Cold Heart

Cold Heart
makan-makan


__ADS_3

dret..dret..ponsel diandra berdering ia melihat nama fely yang tertulis di layar ponselnya.


"emm apaan?" jawab diandra yang mengangkat ponselnya yang berasal dari fely


"ndra kita udah bokiing restoran cgg yang terkenal itu, lo kesini kan? anak-anak udah nungguin lo soalnya" ucap fely dari dalam ponsel


"em iya iya gua ke sana sekarang"


"cepat nggak pakek lama"


"emm" tuttt diandra mematikan ponselnya


"mana mobil, gua pakai satu gua ada urusan" diandra sambil menyandang tas nya dan salah satu anak buahnya melemparkan kunci mobil. setelah menangkap kunci mobil yang di lempar ke pada nya diandra terhenti ketika ia melihat sebuah motor besar terparkir di halaman.


"nih, gua nggak jadi pakai mobil gua pakai motor aja gua udah lama nggak mengendarai motor" diandra melempar kunci mobil pada anak buahnya dan langsung menghampiri sebuah motor di sana yang sudah ada kuncinya


"gua udah lama nggak makai lo sory," diandra tersenyum sambil mengusap-usap salah satu motor kesayangannya itu


diandra mengendarai motornya menuju restoran cgg di mana di sana teman-temannya sudah menunggu. diandra hanya butuh waktu sepuluh menit untuk sampai tujuan.


restoran cgg..


"gimana fel, andra datang nggak ?" tanya olivia


"tenang dia datang kok, katanya dia udah otw kok" ucap fely


"oh ya kita di outdoor aja biar bisa lama-lama hehheee" ucap olivia dan di ikuti oleh seluruh teman


bimo, ranza, dan danuar duduk berdekatan dengan olivia yang membuat sebagian gadis cerleaders merasa iri.


"bim duduk sini aja" ajak fay


"gua nggak suka di sana, lagi pula udah penuh tu gua di sini aja" kata bimo singkat


"oh iya udah deh" fay hanya murung melihat penolakan dari bimo


"eh tumben dia nggak ngamuk" bisik fely pada olivia sambil menunjuk fay dengan matanya


"iya,,iya lah kan di sini ada bimo jadi si nenek lampir itu nggak brani, coba kalau bimo nggak ada pasti udah ngamuk dia" bisik olivia


"apa lo bisik-bisik" kata fay dengan nada tinggi


"nggak ada" jawab olivia


mereka berbincang-bincang sambil menunggu menu makanan mereka yang belum datang


karena letak parkiran motor dekat dengan tempat mereka. sesekali mereka melihat ke arah parkiran tiba-tiba mereka melihat seorang yang sedang memarkirkan motornya. mereka juga melihat beberapa karyawan langsung mendatanginya dan memberi hormat.


"eh siapa tu orang sampai karyawan di sini hormat segala" ucap fely


"ehh em" olivia hanya mengangkat bahunya tak tahu


"eh tunggu bukannya itu diandra" ucap ranza


"nggak mungkin lah, masa iya" jawab fely


"tapi jaket dan tas nya mirip diandra hanya celana nya saja yang berbeda" ucap bimo dengan menyipitkan matanya


"bucin lo bim, apa-apa diandra" ucap ranza

__ADS_1


plakk " aw aw" jitakan bimo mendarat di kepala ranza dan ranza meringis kesakitan


"apa lo bilang tadi ?" ucap bimo dingin


"nggak kok bukan apa-apa" ucap ranza sambil cengengesan


mereka masih melihat orang itu yang melepaskan helm nya. diandra langsung berjalan menuju pintu masuk. sontak teman-temannya terkejut dimana orang yang turun dari motor itu benar-benar adalah diandra


"selamat datang,," salah satu karyawan melihat bahwa yang datang adalah diandra. ia lantas langsung berlari ke dalam dan melapor pada karyawan lain


"nona, ada yang bisa kami bantu" mendengar ucapan manager restoran yang turun langsung melayani membuat teman-teman diandra terkejut.


"nggak gua cuman nongkrong sama mereka" tunjuk dia ke arah teman-temannya


diandra berjalan santai menghampiri teman-temannya dengan gaya cool nya yang sudah seperti preman saja di mana diandra memakai hodie dan celana trening santai ditambah lagi topi yang di pakai terbalik.


"tutup mulut kalian sebelum lalat masuk" ucap diandra kasar sambil duduk


suasana langsung hening dengan kedatangan diandra yang dingin.


"apaan lo ndra, lihat tuh mereka udah kayak mayat hidup dengar lo ngomong lo jangan nakutin mereka" ucap olivia yang menarik tangan diandra


namun diandra hanya mengangkat satu alisnya tak perduli.


"eh tu cewek siapa sih, sombong amat" ucap salah satu teman fay


"bukan kah dia anak kelas ipa 4 yang sering pulang dan pergi naik bis kadang-kadang juga dia jalan kaki" ucap salat satu dari mereka


"eh ndra lo dari mana aja sih, tadi lo langsung ngilang aja" tanya bimo lembut


"...." diandra tak menjawab pertanyaan bimo ia masih fokus pada makanannya


"ndra lo di tanyain bimo tuh" senggol olivia


"ini nona seperti biasa" ucap karyawan yang meletakkan beberapa menu favorit restoran yang harga nya lumayan tinggi


"emm, meja yang di sana juga" kata diandra santai


"baik nona" mereka menunduk lalu pergi


"ndra kita nggak pesan ini ndra" bisik olivia


"udah makan aja" ucap diandra sambil fokus pada makanan nya


bimo hanya memandangi wajah diandra dalam diam. bimo berusaha keras untuk mengendalikan detak jantung nya yang berdetak kencang.


"guys gua ke toilet bentar" ucap bimo


"gua juga" ucap ranza


"yaudah sana" balas danuar yang duduk nya semakin dekat dekat dengan olivia


"dasar lo be dua nggak bosan-bosan apa pacaran mulu" kata ranza


"nggak lah, nggak akan pernah bosan gua" ucap danuar yang menggoda olivia membuat wajah olivia memerah


sedang asik makan tiba-tiba diandra melihat adrew yang ke betulan makan di sana juga. adrew makan bersama beberapa anak buahnya.


"cih sial kenapa kak adrew di sini juga, jangan sampai anak-anak tahu kalau gua kenal dengan kak adrew. kalau sampai ketahuan bisa gagal rencana gua" batin diandra

__ADS_1


melihat adrew yang mulai makan diandra langsung mengirimkan pesan pada adrew yang berisi "***kak lo makan di tempat kak cendana ?, gua juga oh iya kalau kita ketemu pura-pura nggak kenal aja. gua nggak mau teman-teman gua curiga"


"siap nona muda, lo kesini para karyawan hormat nggak. kalau mereka hormat pasti teman-teman lo bakal curiga sama lo dek***" balas adrew


"huh itu sialnya gua nggak tahu kalau mereka pesan restoran ini" chat diandra


"udah terima aja, anggap aja nggak terjadi apa-apa" balas adrew


"huh" diandra mendesah panjang


"kenapa ndra, lo kelihatan capek banget deh ?, oh ya itu motor lo ndra ?" ucap fely polos


"nggak mungkin lah, ini lo pinjem di tempat lo kerja paruh waktu lagi ndra" ucap olivia yabg mengetahui jika diandra tidak ingin identitas nya di ketahui


"apaan sih lo kan diandra.." olivia langsung membungkam mulut fely


"kan diandra kerja di bengkel motor itu kan ndra" sambung fely


"em, itu motor bos gua. tadi gua pinjem bentar habis ngerjain beberapa pekerjaan gua" jelas diandra


"lo kerja di bengkel ?" tanya bimo yang tiba-tiba muncul dari belakang


"emm" diandra mengangguk


"kok bisa sih, emang lo ngerti masalah otomotif ?, lo kan cewek" kata bimo


"kalau nggak yakin diem aja" kata diandra yang membuat suana mendingin


"bukan gitu maksud gua, cuman gua pengen tahu aja lo kerja di bengkel mana siapa tahu kita pengen service kendaraan" ucap bimo


"oh" jawab diandra


"udah jangan bahas itu lagi, ayo kita makan-makan buat ngerayain kemenangan kita. dan selamat buat bimo yang udah jadi kapten terbaik" ucap danuar sambil mengangkat gelas minuman


"okeh chears..." ucap mereka sambil mengangkat gelas mereka masing-masing


malam itu mereka menghabiskan waktu yang lama. ada juga beberapa dari mereka yang menyumbankan lagu karena ada live music.


setelah puas mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. di perjalan bimo di cegat oleh beberapa orang.


"keluar lo..." ucap pria bermotor sambil mengetuk mobil yang di kendarai oleh ranza


"bim siapa mereka lo kenal" tanya ranza


"nggak, gimana nih" ucap bimo


"udah layani apa yang mereka mau gua juga udah lama nggak olah raga"


"ada apa om" ucap bimo


"serahkan mobil itu pada kami"


"oh iya, ini silahkan"


bugh "kalian....


*bersambung...


happy reading ya reader

__ADS_1


maaf kalau kata-katanya banyak yang typo


jangan lupa like, komennya biar authornya makin semangat bikin novelnya


__ADS_2