juga akan menggagalkan rencana mereka"
"tidak kami akan membiarkan mereka melakukan demo, kami mempunyai rencana agar semua kesalahan akan di limpahkan pada mereka"
"haha tuan anda memang lintah yang licin"
"jika tidak begitu kita tidak akan mendapatkan uang keuntungan berkali-kali lipat ini hahahaa"
"itu berarti anda akan mendapat uang asuransi, uang ganti rugi dari karyawan anda yang malang itu serta anda tidak perlu membayar pajak pendapatan, dan yang terakhir anda tidak perlu membayar gaji karyawan anda. anda sungguh pintar sekali"
"begitulah sebagai seorang pengusaha kecil seperti saya, saya juga harus pintar bukan. lagi pula anda akan mendapatkan teh secara gratis pula hahahaa"
"kalau begitu mari kita pulang bersama kebetulan malam ini kita akan bermain-main sebentar
apa anda ingin ikut ?"
"oh tentu"
"kamu cari tempat lain" tunjuk target pada salah satu anak buahnya
setelah selesai berdiskusi mereka menuju parkiran untuk pergi ke tempat berikutnya. di sana juga teman-teman diandra sudah menunggu mereka telah menyelipkan gas bius pada mobil pemilik perusahan dan rekannya yang merupakan orang pemerintah yang tak jujur.
sementara diandra telah menghilang dari rombongan dan bersiap mengikuti mereka dengan motornya.
"kak ikuti mereka, gua yakin mereka tidak akan bertahan kurang dari sepuluh menit perjalan" ucap diandra pada headset nya
"baik ndra lo juga hati-hati"
"oke" jawab diandra
"hehh hebat sekali mereka ingin bersenang-senang sementara mereka yang di sana menangis kesakitan dan tak berdaya" batin diandra sambil terus mengawasi mereka
.
.
.
bersambung...
happy reading ya reader
__ADS_1
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya