
skip rumah diandra..
jam sudah menunjukkan pukul 20.35 diandra telah berada di rumahnya
"darimana ndra ?" tanya mama setelah melihat diandra masuk ke rumah tanpa salam yang langsung berjalan menuju tangga
"malam ma, pa" diandra yang tersenyum paksa pada kedua orang tuanya
"kenapa muka kamu, sini mama lihat kamu berantem lagi, sama siapa preman apa penjahat? " tanya mama penuh dengan tatapan menyelidik
"paling preman atau penjahat ma" kata cendana sambil cekikikan
"sudah sana kamu mandi dulu" kata oma
"ndra, jawab mama kenapa muka kamu" tanya mama
"itu mah, andra mandi dulu nanti andra turun lagi ya" diandra tak ingin memperpanjang masalah untuk sementara waktu karena ia merasa perlu mandi secepatnya. sebab badannya sudah tidak nyaman
" cepat mandi kemudian turun biar mama obati luka mu itu"
"siap buk boss" diandra sambil hormat
kedua orang tuanya hanya geleng-geleng kepala melihat diandra
setelah membersihkan badannya diandra turun, disana mama nya telah memegang obat merah. mama diandra bersiap untuk mengobati wajah anak nya yang terlihat babak belur karena pertarungannya hari ini.
"sini mama obati luka kamu"
"kak cendana aja ma" diandra tidak ingin di obati oleh mamanya karena pasti dia akan mendapatkan ceramah yang panjang lebar dari mama tercinta nya itu.
"nggak sini biar mama aja, kakak kaku capek baru pulang"
"auu au sakit ma pelan dikit ma" diandra meringis karena mamanya terlalu menekan kapas sehingga dia merasa kesakitan
"sakit, kalau tahu sakit kenapa kamu lakukan" kata mama sambil kesal pada anaknya itu
"mah, ini tu gara-gara diandra nolongin nenek-nenek kecopetan eh malah terjatuh pas lari" elak diandra
"nih sudah, ndra kamu itu perempuan sayang"
"ma aku lapar makanan masih ada kan, bibik makanan masih ada kan tolong siap kan untuk ku bik" diandra memotong pembicaraan mamanya agar ia tak kena ceramah oleh mamanya.
"dasar anak itu" oma yang melihat tingkah laku menantu dan cucunya itu hanya menggeleng-gelengkan kepala
"sudah lah biarkan dia makan kasian, pasti dia capek" kata oma
"buk, ibu selalu saja membela diandra" kata mama sementara oma hanya tersenyum
keluarga diandra melanjutkan obrolan mereka sementara diandra pergi ke dapur mencari makanan karena ia masih merasa lapar.
.
.
__ADS_1
disisi lain bimo serang serius belajar, bimo termasuk siswa yang berprestasi karena dia sangat rajin belajar di rumah.
tok,,tok "bim, mama pergi keluar sebentar dengan papa kami mau ke super market kamu mau nitip nggak ?" tanya mama
"mm nggak ma, lagi pula mau langsung tidur setelah tugas bimo selesai ma" kata bimo
"ya sudah kalau begitu mama, dan papa petgi dulu ya "
"iya ma, hati-hati di jalan" ucap bimo yang masih fokus dengan buku nya
stelah selesai mengerjakan tugasnya bimo membaringkan tubuhnya di ranjang.
"kenapa dia nggak juara umum ya, padahal dari cara dia mengerjakan tugas tadi sepertinya dia orang yang cerdas. tapi kenapa bukan dia yang pertama, terus kenapa juga dia di kelas ipa 4 seharunya dia memiliki kelas sama dengan ku berdasarkan urutan nilai" gumam bimo sambil melihat langit-langit kamarnya
"ah gua ngapain sih mikirin dia terus, sementara dia. dia bahkan nggak kenal sama gua" bimo salah tingkah setiap mengingatnya
"ah sudah lah mending gua tidur dari pada gua pusing sendiri" bimo menarik selimutnya dan menutup tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki
ciap..ciap..burung sudah mulai berkicau bimo sudah siap berangkat ke sekolah lengkap dengan pakaian basket. hari ini adalah final turnamen basket yang di tunggu-tunggu.
"pagi bim,," sapa papa
"pagi pa, ma" bimo berjalan menuju meja makan
"hari ini kamu tanding basket ya ? " tanya papa
"emm iya pa, hari ini penentuan siapa yang juara satu dan dua, do'ain ya ma, pa agar tim bimo menang" kata bimo
"iya nggak apa-apa kok ma"
"papa juga nggak bisa bim, papa harus keluar kota hari ini nanti malam baru pulang"
"iya pa, ma bimo ngerti kok lagian kalian kerja kan buat bimo juga"
mereka sarapan dengan penuh canda tawa, setelah selesai makan terdengar suara klakson mobil dari depan.
"mah, pah, bimo berangkat ya tu kayang ranza sama danuar udah datang"
"kenapa nggak ngajak mereka makan dulu bim"
"nggak usah ma, kita udah telat" teriak bimo yang berlari meninggalkan ke dua orang tuanya.
"pagi bro" ucap ranza dan danuar bersamaan
"pagi juga cepet kita udah telat nih" kata bimo sambil melihat jam tangan nya
"siap bos" ucap ranza yang langsung melajukan mobilnya menunju tempat pertandingan
"eh dan, olivia sama teman-temannya ngikut semangatin kita kan" kata bimo
"lo nanya oliv, apa diandra bim" jawab ranza yang duduk di kursi belakang
"tenang aja diandra pasti datang kok soalnya oliv kan cherleaders sekolah kita. kalau oliv datang pasti diandra datang lah" ucap danuar yang membuat senyuman terbit di bibir bimo
__ADS_1
"bagus lah" gumam bimo
setelah berjalan beberapa menit akhirnya bimo dan teman-teman nya sudah sampai di gedung tempat mereka bertanding. bimo keluar dari dalam mobil begitu juga ranza dan danuar. mereka berjalan masuk menuju lapangan yang berada di dalam gedung itu. saat tim bimo mulai masuk ke gedung terdengar suara para suporter yang mendukung bimo dan teman-temannya.
di sisi lain olivia sudah bersiap akan menampilkan tarian mereka yang di pimpin oleh fayzia yang merupakan ketua cherleaders sekolah.
sementara duduk di kursi di pinggir lapangan di samping tim bimo dan celedears duduk. diandra yang memakai seragam sekolah dengan earphone di telinga tidak memperdulikan orang di sekitarnya yang lalu lalang yang sibuk mempersiapkan segala sesuatu nya.
diandra duduk karena ia tidak ikut tim cerleaders karena tak suka. ia hanya fokus pada ponselnya.
melihat diandra yang diam bimo berinisiatif mendekat. bimo duduk si samping diandra tapi tak di gubris oleh diandra.
"lo suka nonton pertandingan basket juga" kata bimo sambil memperhatikan diandra
"...." diandra masih fokus dengan ponselnya
"wajah lo kenapa" bimo langsung memegang pinggir bibir diandra yang terlihat memar
celetak...diandra menepis tangan bimo sambil menatap dingin. diandra yang merasa tak nyaman lebih memilih pergi.
"lo mau kemana ?" tanya bimo dengan rasa bersalah ia yakin saat ini diandra merasa nggak nyaman bimo merasa kesal pada dirinya sendiri.
"huh bim begok lo, ah tangan gua reflek lagi" gerutu bimo dalam hati
"ndra lo mai kemana, lo nggak boleh kemana-mana selama kita tampil dan tanding. oh ya satu lagi lo kan bagian dokumentasi lo harus merekam kita tampil dan tim sekolah kita main. lo nggak lupa kan ?" kata olivia
"em,, " jawab diandra pasrah karena ia di berikan tugas oleh guru untuk membuat dokumenter
bimo yang mendengar ucapan olivia bahwa diandra tak boleh pergi, kini tersenyum bahagia"
diandra mengeluarkan 4 ekor lebah dari dalam tasnya dengan hati-hati agar tidak di ketahui oleh orang lain bahwa ia mempunyai kamera yang berbentuk lebah transparan.
sekarang diandra bersiap menyambungkan koneksi hp dan lebah kamera itu.
sementara di pihak sekolah lain sibuk merekam dengan kamera mereka. disini diandra hanya duduk diam bahkan ia bisa merekam dengan empat kamera sekaligus.
olivia dan tim nya sudah memulai pertunjukan sementara bimo dan tim nya mengikuti arahan pelatih.
setelah tim olivia tampil kini tiba saatnya tim bimo yang menunjukkan kebolehan mereka dalam bermain basket.
prit permainan dimulai..
.
.
*bersambung...
happy reading ya reader
maaf kalau kata-katanya banyak yang typo
jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya
__ADS_1