Cold Heart

Cold Heart
penasaran doang


__ADS_3

tiba-tiba ponsel diandra berdering ia tak mengenal nomor itu, ia kemudian mengangkat ponselnya


"halo andra.." kata orang di seberang sana


mendengar itu diandra langsung membelalakkan matanya dan menghentikan langkahnya


"lo.." kata diandra


"wah ternyata kamu masih ingat saya andra, bagaimana kabar rai di alam sana. pasti sekarang dia ingin kamu menemani mu bukan ?" ....


"di mana lo sekarang lo harus bayar semua atas kematian kakak gua" diandra dengan bara api di matanya


"tenang aja tunggu sebentar lagi saya sendiri yang akan menemui mu diandra..."...


tut...


ponsel itu terputus membuat diandra gusar karenanya


"sial...gua harus ketemu dengan orang itu" kata diandra


diandra terus berjalan menyusuri lorong sekolah ia terlihat marah dan hawanya semakin dingin.


"kak aku akan menemukan orang yang membuat kakak pergi. kak aku rindu kakak" batin diandra . ia mengusap muka nya kasar


sepanjang perjalan di lorong sekolah diandra sangat kesal bahkan ia sampai menendang kotak sampah yang tak bersalah.


diandra yang m


tadinya hendak mencari tempat ingin tidur memutuskan untuk lari di lapangan futsal yang dari tadi tak ada orang.


ia melakukan itu untuk melampiaskan rasa kesalnya, begitulah diandra jika dia merasa kesal ia melakukan olah raga yang menguras banyak keringat. karena setelah mengeluarkan banyak keringat maka emosi diandra sedikit berkurang.


diandra berlari mengelilingi lapangan futsal sampai 55 keliling sudah hampir 2 jam ia berlari. sampai beberapa pasang mata melihatnya tak percaya seorang gadis remaja bisa berlari dengan kecepatan dan bertangan selama itu.


guru olah raga yang melihat aksi diandra merasa diandra sangat cocok sebagai atlit lomba lari.


"andra..." teriak olivia dari kejauhan


"nih minum lo ngapain sih lari segitunya lo mau jadi atlit hah.." kata fely teman kelas diandra


"huh huh..em" diandra menyambar botol minuman di tangan olivia dan langsung meminumnya tanpa sisa


"buset ndra lo manusia bukan ?" kata fely


"mm" diandra hanya mengangguk


"nih handuk liat tuh baju lo sampai basah gitu untuk baju lo hitam kalau nggak udah nerawang tuh" kata olivia


"gua nggak apa-apa kok tadi gua lagi mikir eh nggak nyadar kalau larinya udah lama" diandra memelas dan tersenyum paksa terhadap temannya


"eh nanti malam lo bedua mau nginep nggak di rumah gua, kebetulan nyokap masak banyak dia nyuruh bawak temen nginap gitu" kata diandra


"tumben lo ngajak nginap di rumah lo" kata olivia


"Ia tadi nyokap gue bilang suruh ngajak kalian" kata diandra

__ADS_1


"ok ndra, gua boleh ngikut nginap ?" kata Fely


"ya boleh lah kan lo juga teman gua" kata diandra


"Sip dah, tapi gua nggak tahu rumah Lo dimana ndra" kata fely


"nanti lo bareng gua aja oke, nanti gua jemput lo di rumah lo" kata Olivia


"oke deh, berarti clear nih ?" kata Fely


"em gua tunggu kalian di rumah gua ok" kata diandra Sambil mengelap keringat di wajah dan lehernya


hari Festival terakhir di sekolah, setelah selesai semua anak membereskan Stand masing-masing begitu juga dengan diandra dan teman-temannya. Setelah beres mereka memutuskan Makan bersama sisa Jualan yang masih ada. banyak anak yang bergosip tentang keluarga aurora, ada yang senang ada juga yang merasa kasihan terhadap aurora dan keluarganya.


Sedari tadi bimo terus memperhatikan diandra yang hanya diam sambil menyantap makanannya tidak seperti anak anak lain diandra tidak ada interaksi dengan anak kelasnya ltu menandakan bahwa diandra adalah gadis yang sangat pendiam. diandra Juga bukan siswa yang populer di Sekolah tapi entah mengapa bimo Sangat penasaran di buatnya.


"eh ndra Lihat tuh dari tadi bimo ngeliatin lo mulu tu" kata olivia


"........" diandra tak merespon perkataan olivia la masih fokus dengan makanan nya ditambah lagi telinga nya di sumpal dengan headset


"ngomong ama tembok aja gua" kata olivia


"sabar ya liv.." siswa


"em iya gua harus ekstra sabarrr sama sahabat gua yang satu ini" kata olivia sambil berakting sakit hati


hari itu banyak sekali kejadian yang tak terduga terjadi diandra merasa lelah dan dia memilih pulang naik ojek online dari pada pulang naik bus. dia juga malas jika naik bus dia akan bertemu dengan bimo yang dari kemarin selalu mengganggunya membuat dia merasa tidak nyaman.


semua anak berhamburan keluar sekolah ada yang memakai kendaraan pribadi ada juga di jemput atau naik kendaraan umum seperti diandra. mengingat sekolah diandra adalah sekolah bagi kalangan menengah keatas karena biaya sekolahnya yang tinggi. tapi meski pun demikian ada beberapa siswa yang tergolong kurang mampu yang masuk sekolah karena beasiswa.


bimo sedari tadi berdiri di depan gerbang berharap ia bisa bareng dengan diandra. tapi sedari tadi ia tak melihat diandra keluar untuk itu ia memutuskan berjalan duluan ke halte bus dengan harapan diandra bisa menyusul.


tak perlu menunggu lama ranza sampai di depan halte bus ia melihat bimo yang sedang duduk disana. sangat terlihat sekarang sepertinya suasana hati bimo sedang tidak baik.


"bim ayok pulang, ngapain lo bengong ?" kata ranza mendongak sambil membuka kaca mobil


"...." bimo masuk ke dalam mobil tanpa berkata apa pun


"kenapa bim diandra lagi huh ?" tanya ranza


"emm iya, gua kurang apa coba di saat gadis lain berharap meluk gua sementara dia jangankan berharap di bahkan nggak melirik gua sama sekali" wajah bimo terlihat sendu membuat ranza merasa kasihan dengan sahabatnya itu. bimo seperti orang yang baru saja patah hati.


"udah lah bim, lo harus usaha lagi itu tantangan buat lo. agar lo tahu jika lo udah sama dia suatu saat nanti lo harus inget bagaimana perjuangan lo buat dapetin dia. yang bikin lo ingin terus bersama dia dan bertahan" kata ranza panjang lebar


"belajar dari mana lo kata-kata bijak kayak gitu ?. ketularan danuar ya" kata bimo


"lo nggak tahu aja danuar tu udah kayak motivator amatir kalau nasehati orang sementara dia zonkk" kata ranza yang membuat mereka tertawa


"tumben lo nggak bareng danuar ?" tanya bimo


"dia lagi kasmaran sama olivia, lupa deh ama teman" kata ranza


"olivia teman nya diandra kan ?" tanya bimo


"iya,...gua nggak tahu pasti dari kapan mereka dekat tapi belakangan ini mereka jadi sering pulang bareng terus pergi bareng" kata ranza

__ADS_1


"kasian dong lo jomblo akut hahahaa.." gelak bimo


"emang lo nggak hahhaa.." pletak kepala ranza di jitak oleh bimo yang membuat ranza meringis


"eh lo mau bawa gua kemana rumah gua belok woi" kata bimo


"tahu gua kita ke rumah gua dulu, gua ganti baju setelah itu gua antar lo lagi. gua nginap rumah lo malam ini ya bim !. gua malas di rumah sendirian bokap nyokap gua ke bandung jenguk kak ira lahiran" kata ranza


"lah art lu pada kemana emang lo sendiri ?" tanya bimo


"ada mereka kan tinggal di pafiliun khusus bukan rumah utama sama aja gua tinggal sendiri" kata ranza


"kenapa lo takut ya tinggal sendiri ?" kata bimo


"nggak lah gua cuma bosen aja sendiri" kata ranza


di perjalan menuju komplek rumah milik keluarga ranza mereka tida sengaja melihat diandra yang menuju komplek perumahan mewah.


"eh bim itu diandra bukan ?" tanya ranza


"masa sih mana ?" kata bimo


"itu bim diandra kan ?" tunjuk ranza


"bener itu diandra tapi ngapain coba dia ke sini ini kan klaster rumah mewah setelah rumah gua" kata bimo dan diangguki oleh ranza


"bim jangan-jangan diandra itu orang kaya deh, lo lihat kan motor sport yang dia bawa waktu itu. tu motor seri terbatas lo bim gua aja tahu nya lo punya motor seri itu iya nggak ? kata ranza penasaran


"ikutin-ikutin" kata bimo


diandra sedari tadi merasa ada yang mengikutinya merasa risih.


"sial itu kan mobil temannya bimo ngapain mereka ngikutin gua ?, atau jangan-jangan rumah mereka di juga ?, tapi masa sih?" batin diandra


"pak,,, pak berhenti disini sudah sampai" diandra berhenti di rumah minimalis yang di depannya terdapat loundry baju. ia tidak ingin mereka tahu identitasnya yang sebenarnya


"eh bim dia berhenti di loundry tuh" kata ranza


"udah nggak usah berhenti nanti anak nya curiga kita ngikutin dia lagi" kata bimo


"bim lo bener suka ya sama diandra ?" tanya ranza


"gua cuman penasaran za, nggak lebih ko penasaran doang gua bener deh" kata bimo sambil mengangkat dua jarinya.


"iya deh percaya gua" kata ranza yang melajukan mobilnya menuju rumah


setelah menghindari dua orang barusan akhirnya diandra kembali ke rumah dengan jalan kaki. setelah ia sampai ia terkejut dengan siap yang berada di ruang tamu sekarang


"sini kamu ...".....


...


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin


__ADS_2